The Heaven

The Heaven
SEASON 2. CH 57. MONSTER YANG MENGERIKAN


__ADS_3

Shota yang melihat kalau saat ini tsukuyomi tengah di serang oleh banyak pemain langsung menjadi sangat marah dan bahkan langsung mengaktifkan salah satu skil andalan miliknya yaitu hujan halilintar yang seketika itu juga langsung menghujani seluruh pemain yang ada di sana yang seketika itu juga langsung melukai dan memberikan damage yang lumayan kepada setiap pemain yang terkena hujan halilintar tetapi pada akhirnya hanya ada satu hal yang menunggu mereka yaitu kematian.


Sementara semua pemain yang ada di sana tengah kacau dan mencoba untuk mahalau ataupun menghindari halilintar yang akan menghancurkan mereka seketika terkena tubuh mereka, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dan secara perlahan mulai mendekati tsukuyomi sambil terus membunuh setiap pemain yang ada di sekitarnya. Sementara itu tsukuyomi yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut bahkan tak bisa berkata kata seketika melihat kemampuan yang di keluarkan oleh Shota dan mulai berfikir dan bahkan menilai perbedaan kekuatan antara mereka berdua yaitu bagikan sebuah cahaya matahari dan bulan, Shota sebagai matahari dan dirinya sebagai bulan.


“Hei, ada apa? Kenapa dirimu menatap ku seperti itu? Tenang saja, skil ini tak akan memberikan damage kepada teman ataupun anggota party” ucap Shota sambil menatap tsukuyomi dengan ekpresi dingin.

__ADS_1


“T-Tidak, aku hanya kagum saja melihat kemampuan mu yang sebenarnya. Dengan kemampuanmu ini, bukankah akan ada banyak serikat kelas atas yang mau menerima mu dengan senang hati! Lalu kenapa dirimu masih saja belum memiliki serikat? Dan kemana anggota team mu yang lain? Dari awal aku tak pernah melihat mereka bersamamu” ucap tsukuyomi dengan ekpresi bingung sekaligus takjub dan terheran heran.


“Aku hanya lah seorang solo player dan aku sengaja tak memasuki sebuah serikat karena aku tak ingin terikat dengan peraturan yang ada dan mendapatkan perintah yang merepotkan!” ucap Shota sambil langsung menghunuskan tombaknya tepat di sebelah tsukuyomi. Tsukuyomi yang melihat hal tersebut pada awalnya menjadi sangat terkejut dan bahkan ia tak sempat untuk menghindarinya karena perbedaan agility yang terlalu jauh, tetapi ketika melihat kalau tombak Shota bukanlah mengenai dirinya tetapi salah seorang petinggi yang sebelumnya sempat untuk berniat membunuh dirinya, tsukuyomi langsung bersyukur dan menghela nafas lega sambil langsung memeluk dan mengucapkan terimakasih kepada Shota.


“Masih terlalu dini untuk berterimakasih” ucap Shota sambil menatap ke arah seluruh pk yang masih tersisa dan di antaranya masih tersisa 3 orang anggota terkuat dari serikat pedang cahaya yaitu bruno, ilo dan s yang masing masing masih memiliki hp diatas 80%. Shota menjadi sedikit jengkel ketika melihat ternyata masih terdapat banyak pemain yang selamat dari serangan miliknya dan sampai saat ini ketua mereka masih saja belum menampakkan dirinya, bruno, ilo dan s sambil tertawa dan memegang masing masing senjata mereka mulai menatap Shota dan tsukuyomi dengan niatan untuk membunuh mereka dan di saat yang bersamaan s langsung memberikan perintah kepada seluruh anggota serikat pembunuh pedang cahaya yang masih selamat untuk langsung menyerang Shota dan tsukuyomi.

__ADS_1


“GREERRRR... ROARRR... GWARGHH... ARGHH... “ ke lima familiar Shota langsung meraung sekuat tenaga seketika mendengar perkataan dari Shota yang secara tak langsung menyuruh mereka untuk menyerang para pk yang masih tersisa dan seketika setelah mereka baru saja meraung, suzaku, genbu, byako, seiryu dan dark dragon dengan kecepatan maksimal mereka langsung melesat ke arah gerumbulan pk itu dan langsung menghabisi setiap pk yang ada di dekat mereka. Shota hanya bisa terus mengamati pergerakan yang di lakukan oleh ketua dan para petinggi dari serikat pembunuh pedang cahaya karena sampai saat ini mereka masih saja belum menunjukkan diri mereka dan masih terus bersembunyi dan bahkan setelah para anggota mereka hanya tersisa tak lebih dari 50 pemain lagi, ketua mereka masih saja belum melakukan pergerakan bahkan bruno, ilo dan s hanya berdiri menatap para anggota mereka mati sambil terus membacakan sebuah mantra untuk menggunakan sebuah kemampuan sihir yang sepertinya sangat kuat karena memakan waktu yang lama.


Shota pada awalnya tak peduli dengan apa yang di lakukan oleh bruno, ilo dan s tetapi ketika melihat ada hal yang ganjil dan merasakan adanya ancaman bahaya, Shota akhirnya mulai tertarik dan terus mengamati ketiga petinggi serikat pembunuh pedang cahaya dan betapa terkejut dan bingungnya Shota seketika melihat sesuatu yang amat sangat aneh yaitu ia melihat kalau tepat di atas mereka secara perlahan mulai terkumpul sebuah bola berwarna merah darah yang secara perlahan terus menerus membesar. Sementara itu tsukuyomi yang juga melihat hal aneh tersebut langsung memberi tahukan nya kepada Shota dan menanyakan apa


Sebenarnya bola berwarna darah yang ada di atas kepala ketiga pemain itu, Shota hanya menjawab kalau dirinya tak tau apa itu sebenarnya dan bahkan di kehidupannya sebelumnya tak ada satupun pemain yang pernah menggunakan kemampuan aneh seperti itu. Bola berwarna merah darah itu terus menerus membesar dan bahkan sampai membuat tsukuyomi menjadi sangat merinding seketika melihat hal tersebut, sementara itu Shota yang merasakan akan ada hal yang merepotkan jika dirinya terus membiarkan hal tersebut dengan kecepatan cahaya langsung melesat ke arah ketiga petinggi itu dan dengan cepat langsung menyerang mereka.

__ADS_1


Shota menjadi bertambah kebingungan dan menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau ketiga pemain itu bukannya menahan serangan yang ia lancarkan ataupun menyerang balik tetapi mereka hanya terus tertawa dan mengatakan kalau sebentar lagi Shota dan semua pemain yang ada di sana akan segera musnah, Shota dalam hati mulai bertanya tanya tentang arti dari perkataan dari ketiga pk itu dan bahkan sesaat sebelum mereka mati, mereka bertiga secara bersamaan sambil tertawa keras mengucapkan sebuah kata “hidup yang mulia roiusk”.


Shota sedikit khawatir seketika mendengar perkataan dari para pk itu tetapi ia tak terlalu memperdulikannya karena sesaat setelah bruno, ilo dan s mati bola berwarna merah darah itu secara perlahan mulai menghilang menjadi sebuah pecahan dan mulai berterbangan dan karena Shota mengira kalau semua telah selesai Shota secara perlahan mulai pergi mendekati tsukuyomi tetapi sesaat sebelum Shota sampai di tempatnya tsukuyomi dan hanya berjarak beberapa meter saja secara tiba tiba sebuah cakar yang panjang dan besar menembus dirinya yang membuat Shota menjadi sangat terkejut bahkan tsukuyomi langsung berteriak seketika melihat kalau di perut Shota terdapat sebuah cakar yang besar dan panjang yang telah menembus dirinya.


__ADS_2