The Heaven

The Heaven
S2. CH 86. AWAL DARI SEBUAH PERPISAHAN ANTAR REKAN


__ADS_3

“Haa... merepotkan! Sepertinya sudah waktunya bagiku untuk mengakhiri semuanya” ucap Shota sambil tersenyum dan memegang dua buah pedang di tanganya yan secara tiba tiba telah berada tepat di belakang ketua dari sekelompok pk tersebut. Sesaat setelah Shota yang secara tiba tiba telah berada tepat di belakang ketua dari kelompok pk kecil itu di saat itu juga seluruh pk yang ada di sana langsung menghilang menjadi pecahan cahaya karena hp mereka telah turun ke bawah angka 0, alasannya adalah karena Shota sebelummya dengan kecepatan cahaya telah menghabisi dan mengikis habis seluruh hp milik pk yang ada di sana kecuali ketua mereka.


“M-mustahil! Apa yang sebenarnya telah terjadi? Siapa kau sebenarnya? Dan bagaimana bisa kau secara tiba tiba bisa berada tepat di belakang..... arghhh.... k-kau... tunggu saja pem....” ucap ketua dari para pk itu yang telah tertusuk oleh pedang Shota seketika sesaat ia tengah berbicara dan karena hal itu juga hp miliknya secara significant langsung turun dan akhirnya mencapai angka 0. Shota yang tanpa pandang bulu dan tanpa belas kasihan langsung menghabisi seluruh pemain yang ada di sana sambil secara perlahan berjalan. Mendekat ke arah lizardman kecil dan hanya bisa tersenyum seketika mengingat kata kata terakhir dari ketua pk tersebut. “Haa... maaf karena terlambat untuk membantumu dan maaf karena telah membiarkanmu terluka sampai seperti ini. Tetapi apa yang sebenarnya sampai membuat dirimu sampai rela berkorban hanya demi menyelamatkan orang seperti ku ini?” ucap Shota dengan ekpresi bingung dan langsung memberikan lizardman kecil itu potion dan di saat yang bersamaan Shota juga langsung menggendong lizardman kecil yang telah mau bertarung mati matian hanya untuk dirinya.


Shota langsung membawa lizardman kecil itu bersamanya dan secara perlahan mulai pergi ke tempat tujuannya, saat ini yang ada di fikiran Shota hanyalah satu hal yaitu ia ingin membuat lizardman yang telah membantu dirinya itu untuk menjadi sekuat mungkin agar tak ada lagi yang dapat membuatnya terluka sampai separah itu dan hal itu Shota lakukan hanya semata mata demi untuk membalas budi kepada lizardman kecil itu. Saat di tengah tengah perjalanan mereka dan setelah memakan wkatu yang cukup lama, akhirnya lizardman kecil itu sadar dan terbangun dari tidurnya dan betapa terkejutnya dirinya seketika ia membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah seorang manusia yang tengah mengendong dirinya.


Lizardman kecil itu karena saking terkejutnya bahkan langsung melompat dan langsung memasang posisi untuk bersiap siap bertarung melawan Shota yang ia kira adalah seorang pk yang sebelumnya ia hadapi dan berniat untuk menjual dirinya dengan harga tinggi, Shota yang melihat tingkah lucu dari lizardman itu hanya bisa tersenyum dan menatap lizardman kecil itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sementara itu lizardman kecil itu yang melihat dan menyadari kalau orang yang tengah menggendong dirinya tadi adalah Shota dan merupakan penyelamatnya langsung menjadi bertambah sangat terkejut dan secara spontan langsung menundukan kepalanya untuk meminta maaf kepada Shota karena hampir menyerang penyelamat nya.


Shota yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan hanya bisa tersenyum atau lebih tepatnya ia hanya bisa tertawa seketika melihat tingkah lucu dari lizardman kecil itu, “hahaha... santai saja. Tak perlu sesopan itu. Lagian yang seharusnya meminta maaf dan berterimakasih itu adalah diriku bukanya kamu, jadi angkat kepalamu” ucap Shota sambil tersenyum dan secara perlahan mulai berjalan menjauhi lozardman kecil itu untuk melanjutkan kembali perjalanannya.


Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat senang seketika mendengar perkataan dari Shota tetapi di sisi lain di saat yang bersamaan lizardman kecil itu juga menjadi sangat sedih ketika melihat Shota yang mulai pergi menjauh untuk melanjutkan perjalanannya tanpa mengajak dirinya, lizardman kecil yang malang itu dengan ekpresi dan perasaan yang amat sedih juga mulai melanjutkan perjalanannya tanpa tujuan dan tanpa sedikitpun semangat. Shota yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dan dengan senyuman lembut Shota berkata kepada lizardman kecil itu, “hei, apa yang kau lakukan? Kenapa kau berjalan ke arah yang salah? Cepat kemari, perjalanan kita masih panjang.”


Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari Shota dan bahkan ia sampai tak percaya dengan apa yang ia dengan barusan dan hanya berdiri sambil menatap Shota dengan penuh kebingungan, “haa.. merepotkan! Kenapa kau malah bengong dan diam saja di sana? Cepat kemari atau kalau tidak akan ku tinggalkan dirimu karena perjalan yang akan kita tempuh akan sangat panjang dan lama” ucap Shota sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat bahagia dan menjadi sangat senang bahkan sangking senangnya dirinya, lizardman kecil itu langsung berlari ke arah Shota lalu langsung melompat untuk memeluk Shota. Shota yang melihat hal tersebut dan menduga kalau lizardman kecil itu akan melakukan sesuatu yang menjengkelkan dengan kecepatan cahaya langsung menghindari lizardman kecil itu, “arghh... buk...” lizardman kecil itu langsung terperosok dan bahkan menghantam sebuah pohon karena Shota yang menghindar darinya seketika ia berniat untuk memeluk Shota.

__ADS_1


“Jangan melakukan hal yang menjengkelkan seperti itu, cepat berdiri kita masih harus melanjutkan perjalanan kita” ucap Shota sambil mengulurkan tangannya untuk membantu lizardman kecil itu untuk berdiri. Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat terharu seketika mendengar perkataan dan sikap yang di perlihatkan oleh Shota kepada dirinya dan bahkan karena saking terharunya, lizardman kecil itu sampai ingin menangis.


“Cih. Ku tinggalkan saja kau sendiri di sini!” ucap Shota yang menjadi sedikit risih dengan tingkah lebay dari lizardman kecil itu dan juga menjadi sedikit kebingungan dengan tingkah lizardman kecil itu. Shota yang menjadi risih dengan sikap lizardman yang ia anggap sedikit lebay itu langsung melanjutkan perjalanannya dan menyesal karena sebelumnya telah mengajak lizardman kecil itu untuk ikut dengan dirinya, sementara itu lizardman kecil itu dengan mata yang berpinar pinar dan perasaan senang langsung berdiri dan mengikuti Shota dari belakang.


Tak selang beberapa saat setelah lizardman kecil itu terus mengikuti Shota, secara tiba tiba muncul sebuah notifikasi pemberitahuan di layar Shota yang menyuruhnya untuk memutuskan apa ia akan mengajak lizardman itu untuk membentuk sebuah party bersama dirinya dan menyuruh Shota agar memberikan sebuah nama pada lizardman kecil itu.


SISTEM :


MONSTER LIZARDMAN INGIN BERGABUNG KE DALAM PARTY PEMAIN. APAKAH PEMAIN BERSEDIA MENERIMA PERMINTAAN DARI MONSTER LIZARMAN?


SISTEM :


BERIKAN NAMA UNTUK FAMILIAR PEMAIN.


NAMA : ??

__ADS_1


Shota memutuskan untuk menerima lizardman kecil itu untuk bergabung menjadi anggota partynya dan memberikan lizardman kecil itu sebuah nama SALAMANDER. Lizardman kecil itu atau yang sekarang namanya adalah salamander langsung menjadi sangat gembira seketika Shota memberikan nama pada dirinya dan memperbolehkan dirinya untuk menjadi salah satu anggota party sekaligus menjadi familiarnya, sementara itu Shota hanya bisa tersenyum dan menghela nafas dalam seketika melihat ekpresi bahagia dari lizardman kecil itu dan dari saat itupun juga mereka mulai berpetualang bersama hingga suatu hari mereka harus menghadapi situasi di mana salamander harus membuat keputusan yang amat sangat sulit yaitu harus memilih rasnya atau tuan sekaligus teman seperjuangan yang telah membuatnya menjadi sangat kuat.


Salamander di sudutkan oleh sebuah pilihan yang sangat sulit yaitu jika ia memilih rasnya secara otomatis ia harus berpisa dengan Shota tetapi jika ia memilih Shota otomatis seluruh rasnya mungkin akan menghilang dalam sekejap karena di serang oleh ras monster yang jauh lebih kuat dari mereka. Bukan hanya salamander saja yang merasa bimbang dan bingung untuk mengambil keputusan, tetapi Shota pun ikut merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh salamander bahwa ia tak ingin kehilangan rekan sekaligus teman yang dapat di percaya sepenuhnya oleh dirinya.


Saat ini mereka berdua tengah duduk di sebuah batu karang yang berada tepat di pesisir pantai sambil menatap bulan dan langit malam yang dengan indahnya di hiasi oleh gemerlapnya cahaya bintang sambil melakukan sebuah perbicangan antar seorang pria sekaligus rekan dan teman.


“Hei, kadal! Sepertinya lebih baik dirimu tinggal dan menetap saja di sini sebagai kepala suku selanjutnya! Sepertinya dengan terus berada di sini dirimu bisa mendapatkan kebahagian dan tak perlu lagi membahayakan dirimu seperti sebelumnya. Lagian sepertinya tempat ini sangat aman dan damai, jadi cocok untuk dirimu” ucap Shota sambil tersenyum dan menatap indahnya cahaya bulan malam yang berada di langit.


“Hahaha.... sepertinya apa yang dirimu katakan itu benar! Mungkin aku lebih cocok hidup di sini, lagian hidup sepeti ini tak terlalu membosankan” ucap salamander sambil tertawa keras.


Di saat Shota dan salamander tengah melakukan sebuah perbincangan yang sangat mengasyikan secara tiba tiba terdengar sebuah suara ledakan yang berasal dari tempat tinggal ras lizardman dan tak lama setelah terdengar suara ledakan itu, secara perlahan terlihat seekor lizardman yang berlari dengan sekuat tenaga ke arah Shota dan salamander. Tubuh lizardman itu di penuhi oleh luka dan darah serta di belakangnya terdapat 30 orc dan ogre yang tengah mengejar lizardman itu, salamander dan Shota yang melihat hal tersebut pada awalnya menjadi sangat terkejut dan bahkan mereka merasa ada yang aneh dan salah seketika melihat kemunculan dari orc dan ogre yang tengah mengejar sambil mencoba untuk membunuh lizardman itu.


Shota yang menyadari kalau lizardman itu tengah dalam bahaya dengan kecepatan cahaya langsung melesat ke arah lizardman itu dengan tujuan untuk menyelamatkan dirinya dan membunuh seluruh orc dan ogre yang mencoba untuk membunuh lizardman itu, “tangkap ini kadal” ucap Shota sambil melemparkan lizardman itu ke arah salamander.


Setelah melemparkan lizardman itu ke arah salamander, Shota langsung menghindari serangan yang di lancarkan oleh seluruh kawanan orc dan ogre itu dan sambil tersenyum Shota menantang seluruh kawanan orc dan ogre itu dengan tujuan agar mereka mau untuk menyerang dirinya dan Shota melakukan hal itu dengan sikap dan ekpresi meremehkan bahkan merendahkan mereka.

__ADS_1


__ADS_2