The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 28. kemunculan dewa pembantai


__ADS_3

“Hei, sebenarnya dari tadi aku menjadi sangat kebingungan. Sebenarnya kalian ini siapa ya?” ucap Shota dengan ekpresi bingung. Luo Youri dan seiryu menjadi sangat terkejut ketika mendengar pertanyaan dari Shota, “J-jadi kau melupakanku? Teganya kau melakukan hal itu padaku, ini aku luo youri, luo youri. Orang yang bertarung melawanmu waktu itu” ucap luo youri dengan ekpresi sedih.


“Ohhh... aku sudah tau kalau kita pernah bertarung, yang ku tanyakan tadi adalah namamu” ucap Shota sambil mengambil sebatang yu dari sakunya dan langsung menghisapnya. Seiryu yang melihat ekpresi Shota dan bahkan sampai tak bisa berkata kata di buatnya, sementara itu ekpresi wajah luo youri setelah mendengar perkataan dari Shota langsung menjadi berubah menjadi sangat pucat dan depresi bahkan ia sampai langsung memainkan jarinya dan menggambar di tanah.


“Haa... merepotkan! Baiklah aku pergi dulu” ucap Shota sambil mengaktifkan skil langkah cahaya dan dengan kecepatan cahaya ia langsung pergi meninggalkan lup youri dan seiryu. Sementara itu luo youri dan seiryu pulang ke markas mereka dengan perasaan kecewa bahkan luo youri menjadi tak bersemangat untuk berjala untuk kembali ke markas mereka, “haa... merepotkan! Beruntung aku bisa menyelesaikan misi gila ini menggunakan keberuntunganku” ucap Shota yang saat ini tengah terbang dan berniat untuk kembali ke kota harvest.


Effeck dari skil darkness milik Shota masih belum berakhir karena hari yang masih malam tetapi kekuatannya terus menerus menurun karena hari yang menjelang pagi, saat di tengah tengah perjalanan Shota di kejutkan oleh suara teriakan seorang perempuan dan dengan cepat Shota langsung pergi ke arah sumber suara tersebut untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. “Ha.. ha... ha.. hya.... ting... ting.. ting.. kya.. “ suara seorang pemain wanita yang tengah bertarung melawan 3 ekor monster tingkat bencana dengan level di atas 100 secara bersamaan, pemain wanita itu terus mencoba untuk melawan sekuat tenaga tetapi karena kalah jumlah ia menjadi sangat kesulitan bahkan senjata miliknya langsung terlepas dari tangannya ketika mencoba untuk menahan serangan yang di lancarkan oleh monster tersebut.


Pemain wanita itu menjadi sangat terkejut sekaligus langsung menjadi sangat ketakutan ketika melihat senjata miliknya telah terlepas dari genggamannya, sementara itu salah satu dari ketiga monster itu dengan cepat langsung menyerang pemain wanita itu yang langsung membuatnya terhempaskan dan menghantam sebuah pohon besar yang ada di belakangnya ketika mencoba untuk menahan serangan yang di lancarkan oleh monster itu dengan menggunakan tangan kosong. Pemain wanita itu langsung kehilangan lebih dari 70% hp miliknya ketika menerima serangan dari salah seekor monster yang saat ini berada di hadapannya dan betapa terkejut dan ketakutannya pemain wanita itu ketika melihat kalau dirinya telah di kepung oleh ketiga monster berlevel 123 yang saat ini berniat untuk membunuh dirinya.


Salah satu dari ketiga monster itu secara perlahan mulai mengangkat tangannya dan berniat untuk mencakar tubuh dari pemain wanita tersebut dan ketika monster itu baru saja mengangkat salah satu tanganya secara tiba tiba dari arah belakang mereka secara tiba tiba Shota muncul dan langsung menyerang mereka semua menggunakan ke 9 ekor miliknya yang seketika itu juga langsung menembus tubuh ketiga monster itu dan langsung membuat hp ketiga monster itu langsung turun ke angka 0.


Pemain wanita itu langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau tubuh dari ketiga monster itu di tembus oleh masing masing 3 buah ekor dan setelah ke 3 tubuh monster itu menghilang, dirinya menjadi bertambah takut ketika melihat Shota yang saat ini tengah menggunakan perubahan ke 6 dari 7 bentuk perubahan dari senjata fate-determining weapon dan bahkan ia mengira kalau Shota adalah monster tingkat atas. “Apa kau baik baik saja nona?” ucap Shota sambil mengulurkan tanganya ke arah pemain wanita tersebut.


Pemain wanita tersebut menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota dan secara perlahan langsung membuka kedua matanya, pemain wanita itu langsung tau kalau Shota bukanlah seekor monster ketika mendengar perkataanya sebelumnya dan dengan suara selembut sutra pemain wanita itu langsung menjawab pertanyaan Shota dan mengatakan kalau ia tak apa apa. “Syukurlah kalau dirimu baik baik saja, ngomong ngomong kenapa nona bisa berada di dalam hutan ini seorang diri?” ucap Shota sambil mengulurkan tanganya untuk membantu pemain wanita itu berdiri.


Pemain wanita itu memiliki nama Yuri dan merupakan seorang swordman, ketika melihat kalau Shota telah mengulurkan tangannya dengan niat untuk membantu yuri berdiri langsung menjadi terkejut dan sedikit malu. “Ada apa nona? Kenapa wajahmu memerah?” ucap Shota sambil melihat ke arah yuri.

__ADS_1


“Ehh... tidak.. tidak.. tidak.. tidak apa apa.” Ucap yuri yang tersipu malu.


“Syurkurlah kalau kau tidak apa apa. Jadi kenapa dirimu bisa berada di hutan malam malam begini? Kemana teman temanmu?” ucap Shota. Yuri dengan ekpresi sedih langsung mengatakan kalau seluruh teman temannya telah di bantai habis oleh monster monster tadi dan saat ini hanya tinggal dirinya saja yang tersisa dan jika tidak ada Shota dirinya tadi pasti sudah mati, “baiklah, biar ku antar kau keluar dari hutan ini” ucap Shota dan langsung berjalan ke arah pintu keluar dari hutan tersebut.


“T-tunggu sebentar.” Ucap yuri sambil menggenggam tangan Shota. Yuri sedikit terkejut ketika melihat kalau benda hitam yang ada di tubuh Shota bukanlah sebuah pakaian melainkan hal lain, ketika tangan yuri menyentuh benda hitam yang ada di tubuh Shota tangan yuri langsung merasakan aura dingin dan terkadang juga menjadi hangat. Shota langsung bertanya kepada yuri kenapa ia menghentikan dirinya dan memanggil dirinya, “e-ehh... a-anu, apa aku boleh tau siapa namamu?” ucap yuri sambil tersipu malu.


“Namaku Shota dan kalau saya boleh tau, siapakah nama nona?” ucap Shota.


“N-namaku yuri” ucap yuri.


Shota hanya bisa menahan tawa ketika melihat tingkah dari yuri dan sambil menahan tawa ia menyuruh agar yuri tak perlu segugup ataupun setakut itu pada dirinya, yuri sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota. Setelah beberapa jam berlalu akhirnya mereka sampai di kota kon yang merupakan kota dengan pemain paling banyak saat ini dengan level pemain rata rata berada di antara kisaran level 80-120, “Baiklah nona, sepertinya kita harus berpisah di sini.” Ucap Shota dan langsung pergi meninggalkan yuri tepat di depan pintu masuk kota kon.


Setelah membunuh ke 7 pk yang tengah bersembunyi untuk melakukan serangan kejutan pada dirinya dan yuri, Shota langsung mengaktifkan skil langkah cahaya dan langsung terbang dan secara perlahan mulai menghilang di tengah tengah kegelapan malam. “Yuri? Apakah itu kau, yuri?” ucap seorang pemain wanita yang berniat untuk keluar dari kota kon dengan beberapa player lainya.


Yuri sedikit terkejut ketika mendengar kalau ada seseorang yang sedang memanggil namanya dan ketika ia menoleh ke belakang betapa senangnya dirinya ketika melihat kalau pemain yang memanggilnya adalah teman temannya. “TING... TANG... TING.. AAAA.... KYA.... I-BLIS!! LARI” Sementara itu di sisi lain di sebuah tempat di dalam hutan berkabut terdengar suara teriakan puluhan para pemain yang di bunuh oleh satu orang misterius dan orang itu adalah Shota, Shota menjadi sedikit jengkel dengan para pk yang ada di dalam dunia the heaven karena mereka selalu saja membunuh pemain lain dan merampok mereka padahal para pemain yang di rampok sangat kesulitan untuk mendapatkan uang dan item tetapi para pk dengan santainya merampas semua kerja keras pemain lain.


Shota yang saat ini tengah tak memiliki tujuan dan tengah merasa sangat bosan langsung mencari kelompok pk ataupun para pemain yang sering mempk pemain lain dengan tujuan untuk bersenang senang dan menghilangkan rasa kesalnya tersebut sekalian ia juga ingin mencari pk yang terbilang cukup kuat. Shota terus menerus memburu para pk dan hanya dalam waktu semalam ia telah membunuh ratusan pk dan telah menghancurkan 5 buah serikat yang di khususkan untuk para player killers dan bahkan hanya butuh waktu sehari saja nama Shota telah di kenal oleh seluruh pemain sebagai dewa pembantai.

__ADS_1


Shota yang melihat berita tentang munculnya seorang dewa pembantai yang menghabisi ratusan pk hanya dalam waktu semalam hanya tersenyum dan ketika ia membaca tentang banyak komentar dari pemain lain yang bertanya tanya tentang identitas dari dewa pembantai tetapi ada juga yang mengaku ngaku sebagai dewa pembantai yang membunuh ratusan pk hanya dalam waktu semalam. Sementara itu di saat para pemain normal tengah senang senangnya dan di hebohkan karena kemuculan berita tentang pemain yang lain yang memburu dan membunuh pk, para pk menjadi sangat resah dan bahkan tak banyak pemain yang berhenti menjadi seorang pk karena rumor berita kemunculan seorang pemain misterius yang memburu dan menghabisi para pk.


“Haa.. merepotkan! Kenapa semuanya jadi begini? Padahal tujuanku hanya ingin bersenang senang dan menghilangkan rasa bosanku, tapi kenapa berita ini bisa muncul? Apakah ada seseorang yang melihat diriku?” ucap Shota yang saat ini tengah berada di sebuah markas para pk yang baru saja ia hancurkan sambil menghela nafas dalam. Setelah Shota menghancurkan markas kelompok pk yang berada di atas sebuah gunung ia langsung melompat dari atas gunung tersebut dan langsung terbang di udara dengan tujuan untuk mencari kelompok pk lainya, setelah berjam jam lamanya terbang Shota tak kunjung menemukan kelompok pk atatupun markasnya dan secara perlahan ia turun ke daratan.


Baru saja beberapa menit berlalu setelah Shota mendarat di tanah, tetapi sudah ada sekitar 30 pk yang datang menghampiri dirinya, Shota yang melihat kedatangan dari para pk itu langsung tersenyum dan tanpa basa basi dirinya dengan cepat langsung menghabisi seluruh pk tersebut dan hanya menyisakan satu pk saja dengan alasan sebagai penunjuk jalan untuk pergi mencari markas mereka. “Hei, jawab pertanyaanku! Di mana markasmu berada. Jika kau masih sayang nyawamu maka jangan mencoba untuk membodohiku” ucap Shota sambil mengarahkan ke 9 ekor miliknya pada pk tersebut.


“D-di sebelah selatan, tepat di dalam sebuah gua di sebuah area bernama savar” ucap pk tersebut dengan ekspresi ketakutan.


“Terimakasih, tugas mu sudah selesai” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menusuk tubuh pk tersebut menggunakan ke 9 ekor miliknya.


“Argh!! K-kau. Terkut.. “ sesaat sebelum pk itu selesai berbicara hpnya langsung turun ke bawah angka 0 dan secara perlahan seluruh tubuhnya mulai menghilang.


“baiklah, sekarang saatnya berpesta” ucap Shota sambil tersenyum dan dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah selatan ke area savar dan mencari gua tempat persembunyian mereka. Setelah mencari cukup lama akhirnya Shota menemukan tempat persembunyian mereka, setelah menemukan tempat persembunyian dari serikat pk, Shota dengan santainya secara perlahan langsung masuk ke dalam gua tersebut dan langsung menghabisi setiap pemain yang ia lihat.


Shota tanpa belas kasihan langsung membunuh setiap pemain yang ia temui ketika masuk lebih dalam kegua tersebut dan ketika ia menemukan sebuah jalan yang bercabang tanpa basa basi Shota langsung menggunakan sihir api yang ia tiru untuk membakar habis seluruh pemain yang ada di persimpangan gua tersebut dan Shota dengan santainya hanya terus berjalan lurus dan ketika ia tiba di depan sebuah pintu, tanpa basa basi Shota langsung menghancurkan pintu tersebut yang membuat seluruh pk yang saat itu tengah berpesta langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kedatangan Shota.


“Hei, siapa nona cantik yang berani menghancurkan pintu masuk ke dalam ruangan ini? Ha!!” ucap salah seorang pemain yang saat ini tengah mabuk sambil memegang sebuah pisau dan secara perlahan mulai mendekati Shota. Shota menjadi sangat kesal dan marah ketika mendengar perkataan dari pk tersebut dan bahkan ia langsung membunuh pemain tersebut, “element halilintar, huja halilintar. Element api, flame lotus” ucap Shota dan langsung mengaktifkan skil miliknya.

__ADS_1


Setelah Shota mengaktifkan kedua skil miliknya tersebut ia langsung keluar dan menutup jalan keluar seluruh pk tersebut yang membuat mereka tak memiliki jalan untuk keluar ataupun bersembunyi, serangan Shota yang mengarah pada seluruh pk yang ada di dalam sana turun bagaikan sebuah hujan tetapi kali ini hujannya bukan terbuat dari air melainkan dari api dan halilintar. Suara teriakan dari para pemain terus bergema karena terkena serangan Shota dan bahkan terbakar oleh api yang amat panas yang di ciptakan oleh Shota, sementara itu Shota yang mendengar suara jeritan dari para pemain tersebut langsung tersenyum dan secara perlahan mulai berjalan keluar dari gua tersebut.


__ADS_2