The Heaven

The Heaven
S2. CH 89. SALAMANDER MELAWAN MONSTER LABA LABA 2


__ADS_3

“Gwarghhhhhh” Setelah monster laba laba hitam mengeluarkan sebuah raungan yang sangat keras bahkan sampai membuat gua dan langit langit gua itu seperti akan runtuh lalu di saat yang bersamaan secara perlahan muncul puluhan monster laba laba yang memiliki ukuran sedang dan memiliki ukuran kecil yang terus bertambah banyak. “Gila! Apa apaan dengan monster monster yang entah muncul dari mana ini? Pantes saja banyak orang yang mati ketika mencoba untuk menahlukkan laba laba jelek ini! Orang pasukannya aja sebanya ini” ucap salamander itu yang mulai berfikir dua kali untuk mencoba menahlukkan monster laba laba hitam.


Monster laba laba hitam yang telah memanggil anak anaknya itu langsung memberikan perintah kepada seluruh anak anaknya untuk menghabisi setiap manusia yang mereka lihat dan menyerap habis nutrisi mereka agar mereka bisa secepat mungkin tumbuh dewasa dan menjadi kuat, sekuat ibunya. Setelah mendapatkan perintah dari induknya, kawanan anak monster laba laba hitam itu langsung merayap dengan cepat ke arah seluruh pemain yang masih tersisa dan secara satu persatu mulai membunuh setiap mahluk hidup yang mereka lihat dan menghisap habis nutrisi mereka hingga ke akar akarnya.


“Gluk! Sebaiknya aku segera pergi dari sini sebelum aku juga yang menjadi hidangan penutup” ucap salamander itu sambil berniat untuk pergi dari sana.


Di saat salamander berniat untuk kabur dari sana dan tengah menoleh ke arah belakang ia di kejutkan oleh sesosok wajah yang tak asing yaitu wajah dari anak anak monster laba laba hitam yang tengah menatap dirinya, “Gluk! Semoga saja apa yang ku lihat barusan adalah sebuah ilusi! Hehehe... sialan! Ternyata memang benar kalau yang ku lihat ini nyata! Brengsek! Kenapa kau kemari, sampai jumpa ya... hahaha” ucap salamander yang menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau di belakangnya terdapat seekor monster laba laba hitam berukuran sedang yang tengah menatap dirinya sambil meneteskan air liur.

__ADS_1


Wajah salamander langsung berubah menjadi pucat dan mulai meneteskan keringat dingin seketika melihat monster laba laba hitam yang tepat berada di belakangnya yang tengah bersiap siap untuk menyerang dirinya, “Sialan! Jurus... langkah... seribu! Kaburrrr!!!!” ucap salamander dan langsung menggunakan skil terkuat yang ia miliki yaitu skil langkah seribu.


Salamander itu langsung berlari sekuat tenaganya sesaat sebelum monster laba laba hitam yang memiliki ukuran sedang itu menyerang dirinya menggunakan racun, monster laba laba hitam itu yang melihat kalau salamander tengah mencoba untuk kabur langsung menyerangnya dengan cara menyemburkan racun miliknya ke arah salamander dengan tujuan untuk melumpuhkan dan menghentikan pergerakannya. Bukan hanya monster laba laba hitam yang pertama kali bertemu dengan salamander saja yang menyerang dirinya tetapi secara satu persatu dan secara perlahan seluruh monster laba laba yang ada di sana juga mulai melancarkan serangan ke arah salamander bahkan ada yang sampai mengejar dirinya, sementara itu di sisi lain seluruh manusia yang sebelumnya ada di sana saat ini hanya tersisa tulang belulang mereka saja dan secara perlahan mulai hancur menjadi pecahan cahaya berwarna merah karena telah di kalahkan oleh monster laba laba hitam.


“Haa... sialan! Malang kali nasibku kali ini! Kenapa aku harus melawan monster sebanyak ini? Kalau begini mau sekuat apapun diriku tak akan mungkin sanggup untuk mengalahkan mereka dengan jumlah yang segunung begini” ucap salamander sambil terus berlari dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh kawanan monster laba laba hitam itu.


Salamander terus menerus berlari sambil menghindari setiap serangan yang mengarah padanya tetapi saat di tenga tengah perjalanan ia teringgat pada sesuatu yang sangat tak ingin ia ingat yaitu tentang masa lalunya yang sangat kelam ketika Shotaa menghancurkan dan menghabisi teman teman dan orang yang ia sayang, seketika setelah salamander menginggat hal tersebut ia langsung berhenti dan langsung balik arah lalu menatap seluruh kawanan monster laba laba hitam yang tengah berlari ke arahnya sambil melancarkan serangan. “Cih, jika terus seperti ini aku tak akan pernah bisa mengalahkan orang itu. Sepertinya sudah tak ada lagi jalan keluar! Element peteri, thunder claws, element petir, petir dewa kematian, element petir api, tombak petir api” ucap salamander dan langsung mengaktifkan skil miliknya dan langsung berlari ke arah kawanan monster itu untuk balik menyerang.

__ADS_1


“Ha.. ha... ha... sekarang hanya tinggal satu musuh lagi yaitu sang ratu! Sekarang lebih baik aku istirahat dulu sebentar untuk memulihkan mp dan hp milikku. Aku haru menyiapkan semuanya sebaik mungkin karena mungkin saja sang ratu jauh lebih kuat dari yang ku bayangkan atau mungkin masih memiliki senjata rahasia” ucap salamander dan langsung mencari tempat untuk beristirahat sejenak untuk memulihkan mp dan hp miliknya.


Setelah salamander merasa kalau sudah cukup baginya untuk beristirahat dan sudah merasa kalau semuanya telah ia persiapkan dengan sangat matang, akhirnya ia langsung pergi ke tempat sang ratu dari mobster laba laba hitam untuk mengalahkan dirinya dan mendapatkan kekuatan yang lebih. Setelah sampai di tempat ratu laba laba hitam, salamander seketika itu juga langsung mengaktifkan salah satu kemampuan serangan jarak jauh miliknya ke arah monster laba laba hitam seketika melihat monster tersebut.


“Arghh” Ratu monster laba laba hitam itu langsung meraung sekuat tenaga seketika terkena serangan tiba tiba yang di lancarkan oleh salamander dan langsung mencari tahu siapa yang telah menyerang dirinya, sementara itu salamander langsung berlari ke arah monster laba laba hitam itu dengan pola serangan yang acak serta kecepatan yang sangat tinggi. Monster laba laba hitam itu hanya melihat sosok bayangan hitam dan jejak kilatan petir yang secara cepat mendekati dirinya tanpa bisa melihat wujud ataupun wajah lawannya itu, salamander tak tau kalau sebenarnya ia sangat di untungkan karena melawan monster laba laba hitam memiliki pergerakan yang lambat tetapi memiliki reflek yang sangat tajam tetapi walaupun begitu ia tetap saja tak bisa mengimbangi kecepatan pergerakan salamander.


Salamander yang akhirnya menyadari keunggulannya tersebut langsung mendapatkan keberanian yang tinggi dan dengan pola serangan acak dan kecepatan yang sangat tingi ia terus menerus menyerang monster laba laba hitam sambil terus menghindari setiap serangan yang ia lancarkan tanpa kesulitan sedikitpun, sementara itu monster laba laba hitam menjadi sangat kesal dan marah karena di serang secara terus menerus oleh salamander. Monster laba laba hitam itu sambil meraung sekuat tenaga langsung merayap ke langit langit gua sambil menembakkan jaring lengket miliknya ke segala arah dan ke tempat yang telah ia lewati karena ia sadar kalau jika ia tetapi berada di bawah dirinya sangat tak di untungkan karena kecepatan pergerakan yang di lakukan oleh salamander tak sesuai atau bahkan tak sebanding dengan kecepatan yang ia miliki.

__ADS_1


“Brengsek, sepertinya ia mulai menyadari kalau dirinya tak di untungkan tetapi kenapa ia harus sampai menetap ke langit langit juga sih? Terlebih lagi jaring jaring sialan ini membuatku tak bisa bergerak secara leluasa! Sialan!” ucap salamander yang merasa kesal karena ulah monster laba laba hitam. Salamander tak bisa bergerak dengan bebas karena jaring lengket yang di keluarkan oleh monster laba laba hitam yang berada di mana mana sehingga ia harus sangat berhati hati agar sampai tak terkena jaring tersebut, jika tidak ia akan langsung game over seketika terjebak oleh jaring lengket tersebut.


Sementara itu monster laba laba hitam itu terus menerus menembakkan racun dan jaring miliknya ke segala arah dengan harapan agar dapat mengenai salamander, sementara itu salamander yang saat ini memiliki sebuah inisiatif dan ide setelah berfikir cukup lama dan cukup keras akhirnya dirinya menemukan cara agar tetap dapat bergerak dengan bebas yaitu dengan cara membakar seluruh jaring yang ada di sana menggunakan sihir element api miliknya.


__ADS_2