The Heaven

The Heaven
S2. CH 136. PEMBERSIHAN ⁴


__ADS_3

Kiabo langsung menoleh ke arah milia ketika mendengar perkataan darinya dan tak terlalu memperdulikan tentang dirinya, kiabo sama sekali tak memperdulikan tentang milia tetapi ia malah langsung bertanya tentang apakah dirinya telah berhasil untuk menghabisi semua anggota dari aliansi tanpa nama yang masih tersisa. "Entahlah? aku hanya menghabisi dua orang ketua mereka saja dan sisanya berhasil kabur karena ulah jamal yang tak becus melawan mereka bahkan ia sampai kehilangan nyawanya" ucap milia sembari membanggakan dirinya sendiri.


"Ohhh.... begitu ya? ku rasa itu sudah lumayan untuk kalian, tetapi betapa bodohnya dirinya padahal sebelumnya dia sangat sombong dan percaya diri dengan kemampuannya itu" ucap kiabo dengan nada angkuh.


"Cih! sebenarnya aku sedikit kesal ketika mendengar perkataan darimu itu tetapi aku merasa apa yang kamu katakan sama sekali tak salah, orang itu memang bodoh karena tak pernah menggunakan otaknya untuk bertarung" ucap milia sambil secara perlahan terus berjalan mendekat ke arah kiabo.


"Sekarang tugasmu telah selesai, aku sangat berterimakasih tetapi sayangnya kamu sudah tak di butuhkan lagi! kepung dan habisi dirinya" ucap kiabo sambil tersenyum dan memberikan perintah kepada seluruh anggotanya untuk menghabisi milia.

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana dengan cepat langsung bergegas mengepung milia sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh kiabo bahkan mereka semua langsung mengangkat senjata mereka dan mengarahkannya pada milia, sontak milia langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat hal tersebut karena ia tak pernah mengira dan memperhitungkan kalau kiabo akan mencoba untuk membunuh dirinya. "Ada apa? kenapa kau terlihat seperti terkejut dan tak percaya dengan apa yang aku lakukan saat ini? ingat, bukankah dirimu sendirilah yang secara terang-terangan mengatakan kalau dirimu bukanlah bagian dari aliansi baja perak dan hanyalah seorang pemain bayaran yang kami sewa. jadi setelah kalian menyelesaikan tugas kalian dan mendapatkan bayaran kalian kami bebas untuk melakukan apapun padamu bahkan untuk membunuhmu" ucap kiabo sambil tersenyum sembari memegang senjata miliknya.


"Kau!!! sialan! beraninya kalian melakukan hal ini padaku, apa kalian tak tau si..." tepat sebelum milia selesai berbicara kiabo langsung memotong perkataan milia dan mengatakan kalau ia telah mengetahui siapa milia. "Kamu adalah iblis merah kan? lalu memangnya kenapa jika dirimu adalah iblis merah? apa kau fikir semua orang akan takut dengan gelarmu sebagai iblis merah? kurasa tidak! sekuat apapun dirimu, kamu pasti akan kalah jika melawan orang dengan jumlah sebanyak ini seorang diri" ucap kiabo sambil tersenyum.


"Kau pasti akan menyesali semua perbuatanmu ini, lihat saja nanti!" ucap milia dengan ekpresi wajah kesal dan langsung mengeluarkan tombak miliknya.


Milia langsung memasang posisi untuk bertahan dan jelas saja dirinya tak akan hanya berdiri dan diam saja sembari pasrah dan menunggu kematiannya tetapi ia langsung menggunakan semua kemampuan yang ia miliki dan bisa ia gunakan saat ini untuk bertarung dan menghadapi semua lawan-lawannya yang ada di hadapannya saat ini, "Wush.. slahs...crak... ting..." Suara pertarungan mulai terdengar dan irama ayunan berbagai macam jenis senjata mulai di mainkan yang membuat suasana di sana yang semulanya tenang seketika itu juga langsung berubah menjadi sangat mengerikan.

__ADS_1


Ayato, Artemis dan Krak Dev beserta semua anggota serikat dan aliansinya langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau milia saat ini tengah di kepung dan bertarung melawan semua anggota dari aliansi tanpa nama seorang diri padahal ia merupakan salah satu dari anggota mereka, krak dev yang melihat hal tersebut pada awalnya ingin langsung bertindak dan membantu milia tetapi ia di halangi oleh artemis karena saat ini dirinya tengah bersiap-siap dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan. Waktu terus berlalu dan milia terus bertarung seorang diri melawan begitu banyak musuh bahkan hpnya secara bertahap terus berkurang dan dirinya saat ini telah mulai merasa kelelahan karena terus-terusan bertarung, krak dev yang tak tahan lagi melihat hal tersebut dan karena terbawa oleh perasaan pribadinya tanpa fikir panjang langsung berlari ke luar dan menggunakan semua kemampuan yang ia miliki untuk membantu milia menghadapi semua anggota dari aliansi baja perak. "Haa... orang ini, apakah dirinya tak bisa sabar sejenak? ia merusak semua rencanaku! Haa... baiklah, baiklah! aku mengerti, aku akan segera membantunya juga. kalian semua mulailah maju dan bentuklah formasi untuk bertarung dan tolong ulur waktu seperti biasanya karena aku ingin mengakhiri semua ini secepat mungkin" ucap artemis sembari memberi perintah karena menuruti keinginan dari adiknya itu yang merasa kasihan kepada milia dan krak dev yang tengah bertarung seorang diri.


Semua anggota serikat artemis dengan cepat langsung bergerak menyerbu aliansi baja perak yang jumlah anggota mereka bisa di bilang hampir sama tetapi yang membedakannya hanyalah satu hal yaitu pada formasi, formasi dari seluruh anggota serikat artemis saat ini tengah tersusun rapi dengan bentuk seperti sebuah gambar sebuah bulan dengan penyerang jarak jauh yang berada di ujung dan penyembuh yang ada di tengah-tengah untuk memulihkan serta dengan petarung jarak dekat yang berada pada baris terdepan yang berfungsi sebagai penyerang sekaligus pelindung bagi regu non jarak dekat seperti ranger dan penyihir. Ayato yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat senang dan bahkan dirinya juga dengan cepat langsung menggunakan semua kemapuan yang ia miliki dan dapat di gunakan untuk menyerang aliansi baja perak, semua anggota dari aliansi baja perak bahkan kiabo sendiri langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat hal tersebut karena ia tak menyangkan akan ada serangan balasan ataupun adanya bantuan dari pihak musuh terlebih lagi karena mata-mata mereka yaitu bilato sama sekali tak pernah memberikan informasi apapun terkait hal tersebut.


Semua anggota dari aliansi baja perak yang tak mengetahui akan adanya serangan balasan itu langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan saat ini mereka langsung menjadi sangat kacau ketika baru saja menghadapi serangan yang di lancarkan oleh serikat kesatria bintang karena pada saat di awal mereka langsung melepaskan ratusan anak panah yang di iringi dengan serangan sihir bahkan krak dev dan milia hampir terkena dampak dari serangan tersebut dan bisa saja mati jika mereka tak memiliki kemampuan yang mempuni. Semua pemain yang tak memiliki kemampuan yang mencukupi atau bisa di katakan sebagai pemula tak dapat bertahan dari serangan yang di lancarkan oleh serikat kesatria bintang padahal itu hanyalah serangan pembuka tetapi sudah banyak sekali anggota dari aliansi baja perak yang tumbang, kiabo yang pada awalnya tak bisa berfikir jernih karena terkejut dengan semua itu tetapi kini dirinya dengan cepat langsung memberikan perintah dan mengatur semua anggota partynya itu.


Seluruh anggota dari aliansi baja perak yang sebelumnya itu sangat berantakan kini langsung menjadi tersusun rapi dan bahkan mereka kini telah memiliki pertahanan yang cukup kuat ketika mengikuti instruksi dari kiabo, sebuah peperangan yang di lakukan oleh kedua belah pihak pada akhirnya mencapai tahap pertengahan di mana seluruh pemain yang ada di sana bertemu dan akan saling menghabisi satu sama lain sampai salah satu kelompok mereka menjadi pemenangnya. Peperangan antar kedua kubu semakin memanas seketika ayato harus berhadapan satu lawan satu melawan kiabo di tengah-tengah medan pertempuran, ayato dan kiabo pada awalnya bertarung dengan imbang dan sengit bahkan mereka semua sangat menikmati pertarungan tersebut tetapi lama kelamaan ayato mulai melemah karena ia baru saja melakukan sebuah pertarungan sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2