
“Haa.. sepertinya aku harus sesegera mungkin mengakhiri pertarungan ini, jika tidak takutnya nanti akan terjadi hal yang sangat merepotkan! Padahal baru saja aku ingin sedikit bersenang senang dan bermain dengan mereka. Haa.. maaf ya, aku harus segera menghabisi kalian” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menggunakan skill wind counters, fire ball dan fire weapon. Di saat Shota baru saja melepaskan serangan miliknya tepat ke arah ke 4 monster serigala itu, di saat yang bersamaan tsukuyomi langsung berteriak karena terjatuh karena dahan yang ia jadikan sebagai pijakan langsung patah seketika di injak oleh dirinya.
Pada saat mendengar suara tsukuyomi ke 4 monster serigala itu langsung berhenti bergerak dan langsung melihat ke arah tsukuyomi sambil menatapnya dengan ekpresi haus darah dan tak lama setelahnya mereka berempat dengan cepat langsung melesat ke arah tsukuyomi, al hasil serangan yang Shota lancarkan terbuang sia sia dan hanya menghancurkan tanah dan pepohonan yang terkena dari serangan tersebut karena sesaat sebelum serangan yang di lancarkan oleh Shota mengenai tubuh mereka berempat, ke 4 monster serigala itu langsung melesat ke arah tsukuyomi.
“Adu.. du.. du.. s-sakit sekali, padahal ini hanyalah sebuah permainan, tapi kenapa rasa sakitnya terasa sangat nyata?” ucap tsukuyomi sambil mengelus ngelus pantatnya karena ketika ia terjatuh pantatnya lah yang terlebih dahulu menyentuh tanah. “GREERRRR..... AUUU” suara raugan dan geraman dari ke 4 monster serigala yang saat ini telah berada tepat di hadapan tsukuyomi langsung terdengar dan juga langsung membuat tsukuyomi terkejut sekaligus merasa sangat ketakutan seketika mendengar suara tersebut dan berharap kalau itu hanyalah suara dari perutnya tetapi betapa terkejut dan takutnya dirinya seketika ia berdiri ia langsung melihat kalau ada 4 ekor monster serigala yang saat ini telah berada tepat di hadapannya dan bahkan salah satunya saat ini tengah melompat ke arahnya dengan gigi yang terlihat sangat besar dan tajam.
Tsukuyomi langsung memejamkan kedua matanya dan berharap agar Shota segera datang dan menolong dirinya tetapi ia sadar kalau jarak antara dirinya dengan Shota cukup jauh yang artinya ia tak akan sempat untuk menyelamatkan dirinya lagian juga tak mungkin Shota mau menyelamatkan dirinya karena ia tak peduli pada siapapun dan hal itulah yang terus tergiang di kepala dan fikiran tsukuyomi tetapi ia juga tetap percaya kalau Shota akan datang dan membantu atau lebih tepatnya menyelamatkan dirinya, “TINGG.... AU... AU.. AU... NGUNG.. “ Tepat sesaat sebelum taring panjang nan tajam milik serigala itu menusuk tubuh tsukuyomi secara tiba tiba dan di saat waktu yang sangat tepat Shota muncul tepat di depan tsukuyomi dan langsung menahan serangan dari serigala itu dan di saat yang bersamaan dirinya juga langsung menyerang serigala yang tadinya berniat untuk memangsa tsukuyomi.
__ADS_1
“Syukurlah aku tepat waktu” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan merasa sangat kesal sekaligus marah kepada ke 4 serigala tersebut lalu dengan kecepatan cahaya Shota langsung menyerang mereka semua yang dengan cepat langsung mengikis hp milik mereka berempat. Shota dengan perasaan kesal dan marah dengan kecepatan cahaya terus menerus menyerang ke 4 monster serigala itu secara bertubi tubi dan bahkan tak membiarkan mereka untuk menyerang balik ataupun kabur, tetapi ketika hp mereka telah turun masing masing ke bawah 30% , ke 4 monster serigala itu langsung melolong sekuat tenaga.
Shota tak memperdulikan hal itu dan hanya secara terus menerus menyerang ke 4 monster serigala itu dengan kecepatan cahaya dan secara perlahan tapi pasti mulai mengurangi hp milik ke 4 monster serigala tersebut, tetapi tak lama setelah ke 4 monster serigala itu selesai melolong dan seperdetik sesaat sebelum Shota menghabisi mereka berempat, secara tiba tiba muncul sebuah petir yang hampir menyambar Shota. Shota menjadi sedikit terkejut sekaligus menjadi sangat kebingungan seketika melihat kalau secara tiba tiba dan secara misterius muncul sebuah kilatan petir yang cukup besar dan kuat yang hampir saja menyambar dirinya, tetapi Shota lebih terkejut lagi seketika melihat segerombolan monster seriga dan serigala taring pedang yang muncul entah dari mana yang berjumlah kurang lebih sekitar 300 ekor yang saat ini telah mengepung Shota dan tsukuyomi bahkan ada beberapa yang saat ini telah berlari ke arah Shota dan tsukuyomi.
Ketika Shota melihat kalau saat ini dirinya telah di kepung oleh ratusan monster serigala ia hanya tersenyum tetapi seketika ia melihat kalau mereka telah ada yang mengincar dan berniat memangsa tsukuyomi, seketika itu juga Shota langsung menjadi sangat marah dan di saat yang bersamaan dirinya langsung mengaktifkan skil hujan halilintar dan memanggil suzaku, seiryu, byako, genbu dan dark dragon yang saat ini telah berevolusi menjadi salu yaitu monster naga yang memiliki 11 kepala yang masing masing memiliki kemampuan dan element yang berbeda di setiap kepalanya. “Lindungi tsukuyomi dan habisi setiap monster yang kalian lihat dan yang mencoba untuk melukai dirinya” ucap Shota dengan perasaan marah dan dengan kecepatan cahaya langsung menyerang dan membunuh setiap monster serigala yang ia lihat dan di saat yang bersamaan dirinya juga langsung menggunakan setiap skil yang ia miliki untuk menghabisi seluruh monster serigala yang ada di sana dan karenanya Shota dan tsukuyomi telah membentuk party bersama maka secara otomatis tsukuyomi juga mendapatkan exp dari setiap monster yang di bunuh oleh Shota ataupun familiarnya.
Tsukuyomi menjadi sangat senang karena Shota marah karena melihat kalau ada yang mencoba untuk melukai dirinya dan merasa sangat senang karena Shota mau melindungi dirinya tetapi di saat yang bersamaan dirinya juga takut akan kekuatan Shota yang amat sangat luar biasa bahkan di luar nalar, suara ledakan dan suara teriakan kematian dari seluruh monster yang saat ini ada di sana terus menerus terdengar hingga ke seluruh hutan tersebut dan aura kebencian dari para monster yang mati secara tak langsung juga mengundang monster monster ganas lainya yang ada di area hutan tersebut.
__ADS_1
Shota hanya tersenyum ketika melihat kalau jumlah monster yang muncul akibat merasakan aura kebencian yang di tinggalkan dari setiap monster yang telah Shota dan familiarnya bunuh semakin lama semakin banyak yang muncul setiap detiknya dan monster yang muncul beragam dan memiliki kekuatan yang berbeda beda dan memiliku keunikannya tersendiri, setelah satu jam berlalu pertarungan itupun masih belum kunjung usai dan malahan monster yang ada di sana semakin bertambah banyak dan bahkan tak jarang ada monster yang saat ini tengah bertarung dan saling membunuh untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Satu jam berlalu, dua jam berlalu dan bahkan setelah lima jam berlalu monster yang ada di sana masih saja tak kunjung habis ataupun berkurang malah setiap detiknya monster yang ada di sana terus saja bertambah yang membuat Shota sedikit kesal dan mulai jengkel di buatnya bahkan dirinya saat ini telah mulai kelelahan karena banyaknya monster yang muncul.
Shota yang saat ini telah mulai kelelahan secara cepat langsung memanggil ke 7 pangeran nerakan dan kedua monster yang telah ia rubah menjadi kartu untuk membantunya menghabisi seluruh monster yang saat ini ada di hadapan mereka dan setelah ke 7 pangeran neraka, ware heyna dan pengembala iblis muncul, Shota langsung memberikan mereka perintah untuk melindungi dirinya dan menghabisi setiap monster yang mereka lihat. Setelah mendengar perkataan dari Shota, ke tujuh pangeran neraka bersamaan dengan ware heyna dan pengembala iblis mereka langsung menyerang dan membunuh setiap monster yang mereka lihat tetapi mereka membunuh dari monster yang paling lemah dahulu baru ke monster yang kuat dengan tujuan untuk mengurangi jumlah mereka, sementara para familiarnya tengah sibuk bertarung melawan para monster monster yang ada di sana Shota dengan santainya secara perlahan mulai berjalan mendekati tsukuyomi dan ketika telah berada di hadapannya Shota langsung menanyakan keadaan tsukuyomi sambil memasang ekpresi dingin dan datar.
Tsukuyomi langsung menjadi sangat terkejut sekaligus senang seketika mendengar perkataan dari Shota dan melihat kalau Shota masih sangat peduli terhadap dirinya tetapi karena malu Shota tak mau menunjukannya dan tetap berpura pura bersikap dingin, Shota dengan ekpresi bingung langsung menanyakan alasan kenapa tsukuyomi saat ini tengah tersenyum padahal mereka saat ini tengah di kepung oleh ratusan atau bahkan mungkin ribuan monster yang bisa membunuh mereka kapapun. “Tak ada apa apa kok, aku baik baik saja. Lagian bukannya aku ya yang harus menanyakan pertanyaan itu kepadamu tuan Shota?” ucap tsukuyomi sambil tersenyum dan menatap Shota.
“Haa.. syukurlah kalau dirimu baik baik saja” ucap Shota dengan ekpresi dingin dan nada suara yang amat sangat kecil lalu langsung berbaring karena kelelahan. Tsukuyomi menjadi sangat terkejut sekaligus langsung menjadi sangat panik seketika melihat Shota terbaring dan mengira kalau ada apa apa pada Shota, Shota yang melihat tingkah dan ekpresi panik dari tsukuyomi langsung mengatakan kalau dirinya tak apa apa dan hanya berbaring sejenak karena sedikit kelelahan setelah bertarung tanpa istirahat dan juga dirinya langsung menyuruh tsukuyomi untuk istirahat dan tak perlu menghawatirkan apapun karena para familiarnya lah yang saat ini akan melindungi mereka dan mengurus sisanya sementara mereka istirahat.
__ADS_1