The Heaven

The Heaven
S2. CH 123. KEDATANGAN SEORANG PENYELAMAT ³


__ADS_3

"Issss.... haaa...... tehnik tombak petir bentuk ketiga, tangisan dewa petir" ucap mael sambil menarik nafas dalam dan melemparkan tombak miliknya ke langit. Shota menjadi sedikit terkejut seketika melihat kalau mael sekali lagi melemparkan tombak miliknya itu tetapi kali ini ia melemparkannya ke langit yang membuat Shota sedikit khawatir dan cemas dengan hal itu lalu bertanya-tanya dalam hati tentang kemampuan apa lagi yang akan di keluarkan oleh mael kali ini tetapi di sisi lain seiryu dan genbu sedikitpun tak memperdulikan tentang hal tersebut dan hanya terus-terusan menyerang mael secara membabi buta.


"Haa... apa yang sebenarnya tengah terjadi di sini? apakah aku benar-benar bisa mengalahkan mahkluk panggilan satu ini? lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? benar-benar merepotkan! semoga saja aku dapat mengalahkan mahluk panggilan yang satu ini" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan mulai menyusun rencana untuk melawan mael.


"Gregar! srishs! duar!" Tombak milik mael yang sebelumnya ia lemparkan ke langit seketika itu juga langsung menghilang dan seolah-olah menyatu dengan langit lalu tak lama setelah hilangnya tombak milik mael itu secara tiba-tiba muncul sebuah kilatan petir yang hampir menyambar seiryu yang ketika itu tengah berada di udara dan menghancurkan apapun yang terkena sambaran petir itu. Shota menjadi sangat terkejut seketika melihat kemunculan dari kilatan petir tersebut yang hampir saja menyambar salah satu familiar miliknya itu tetapi untungnya seiryu dapat menghindari sambaran petir itu dan terus-menerus menyerang mael dengan semua kekuatan yang mereka miliki, mael hanya bisa terus menerus menahan dan menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh familiar Shota sambil seolah-olah tengah mengulur waktu dan menunggu sesuatu.


Shota yang melihat sikap aneh dari mael itu langsung ikut membantu familiarnya itu dan langsung mengganti bentuk senjata miliknya itu ke bentuk ketiga yaitu death rain serta Shota juga langsung memanggil seluruh familiar miliknya kecuali dark dragon atau salu karena saat ini mungkin ia tengah membantu ayato untuk bertarung melawan musuh-musuhnya itu, "Fate-determining weapons bentuk ke-3 death rain! element halilintar, hujan halilintar!" ucap Shota sembari mengaktifkan skil miliknya.

__ADS_1


Sembari menunggu efek skilnya itu aktif Shota tanpa basa-basi langsung menyerang mael dengan menggunakan ratusan belati miliknya itu yang ia ciptakan dari mana sembari terbang ke sana kemari dengan tujuan agar mael tak bisa menyerang dirinya, mael saat ini menjadi terpojokkan karena ia harus melawan 3 orang sekaligus dan dirinya saat ini hanya bisa terus-terusan menghindari sembari menahan setiap serangan yang di lancarkan. Shota menjadi bertambah heran dan kebingungan ketika melihat tingkah mael dan melihat kalau saat ini senjata miliknya telah menghilang serta Shota tak bisa percaya jika skil yang ia gunakan sebelumnya hanya sebatas itu saja, Shota sembari menyerang mael terus-menerus memikirkan tentang hal tersebut dan terus memperhatikan sekitarnya dengan perasaan khawatir.


Selang beberapa menit berlalu secara tiba-tiba cuaca di sana yang langsung berubah secara drastis dari yang awalnya cerah dan di penuhi oleh cahaya bulan dan bintang kini langsung tertutupi oleh awan gelap dengan rentetan kilatan petir, Shota yang melihat hal tersebut langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan menjadi khawatir karena ia tau kalau itu bukanlah efek dari skil miliknya tetapi ia juga masih ragu kalau itu adalah kemampuan yang di gunakan oleh mael. Tak lama setelah kemunculan dari awan gelap itu ratusan halilintar bersamaan dengan rentetan kilatan petir yang menyambar ke segala arah mulai terlihat yang membuat kedua belah pihak menjadi bingung dan heran melihat hal tersebut karena mereka tau kalau kemampuan yang mereka miliki sama sekali satupun tak ada yang memiliki efek seperti itu bahkan kedua belah pihak pun langsung sama-sama menjadi sangat waspada karena takut kalau yang aktif itu bukanlah kemampuan ataupun skil milik salah satu dari mereka.


"A-apa itu? A-apa yang sebenarnya terjadi? bagaimana bisa ada begitu banyak kilatan petir dan halilintar yang bahkan menyambar ke segala arah? apakah ini adalah kekuatan dari mael? sungguh kekuatan yang sangat mengerikan." ucap Shota dengan perasaan cemas dan khawatir lalu langsung menghindari setiap sambaran yang mengarah padanya. Bukan hanya Shota saja yang merasa khawatir dan mencoba untuk menghindari rentetan sambaran petir dan halilintar itu tetapi familiar Shota dan mael juga mencoba untuk menghindari sambaran petir dan halilintar itu bahkan mereka juga sama cemasnya dengan Shota.


Shota mulai sedikit memahami sesuatu setelah mengamati cukup lama dan juga ia kini telah menyimpulkan sesuatu dan tengah mencoba untuk memastikan kesimpulannya itu apakah benar atau salah, "Seiryu, genbu terus coba untuk menghindari kilatan petir itu dan tak perlu terlalu waspada pada sambaran halilintar" ucap Shota sambil mengarahkan puluhan atau bahkan ratusan belati ke arah mael.

__ADS_1


"Gwarghhh!!! Arghh!!" Seiryu dan Genbu yang mendengar perkataan dari Shota langsung menuruti perkataannya itu dan tak terlalu memperdulikan sambaran dari halilintar dan hanya waspada sembari secara terus-menerus menghindari setiap sambaran kilatan petir yang mengarah pada mereka, mael yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan bingung tetapi ia juga tak tinggal diam secara perlahan di tangan kanan mael mulai muncul sebuah tombak dari kumpulan petir dan kegelapan dan ketika telah sepenuhnya terbentuk menjadi sebuah tombak, mael tanpa basa-basi kini langsung terbang ke arah Shota dengan niatan untuk menyerang Shota.


Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum sembari terus-menerus melancarkan serangan kepada mael tanpa sedikitpun khawatir ataupun takut karena ia yakin kalau kedua familiarnya itu akan melindungi dirinya dan menahan ataupun memperlambat pergerakan dari mael sembari dirinya menjauh sejauh mungkin agar tak terkena serangan mael, "Isss..... shaaa.. tehnik tombak petir, bentuk pertama tusukan" ucap mael sembari menarik nafas dalam dan dengan kecepatan tinggi mengayunkan dan menusuk tombaknya ke arah depan.


Shota dengan tenang dan ekpresi tersenyum di wajahnya mulai terbang menjauhi mael sembari melancarkan serangan menggunakan belati-belati miliknya itu, "TRING!! TANG! TING! TRING!" Suara benturan dan gesekan dari tombak milik mael yang mengenai belati-belati Shota langsung terdengar dan menghasilkan sebuah nada melodi yang indah tetapi tak hanya berhenti di sana saja, kedua familiar Shota juga ikut menyerang mael bahkan mereka tanpa ragu sedikitpun mulai menyerang mael menggunakan semua kekuatan yang mereka miliki.


Mael terhenti sejenak ketika menerima serangan penuh dari seiryu dan genbu tetapi sedikitpun ia tetap tak gentar malahan ia menjadi bertambah kuat dan marah karena ada yang mencoba untuk menghalangi jalannya untuk membunuh mangsanya, mael dengan perasaan marah dan kesal kini tengah mencoba untuk membunuh Shota tatapi karena di halangi oleh seiryu dan genbu secara mau tak mau ia harus menghabisi mereka berdua terlebih dahulu bahkan mael kini langsung menggunakan tehnik terkuat miliknya untuk menghabisi seiryu dan genbu.

__ADS_1


"Tehnik tombak petir bentuk ke-10 raungan naga petir!" ucap mael dengan tatapan dingin dan niatan untuk membunuh.


__ADS_2