
"Ha.. ha... ha... semoga saja masih sempat! secepat mungkin aku haru segera sampai di sana, kumohon. ku mohon, tepat waktulah!! ehh!! a-apa yang telah terjadi? kenapa kalian semua terluka? hei, bukankah kau adalah wanita yang di sukai oleh salamander? apa yang kau lakukan? kenapa kau membunuh seluruh teman temanmu? hei, jawab aku brengsek! akan ku habisi kalian semua. fate-determining weapon bentuk ke-empat death rain!" ucap Shota dengan perasaan marah yang sangat kuat dan dalam seketika melihat teman temannya mati terbunuh dan mengetahui kalau wanita yang selama ini di sukai oleh salamander ternyata malah berhianat dan memihak musuh.
"K-kau? b-bagaiamana kau bisa sampai kemari secepat ini? bukankah kau saat ini tengah bersama salamander?" ucap lizardman wanita itu yang langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kemunculan Shota.
"Khe.. khe.. khe.. siapa manusia bodoh ini? kenapa ia ada di sini dan bagaimana caranya dirinya bisa sampai hingga ke sini? terserahlah, aku akan memakannya saja. lagian sudah lama aku tak mencicipi daging manusia" ucap salah satu orc yang ada di sana yang melihat kemunculan Shota. Orc itu dengan cepat langsung berlari ke arah Shota sambil tertawa dengan tujuan untuk memangsa Shota secara hidup hidup, bukan hanya satu orc saja yang saat ini tengah mencoba untuk melahap Shota tetapi seluruh orc dan ogre yang ada di sana langsung berebut untuk memangsa daging Shota secara hidup hidup karena mereka semua telah lama tak memangsa daging manusia.
"T-tunggu! berhenti! dia bukanlah tandingan kalian! cepat segera menyingkir dari sana" ucap salamander wanita itu sambil menyuruh seluruh orc dan ogre yang tengah berusaha untuk memangsa Shota itu untuk segera lari sejauh mungkin dari sana. Seluruh kawanan orc dan ogre yang ada di sana tak ada satupun yang mau mendengarkan perkataan dari lizardman wanita itu dan hanya menganggap kalau wanita itu terlalu takut untuk menghadapi manusia lemah yang saat ini tengah berada di hadapan mereka, di sisi lain di sebelah lizardman wanita itu tengah berdiri ketua dari ras ogre dan sembari menatap Shota ia menanyakan tentang maksud dari perkataan dari lizardman wanita itu sebelumnya. "Terlambat! mereka sudah tak mungkin dapat di selamatkan! sebaiknya jika kau tak ingin mati, lebih baik sekarang kau bersembunyi di suatu tempat dan jangan sampai bertemu apalagi bertarung dengan manusia itu" ucap lizardman wanita itu sambil langsung berlari dan bersembunyi di balik sebuah bongkahan batu besar agar terhindar dari serangan yang akan di lancarkan oleh Shota.
"Bodoh! death rain" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menciptakan ratusan pedang secara terus menerus di langit yang dengan cepat langsung menghujani seluruh tubuh mereka dengan belati yang seketika itu juga langsung membuat seluruh monster yang ada di sana menerima damage yang sangat besar serta menerima luka yang sangat fatal. Shota secara terus menerus langsung menciptakan ratusan belati dan secara terus menerus menjatuhkan ratusan belati itu secara bersamaan tepat di atas kawanan para monster orc dan ogre itu yang bahkan sampai menciptakan sebuah hujan yang murni hanya menjatuhkan belati, suara teriak kematian dan percikan darah terus menerus terdengar dan mengalir dengan sangat deras dan hanya dalam beberapa menit saja Shota telah menghabisis seluruh kawanan monster orc dan ogre itu yang menciptakan sebuah genangan darah yang cukup dalam dan besar.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama bagi Shota untuk mengeksekusi seluruh orc dan ogre yang ada di sana bahkan ketua dari para orc dan ogre itupun tak berdaya di hadapan Shota, "Baiklah, sekarang hanya tinggal si penghianat saja! cepat lah keluar, sebelum ku hancurkan seluruh tubuhmu menjadi berkeping keping" ucap Shota dengan perasaan marah sambil secara perlahan mulai mendekat ke tempat persembunyian lizardman wanita tersebut.
Lizardman wanita itu langsung menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat ketakutan seketika mendengar perkataan dari Shota dan melihat sebuah genangan darah yang sangat banyak bahkan sudah cukup untuk dapat di rendami oleh satu orang dewasa di tambah melihat banyaknya tumpukan mayat yang telah di bunuh oleh Shota dengan sangat mudah bahkan tak perlu memakan waktu yang lama. Sementara itu Shota sambil terus berjalan mendekati tempat persembunyian lizardman wanita itu mengatakan kalau ia memberikan waktu 10 detik bagi lizardman wanita itu untuk segera keluar dari tempat persembunyiannya itu jika ia masih menginginkan seluruh tubuhnya utuh, Shota sambil terus berjalan mendekati tempat persembunyian lizardman wanita itu sambil menggenggam 2 bilah pedang di tangannya dan terus mulai menghitung mundur waktu yang ia berikan agar lizardman wanita itu mau keluar dengan sendirinya dari tempat persembunyiannya itu.
Pada saat hingungan ke 8 dan hanya tinggal 2 detik tersisa akhirnya lizardman wanita itu mau secara sukarela keluar dari tempat persembunyiannya itu dan sambil menangis ia langsung meminta maaf kepada Shota dan memohon belas kasihnya agar ia tak menbunuh dirinya karena ia memiliki alasan yang kuat untuk melakukan hal tersebut, "Begitu ya? hahaha.... tapi sayangnya aku juga memiliki alasan yang kuat untuk menghabisimu bahkan jika kau telah menyesali semuanya aku tak akan pernah memaafkan mu, bahkan jika alasannya adalah demi desa dan rasmu. silahkan saja kau sesali semua perbuatanmu di neraka! sayonara" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menusuk tubuh lizardman wanita itu dengan pedang miliknya yang membuat tubuh Shota terkena percikan darah dari lizard man wanita tersebut.
"Arkhh!!!" Lizards man wanita itu langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau di tubuhnya telah tertancap sebuah pedang dan telah mengeluarkan darah yang memiliki warna yang sangat merah, "Maafff..." Tepat sesaat sebelum lizards man wanita itu meninggal, ia masih sempat untuk mengucapkan permohonan maaf dan bahkan ia mati dengan senyuman di wajahnya.
Shota menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau salamander tiba lebih cepat dari apa yang telah ia perkirakan dan melihat ekpresi dari salamander yang mengira kalau dirinya lah yang telah menghabisi seluruh teman-temannya dan menghabisi wanita yang ia cintai. "Haa.. sialan! apa aku benar-benar harus melakukannya? sudahlah, tak apa! lebih baik dia menyalahkan dan benci kepadaku dari pada harus menanggung semuanya sendirian" ucap Shota dalam hati karena ia telah memutuskan kalau dirinya mulai sekarang akan berperan sebagai seorang penjahat yang kejam yang telah menghabisi seluruh ras temannya.
__ADS_1
"Jawab aku Shota! jawab!" ucap salamander sambil menangis dengan keras dan menatap Shota dan berharap kalau apa yang ia fikirkan itu bukanlah kebenarannya.
"Hahahha...... aku tau kalau kau itu bodoh! tetapi aku tak menyangka kalau kau itu sebodoh ini! bukankah hanya dengan melihatnya saja sudah jelas? hahaha... tepat seperti apa yang kau fikirkan, aku lah yang telah menghabisi mereka semua" ucap Shota sambil menarik keluar pedang miliknya dari tubuh yun dan langsung menjilat darah yang ada di pedangnya itu.
"Kenapa? kenapa? kenapa kau membunuh mereka? apa yang mereka lakukan padamu sampai-sampai kau melakukan hal sekejam ini kepada mereka semua? jawab aku brengsek!" ucap salamander sambil menarik keluar tombak miliknya dan menatap Shota dengan penuh kebencian.
"Kenapa? entahlah? aku pun juga tak tau! mungkin karena aku hanya ingin melakukan hal ini pada mereka semua... hahaha" ucap Shota sambil tertawa keras dan berekting kalau semua itu adalah perbuatan dan salahnya.
"Brengsek! akan ku bunuh kau! haaa........ matilah" ucap salamander dengan perasaan yang di penuhi oleh kebencian dan langsung menyerang Shota. Shota sambil tersenyum langsung menghindari dan menahan semua serangan yang di lancarkan oleh salamander dengan sangat mudah bahkan ia sampai tak perlu mengeluarkan tenaga sedikitpun, salamander terus menerus menyerang Shota dengan seluruh kekuatan yang ia miliki dan dengan penuh kebencian di setiap serangan yang ia lancarkan.
__ADS_1
"Haa.. merepotkan! hanya dengan kemampuanmu yang segini kau ingin mengalahkanku? jangan bercanda! apa kau benar-benar telah meremehkan kekuatannku ya?" ucap Shota dan langsung menyerang salamander secara bertubi tubi hingga membuat dirinya jatuh hingga tak sadarkan diri. Setelah menghajar salamander hingga pingsan, Shota langsung menggunakan seluruh kemampuan penyembuh miliknya untuk menyelamatkan dan menyembuhkan luka luka semua orang yang masih selamat kecuali ras orc dan ogre. "Element cahaya healt. element cahaya, cahaya suci malaikat." ucap Shota sambil tersenyum dan langsung mengaktifkan seluruh skil penyembuh miliknya.
Setelah selesai menyembuhkan dan menyelamatkan semua lizards man yang masih bisa di selamatkan, Shota langsung menatap salamander dan meminta maaf kepada dirinya karena telah berbohong kepadanya sambil meneteskan air mata. "Selamat tinggal!" ucap Shota dan langsung pergi dari sana.