The Heaven

The Heaven
BABAK KETIGA ³


__ADS_3

Semakin lama, gumpalan mana kegelapan yang terkumpul didalam mulut naga hitam semakin banyak dan kuat; Kemudian, setelah semua mana yang dibutuhkan telah terkumpul, Dark Dragon dengan cepat langsung menembakkan gumpalan mana miliknya itu kearah kawanan monster Goblin Rider.


"Duar!!!" Sebuah ledakan langsung terlihat dan tercipta, sesaat setelah gumpalan mana kegelapan itu menyentuh tanah. Tetapi, tidak hanya sebatas itu saja; Dark Dragon kembali menembakkan beberapa bola lainnya, yang mengakibatkan rentetan ledakan beruntun tercipta.


Beberapa detik setelah ledakan itu muncul, semua monster Goblin Rider yang ada di sana langsung rata sepenuhnya. Tetapi, semuanya tak berakhir hanya sampai disana saja! Kini secara perlahan mulai tercipta monster jenis baru selain Goblin Raider untuk setiap 1 menitnya.


Monster yang tercipta kali ini adalah Orc. Monster Orc yang membawa sebuah pedang dan kapak besar ditangannya.


Bagi Shota, semua itu masihlah sangat mudah; Karena semua monster yang dilawannya itu adalah monster kelas rendah. Tetapi, alasan sebenarnya kenapa Shota bisa bersikap begitu tenang dan santai, adalah karena ia memiliki sebuah kemampuan dan familiar yang sangat luar biasa. Kawanan monster-monster itu, dengan cepat dan rasa haus darah yang begitu besar, langsung berlari kearah Shota dengan tujuan untuk membunuhnya.


Waktu terus berlalu, dan semuanya berlalu begitu cepat, tanpa ada satupun halangan yang berarti. Hanya tinggal beberapa menit saja sebelum semuanya berakhir; Tetapi! Semuanya langsung berubah pada saat waktu hanya tersisa 10 menit.


Semua familiar Shota kehabisan waktu penggunaan. Dan di saat yang bersamaan, secara tiba-tiba monster yang sangat besar dan terlihat begitu mengerikan muncul. Monster itu memiliki perawakan seperti seekor buaya dengan ukuran tubuh yang lebih dari 5 meter lebarnya dan panjang lebih dari 30 meter, yang kini dengan cepat langsung berlari kearah Shota dan diikuti dengan banyaknya monster disekelilingnya.

__ADS_1


"Hmm ... monster yang terlihat begitu familiar? Apakah itu kadal? Menarik!" ucap Shota sembari tersenyum dan merenggangkan tubuhnya untuk melakukan pertarungan.


"Aku Buaya bodoh! Bukan kadal! Buaya!" teriak monster Buaya itu dari kejauhan.


"Cicak?"


"Buaya! Aku Buaya Darat bodoh!"


"Buaya Darat bodoh? Hmm ... kenapa kamu mengakui kalau dirimu itu bodoh?" tanya Shota dengan ekpresi wajah datar.


"Gak percaya! Coba buktikan" wajah Shota terlihat begitu menjengkelkan.


"Caranya?"

__ADS_1


"Hmm ... sebentar! Aku ingat bahwa monster Buaya Darat yang sangat terkenal itu, adalah monster terkuat. Mereka bisa dengan mudah meratakan ratusan monster dan mengalahkan apapun yang ada dihadapannya." ucap Shota sembari merencanakan sesuatu yang mengerikan.


"Maksudmu?"


"Haa ... dasar! Jika kamu memang Buaya darat yang terkenal itu, buktikan dengan cara menyapu bersih mereka semua. Jika kamu bahkan tak bisa mengalahkan mereka, artinya kamu hanyalah seekor cicak penipu." ucap Shota sembari tersenyum samar.


"Hmm ... aku heran, kenapa kadal ini bisa berbicara ya? Setahuku monster yang bisa berbicara itu hanya tingkat Viscount keatas." pikir Shota dalam hati.


Monster Buaya Darat itu langsung terdiam dan berpikir sejenak. Shota yang melihat hal itu, langsung mengambil sebuah kesempatan untuk menghasut monster Buaya Darat agar mau menghabisi teman-temannya sembari mengulur waktu.


"Ada apa? Kenapa kamu terdiam? Apakah kamu tak bisa melakukannya? Haa ... sudahlah! ternyata dirimu itu benar adalah seekor cicak yang berpura-pura menjadi Buaya Darat." ucap Shota dengan tujuan dan niatan untuk memanasi monster Buaya darat tersebut.


"Siapa bilang aku tidak bisa? Baiklah. Akan ku perlihatkan kemampuan dari seekor monster Buaya Darat yang asli!"

__ADS_1


"Hoo ... menarik! Coba perlihatkan buktinya padaku" ucap Shota tersenyum.


__ADS_2