
Pagi menyapa, setelah tidur selama beberapa jam, aku pun mulai membuka mata dan langsung bangkit dari ranjang. Aku bergegas melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah itu, aku kembali melangkah ke depan meja rias dan memoles sedikit wajah pucat ku dengan bedak dan lipstik. Tak lupa juga menyemprot kan sedikit parfum ke seluruh tubuh ku.
Selesai mempercantik diri, aku mulai mendekati bang Rian yang masih tertidur pulas di bawah selimut. Aku merangkak naik ke atas ranjang, lalu menciumi pipi dan leher bang Rian dengan lembut dan mesra.
Karena merasa terganggu dengan perbuatan ku, akhirnya bang Rian pun membuka mata nya sambil menyunggingkan senyum manis nya pada ku.
"Waah, wangi banget wanita ku ini. Bikin abang merinding aja di buat nya." ujar bang Rian sambil bergidik.
"Loh, kok malah merinding pulak? Kayak lagi lihat hantu aja pake acara merinding segala." balas ku heran.
"Hahaha, bukan merinding karena takut loh, sayang. Tapi merinding karena tidak sanggup menahan keharuman tubuh mu ini." jelas bang Rian sembari tertawa.
"Ooohh, kirain karena takut, hehehe." balas ku salah tingkah.
Aku memeluk tubuh bang Rian dari samping, lalu menyilang kan satu kaki ku di atas perut nya, dan menenggelamkan wajah ku di ceruk leher nya.
Mendapatkan perlakuan manja dari ku, bang Rian pun membalas pelukan ku dan menempel bibir nya di kening ku.
"Bang, aku lagi pengen di manja-manja nih, kita main bentar yok!" bisik ku.
"Hah, kamu serius, Ndah?" tanya bang Rian tidak percaya.
"Iya aku serius, bang. Aku lagi pengen banget merasakan kehangatan dari abang. Ayo dong, sayang! Aku udah gak tahan lagi nih."
Aku terus saja merengek untuk meminta bang Rian agar segera melayani hasrat ku yang sudah mulai bergairah tidak karuan.
Setelah mendengar suara-suara manja ku di telinga nya, bang Rian pun langsung menoleh pada ku sembari berkata...
"Baik lah, sayang. Abang akan melayani mu sampai kau merasa puas dengan permainan abang." balas bang Rian.
Aku langsung tersenyum bahagia setelah mendengar penuturan bang Rian. Tanpa basa-basi lagi, aku pun langsung membuka handuk yang melilit di tubuh ku dan mencampakkan nya ke lantai.
"Ayo cepat lakukan, bang! Aku sudah tidak sabar lagi ingin merasakan belaian mu, sayang." desak ku dengan nafas yang memburu.
Selesai mendengar desakan manja ku, bang Rian pun langsung naik ke atas tubuh ku, dan mulai melakukan kegiatan nya dengan semangat empat lima.
__ADS_1
Dan pada akhirnya, pergumulan panjang dan menguras keringat itu pun terjadi di atas ranjang. Setelah beberapa jam memacu gerakan nya, bang Rian pun akhirnya menyudahi permainan nya.
Dia tampak sangat kelelahan dan langsung menjatuhkan diri nya di sebelah ku, dengan keringat yang membasahi di sekujur tubuh nya.
"Terima kasih ya, sayang. Kamu memang sangat hebat dalam memuaskan pasangan mu di atas ranjang." puji bang Rian.
"Iya sama-sama, bang. Abang juga tak kalah hebat kok. Aku aja sampe kewalahan menghadapi permainan abang tadi." balas ku.
"Ah, yang bener, sayang?" tanya bang Rian.
"Iya beneran aku gak bohong, abang memang sangat hebat dan perkasa saat melayani ku tadi." balas ku jujur.
Aku berucap sambil tersenyum memandangi wajah lelaki tampan yang ada di hadapanku itu. Karena merasa di perhatikan, bang Rian pun langsung menoleh dan menatap ku dengan mata sayu nya.
"Ada apa, sayang? Kenapa lihatin abang sambil senyum-senyum gitu? Emang nya ada yang aneh ya di wajah abang?" tanya bang Rian.
"Gak ada yang aneh kok, bang. Aku hanya ingin memandangi wajah tampan ini aja kok." jawab ku sembari membingkai wajah bang Rian dengan jari-jari ku.
"Ah, kamu bisa aja, Ndah. Bikin abang kegeeran aja jadi nya." balas bang Rian malu-malu.
"Hahahaha,"
Setelah capek mentertawai bang Rian, aku pun mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar mandi.
"Kita mandi yok, bang! Siap tu antar kan aku pulang ke kos!" ujar ku.
"Loh, kok pulang? Emang nya gak mau nginap disini lagi ya?" tanya bang Rian.
"Lain kali aja kita nginap disini lagi ya, bang! Untuk hari ini, tolong izin kan aku pulang ke kos ya, pliiiiss!" pinta ku dengan wajah memelas.
"Oke lah, hari ini abang akan melepaskan mu. Tapi janji ya, lain kali kita bakalan nginap lagi disini!" balas bang Rian.
"Iya aku janji, bang." jawab ku.
Setelah berusaha membujuk bang Rian, akhirnya dia pun mengalah dan mau mengantar ku untuk pulang ke kos tempat tinggal ku.
Selesai mandi dan memakai pakaian masing-masing, kami berdua pun segera bersiap-siap untuk keluar dari kamar hotel.
__ADS_1
Setelah semua beres, aku dan bang Rian pun keluar dari kamar sambil bergandengan tangan. Sampai di meja resepsionis, bang Rian menyerahkan kunci dan kembali berjalan menuju parkiran.
Bang Rian terus saja menggenggam erat tangan ku sampai ke depan mobil nya.
"Ayo masuk, sayang!" ujar bang Rian sambil membukakan pintu mobil nya.
"Iya makasih, bang." balas ku.
Setelah masuk ke dalam mobil, bang Rian pun mulai menyalakan mesin kendaraan nya dan melajukan nya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di depan gerbang kos, bang Rian langsung mematikan mesin mobil nya dan mengeluarkan dompet dari dalam saku nya.
"Ini untuk tambahan uang belanja mu, sayang!"
Ujar bang Rian sembari menyelipkan beberapa lembar uang ke dalam genggaman tangan ku.
"Loh, kok ngasih uang lagi, bang? Kemarin kan abang udah ngasih aku uang waktu di tempat kerja ku. Trus abang juga udah ngirimkan uang buat ayah ku. Kenapa sekarang abang ngasih uang lagi?" tutur ku.
"Gak papa, sayang. Mumpung abang ada rezeki lebih." jawab bang Rian santai.
"Ya, tapi kan..." kata-kata ku terjeda karena bang Rian langsung memotong nya dengan cepat.
"Udah ah, gak usah pake tapi-tapian lagi! Yang penting kamu harus nurut kalau nanti abang ajak menginap lagi." ujar bang Rian penuh penekanan.
"Gimana, sayang? Kamu masih mau kan menemani abang lagi?" tanya bang Rian.
"Iya, aku masih mau kok, bang. Abang gak usah khawatir, kapan pun abang mau aku akan selalu siap melayani abang." jawab ku mantap.
"Bagus, itu lah yang abang sukai dari mu, sayang. Kamu memang wanita yang baik dan penurut." puji bang Rian sambil membelai rambut ku.
"Oke lah kalau begitu, abang pamit dulu ya, sayang. Kapan-kapan abang akan menemui mu lagi." ujar bang Rian.
"Iya, hati-hati di jalan ya, bang. Semoga selamat sampai tujuan." balas ku.
Aku mencium punggung tangan bang Rian dan memeluk erat tubuh nya. Begitu juga dengan bang Rian, dia membalas pelukan ku dan mendarat kecupan-kecupan kilat nya di pipi dan bibir ku.
Selesai berpamitan, aku segera keluar dari mobil bang Rian dan berdiri di depan pintu gerbang sambil melambaikan tangan.
__ADS_1
Bang Rian pun tersenyum dan membalas lambaian tangan ku. Lalu kemudian, dia menjalankan kendaraan nya kembali ke jalan raya.
"Makasih banyak ya, bang. Kau memang lelaki yang baik." gumam ku sambil terus memandangi kepergian bang Rian.