The Heaven

The Heaven
S2. CH 105. PERTUMPAHAN DARAH


__ADS_3

“Ohh.. menarik! Ku harap dirimu dapat menghiburku” ucap Shota sambil berbalik arah dan menatap lawannya itu.


“Dasar PK rendahan! Beraninya kau menginjakkan kakimu di dalam markas serikat cotton! Akan ku habisi dirimu di sekarang juga” ucap pemain tersebut dan dengan cepat langsung berlari ke arah Shota dengan kecepatan tinggi dengan niatan untuk membunuh dirinya.


“Haa... bodoh! Ku kira kau adalah lawan yang cukup cerdas? Tapi sayangnya aku salah!. Sayonara, bodoh!” ucap Shota dan langsung mengangkat pedang miliknya.


Saat pemain berkapak itu tengah berlari ke arah Shota dan di sisi lain Shota juga tengah mengangkat pedang miliknya dan berniat untuk mengayunkan pedang miliknya itu, secara tiba tiba muncul seorang pemain yang langsung menghentikan pergerakan pria berkapak itu bahkan sampai langsung berlari menghindari serangan yang di lancarkan oleh Shota. Shota yang melihat hal tersebut menjadi sedikit terkejut dan langsung menjadi sedikit terkesan dengan kemapuan dari pria tersebut, “ Apa kau sudah bosan hidup ya? Kenapa kau berniat menyerangnya seperti itu dan tanpa rencana sedikitpun? Dasar bodoh!” ucap pria tersebut sambil memarahi pemain berkapak itu.


“You Zheng? Bagaimana kau bisa berada di sini? Bukankah dirimu saat ini tengah menjalankan sebuah misi yang sangat penting ya?” ucap pria berkapak itu yang memiliki nama Tio long.


“Bodoh! Itu sekarang tidaklah penting, yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya kita agar dapat menghadapi orang ini?” ucap you zheng sambil berdiri dan menatap Shota lalu secara perlahan mulai menarik keluar pedang panjang miliknya.


“Hahaha... benar. Tak ada waktu untuk memikirkan hal itu. Tapi selama kita berdua bersama ku rasa bukan hal yang mustahil untuk mengalahkan orang ini” ucap Tio long.

__ADS_1


You Zheng dan Tio long langsung tersenyum lalu langsung bersiap siap untuk menyerang Shota dengan serangan kombinasi dan kemampuan terbaik mereka. Di sisi lain Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum lalu secara perlahan mulai berkata, “Haa....majulah dan hiburlah diriku selama mungkin”.


You Zheng dan Tio Long dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah Shota sambil menggenggam senjata mereka masing masing bahkan mereka sampai langsung mengaktifkan skil terkuat yang mereka miliki secara bersamaan serta menggunakan kombinasi yang sangat menarik, “kapak pembelah langit! Tebasan pemotong angin” teriak kedua pemain itu sekencang mungkin sambil mengayunkan senjata yang ada di genggaman mereka.


“Hmm.... menarik! Kalau begitu akan ku terima serangan kalian segenap hatiku” ucap Shota sambil berdiam diri dan dengan sengaja berniat untuk menerima serangan yang di lancarkan oleh kedua pemain itu.


You Zheng dan Tio Long langsung menjadi sangat kesal ketika melihat kalau lawan mereka yaitu Shota tengah merehmehkan mereka berdua tetapi you zheng tetap bersikap tenang dan terus berlari mendekati Shota sambil terus menerus menyerang lawannya itu menggunakan skil miliknya. Serangan dari kedua pemain itu langsung mengenai Shota dan memberikan damage yang cukup berarti baginya bahkan hp Shota sampai berkurang lebih dari 1000 point ketika menerima serangan yang di lancarkan oleh kedua pemain itu, Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum dan malah memprovokasi mereka dengan mengatakan kalau dirinya akan membiarkan mereka menyerang dirinya selama 5 menit tanpa membalas serangan mereka sedikitpun.


You Zheng yang sebelumnya sangat tenang langsung menjadi sangat marah dan bahkan menjadi sangat brutal seketika melihat kalau lawannya saat ini tengah meremehkan kemampuannya bahkan melihat lawannya sepertinya hanya mempermainkan mereka saja, sementara itu Tio Long yang melihat kalau sahabatnya sekaligus partner nya itu menjadi begitu marah dan emosi menjadi sedikit takut karena sebelumnya ia tak pernah melihat partnernya itu semarah itu kepada seseorang.


Di sisi lain Shota hanya terus berdiri sambil terus menerus membiarkan dirinya di serang oleh kedua pemain itu selama 5 menit tanpa bertahan ataupun menyerang balik karena Shota sudah paham betul dengan kekuatan dan hp yang ia miliki dan mustahil bagi mereka untuk dapat menghabisi dirinya selama kurang dari 5 menit.


5 menit berlalu dan hingga saat ini mereka masih saja belum dapat mengurangi hp Shota lebih dari setengahnya bahkan setelah mereka menggunakan seluruh kemampuan yang mereka miliki, “Ha..ha...ha... apa-apaan orang ini? Sebenarnya siapa orang itu? Dan kenapa ia bisa tetap berdiri bahkan setelah menerima semua serangan dan damage yang begitu banyak? Apa monster seperti dia ini memang ada? Tidak ! ku rasa dia pasti menggunakan sebuah trik tertentu untuk menahan semua serangan dan damage yang telah di terima olehnya” ucap you zheng dengan napas terengah-engah.

__ADS_1


“Haa... apa kalian sudah selesai? Sekarang giliaranku yang akan menyerang kalian” ucap Shota lalu dengan kecepatan cahaya langsung menyerang mereka berdua secara bertubi-tubi. Shota yang menyerang mereka dengan kecepatan cahaya dengan mudah langsung menghabisi kedua pemain itu bahkan tanpa kedua pemain itu sadari ataupun tanpa perlawanan, “Cih! Membosankan! Apakah tak ada satupun orang yang bisa menghiburku? Haa... nyesal aku datang kemari.” Ucap Shota sambil menghela nafas dalam dengan wajah kecewa lalu mulai keluar dari markas tersebut.


Saat Shota telah berada di luar ia dengan cepat langsung mengaktifkan skil miliknya yaitu hujan halilintar dan cahaya bintang keputusan asaan. Setelah Shota mengaktifkan skil miliknya itu secara tiba tiba muncul beberapa meteor dan rentetan hujan halilintar yang begitu banyak yang seketika itu juga langsung meratakan seluruh markas serikat cotton dan seluruh pemain yang ada di sana tanpa tersisa sedikitpun bahkan tanpa bekas ataupun jejak walau hanya sedikit saja.


“Satu beres, tinggal pergi ketempat berikutnya. Semoga saja akan sedikit lebih menyenangkan dari saat aku menghancurkan serikat lemah ini” ucap Shota sambil tertawa dan tak sabar ingin melihat seberapa kuat lawan lawannya nanti.


“M-monster! A-akan ku balas semua perbuatan mu nanti, lihat saja...” ucap seorang pemain dari serikat cotton sesaat sebelum hancur menjadi pecahan cahaya.


Waktu terus berlalu dan hari semakin menjadi gelap tetapi teriakan sorak kematian masih saja terus terdengar seakan akan menggema dan membisik di telinga mereka, nada kematian terus bergema dan melodi musik kematian terus saja terdengar di seluruh sudut kerajaan mahevesta.


Sementara hari menjadi bertambah gelap, Shota masih saja terus sibuk menghancurkan dan menyerang berbagai serikat yang ia temui entah itu serikat kecil, serikat kelas atas bahkan sampai serikat pk ia hancurkan juga tetapi hingga saat ini masih saja tak ada yang dapat menghibur Shota walau hanya sebentar bahkan dirinya sampai sampai tak mendapatkan kesulitan sedikitpun terlebih lagi karena efek skil darkness.


Berjam-jam telah berlalu dan akhirnya matahari pun secara perlahan mulai terbit yang akan mengakhiri pertumpahan darah itu walau hanya sejenak, “Haa.... merepotkan! Sepertinya sudah waktunya bagiku untuk mundur dan menyudahi semua ini untuk malam ini” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan dengan kecepatan tinggi langsung kembali ke markas serikat king of fire tanpa di ketahui oleh siapapun.

__ADS_1


__ADS_2