
"Haa.. dasar monster jelek yang tak tau diri, apa kau fikir dirimu cukup kuat untuk mengalahkan ku? bodoh! terimalah kematian akibat kebodohan mu itu" ucap milia dengan perasaan kesal dan marah lalu dengan kecepatan tinggi langsung memotong-motong seluruh tubuh dari monster kadal itu. Hanya butuh beberapa detik saja bagi milia untuk membunuh dan mencincang tubuh dari kadal air itu dan membuat warna danau itu berubah yang sebelumnya berwarna hijau muda kini menjadi merah darah dan karena hal itu juga yang membuat milia kehilangan moodnya untuk berendam di dalam danau itu.
Milia dengan perasaan kesal dan marah karena sebelumnya ada orang yang telah merusak dan mengacaukan penampilannya yang sangat indah dan di tambah kemunculan dari seekor monster kadal yang mencoba untuk memangsanya dan mengganggu waktu mandinya yang berharga yang membuat dirinya menjadi semakin marah, "Sialan! brengsek! lihat saja akan ku cari dan kutemukan orang yang telah berani-beraninya mengacaukan dan membuat penampilanku menjadi jelek begini dan akan ku cincang tubuhnya ketika aku bertemu dengan dirinya" ucap milia dengan perasaan kesal dan marah sambil secara perlahan keluar dari dalam danau.
Setelah keluar dari danau itu ia dengan cepat langsung menggunakan seluruh set perlengkapan miliknya bahkan menggunakan senjata terbaik miliknya lalu dengan kecepatan tinggi langsung pergi untuk mencari kelompok aliansi tanpa nama yang telah kabur dan bersembunyi di suatu tempat karena ia yakin kalau orang yang telah melakukan hal itu pada dirinya berasal dari aliansi tanpa nama. Milia pergi ke arah dan beberapa lokasi yang ia rasa kalau seluruh anggota aliansi tanpa nama yang tengah kabur itu berada, lokasi pertama dan kedua bahkan ketiga yang ia pilih ternyata salah dan bahkan ia tak menemukan satupun ataupun sedikitpun jejak dari seseorang yang pernah pergi ke area tersebut dalam waktu kurang dari satu jam. "Sialan! semoga saja aku akan menemukannya di lokasi terakhir ini" ucap milia dan dengan kecepatan tinggi langsung pergi ke lokasi dimana ia rasa kalau di sana terdapat anggota dari aliansi tanpa nama.
Sementara itu di sisi lain di sebuah area hutan yang cukup lebat yang saat ini tengah di penuhi oleh kabut tebal terdapat sekitar 87 pemain yang tengah beristirahat yang tak lain dan tak bukan adalah anggota aliansi tanpa nama yang masih tersisa yang kini tengah di pimpin oleh vilia seorang, vilia beserta seluruh anggota aliansinya yang masih tersisa kini tengah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan dan menyusun rencana untuk merekrut lebih banyak anggota serta menyusun strategi untuk membalas dendam tentang kekalah mereka kali ini. "Hahaha.. akhirnya, akhirnya aku menemukan kalian! lihat saja akan ku cincang habis seluruh tubuh kalian itu" ucap milia yang saat ini tengah berada di atas pohon yang telah menemukan lokasi dari anggota aliansi tanpa nama yang masih tersisa.
__ADS_1
Milia kini dengan perasaan senang dan sekaligus kesal tengah memikirkan tentang bagaimana ia harus menghabisi seluruh anggota aliansi tanpa nama yang masih tersisa itu agar teriakan kematian mereka terasa begitu menyenangkan ketika terdengar di telinganya dan bagaimana ia harus menghabisi dan menyiksa orang yang telah mengacaukan penampilannya sebelumnya itu, sementara itu villia dan seluruh anggotanya yang berada di sana sama sekali tak menyadari kehadiran dan keberadaan dari milia bahkan mereka tak memiliki sedikitpun firasat kalau milia akan datang dan menyerang mereka.
"Baiklah, sudah di putuskan. aku akan membunuh mereka semua secara satu persatu dan menciptakan rasa takut di wajah mereka. hahaha... membayangkannya saja sudah membuat ku merasa sangat bahagia" ucap milia sambil tertawa dan langsung melompat dari atas pohon itu. Milia langsung melompat dari atas pohon itu dan dengan cepat dan bahkan tanpa di sadari oleh siapapun ia telah membunuh salah seorang dari anggota aliansi tanpa nama, keberadaan milia masih belum di sadari oleh mereka bahkan setelah ia membunuh dua orang anggota aliansi tanpa nama tetapi katika ia berniat untuk menghabisi orang ketiga yang ia pilih secara tak sengaja salah satu dari anggota aliansi tanpa nama yang melihat kalau milia tengah membunuh salah satu temannya dengan sangat kuat langsung berteriak kalau saat ini terdapat seorang musuh yang tak di kenali dan entah datang dari mana.
"Hahaha.... bodoh! kenapa kalian baru sadar akan kehadiranku? aku tau kalau kalian semua memang bodoh, tapi aku tak mengira kalau kalian semua sebodoh ini" ucap milia sambil menusuk salah satu tubuh dari seorang anggota dari aliansi tanpa nama.
"Aku merasa sangat tersanjung dan terhormat karena kalian semua sampai seperti ini hanya karena melawan diriku seorang bahkan kalian sedikitpun tak segan-segan untuk mengeroyok diriku yang hanya seorang diri ini" ucap milia sambil tertawa dan memainkan tombak miliknya.
__ADS_1
"Bukankah kau adalah salah satu dari orang yang mengejar kami dan orang yang telah di sewa oleh aliansi baja perak untuk membunuh kami? kalau tidak salah namamu adalah mula? benar kan" ucap villia dengan ekpresi polos dan tengah bersiap-siap untuk menyerang milia dengan salah satu sihir terkuat miliknya.
"Namaku milia bukan mula, apa kau tak bisa membedakannya ya? dasar bodoh!" ucap milia dengan ekpresi wajah kesal dan marah.
"Bukanya sama saja ya?" ucap villia.
"Sama sekali tak sama dasar bodoh! milia dan mula itu jauh berbeda! Haa.. sudahlah, terimakasihnya karena telah membuatku menjadi sangat marah dan sebagai ucapan terimakasih aku akan menghadiahkan sebuah kematian yang sangat menyakitkan bagimu" ucap milia sambil mengarahkan tombak miliknya pada vilia. Semua orang yang ada di sana seketika itu juga langsung menjadi sangat marah dan tanpa basa-basi mereka langsung menyerang milia tanpa ampun dan tanpa belas kasihan sedikitpun secara bersamaan, milia memang dapat menahan serangan mereka pada titik vitalnya tetapi bukan berarti ia dapat mengalahkan mereka semua secara bersamaan karena mau sekuat apapun dirinya ia tetap tak akan pernah bisa menahan seluruh serangan dari puluhan pemain secara bersamaan.
__ADS_1