The Heaven

The Heaven
S2. CH 109 PERTUMPAHAN DARAH 5


__ADS_3

"Haa... kenapa aku harus melakukan hal merepotkan seperti ini? maaf aku menolak untuk menjadi pemimpin dari mereka ku sarankan lebih baik ayato atau nona vilia saja yang memimpin mereka, bukankah mereka berdua jauh lebih baik dariku dalam hal mengatur prajurit? aku yang hanya seorang solo player mana mungkin mengerti apalagi bisa melakukan hal merepotkan seperti ini terlebih lagi akan terasa sangat sesak jika aku harus berada di tengah keramaian seperti ini" ucap Shota sambil menghela nafas dalam lalu secara perlahan mulai pergi meninggalkan ruangan tersebut karena bosan.


Semua orang yang ada di sana hanya menatap Shota dengan tatapan dan ekpresi bingung seketika mendengar perkataan Shota yang terdengar sangat aneh lalu seperti tingkah seorang anak kecil. Tak lama setelah Shota pergi mereka semua secara perlahan mulai menoleh ke arah ayato lalu menatapnya dengan isyarat agar ayato mau menerima tanggung jawab tersebut, "S-sebentar, aku seperti kebelet harus ke to..i..lett..." ucap ayato dengan ekpresi yang berpura-pura ingin pergi ke toilet.


Ayato langsung menjadi sangat terkejut, bingung, gugup sekaligus takut ketika secara tiba tiba semua orang yang ada di sana dengan cepat langsung mengelilingi dan menatap dirinya dan memaksa secara halus agar ia mau menjalankan misi dan memikul tanggung jawab tersebut bahkan mereka semua sampai sampai menghalangi jalan ayato untuk kabur di sana sambil memasang ekspresi senyum jahat. Ayato hanya bisa pasrah dan secara tak ikhlas menerima semua tanggung jawab yang di berikan oleh aliansi yang ia bentuk bersama dengan serikat pita putih dan serikat king of fire untuk memimpin seluruh pasukan yang ada di sana untuk melakukan penyerangan, "Dasar kakak yang tak bertanggung jawab! bisa-bisa nya dirinya memberikan semua beban ini kepada adiknya yang baru berusia 14 tahun. lihat saja nanti akan ku adukan kepada kakak dia" ucap ayato dalam hati dengan perasaan kesal terhadap kakaknya.


Sementara adiknya harus menderita karena ulahnya Shota, Shota saat ini tengah dengan santainya berjalan jalan sambil menikmati pemandangan yang ada di sekitarnya tanpa di ganggu oleh siapapun karena tak ada yang berani mengganggu Shota. Mereka tak berani mengganggu Shota bukan karena mereka tak ingin menyapanya melainkan karena mereka tak ingin di bunuh oleh Shota karena ada beberapa rumor buruk tentang Shota yang tanpa belas kasihan membunuh siapapun yang mengganggu dirinya ketika tengah beristirahat dengan tenang dan nyaman padahal orang itu adalah temannya sendiri.

__ADS_1


Shota yang bosan dengan pemandangan sekitarannya itu langsung terbang untuk mencari tempat yang tenang dan indah karena dirinya berniat untuk beristirahat dan tidur di sana sambil menikmati keindahan alam, setelah berjalan cukup lama akhirnya Shota menemukan sebuah tempat yang menurutnya bakal cocok untuk dirinya beristirahat dengan tenang tetapi sayangnya ia merasa sedikit kesal ketika melihat kalau di sana tengah berbaring seekor monster yang cukup besar.


"Haa.... serang mereka raven" ucap Shota sambil memanggil keluar seluruh kawanan burung gagak yang telah ia rubah sebelumnya menjadi sebuah kartu.


Gerombolan kawanan burung gagak itu dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah monster yang saat itu tengah berbaring dan tidur di sana dan tak butuh waktu lama bagi mereka untuk membunuh Monster tersebut karena perbedaan level dan status yang sangat jauh. "Haa.... nyamannya!!! ini baru yang di katakan kehidupan bak di surga. dengan begini akhirnya aku bisa tidur dengan nyenyak" ucap Shota sambil secara perlahan mulai menutup kedua matanya.


Baru saja di saat Shota hampir saja tertidur secara tiba-tiba muncul seorang pemain wanita yang langsung menatap dirinya yang bahkan sampai menghalangi cahaya matahari, Shota yang merasa bingung akan hal itu secara perlahan mulai membuka kedua matanya dan melihat seorang gadis cantik yang tengah menatap dirinya. "Ara! maaf ya karena aku membangunkan dirimu, aku hanya ingin mencuri katana yang ada di pinggangmu ini. dah ya aku pergi dulu, sampai jumpa lagi" ucap pemain wanita itu sambil tersenyum dan membawa kabur kedua bilah katana milik Shota.

__ADS_1


Saat Shota baru saja berniat untuk mencari wanita itu ia secara tiba-tiba langsung terhenti dan bahkan langsung menjadi sangat kebingungan harus pergi ke arah mana karena dirinya sama sekali tak mengetahui arah dan tujuan dari pemain yang telah mencuri pedang katana miliknya itu bahkan namanya saja Shota tak tau, "Ah.. sialan! kenapa aku bisa sampai kehilangan pedangku sih? memang sih pedang itu tak terlalu berharga, tetapi tetap saja rasanya sangat memalukan karena kehilangan barang bahkan barang itu hilang gara gara ulah seorang wanita yang dengan jelas dan terang terangan mengatakan padaku bahwa ia akan mencuri pedang miliknya" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan kebingungan.


Shota saat ini hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan kedua katana miliknya itu hilang di curi oleh orang lain tanpa bisa berbuat apapun dan dengan perasaan kesal dan malu Shota secara perlahan mulai kembali ke kampnya untuk beristirahat di sana karena ia tak mau terjadi hal yang merepotkan ataupun menghancurkan sesuatu.


"Hei kak, kamu sudah pulang ya? dari mana saja kamu? kenapa sepertinya kamu sangat kelelahan? apakah dirimu dari melawan seekor monster?" ucap ayato sambil melihat ke arah kakaknya itu.


"Haa.. tak apa. aku hanya sedang kehilangan mood ku untuk melakukan sesuatu, sekarang keluar dan biarkan kakakmu ini istirahat dengan tenang" ucap Shota sambil terus mendekati kampnya.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong di mana ketana yang biasa kamu bawa itu kak?" ucap ayato yang sadar kalau Shota tak membawa pedang yang biasa ia gunakan untuk bertarung.


"Haa.. sudahlah, jangan di bahas lagi. sekarang aku ingin istirahat saja, panggil aku ketika sudah mau berperang ataupun malam" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan sedikit depresi.


__ADS_2