The Heaven

The Heaven
S2. CH 126. WAKTU ³


__ADS_3

Suara petikan dari harpa mulai terdengar dan melodi indah mulai di mainkan bahkan keindahan dari melodi itu sanggup membuat semua orang yang ada di sana berhenti untuk bertarung walau sejenak dan merelaksasikan tubuh dan pikiran mereka tetapi di saat mereka mengendurkan penjagaan mereka malaikat yang membawa sabit besar itu mulai memainkan perannya, ia dengan kecepatan tinggi langsung melesat ke arah mael dengan tujuan untuk mengambil nyawanya yang di iringi oleh kemunculan sebuah meteor yang sangat besar yang secara perlahan muncul dari langit dan mendekat ke arah mereka.


Satupun dari mereka kecuali Shota tak ada yang menyadari kemunculan dari meteor tersebut padahal meteor itu memiliki ukuran yang sangat besar dan bisa terlihat dari jarak yang sangat jauh tetapi mereka sama sekali tak menyadarinya hal itu di sebabkan dari effeck skil milik Shota dan suara petikan melodi indah dari harpa yang di mainkan oleh salah satu dari dua malaikat yang ada di sana. "Yosh! sepertinya akan berhasil, dengan begini aku bisa mengulur waktu sedikit lebih lama lagi tetapi kenapa semua familiarku juga ikut terkena dari effeck skil ini? aneh! Haa... terserahlah! yang penting aku dapat mengalahkan mahluk jelek satu ini dan merubah mereka ketingkatan yang lebih tinggi lagi dari sebelumnya walaupun aku harus mengorbankan lebih dari setengah mp milikku tapi tak apa ku rasa itu balasan yang setimpal" ucap Shota.

__ADS_1


Sementara salah satu dari dua malaikat itu tengah memainkan melodi indah dengan alat musik harpa, malaikat yang satunya lagi kini tengah sibuk menyerang setiap monster yang ia lihat yang ia anggap sebagai musuh bahkan malaikat itu sampai-sampai menyerang ketiga mahluk panggilan Shota atau lebih tepatnya menyerang raven, ware heyna dan demon herder yang saat itu juga ikut terkena efek dari skil dari melodi indah yang di mainkan oleh malaikat yang membawa harpa. Shota langsung menjadi sangat terkejut dan tak percaya seketika melihat kalau malaikat yang muncul akibat dari effeck skilnya itu juga ikut menyerang familiar miliknya bahkan tak segan-segan untuk menghabisi mereka tetapi beruntung mereka bisa di pulihkan kembali dengan menguras mana Shota tetapi sayangnya regenerasi mereka tak cukup cepat seperti damage yang di hasilkan oleh serangan yang di lancarkan oleh malaikat itu bahkan Shota menjadi tak percaya dengan kekuatan dan damage yang di hasilkan oleh malaikat miliknya itu.


"Kekeke..." Suara tawa dari malaikat yang membawa sabit besar itu seketika itu juga langsung membuat Shota menjadi sedikit takut dan merinding bahkan saking ngerinya seolah-olah suara tawa itu menusuk hingga masuk ke dalam kepala Shota, "A-apa-apaan dengan semua ini? ada apa sebenarnya dengan tehnik ku yang satu ini? apakah ini adalah effeck negatif dari kemampuan milikku yang satu ini? tidak! seharusnya tidak seperti ini! sebelumnya tak pernah sekalipun aku mengalami hal seperti ini! sialan! sialan! berfikir! berfikir! A-apa mungkin? sialan! percuma saja jika aku hanya mengambil kesimpulan seperti ini lebih baik ku coba langsung saja! element es, ice dragon! element api, phoenix! invisible" ucap Shota dengan ekpresi bingung sembari memasukkan dua buah kartu kekuatan lainnya dalam slot dek yang ada di belati miliknya itu.

__ADS_1


"Final attack, the devil's gate! Final attack, blood claws!" Setelah mengaktifkan kedua kartu kekuatan miliknya itu secara perlahan tubuh Shota mulai menghilang dan menjadi transparan akibat dari efek skil invisible yang sebelumnya telah ia aktifkan dan di saat yang bersamaan suara kicauan burung dan suara raungan harimau terdengar dengan sangat jelas lalu secara perlahan mulai menjadi semakin jelas dan keras hingga pada akhirnya mulai terlihat perwujudan mereka. Suara itu berasal dari suzaku dan byako yang datang dari arah selatan dan dengan cepat kini tengah menuju ke tempatnya Shota tetapi karena Shota memberikan perintah kepada mereka berdua untuk melindungi seiryu dan genbu yang kini tengah mencoba untuk berevolusi mereka berdua langsung pergi ke arah seiryu dan genbu serta langsung melindungi mereka sembari menyerang mael.


Beberapa menit telah berlalu dan akhirnya efek dari skil nada kematian kini telah menghilang dan membuat semuanya kembali normal tetapi semua itu belum berhenti sampai di sana tetapi teror yang sebenarnya baru saja di mulai, meteor yang sebelumnya telah di panggil oleh Shota ternyata memiliki ukuran yang jauh lebih besar di bandingkan dengan perkiraannya dan jauh lebih besar dari pada meteor yang pernah ia panggil sebelumnya. Meteor itu semakin lama semakin mendekat dan Shota yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan bahkan tak bisa bergerak karena saking terkejutnya dirinya itu tetapi akibat dari suara raungan dari seiryu dan byako yang telah selesai berevolusi, Shota langsung tersadar dan menyuruh semua familiarnya itu untuk mundur menjauh sejauh mungkin dan terbang ke langit setinggi mungkin karena ia tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


Sementara itu mael yang juga melihat dan menyadari kemunculan dari meteor itu langsung berniat untuk kabur dan menjauh dari sana tetapi dirinya saat ini tak bisa bergerak karena seluruh tubuhnya dan naga petir miliknya itu kini telah terikat oleh sebuah tanaman berduri dan telah membeku menjadi gumpalan es yang di akibatkan dari efek skil milik Shota yaitu FREZING dan AKAR BERDUIRI. "Hehehe.. mau kabur? tidak semudah itu ferguso! bagaimana kalau ku kasih sedikit hadiah untuk kalian? Sihir waktu, speed up" ucap Shota sambil tersenyum.


Batu meteor itu bergerak semakin cepat ketika Shota mengaktifkan skil speed up miliknya bahkan sampai membuat mael menjadi bertambah ketakutan dan khawatir karena melihat betapa besarnya batu meteor itu, mael terus mencoba untuk melepaskan diri dan menghancurkan ataupun melelehkan es yang kini tengah membekukan dirinya dan membuat dirinya tak bisa bergerak tetapi sayangnya setiap kali ia mencoba untuk melelehkan es itu malah semakin keras dan semakin sulit untuk di lelehkan bahkan es yang telah mencari langsung kembali pulih seketika itu juga.

__ADS_1


__ADS_2