The Heaven

The Heaven
031


__ADS_3

2 Maret 2075—Lokasi Gerbang Taman Odori, Hokaido


Seluruh partisipan telah memasuki gerbang, menuju tempat perburuan. Sebagian mengira akan menyenangkan dan berjalan lancar, sebagian lagi sedikit khawatir dan ketakutan. Semua mata langsung terbelalak. Bercururan keringat di sekujur tubuh mereka, ketika hanya mampu melihat kabut.


Jarak pandang terbatas hanya pada 3 meter, selebihnya hanya ada kabut menunggu mereka. Tak ada yang berani melangkah duluan, bahkan kebanyakan dari mereka kehilangan kontak dengan temannya. Ada yang berteriak, dan kembali berkumpul bersama. Namun, akhirnya mereka binasa tanpa ada yang tahu penyebab jelasnya.


Sihir elemen angin digunakan, mencoba untuk melenyapkan kabut tebal. Akan tetapi, semua berakhir pada kesia-siaan. Tak selang beberapa detik setelah kabut diterbangkan, semuanya kembali seperti sediakala. Mereka menemukan hal yang gila, sebuah monster macan putih yang bersembunyi di balik kabut.


Sebab teriakan tadi, menarik banyak monster mendekat. Bulu mereka yang putih menyatu dalam kabut, belum lagi kecepatan yang gila dan cakar setajam silet siap menyayat tubuh semua Hero. Setiap keputusasaan hadir, pasti akan diikuti oleh secercah harapan.

__ADS_1


Di bawah kaki langit, sebuah cahaya bersinar terang melenyapkan kabut dan memperluas jarak pandang sebanyak 13 meter. "Semuanya, berkumpullah!" teriak Yui dengan lantang sembari mempertahankan sihirnya.


Cahaya dan suara yang familiar menarik perhatian mereka yang masih bertahan untuk berkumpul di sekitarnya. Dari ratusan orang, kini hanya tersisa tak lebih dari 20 Hero. Pembantaian yang begitu kejam terjadi kurang dari 10 menit, tepat ketika mereka baru selangkah menuju akhir dari segalanya.


Mereka memuji-muji nama Yui, bahkan kembali sedikit memiliki harapan untuk hidup. Di antara mereka yang selamat, salah satunya adalah Razel dan Hua Yi—bawahan Razel—yang berinisiatif untuk mematuhi perintah Yui untuk sementara waktu.


"Ternyata julukan Saint-mu itu bukan bualan belaka. Lakukan seperti sebelumnya, berikan perintah kepadaku dan Hua Yi," pinta Razel sembari tersenyum.


"Dan kalian bagaimana? Apakah akan mengikuti perintah Nona Saint, atau mencoba melakukannya sendiri?" tanya Razel dalam posisi bertahan.

__ADS_1


Hening menjadi jawaban untuk sejenak. Barulah ketika nada Razel meninggi, mereka secara enggan untuk menjadikan Yui sebagai pemimpin sementara.


"Baiklah, sudah diputuskan. Yui, berikan perintahmu," pinta Razel.


Hmm ... bocah itu tidak ada di sini, ya? Apakah dia mati? Sayang sekali, padahal kemampuannya cukup mempuni, lanjut Razel berpikir.


Diantara ke-23 orang itu, terdapat dua orang yang bisa menggunakan sihir suci selain Yui, walaupun tidak sebaik dirinya—Yui. Sisa lainnya adalah warrior, swordman, hunter dan magician. Yui dengan enggan mengambil alih komando.


Para Priest bahkan tanpa diberikan arahan, mampu melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dua Priest itu membantu Yui mempertahankan sihirnya, bahkan sampai memperluas areanya menjadi 30 meter. Jelas untuk mempertahankannya bukanlah hal yang mudah, bahkan hanya Yui satu-satunya yang bisa memberikan buff kepada rekannya.

__ADS_1


"Para magician, mulailah merapal sihir tipe aoe yang kalian miliki. Para warrior dan guardian gunakan skil yang memiliki agro untuk menarik perhatian mereka agar bisa dilihat dan diserang. Ketika mereka mulai menyerang, swordman dan hunter habisi sebanyak yang kalian bisa sementara magician merapalkan mantra mereka!" titah Yui penuh percaya diri.


__ADS_2