
"Pertandingan berikutnya, Ryu melawan Snow. Baiklah, tanpa basa-basi lagi, untuk peserta berikutnya kami persilahkan untuk naik di atas panggung." ucap pembawa acara tersebut sambil tersenyum.
Sementara itu di sisi lain, sakura menjadi sangat kebingungan dan terus memikirkan bagaimana caranya Shota bisa membantu dirinya tanpa di ketahui oleh siapapun. Sakura juga memikirkan tentang identitas Shota dan bahkan tentang bagaimana caranya Shota bisa mengetahui dan mendapatkan banyak informasi tentang dirinya ataupun kenapa Shota mau membantu dirinya.
Sakura memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Shota. setelah ia turun dari atas panggung, Sakura langsung melihat sekelilingnya dan mencari keberadaan Shota. Tetapi Sakura tak melihat Shota di area turnamen dan sekitarnya. Sakura berkeliling area turnamen pertandingan, bahkan Sakura sampai ke bangku penonton untuk mencari Shota, namun ia tetap tak bisa menemukan Shota.
Alasan kenapa sakura tak dapat menemukan Shota adalah, karena Shota menggunakan skil invisible untuk menghilangkan keberadaan dan hawa kehadiran sepenuhnya, agara tak ada yang menganggu dirinya saat sedang beristirahat. Shota dengan santainya berdiri di sudut sambil mengamati pertandingan.
__ADS_1
Shota yang melihat tingkah Sakura hanya tersenyum dan tak memperdulikan Sakura sambil menikmati pertandingan yang akan segera di mulai. Alasan Shota tak memperdulikan Sakura adalah, karena ia sudah menebak kalau Sakura pasti akan mencarinya dan bertanya banyak hal padanya yang akan membuat dirinya menjadi sangat kerepotan.
Di saat yang bersamaan, pertandingan antara Ryu melawan Snow pun di mulai. Saat pertandingan baru saja di mulai, Ryu dengan cepat langsung menjauh dari Snow dan langsung membaca sebuah mantra. Sementara itu Snow yang merupakan seorang elemtalis juga langsung membaca sebuah mantra untuk menyerang Ryu.
kedua-duanya membaca mantra penyerang, namun sayangnya rapalan mantra milik Ryu terlibih dahulu selesai dan dengan cepat langsung menyerang Snow yang saat itu sedang merapalkan sebuah mantra penyerang.
"Hahahab... lemah! Kalau begini lebih baik kalian semua melawanku secara bersamaan dasar lemah!" ucap Ryu sambil tertawa keras dan bersikap dengan sangat angkuh. Pengawas pertandingan menyuruh Ryu untuk turun dari arena, tetapi Ryu malah menolak dan mengajukan permohonan untuk dapat menantang seorang pemain. Pengawas itu pada awalnya menolak usulan Ryu, tetapi karena Ryu yang sangat bersikeras dan bahkan ia rela untuk membayar hanya demi dapat menantang seorang pemain. Akhirnya semua pengawas yang ada menyetujui usulan Ryu, karena mereka berfikir kalau itu tak ada ruginya bagi mereka.
__ADS_1
Pengawas itu mempersilahkan Ryu untuk menantang seorang peserta siapapun itu, "Hahaha ... inilah saat yang ku tunggu. Aku akan menantang seorang sampah yang telah berani menghinaku di hadapan semua orang, untuk menjadikanya sebagai contoh bagi yang ingin melawanku! Aku menantang mu, Shota!" ucap Ryu sambil tertawa dan mengankat tongkatnya ke atas sebagai tanda bahwa dialah pemain terkuat.
"Haa ... dasar bodoh! Sesuai permintaanmu, aku akan menghabisimu di sini!" ucap Ucap yang saat ini telah berada di belakang Ryu.
Semua orang sangat terkejut seketika melihat Shota yang telah berada di belakang Ryu. Sementara itu, Ryu yang mengetahui kalau Shota secara tiba-tiba telah berada dibelakangnya menjadi sangat terkejut, bahkan tak percaya dengan apa yang ia lihat. Saat ini wajahnya langsung memucat dan mengeluarkan keringat dingin seketika melihat kemapuan Shota yang sangat mengerikan itu. Ryu tak mengetahui kalau sebenarnya kemapuan Shota itu sangat menakutkan, dan bisa di katakan sebagai kemapuan cheater.
"Ada apa? Kenapa kau mundur? Apa kau sekarang merasa takut dan ingin menyerah? Lemah!" ucap Shota.
__ADS_1
Ryu menjadi sangat kesal dan mengatakan bahwa mudah saja baginya untuk mengalahkan pemain independent rendahan seperti Shota. "Hei, bisakah kita mulai? Ini sangat membosankan!" ucap Shota sambil melihat ke arah panitia penyelenggara dan mengabaikan Ryu.