
"Wareheyna, Belphegor, Satan, Beelzebub, Leviathan, Asmodeus, Mammon, Lucifer". Shota sedikit terkejut ketika mengetahui kalau senjatanya dapat mengeluarkan suara dan di saat yang bersamaan ia menjadi sangat kagum sampai tak bisa berkata kata dan sangat bersemangat sampai matanya mengeluarkan kemilauan cahaya.
"Keren". Shota terpukau.
Sementara itu di sisi lain, di saat yang bersamaan di luar dungeon run semua pemain sudah hampir menyerah dan hanya ada beberapa pemain yang masih berniat untuk menaklukan Dungeon Run. Semua pemain baik itu yang telah menyerah ataupun tidak memiliki sebuah inisiatif untuk saling bertukar informasi agar mereka dapat menyelesaikan Dungeon Run secepat mungkin.
Kemudian mereka akan membentuk team yang terdiri dari 40 orang terkuat yang akan di bagi menjadi kelompok yang akan memaski Dungeon Run untuk menahlukkan dungeon. Setelah berdiskusi dan berfikir cukup lama semua pemain yang ada di sana termasuk Sakura, Lina dan Pipit setuju dengan ide tersebut dan hampir semua pemain yang berniat untuk memasuki dan menahlukan Dungeon Run secara perlahan mulai setuju dan langsung bertukar informasi.
Setelah mereka semua selesai mengatur strategi dan memilih ke–40 anggota yang akan memaski Dungeon Run, semua pemain itupun dengan semangat dan percaya diri berniat untuk memasuki Dungeon Run. Tetapi sesaat sebelum mereka membuka pintu masuk ke Dungeon Run, portal mode neraka sekali lagi terbuka untuk yang kedua kalinya yang membuat semua orang sangat terkejut.
Kemudian dari portal tersebut, secara perlahan muncul seorang pemain yang menggunakan topeng rubah diwajahnya dengan sembilan ekor dan sepasang sayap iblis dan malaikat yang membuat semua pemain yang melihat hal tersebut menjadi bertambah sangat terkejut dan kebingungan. Pemain itu adalah Shota.
__ADS_1
Sesaat setelah Shota keluar dari portal Dungeon Run mode neraka, ia berjalan dengan santainya karena tak mengetahui jika semua orang sedang berkumpul untuk membahas rencana untuk menahlukan Dungeon Run. Kemudian beberapa menit setelah Shota keluar dari Dungeon Run, di saat semua orang berniat untuk melupakan apa yang mereka lihat sembari secara perlahan beniat untuk memasuki Dungeon Run dengan semangat yang berkobar-kobar.
Semangat mereka secara tiba-tiba langsung menghilang dan berubah menjadi ekpresi dan perasaan mereka menjadi sangat terkejut, takut, kagum bahkan tak karuan sesaat setelah mendengar pengumuman tentang pemain dan serikat pertama yang telah berhasil menyelesaikan Dungeon Run mode neraka.
Semua pemain itu langsung melihat ke arah Shota. Sementara itu Shota yang sedang berdiri sambil bersandar di pohon langsung menjadi sangat terkejut sekaligus bingung ketika melihat ekpresi dan tatapan semua pemain yang tertuju pada dirinya.
Shota lupa kalau setiap kali ada pemain yang berhasil menyelesaikan sebuah dungeon untuk pertama kali, maka akan ada sebuah pengumuman tentang kemengan dari serikat yang berhasil menyelesaikan dungeon untuk pertama kalinya diseluruh area. "Sial! Aku lupa tentang hal ini" ucap Shota dan langsung menjadi panik dan berniat untuk lari dari sana.
**//**
**//**
__ADS_1
"Wow keren! Keren! Keren! Keren!" ucap Shota sambil terus memperhatikan dan menyentuh tubuh dari ke-7 Pangeran Neraka dan Wareheyna yang sebelumnya telah ia panggil. Karena sangat keasikan dan tebawa suasana akan keindahan dari semua Iblis dan Monster yang ia summon; Shota sampai melupakan kalau saat ini dirinya sedang berada di ruangan bos dan bahkan Shota sangat terkejut ketika melihat status dari ke-7 Pangeran Neraka itu adalah tidak diketahui!
Tetapi Shota tak melihat status dari Wareheyna karena ia sebelumnya sudah mengetahui status dan kemapuan dari wareheyna bahkan telah pernah berhadapan langsung dengan Wareheyna dan karena hal itu Shota tak terlalu memperdulikan status dari Wareheyna.
Di saat Shota sedang asik-asiknya melihat semua Iblis dan Monster yang telah ia Summon, secara tiba-tiba Orc King, Penyihir Orc dan Dark Goblin menyerang Shota. Di saat Shota sedang lengah beruntung semua serangan itu dihentikan oleh Wareheyna dan bahkan ke-7 Pangeran Neraka itu hanya dengan satu kali serangan langsung menghabisi ketiga monster tersebut.
"Hmm ... Hmm .... Hmmm .... Mereka sangat lemah! Tetapi lebih baik kujadikan bahan untuk pelatihanku saja" ucap Shota dan langsung merubah Orc King menjadi kartu.
"Ahh ... Membosankan! Dengan status dan skil ini aku sama saja seperti cheaters! Lebih baik aku tak terlalu sering menggunakan semua skil yang ku miliki dan hanya menggunakan bentuk ke-6 dari 7 perubahan Fate-Determining Weapon agar aku masih bisa merasakan sedikit pertarungan" ucap Shota sambil menghisap rokoknya dan menghilangan ke-8 mahluk yang ia summon.
Beberapa saat setelah semua monster yang ada di sana semuanya telah dikalahkan olehnya; Shota akhirnya menyelesaikan Dungeon Run bahkan tak membutuhkan waktu setengah jam untuk menyelesaikan dungeon tersebut. Shota merasa sangat bosan karena status dan skilnya yang terlalu kuat dan berniat untuk tidak terlalu sering menggunakan senjata ataupun skil miliknya.
__ADS_1