The Heaven

The Heaven
S2. CH 150. APAKAH INI NYATA?


__ADS_3

"Ohh.... ayolah! dari sekian banyak jenis monster yang ada di dalam permainan ini, kenapa aku harus menghadapi monster yang sangat menjijikan dan menyebalkan ini? sialan! sialan! akan ku habisi orang yang telah menciptakan tempat ini dan membuatku harus menghadapi hewan yang paling tak ingin ku lihat ini" ucap Shota dengan perasaan kesal dan marah.


Kawanan monster kill dog yang berjumlah sekitar 40 ekor itu langsung berlari ke arah Shota dengan tujuan untuk memangsa dirinya dan terus bertambah untuk setiap 5 detiknya, Shota yang melihat sambutan hangat dari kawanan kill dog itu hanya bisa menghela nafas dalam lalu dengan perasaan kesal dan marah bahkan Shota secara tak sadar sampai mengeluarkan aura kebencian dan membunuh yang sangat kuat dan mencekam yang kemudian sampai membuat semua kawanan monster kill dog itu langsung merasa sangat ketakutan seketika merasakan pancaran aura yang di keluarkan oleh Shota.


"Ada apa? kenapa kalian berhenti di sana? bukankah kalian berniat untuk memangsa diriku? majulah, biar ku habisi kalian semua. dasar monster-monster yang sangat menjijikkan!" ucap Shota dengan perasaan kesal dan marah.


Ketika Shota baru saja berjalan beberapa langkah, seluruh kawanan monster kill dog yang merasakan pancaran aura kebencian dan niat membunuh yang sangat kuat yang di keluarkan dari tubuh Shota semuanya langsung menjadi sangat ketakutan dan mundur menjauh dari sana. Shota yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dan menjadi bertambah kesal karena mengingat semua yang terjadi dan bagaimana imutnya mereka sebelum menjadi monster yang sangat mengerikan dan menjijikan seperti sekarang.


Di saat semua kawanan kill dog itu semuanya mundur dan pergi menjauhi Shota, ada seekor kill dog yang malah berlari ke arah Shota dengan tujuan untuk memangsa dirinya ; Shota yang melihat hal tersebut langsung tersenyum lalu tanpa basa-basi dan belas kasihan dirinya langsung menembak kepala kill dog itu dan membuat beberapa lubang di kepalanya yang seketika itu juga langsung membuat hp miliknya turun ke bawah angka 0. Setelah membunuh salah satu dari kawanan kill dog itu Shota dengan wajah tersenyum yang terlihat begitu mengerikan dengan cepat langsung menembak seluruh kawanan kill dog yang ia lihat dan bahkan langsung menembak dan membunuh kill dog yang baru saja muncul di area tersebut dan ketika telah waktu telah berjalan cukup lama, muncul sebuah kill dog yang berbeda dengan yang lainnya.


Kill Dog itu memiliki tubuh yang jauh lebih besar dan penampilan yang jauh lebih mengerikan dari semua kill dog yang ada di sana, Shota yang melihat kemunculan dari kill dog yang terakhir itu langsung menjadi bertambah sangat kesal bahkan saat ini dirinya sudah tak dapat lagi menahan ataupun membendung amarah dan kebenciannya kepada monster kill dog terlebih lagi kali ini muncul kill dog yang jauh lebih menjijikan dari yang lainnya.


"Milky Shot!" Ucap Shota dengan kebencian penuh kepada kill dog terakhir itu dan langsung menembakkan pistol miliknya tepat ke arah kill dog itu sesaat setelah ia baru saja muncul dan berniat untuk berlari ke arah Shota.


Setelah Shota baru saja selesai menghabisi monster kill dog yang terakhir itu, secara cepat dan tiba-tiba seluruh area yang ada di sekitanya kini langsung berubah lagi dan kali ini ia berada di sebuah tempat yang sangat gelap dan di sekitarnya di penuhi oleh pepohonan yang mati lalu tepat di hadapan Shota terdapat sebuah rumah yang terlihat begitu mengerikan. Shota tanpa fikir panjang secara perlahan langsung berjalan untuk masuk ke dalam rumah tersebut dan ketika ia baru saja melangkahkan kakinya di gerbang masuk dari rumah yang sangat mengerikan itu, secara tiba-tiba suara auman yang sangat keras muncul dan memekikkan telinganya.


Shota sontak menjadi sedikit terkejut dan merasa sedikit kebingungan dengan suara auman itu karena ia kurang yakin kalau itu adalah suara dari auman seekor monster ataupun manusia tetapi ia juga tak tau sebenarnya suara auman apa itu, Shota yang semakin merasa sangat penasaran itupun tanpa fikir panjang langsung berjalan memasuki rumah tersebut dan semakin ia masuk lebih dalam semakin mengerikan juga penampilan dan aura yang di pancarkan dan di perlihatkan oleh rumah tersebut. "Hmmm.... menarik! monster seperti apakah yang akan muncul kali ini? semoga saja monster yang cukup kuat yang bisa membuatku merasa terhibur" ucap Shota sembari tersenyum.


Shota lalu langsung merubah bentuk senjata miliknya itu ke bentuk kedua yaitu pedang kembar, Shota yang pada awalnya tak menyadari kalau skil darkness miliknya secara otomatis kini telah aktif dan tak menyadari kalau benda berwarna hitam pekat itu kini muncul kembali padahal hari saat itu sepertinya masih siang dan masih sangat lama hingga malam tiba ; tetapi ketika melihat kedua bilah pedangnya telah di selimuti oleh hawa gelap itu dan bahkan ketika melihat kalau saat ini penampilannya kini telah seperti penampilannya ketika menggunakan skill darkness pada waktu tengah malam secara spontan Shota langsung berteriak karena terkejut dan bingung dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Di saat Shota tengah memikirkan tentang kabut hitam yang menyelimuti tubuhnya itu secara perlahan muncul sebuah harimau putih dengan ukuran yang cukup besar yang kini tengah memantau Shota, Shota menjadikan sedikit terkejut ketika melihat kemunculan dari harimau putih itu dan dengan tenang Shota langsung memasang posisi untuk bertarung sembari mengamati sekitarnya karena ia takut kalau bukan hanya ada satu ekor saja monster harimau putih. "Arrrgg.. ada apa? apa yang kau lihat dan waspadai? tenang saja, di sini hanya ada aku seorang! tak ada yang berani datang ke sini dan juga ini adalah momen yang sangat langka karena sangat jarang aku bisa melihat manusia datang kemari" ucap harimau putih itu sembari berjalan mengelilingi Shota.


Shota merasa sangat terkejut ketika mengetahui kalau monster harimau putih yang saat ini tengah berada tepat di hadapannya itu dapat berbicara bahasa manusia dengan sangat lancar, "Tak perlu setakut dan seterkejut itu, aku ini hanyalah seekor harimau putih biasa. berbeda dengan harimau putih yang ada di dalam tubuh mu itu yang bisa dirimu panggil kapan saja, benarkan tuan byako?" ucap harimau putih itu sembari memberikan penghormatan.


Shota menjadi semakin terkejut dan bingung dengan apa yang di bicarakan oleh harimau putih itu dan tentang bagaimana dirinya bisa mengetahui kalau Shota bisa memanggil keluar salah satu dari 4 penjaga mata angin yaitu byako sang harimau putih. "Hmm.... ternyata kau mengetahui diriku ya? ku puji dirimu!" ucap byako yang secara perlahan dan tiba-tiba muncul di hadapan Shota.


"A-ada apa ini sebenarnya? kenapa bisa hewan ini muncul? dan kenapa mereka bisa berbicara dan berfikir layaknya seperti seorang manusia? apa yang sebenarnya tengah terjadi di sini?" ucap Shota dengan perasaan yang sangat kebingungan dan terkejut ketika melihat semua ini.


"Tak perlu khawatir, tunggulah di luar sebentar karena ada hal yang ingin ku bicarakan kepadanya" ucap byako.


Shota yang sedikitpun saja tak mengerti dengan apa yang sebenarnya baru saja terjadi dengan perasaan bingung dan fikir panjang langsung menuruti perkataan dari byako dan secara perlahan mulai pergi meninggalkan tempat tersebut dan menunggu di luar sesuai dengan apa yang di katakan oleh byako. Ketika telah berada di luar Shota menjadi sangat kebingungan dan bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ini dan mengapa familiar miliknya itu dapat berfikir sendiri dan bahkan berbicara selayaknya seorang manusia ataupun bertindak sesuai keinginannya, tetapi setelah Shota memikirkan hal itu secara matang dan tenang ia menyadari sesuatu yaitu bahwa ke-4 familiar miliknya itu memang terkadang sering bertindak dan bahkan memiliki kemampuan yang tak di ketahui oleh dirinya ataupun melakukan sesuatu tanpa di perintah olehnya.


Shota langsung mencoba untuk keluar dari dalam air untuk mengambil nafas dan bertarung di udara tetapi entah kenapa semakin dirinya mencoba untuk keluar dari dalam air itu rasanya malah semakin jauh diirinya dari udara dan semakin dalam dirinya menyelam yang membuat Shota menjadi sangat kebingungan sekaligus panik bahkan saat ini dirinya sudah hampir mencapai batasnya, di saat Shota hampir saja mati tenggelam karena kehabisan napas dan tak memiliki kemampuan untuk bertarung di dalam air secara perlahan genbu muncul dan langsung melakukan sesuatu kepada Shota yang membuat dirinya pada akhirnya dapat bernafas di dalam air selayaknya tengah berada di udara.


Kali ini Shota semakin menjadi bingung dan penasaran tentang apa yang sebenarnya tengah terjadi dan kenapa saat ini rasanya semuanya begitu nyata dan bagaimana caranya genbu bisa muncul tanpa ia panggil, saat Shota tengah memikirkan hal tersebut ; genbu dengan santainya mengatakan kepada Shota agar bersiap untuk bertarung karena mereka kedatangan tamu. "Tamu? apa maksudmu? lalu apa yang sebenarnya tengah terjadi di sini? kenapa semuanya begitu membingungkan dan terasa begitu nyata?" ucap Shota dengan perasaan bingung sekaligus penasaran.


"Datang!"


"Apa yang datang? apa yang kamu maksud? jelaskan padaku apa yang sebenarnya tengah terjadi dan sebenarnya tengah berada di dama diriku ini?"

__ADS_1


Genbu tak memperdulikan apa yang di katakan oleh Shota dan dirinya secara perlahan mulai membuka mulutnya sementara itu ular yang ada di tubuhnya dan bersama dirinya itu mulai memisahkan dirinya lalu dengan kecepatan tinggi langsung pergi, sementara itu kura-kura itu langsung menembakkan sesuatu dari dalam mulutnya yang seketika itu juga membuat sebuah gelombang kejut dengan daya hancur yang cukup kuat yang tercipta dari air.


Setelah genbu selesai menembakkan gelombang kejut itu secara tiba-tiba semuanya kembali berubah dan bahkan kali ini dirinya di pindahkan ke suatu tempat yang sangat hijau dan tenang, "Yo, bagaimana? apa perjalananmu terasa menyenangkan? aku tak mengira jika kamu akan datang kemari jauh lebih cepat dari apa yang ku bayangkan! selamat datang di wilayahku! ku rasa kamu sudah tau siapa diriku, tapi izinkan agar aku memperkenalkan diriku sekali lagi secara langsung. aku adalah penjaga dari gerbang angin timur, seiryu sang naga suci! bagaimana, apakah pemandangan di sini indah? silahkan nikmati semua ini karena kamu hanya akan berada di sini hanya beberapa menit saja" ucap seiryu.


"Harimau, kura-kura ular, sekarang naga apa mungkin setelah ini?" ucap Shota


Secara tiba-tiba semuanya berubah lagi dan kali ini dirinya berada di sebuah tempat yang di penuhi oleh kobaran api dan gunung berapi yang sangat aktif lalu di langit kini tengah bertarung seekor burung phoenix dan seekor monster yang tak ia kenali sama sekali.


"Haa.... aku benci dengan pemikiran ku ini karena semua yang ku fikirkan semuanya pasti menjadi kenyataan tetapi kenapa hanya pada hal yang jelek dan merepotkan seperti ini saja sih?" ucap Shota.


Selang beberapa menit kemudian semuanya menjadi sangat gelap dan bahkan dirinya sampai tak bisa melihat apapun lalu secara tiba-tiba dirinya berada di sebuah tempat yang sangat mengerikan dan terdapat sebuah monster iblis yang sangat besar tengah berdiri dan menatap Shota dengan niatan dan tatapan membunuh, "Haaa.. kali ini apa lagi? apa diriku tak bisa tenang waaaa....e-ehhhh!!!! apa-apaan itu? apa mungkin kali ini aku benar-benar harus bertarung? T-tunggu sebentar, apa ini? darah? mustahil! bagaimana mungkin tubuhku bisa berdarah, bukankah ini hanyalah sebuah permainan?" ucap Shota dengan perasaan bingung dan takut ketika kalau di tubuhnya yang terkena percikan batu yang cukup tajam langsung mengeluarkan darah.


Shota masih saja tak percaya jika di tubuhnya kini mengeluarkan darah, lalu dengan cepat ia mencoba untuk memeriksa status miliknya tetapi anehnya statusnya tak muncul-muncul yang membuat dirinya semakin takut dan bingung serta khawatir. "Mustahil!m mustahil! mustahil! mustahil! apa yang sebenarnya tengah terjadi? ada apa dengan semua ini? lalu apa-apaan dengan monster yang sangat mengerikan itu? senjata? tunggu sebentar, biar ku pastikan sesuatu!"


"Dorr!! dorr! dorr!"


"Arhhhhh.... sakit! sakit! rasa sakit ini benar-benar nyata. bukankah ini hanya sebuah permainan tetapi kenapa bisa rasa sakit ini begitu terasa nyata? apa yang sebenarnya tengah terjadi! sialan! kenapa darahnya tak berhenti mengalir? sialan! sialan! sakit! sakit! rasanya benar-benar sakit!"


Shota yang tak percaya dan bingung dengan apa yang saat ini tengah terjadi langsung mengambil sebuah keputusan yang sangat gegabah ketika melihat pistol di tangannya itu lalu tanpa fikir panjang ia langsung menembakkan beberapa peluru ke tangan kirinya yang seketika itu juga membuat luka di tangannya itu.

__ADS_1


__ADS_2