
Shota yang saat ini telah log-out langsung bangun dari tempat tidurnya dan langsung pergi menyiapkan makanan karena ia sudah sangat kelaparan. Shota tak lagi mandi ataupun mencuci muka terlebih dahulu, setelah selesai sarapan ia langsung mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah. Lalu ketika ia telah sampai dikelasnya semua orang menatap dirinya dengan tatapan aneh.
Shota yang telah terbiasa dengan cara mereka semua menatap dirinya, hanya tersenyum sembari mengabaikan tingkah semua orang sambil langsung duduk dibangkunya. Sesaat setelah Shota duduk dibangkunya, Amelia Putri menghampiri dan langsung menyapa Shota sambil tersenyum.
"Hei! Hei! Apa kamu yang namanya Shota? Kenapa 1 minggu ini kamu tak masuk sekolah? Apa tedjadi sesuatu? Apa kau terkena masalah? Hei apa kau juga memainkan permainan The Heaven?" ucap Lisha sambil tersenyum kearah Shota.
Shota sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Lisha dan hanya mengabaikan perkataan darinya sambil terus berfikir dan berkata. "Bukankah aku hanya berada 1 minggu di dalam permainan The Heaven yang seharusnya hanya memakan waktu 3 hari! Tetapi kenapa memakan waktu 1 minggu didunia nyata? Padahal perbedaan waktu antara dunia nyata dan permainan The Heaven adalah ⅓?".
Shota terus memikirkan hal tersebut. Sementara itu disisi lain hampir semua orang menyuruh Lisha untuk berhenti berbicara dengan dirinya karena bisa mengurangi kecantikannya dan hanya menurunkan derajat Lisha.
Shota terus mengabaikan Lisha dan sesaat sebelum Lisha berniat pergi, Shota menanyakan tanggal berapa hari ini kepada dirinya.
"Kenapa kau menanayakan tanggal hari ini?" ucan Lisha.
__ADS_1
Shota hanya menyuruh Lisha untuk menjawab pertanyaannya dan tak perlu mengetahui alasanya. Semua siswa yang mendengar dan melihat tingkah Shota langsung menjadi sangat kesal; tetapi mereka tak berani melakukan apapun kepada Shota karena kejadian sebelumnya.
Yaitu saat dimana Shota bisa dengan mudah mengalahkan seorang petarung no 1 disekolah mereka dan bahkan mematahkan lengan dan kakinya yang membuat orang tersebut masih terkapar dirumah sakit sampai sekarang. Karena alasan itu pula tak ada lagi yang berani menggangu Dirinya, tetapi mereka masih tetap merendahkan Shota.
"Saat ini tanggal 11 oktober 2045"
"Begitu ya? Terimakasih."
Lisha menayakan kepada Shota kenapa dia terdiam. Shun hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan dari Lisha. " Hei, Shota. Bukankah kau ini seorang perempuan? Lalu kenapa kau memakai seragam laki-laki? Padahal kau sangat cantik! Ohh ya! Apa kau juga memainkan permainan The Heaven " ucap Lisha sambil tersenyum dan menatap Shota.
Semua orang mengatakan kalau Shota tak mungkin memainkan permainan The Heaven karena tak bisa membeli perlalatan virtual dan bahkan untuk bersekolah pun mengandalkan beasiswa.
"Ya. Aku memainkanya dan juga aku ini seorang pria! Terimakasih atas pujiannya" ucap Shota sambil tersenyum.
__ADS_1
"E-Ehhhh!!! Seorang pria!" Hampir semua siswa yang ada dikelas Shun semuanya terkejut dan bahkan mereka semua hampir mengeluarkan bola mata mereka karena sangat terkejut.
"Tak perlu terkejut seperti itu! Lagi pula aku ini memang feminim dan juga segeralah duduk dibangkumu; Karena guru akan segera datang" ucap Shota sambil tersenyum.
Lisha lalu langsung duduk disampingnya Shota. Shota sontak sedikit terkejut dan menayakan kenapa Lisha duduk disebelahnya. "Kau ini jahat sekali! Aku kan sudah lama duduk disebelahmu. Bahkan sejak pertama kali aku pindah kesekolah ini aku sudah duduk disini dan juga siapa nama character mu dipermainan The Heaven? Biar kita bisa main bareng" ucap Lisha dengan semangat.
"Apa kau tak malu, berbicara ataupun duduk disebelah orang miskin sepertiku? Itu bisa menurunkan derajat mu dan terlebih lagi kau mungkin akan jadi bahan perbincangan atau bahkan menjadikan bahan ejekan jika terus berteman dan berbicara denganku! Jadi kusarankan agar kau berhenti tuk berbicara denganku" ucap Shota.
"Malu? Untuk apa aku malu? Memangnnya kenapa kalau kau miskin? Itu tak ada hubunganya dengan persahabatan! Dan juga selama aku bisa senang dan merasa bahagia aku tak perduli dengan apa yang di katakan oleh orang lain" ucap Lisha
Shota sedikit terkejut dan senang mendengar perkataan dari Lisha. Yetapi ia masih tak percaya dengan yang namanya persahabatan karena Shota telah berkali-kali dihianati oleh orang yang ia sebut sebagai teman.
"Shota! Cari saja nama dengan character Shota dikota Harvest; Karena itu adalah nama characterku dan juga jika kau mau berteman denganku karena kasihan lebih baik kau lupakan saja! Aku tak perlu belas kasihan orang lain" ucap Shota.
__ADS_1