
Salamander sambil bersembunyi di tempat yang tak dapat di lihat oleh monster laba laba hitam terus melantunkan sebuah mantra sihir element api yang kuat, sementara itu monster laba laba hitam itu terus menerus menembakkan jaring dan racun miliknya ke segala arah karena tak dapat melihat ataupun menemukan salamander di manapun. Setelah monster laba laba hitam memakan waktu yang cuku lama untuk mencari salamander dan menyerang secara asal asalan ke segala arah, akhirnya monster laba laba hitam menemukan sebuah tempat persembunyian lizardman yang tengah melapalkan sebuah mantra sihir element api untuk membakar habis seluruh jaring lengket yang ada di sekitar gua itu yang menghalangi pergerakannya.
Salamander yang melihat kalau monster laba laba hitam saat ini telah mengetahui tempat persembunyiannya dan tengah merayap mendekat ke arahnya langsung menjadi sangat khawatir dan mulai sedikit gugup karena saat ini ia tak bisa melakukan serangan dengan daya hancur yang tinggi karena bisa membuat gua itu runtuh ataupun bergerak secara bebas, monster laba laba hitam itu secara perlahan tapi pasti terus menerus mendekat ke arah salamander. "krasak.. krusuk.. grek... tak... sis..." Monster laba laba hitam semakin mendekati salamander dan seketika setelah berada tepat di persembunyian salamander, ia langsung menyemburkan banyak sekali racun dan jaring untuk menutup jalan keluarnya dan memenuhi seluruh ruangan itu dengan racun tetapi betapa terkejut monster laba laha hitam seketika melihat kalau di tempat itu tak ada siapapun ataupun mayat dari salamander.
Monster laba laba hitam itu menjadi sangat kesal dan marah karena tak menemukan salamander dan mengira kalau dirinya kali ini untuk yang kedua kalinya telah membiarkan salamander kabur dari genggamannya, sementara itu salamander yang saat ini telah menyelesaikan rapalan sihir miliknya tepat sesaat sebelum monster laba laba hitam itu mengurung dan mengunci dirinya di dalam tempat persembunyiannya itu langsung pergi seperdetik sesaat sebelum semua itu terjadi. "Hei, apa kau sudah puas mengamuknya? baiklah, sekarang sudah saatnya giliranku untuk mengamuk! sihir element petir api, singa api petir" ucap salamander sambil tersenyum dan mengangkat tombak miliknya sembari mengaktifkan sihir miliknya.
__ADS_1
Monster laba laba itu yang mendengar suara salamander yang berasal dari belakangnya langsung berbalik badan dan menjadi bertambah marah ketika melihat kalau salamander saat masih hidup dan berdiri tepat di hadapannya sambil tersenyum dan meremehkan dirinya, monster laba laba hitam yang marah itu langsung menembakkan racun dan jaring miliknya sambil berlari mendekati salamander tetapi ia langsung terhenti seketika melihat sebuah kemuncunlan kobaran api dan kilatan petir yang entah muncul dari mana yang secara perlahan mulai menyatu dan membentuk seekor singa dengan ukuran yang hampir menyamai monster laba laba hitam itu.
Sebuah kobaran api yang sangat besar dan sebuah kilatan petir secara tiba tiba muncul entah dari mana sembari secara perlahan mulai membentuk seekor singa yang membuat monster laba laba hitam langsung terkejut seketika melihat hal tersebut, sementara itu salamander yang melihat hal itu hanya tersenyum karena ia tau kalau itu adalah hasil dari sihir yang ia keluarkan sebelumnya untuk menciptakan sebuah monster singa yang murni terbuat dari api dan petir yang memiliki kekuatan dan kecepatan yang hampir menyamai dirinya. Monster laba laba hitam tentu tak hanya tinggal diam dan melihat hal aneh tersebut terjadi, ia langsung menembakkan racun dan jaring miliknya ke arah salamander dan ke arah kobaran api yang hampir membentuk seekor singa secara sempurna tetapi sayangnya racun milik monster laba laba hitam itu langsung menguap sesaat sebelum menyentuh singa petir api itu dan jaring yang di tembakkan oleh monster laba laba hitam itu pun langsung hangus terbakar menjadi abu bahkan sesaat sebelum menyentuh salamander ataupun monster singa itu karena suhu yang teramat panas yang di pancarkan oleh sihir yang di gunakan oleh salamander untuk mensummon singa petir api.
"Roar!!!" singa api petir itu langsung meraung sekuat tenaga seketika setelah ia terpanggil secara sempurna, tubuh singa petir api memancarkan kobaran api yang sangat panas dan kilatan petir yang memiliki tegangan listrik yang sangat tinggi. "Arghhh........ Roar!!" Monster laba laba hitam dan singa petir api itu langsung saling meraung sekuat tenaga dan sesaat setelah ia mereka langsung saling menyerang sekuat tenaga bahkan karena efek benturan dari serangan yang mereka berdua lancarkan, langit langit gua itu pun serasa akan runtuh.
__ADS_1
Salamander merasa sangat kagum pada daya tahan dan kulit sekeras berlian yang di miliki oleh monster laba laba hitam itu yang bahkan panas dari petir dan api pun masih tak sanggup untuk menghanguskan dirinya, tetapi sayangnya walaupun monster laba laba hitam itu memiliki daya tahan yang sangat kuat ia masih di rugikan pada kecepatan yang tak sebanding dengan kecepatan yang di miliki oleh singa petir api milik salamander. Salamander dan Singa petir api terus menerus menyerang monster laba laba hitam dengan menggunakan berbagai macam teknik serangan mulai dari serangan jarak jauh thunder claws dan serangan jarak dekat petir dewa halilintar tetapi sayangnya damaga yang mereka hasilkan tak lah sebesar dengan mana dan tenaga yang telah mereka kerahkan.
Akan tetapi walaupun begitu salamander dan singa petir api masih saja tetap menyerang monster laba laba hitam karena bagi mereka itu sudah lebih dari cukup dan dengan masih di berikan kesempatan untuk menang melawan monster laba laba hitam pun itu juga sudah lebih dari baik. Monster laba laba hitam yang secara terus menerus terkena damage serangan yang i hasilkan oleh salamander dan singa petir api menjadi sangat marah karena setiap serangan yang ia lancarkan kecuali serangan fisik tak dapat memberikan damage bahkan tak dapat untuk menyentuh mereka walau hanya sedikitpun, monster laba laba hitam yang merasa terpojokkan itu langsung memutar otaknya dan akhirnya mendapatkan sebuah solusi yaitu dengan cara menyerangnya menggunkan bebatuan yang ada di dalam gua itu karena batu batu itu tak akan meleleh ataupun terbakar jika terkena api dari singa petir api.
"Arghh!!!" Monster laba laba hitam itu sekali lagi langsung meraung sekeras yang ia bisa dan langsung melemparkan semua batu yang ia lihat menggunakan kaki depan dan jaring miliknya ke arah salamander dan singa petir api dan sesuai dengan perkiraan dari monster laba laba hitam, serangannya itu lumayan efektik terhadap salamander dan singa petor api bahkan sampai memberikan damage yang lumayan ketika mengenai tubuh salamander. "Akhh.. brengsek! apa apaan monster ini? kenapa ia bisa begitu cerdas? bukankah seharusnya monster ini hanya tau caranya menyerang? lalu bagaimana caranya ia bisa berfikir dan mendapatkan ide seperti ini untuk menyerangku?" ucap salamander sambil terus menghindari dan menghancurkan setiap serangan yang di lancarkan oleh monster laba laba hitam.
__ADS_1
Salamander yang saat ini telah terjatuh dari punggung singa api langsung berlari secepat yang ia bisa sambil menghindari dan menghancurkan setiap serangan yang mengarah pada dirinya sambil terus berlari mendekat ke arah monster laba laba hitam bersama dengan singa petir api yang berada di sisi lainya. Singa petir api dan salamander mulai mendekati monster laba laba hitam dan akan menyerangnya dari kedua sisi yang membuat monster laba laba hitam itu menjadi bingung untuk menyerang yang mana, sementarq itu singa petir api dan salamander terus menerus mendekati monster laba laba hitam tetapi ketika mereka sudah hampir mau menyerang monster laba laba hitam, gerakan mereka langsung terhenti dan bahkan mereka sampai sampai langsung mundur cukup jauh ketika melihat kalau monster laba laba hitam saat ini tengah bertingkah aneh.
"Arghhhh" Suara auman dari monster laba laba hitam yang sangat keras seperti gelombang kejut langsung mementalkan salamander dan singa petir api, padahal jarak mereka cukup jauh dari monster laba laba hitam dan bahkan akibat raungan dari monster laba laba hitam langit langit gua itu mulai runtuh. Tak lama setelah raungan itu terdengar secara perlahan muncul 2 ekor laba laba berwarna merah dan coklat yang memiliki ukuran yang sama dengan monster laba laba hitam yang tengah mengarah ke arah monster laba laba hitam yang membuat salamander sampai sangat terkejut dan langsung mengutuk mereka.