The Heaven

The Heaven
S2. CH 83. MASA LALU DARI SANG RAJA KADAL ²


__ADS_3

“Sayonara” ucap Shota sambil tersenyum dan meneteskan air liur dari dalam mulutnya dan dengan kecepatan cahaya langsung menyerang seluruh kawanan monster rusa tersebut. Seluruh kawanan monster rusa yang ada di sana langsung menjadi bertambah ketakutan dan panik lalu dengan perasaan takut mereka menyerang Shota secara membabi buta, Shota hanya tersenyum ketika melihat kawanan monster rusa yang tengah menyerang dirinya secara membabi buta dengan perasaan cemas dan takut akan kematian.


Tak butuh lama bagi Shota untuk menghabisi seluruh kawanan monster rusa yang ada di sana dan bahkan Shota tak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk mengalahkan seluruh kawanan monster rusa itu. Setelah Shota berhasil untuk menghabisi seluruh kawanan monster rusa itu, akhirnya Shota dapat tertawa lepas dan merasa sangat lega karena dirinya tak perlu lagi memikirkan tentang masalah akan kehabisan bahan makanan untuk kedepannya karena ia telah mendapatkan banyak sekali daging rusa dan kulit serta tanduknya yang merupakan bahan yang cukup sulit untuk di dapatkan dan memiliki nilai jual yang lumayan untuk saat ini.


“Haa.. akhirnya selesai juga! Sekarang aku bisa lebih tenang dan sekarang bisa merasa lega bahkan mulai sekarang aku tak akan kelaparan lagi. Sekarang aku hanya perlu membuat api untuk memanggang daging rusa ini. Hmm.. baiklah! Wind counter! Wind counter! Fire arrow” ucap Shota dan langsung menggunakan skil wind counter untuk memotong beberapa pohon yang ada di sekitarnya dengan tujuan untuk ia jadikan sebagai kayu bakar. Shota sedikit terkejut dan terheran heran ketika melihat kalau dirinya telah terlalu banyak memotong pohon dan sambil berpura pura tak tahu ia dengan santainya mengambil beberapa pohon dan di kumpulkan menjadi satu untuk di jadikan kayu bakar lalu setelah terkumpul, Shota langsung menggunakan skil fire arrow untuk menyalakan api agar dirinya dapat langsung membakar daging rusa miliknya karena telah sangat kelaparan.

__ADS_1


Setelah selesai menyiapkan segalanya, Shota tanpa basa basi langsung membakar beberapa daging rusa yang ia dapat dari membunuh monster rusa sebelumnya. Di saat Shota tengah menunggu daging rusa yang ia panggang agar masak di saat yang bersamaan secara perlahan lizardman kecil yang sebelumnya telah mengganggu tidurnya yang nyenyak secara perlahan mulai berjalan mendekati Shota karena tergiur setelah mencium bau daging panggang yang tengah Shota persiapkan sebagai hidangan untuk menambah energi miliknya.


“Hmm.. bau ini? Bukankah ini bau yang sama dari orang yang telah mengganggu tidurku? Biar ku beri sedikit pelajaran pada orang itu!” ucap Shota sambil tersenyum dan mengeluarkan sebilah pedang yang lumayan panjang. Shota sambil tersenyum dan berpura pura tak mengetahui kalau saat ini ada seseorang atau lebih tepatnya seekor monster lizardman kecil yang saat ini secara perlahan mendekati dirinya dengan tujuan untuk mencuri daging bakar yang telah Shota siapkan selama beberapa jam, Shota terus menerus berpura pura tak mengetahui tentang kejadiran dari monster kecil itu bahkan Shota sendiri sampai sampai langsung berpura pura tertidur dan seketika monster kecil itu berniat untuk mengambil daging panggang miliknya di saat itu juga dirinya langsung menempelkan pedang miliknya tepat di bagian punggung kecil milik monster lizardman itu.


“Ce.. ce... ce... malang kali nasibmu nak! Sepertinya dirimu akan segera menghilang dari dunia ini” ucap Shota sambil tersenyum dan mengarahkan pedang miliknya ke arah lizardman kecil itu. “Gluk” Monster lizardman kecil itu langsung menjadi bertambah sangat ketakutan seketika mendengar perkataan dari Shota dan bahkan karena saking ketakutannya monster lizardman itu langsung tak bisa begerak dan bahkan sampai sampai langsung jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri atau dengan kata lain pingsan.

__ADS_1


Shota yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat terkejut bahkan sampai tak bisa berkata kata di buatnya seketika melihat kalau monster lizardman kecil itu telah jatuh ke tanah dan tak sadarkan diri, Shota pada awalnya tak percaya dan bahkan mengira kalau monster lizardman itu hanya sedang berpura pura tak sadarkan diri dengan tujuan untuk mengelabui dirinya dan mencari kesempatan untuk kabur. Shota yang pada awalnya tak percaya kalau monster lizardman itu telah jatuh pingsan secara terus menerus langsung menatap dan mengamati monster lizardman itu dan bahkan sampai menusuk nusuk tubuhnya menggunakan ranting kayu dengan tujuan untuk menganggu dan membangunkan monster lizardman itu agar tak lagi berpura pura dan lalu setelah melakukan hal tersebut dan setelah cukup lama barulah akhirnya Shota sadar kalau monster lizardman kecil itu telah benar benar tak sadarkan diri.


“Haaa... merepotkan! Kalau mau pingsan coba tolong jangan di sini, nanti kalau ada monster yang datang kemari aku juga yang akan repot. Dasar kadal sialan” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan mengambil daging bakar miliknya untuk ia santap dengan sangat santai. Di saat Shota baru saja berniat untuk menyantap daging bakar miliknya dan bahkan lidahnya pun baru saja hampir menyentuh daging bakar itu, di saat yang bersamaan secara tiba tiba muncul seekor monster singa yang dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah Shota dan bahkan langsung berniat untuk menyerang Shota dengan cara menggigit dirinya tepat di bagian leher. “Haa.... apakah aku tak bisa ya untuk sesaat saja di berikan ketenangan agar dapat menyantap makanan milikku? Apa kalian tak tau betapa laparnya diriku saat ini? Dasar monster sialan!” ucap Shota dengan perasaan kesal dan marah karena dirinya telah di ganggu di saat saat yang paling menyenangkan baginya.


Shota dengan perasaan kesal dan marah karena dirinya telah di usik tepat di saat saat yang paling menyenangkan baginya tanpa basa basi langsung menggunakan skil miliknya yaitu wind counter dan seketika itu juga langsung mencincang monster singa yang sangat malang itu menjadi potongan potongan daging cincang. Setelah selesai menghabisi monster singa itu, Shota langsung duduk kembali untuk menyantap daging bakar miliknya dan sekali lagi di saat Shota baru saja hampir menggigit daging bakar miliknya di saat itu juga sekawanan monster gajah dengan ukuran yang sangat besar dengan kecepatan tinggi berlari ke arah Shota yang tengah beristirahat sambil berniat menyantap daging miliknya dengan tenang dan nyaman tetapi sekali lagi terusik oleh monster yang membuat Shota menjadi sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2