
Beberapa hari telah berlalu dan akhirnya Shota bersamaan dengan kedua adiknya itu tiba di sebuah kota bernama kota ikan mas suci, pemandangan yang ada di kota ikan mas suci terlihat begitu indah dengan interior yang begitu clasik namun begitu elegan dengan tampilan dari npc yang terlihat begitu sederhana dan ramah lalu hampir di setiap toko terdapat bunga dan gambar ikan mas yang sangat indah dan menarik yang membuat kota ikan mas suci itu terlihat semakin indah.
"Wahhh!!!! keren! keren! indah dan cantik sekali kota ini" ucap artemis dengan mata yang berbinar-binar karena terkesan dan takjub dengan apa yang ia lihat.
"Hem..Hem..Hem.. aku setuju dengan kak rina, kota ini memang terlihat begitu indah dan menarik. aku jadi tak sabar akan ada senjata apa saja yang di jual di kota ini" ucap ayato sembari menganggukan kepalanya tanda bahwa ia setuju dengan apa yang di katakan oleh artemis.
Sementara itu Shota hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari kedua adiknya itu yang sangat merepotkan tetapi di sisi lain dirinya tetap merasa sangat gembira ketika melihat kedua adiknya itu merasa senang dengan apa yang mereka temui tetapi terkadang dirinya juga tak jarang merasa kesal dengan tingkah adik-adiknya itu yang selalu bertindak sesuka hati mereka saja. Shota bersama dengan kedua adiknya itu secara perlahan mulai berjalan memasuki kota ikan mas suci dengan penuh semangat sembari berkeliling dan melihat-lihat sekelilingnya sembari mencari sesuatu yang bisa membuat mereka tertarik ataupun sesuatu yang mungkin akan bisa berguna untuk mereka, Shota dengan tenang melihat sekelilingnya dan memperhatikan setiap orang yang ada di kota ikan mas suci untuk mencari informasi yang mungkin akan berguna untuk dirinya.
__ADS_1
Saat Shota baru saja berniat untuk pamit dan untuk mencari sebuah penginapan lalu akan berkumpul kembali di depan penginapan yang telah ia sewa, Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau saat ini kedua adiknya itu telah menghilang entah kemana. "Haa...." Shota hanya bisa menghela nafas dalam ketika melihat kalau kedua adiknya itu saat ini tengah asik menikmati dan berkeliling ke seluruh area kota ikan mas suci, Shota sedikitpun tak mengkhawatirkan mereka berdua karena mau bagaimanapun juga mereka berdua pasti akan aman selama berada di dalam kota ikan mas suci dan jikapun mereka dalam bahaya, ia akan langsung mengetahuinya.
Shota lalu sambil menghela nafas dalam karena ulah kedua adiknya yang bertindak seenaknya sendiri itu hanya bisa pasrah dan kini tengah mencari sebuah penginapan yang ada di kota ikan mas suci karena dirinya berencana akan menetap di sana untuk beberapa hari, setelah berjalan cukup lama akhirnya ia tiba di depan sebuah gang yang kecil dan kumuh. Shota yang merasa penasaran dengan apa yang ada di gang kecil itu secara perlahan mulai memasuki gang kecil itu yang terlihat begitu gelap dan kumuh, saat pertama kali menginjakkan kakinya di gang itu suasana yang di rasakan oleh Shota langsung berubah drastis seolah-olah akan ada bahaya yang mengancam dirinya.
Shota yang jarang merasakan hal tersebut ketika berada di dalam kota langsung tersenyum dan menjadi semakin tertarik lagi lalu tanpa fikir panjang dirinya langsung menelusuri gang kecil itu, pada awalnya tak ada apapun di gang itu kecuali dinding dari perkotaan dan tempat yang gelap dan kotor tetapi ketika ia memasuki gang itu lebih dalam lagi ternyata ada sebuah tangga yang menuju ke bawah. Shota menjadi semakin penasaran dan tertarik untuk menjelajahi tempat tersebut lalu tanpa fikir panjang ia langsung masuk dan menuruni tangga tersebut dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat kalau di ujung tangga itu terdapat sebuah pintu, "Kreekk" Shota tanpa memikirkan apapun kecuali hal yang menurutnya menarik secara perlahan langsung membuka pintu tersebut dan betapa terkejutnya dirinya ketika melihat apa yang ada di balik pintu tersebut.
Apa yang sebenarnya ada di balik pintu itu adalah sebuah kegelapan dari kota yang terlihat begitu indah, di balik pintu itu Shota melihat sebuah kengerian yang sangat-sangat mengerikan bahkan dirinya sendiri merasa sedikit takut ketika melihat hal tersebut. Di tempat itu ratusan monster di kurung dan di paksa untuk bekerja tetapi bukan hanya monster saja melainkan di sana juga terdapat banyak sekali npc yang di paksa bekerja dan bahkan tak jarang di seluruh tubuh mereka terdapat luka yang masih belum pulih, Shota pada awalnya menjadi sangat terkejut dan berniat untuk menjelajah tempat itu tanpa menggunakan kemampuan invisible miliknya tetapi ketika ia melihat kalau di sana terdapat sebuah monster, penjaga dan bahkan ras iblis yang sepertinya tengah menjaga tempat tersebut Shota langsung menggunakan kemampuan invisible miliknya untuk mengetahui apakah yang ada di dalam sana dan mencari informasi lebih dalam tentang kegelapan yang tersembunyi di balik kota yang begitu indah tersebut.
__ADS_1
Shota semakin menjadi sangat penasaran dan langsung menelusuri serta mencari informasi lebih dalam tentang kegelapan yang ada di dalam kota ikan mas suci dan di saat Shota baru saja melangkahkan kakinya secara tiba-tiba muncul sebuah notifikasi di layarnya yang mengatakan kalau dirinya telah menemukan sebuah tempat rahasia dan terlarang bernama kota bawah tanah ikan mas suci, Shota tak terlalu memperdulikan tentang nama dari tempat tersebut tetapi yang ia perdulikan saat ini hanyalah sebuah informasi dan bahkan secara tiba-tiba ia langsung terfikirkan sesuatu yang menarik yaitu ia merasa kalau sepertinya dirinya akan mendapatkan sebuah misi tersembunyi yang ada di kota ikan mas putih dengan hadiah yang akan sangat keren.
Shota terus-menerus menjelajahi tempat tersebut dan semakin dalam dirinya menjelajah semakin mengerikan juga pemandangan yang ia lihat lalu sampai dirinya di ujung dari tempat tersebut dan di sana terdapat seseorang yang terlihat begitu tua dan lusuh dengan tubuh yang di penuhi oleh luka, Shota yang melihat npc tersebut merasa sangat terkejut dan tak percaya kalau npc tersebut masih bisa hidup dengan kondisi yang sangat mengerikan seperti itu. Shota dengan perasaan iba dan kasihan secara perlahan mulai berjalan mendekat ke arah npc tersebut tetapi dirinya merasa sangat terkejut ketika melihat kalau saat ini npc tersebut tengah menoleh ke arahnya dan menatap dirinya seolah-olah npc tersebut bisa melihat keberadaan dari Shota.
Shota mengabaikan pemikirannya tersebut karena ia rasa itu tak mungkin terlebih lagi ketika melihat keadaan dari npc tersebut dirinya bertambah semakin yakin kalau npc itu hanya kebetulan melihat ke arahnya tetapi yang sebenarnya ia lihat adalah orang lain, selangkah demi selangkah Shota terus berjalan mendekati npc tersebut lalu ketika berada tepat di sampingnya dan berniat untuk menyembuhkan semua luka yang di derita oleh npc tersebut secara tiba-tiba npc itu menatap Shota dengan wajah tersenyum lalu dengan nada lemah ia mengucapkan terimakasih kepada Shota karena berniat untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di sekujur tubuhnya tetapi npc itu juga menyarankan dan bahkan menyuruh Shota untuk segera meninggalkan tempat tersebut bahkan meninggalkan kota ikan mas suci karena di tempat tersebut sangat berbahaya terutama bagi seorang petualang seperti mereka.
Shota langsung bertambah terkejut dan bahkan tak percaya kalau sebenarnya sejak tadi npc tersebut dapat melihat keberadaan dirinya bahkan setelah dirinya menghilangkan hawa kehadirannya dengan menggunakan skil invsible miliknya itu tetapi yang lebih membuat Shota terkejut adalah fakta bahwa npc itu tau dan bahkan menyebutkan namanya padahal dirinya belum pernah bertemu apalagi memperkenalkan diri kepada npc tersebut. "Maaf, aku tak bisa pergi dari sini karena kau sudah terlanjur menjelajahi tempat ini dan aku akan segera memulihkan dirimu. kalau boleh tau apa yang sebenarnya sedang terjadi di sini dan bukankah kota ini terlihat begitu indah dan damai? lalu apa yang ada di sini? jika ada yang bisa saya bantu tolong katakan saja, jika mampu aku pasti akan membantumu sebisaku" ucap Shota sembari menggunakan sihir penyembuhan miliknya untuk menyembuhkan luka-luka yang di derita oleh npc tersebut.
__ADS_1
Npc tersebut langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota saat ini tengah mencoba untuk menggunakan sihirnya dan ia langsung melarang Shota untuk menggunakan sihir penyembuhan miliknya itu pada dirinya karena ketika Shota menggunakan sihir apapun di dalam tempat tersebut penjaga yang ada di sana pasti akan langsung mengetahuinya tetapi sayangnya semua sudah terlambat karena Shota telah menggunakan sihir miliknya untuk menyembuhkan luka-luka yang ada di tubuh npc tersebut.