The Heaven

The Heaven
047


__ADS_3

Ribuan jiwa tak berdosa mati begitu saja. Sebuah perang dan ketidakbecusaan seorang penguasa membuat rakyatnya menjadi sangat menderita. Hanya dalam satu malam, sesosok tak dikenal membumi hanguskan banyak kota dan membunuh ribuan jiwa tak berdosa.


Tidak peduli seberapa keras memkirkannya, semua itu tampak sia-sia. Sins yang saat ini tengah meratapi tindakannya, hanya bisa berharap agar semua orang bisa kembali ke surge. Sayangnya dia lupa, bahwa semua yang dilakukannya itu malah semakin membawannya tenggelam ke dalam kegelapan.


Kini, perang tak dapat lagi dihindarkan. Sebuah kerajaan melawan sebuah kota kecil. 50.000 prajurit dipaksa untuk melawan jutaan tantara kerajaan, yang mana sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menang. Namun, mereka diyakinkan oleh satu harapan, dan itu dilakukan hanya oleh satu wanita. Dia diagungkan, bahkan dipuja sebagai seorang saint bahkan dewi oleh mereka.


Puluhan ribu prajurit bersiaga di atas dinding banteng pertahanan terakhir, tentu saja busur mereka juga telah siap melepaskan anak panahnya. Anehnya, tak ada saru pun dari warga yang memilih untuk pergi dari sana. Mereka semua seolah telah bersiap untuk kemungkinan terburuk.


Sins yang sedari tadi terus memerhatikan situasi yang kian memanas, juga merasakan ketakutan dan beragam emosi yang ada disekitarnya. Akan tetapi, ia merasa telah melakukan semua hal yang memang harus dilakukannya. Ketika itu juga akhirnya Sins sadar, bahwasanya hamper seluruh pemain yang tersisa telah menerima nasib dan menjadi bagian dari dunia itu, seolah-olah mereka hidup dan lahir di dunia itu.

__ADS_1


Hmm, inilah yang terbaik, kan? Kuharap dengan demikian dunia ini akan hancur lebih cepat, batin Sins masih terpaut pada langit malam.


Apa semua ini masih bisa disebut permainan? Berapa banyak orang yang bermain dengan mempertaruhkan nyawa setiapharinya?


Semakin banyak saja tanya yang memenuhi kepala, tetapi tidak ada satu pun yang bisa dijawab oleh hatinya. Hanya sepersekian jam dari sekarang, pasukan kerajaan akan benar-benar mulai menyerang.


Tenda pasukan kerajaan—15 menit sebelum dimulainya perang


“Nona Hiyori, apa yang Anda lakukan di sini?”

__ADS_1


Penampilannya jauh berbeda dari saat bertemu dengan Sins di Kota Elfistia. Matanya sama seperti mata kanan Sins, memilik lambing malaikat di kedua sisinya. Terdapat sepasang tanduk dan sayap di tubuhnya, mirip seperti ras malaikat dan naga.


“Kenapa kalian belum ada yang bergerak?” tanya Hiyori sembari di bangku yang tersedia tepat di sebelah putra mahkota.


“Kami sedang menyusun rencana agar bisa memenangkan per—”


“Lama! Aku masih memiliki banyak urusan yang harus diselesaikan! Apa yang kalian takutkan? Pasukan mereka tak lebih dari 50.000 saja, sedangkan kita membawa ratusan ribu prajurit. Dengan jumlah itu saja, kalian seharusnya bisa meratakan wilayah itu dalam sekejap mata!” ketus Hiyori dengan sikap sombongnya.


“Ta-tapi—”

__ADS_1


“Haa … merepotkan! Mulai dari sekarang, akulah yang akan mengambil alih komandan dari seluruh pasukan. Jika di antara kalian ada yang menentang, dengan senang hati aku akan mengantar kalian bertemu dengan Tuhan!” titah Hiyori lekas ke luar dari sana.


Tentu saja ada begitu banyak orang yang tidak suka dengan sikap angkihnya, tetapi tidaka da satu pun dari mereka yang berani membantah apalagi melawannya. Bukan hanya perbedaan kekuatan yang terlalu jauh, tetapi Hiyori juga dikenal sebagai sosok yang haus akan darah.


__ADS_2