
Ayato menjadi sedikit terkejut sekaligus kasihan kepada kakaknya bahkan ia merasa sedikit bersalah karena ia tau betapa mahalnya harga untuk berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi yang lain terlebih lagi kali ini mereka membawa seluruh peralatan dan pasukan lengkap hanya untuk membantu dirinya seorang saja. “Ada apa? Kenapa dirimu terlihat begitu sedih? Apa jangan-jangan kamu merasa bersalah karena kami harus menghabiskan seluruh uang yang kami simpan di dalam serikat hanya untuk dapat datang kemari? Hahaha... ku rasa tepat sasaran, dasar adikku yang bodoh! Kami semua sudah sepakat untuk menggunakan semua uang itu dengan keinginan kami sendiri bukan demi dirimu ataupun orang lain” ucap artemis sambil tertawa keras.
“Begitu ya? Tetapi bagaimana caranya kakak dapat mengetahui lokasi pasti diriku? Bahkan bagaimana kakak bisa mengetahui kalau kami saat ini tengah kesulitan? Apa mungkin kak Shota yang memberitahu kakak tentang hal ini?” ucap ayato dengan perasaan penuh penasaran.
“Apa yang dirimu fikirkan itu setengahnya saja yang benar, tetapi setengahnya lagi kamu salah. Memang benar kalau Shota lah yang memberitahukan lokasi pasti kalian ketika kami bertemu di depan gerbang teleportasi antar negara seakan-akan dirinya telah mengetahui kalau kami akan datang” ucap artemis dengan ekpresi wajah yang sedikit bingung tetapi juga di sisi lain ia juga merasa sangat senang karena di sambut oleh kakaknya.
“Ohhh... begitu ya? Pantas sa....... apaaa!!!! T-tunggu sebentar, apa kakak tadi bilang kalau kak Shota seperti tengah menunggu kakak? Kalau boleh tau kapan kakak tiba di sini?” ucap ayato dengan ekpresi wajah yang sangat terkejut.
“Hmm.... kira-kira kurang lebih ¾ hari yang lalu. Memangnya ada apa? Apakah aneh ya?” ucap artemis dengan ekpresi wajah heran. Ayato langsung menjadi sangat terkejut ketika mendengar jawaban dari artemis bahkan ia sampai tak percaya dengan hal itu karena Shota pergi meninggalkan aliansi tanpa nama sekitar ¾ hari yang lalu tepat di mana artemis dan anggota serikatnya tiba, ayato berfikir tentang apakah Shota telah mengetahui dan memperkirakan kalau artemis dan seluruh anggota serikatnya akan datang ke kerajaan mahevesta untuk datang membantu dan ikut berperang melawan aliansi baja perak.
__ADS_1
Ayato sepanjang jalan terus melamun dan berfikir tentang hal itu tetapi ia tetap menyangkal dan tak percaya jika hal itu mungkin terjadi dan bahkan telah di perkirakan oleh kakaknya tetapi di sisi lain dirinya juga menjadi sedikit yakin karena telah terbukti secara nyata, “Apa mungkin? Tidak! Ku rasa itu adalah hal yang mustahil! Tetapi? Seandainya benar kalau kak Shota telah memperkirakan semua ini aku tak bisa membayangkan seberapa berbahaya dan mengerikan dirinya seandainya ia menjadi musuh.” Ucap ayato dengan ekpresi wajah bingung, heran dan tak percaya sekaligus merasa lega sembari berbicara di dalam hati.
Artemis merasa sangat bingung sekaligus menjadi sangat heran ketika melihat ekpresi wajah ayato dan perilakunya, artemis sembari menepuk pundak ayato langsung menanyakan tentang apa yang tengah terjadi pada dirinya dan apa yang saat ini tengah di fikirkan oleh dirinya. Ayato langsung terkejut ketika punggungnya di teluk oleh kakaknya itu dan seketika itu juga ia langsung tersadar lalu menanyakan ada perihal apa artemis menepuk pundaknya, “Aku bertanya ada apa dengan dirimu dan apa yang saat ini tengah kamu fikirkan?” ucap artemis sambil menatap ayato dan berjalan menuju ke torrential river.
“Tak ada apa-apa kok kak, aku hanya sedikit kefikiran tentang sesuatu yang sedikit membuatku bingung dan penasaran” ucap ayato sembari tersenyum.
Artemis sambil tersenyum dengan lembut menanyakan tentang hal apa yang di fikirkan oleh adiknya itu, “Aku berfikir tentang apakah kak Shota telah memperkirakan semua ini? Dan aku menjadi sangat penasaran sebenarnya seberapa pintar dan seberapa mengerikannya dirinya itu? Soalnya aku merasa kalau kak Shota memiliki sesuatu hal yang ia sembunyikan dari kita bahkan aku merasa kalau kak Shota itu adalah orang yang sangat misterius. Aku sebelumnya selalu berfikir kalau diriku sudah memahami kak Shota tetapi beberapa waktu yang lalu aku akhirnya menyadari kalau diriku sama sekali tak memahami dirinya malahan aku semakin yakin kalau kak Shota itu adalah orang yang sangat misterius dan memiliki banyak sekali rahasia” ucap ayato dengan ekpresi wajah bingung.
Ayato sedikit tak mempercayai perkataan dari artemis tetapi dirinya juga sedikit merasa lega ketika mendengar perkataan dari artemis tapi sayangnya ia masih saja memikirkan tentang apakah semua yang terjadi saat ini telah di perhitungkan oleh Shota dan semua yang terjadi sesuai dengan keinginannya, ayato masih saja sedikit memikirkan hal tersebut tetapi ia mulai berfikir untuk menanyakannya langsung kepada Shota daripada dirinya hanya asal menebak dan terus kepikiran tentang hal itu. “Hahaha... sudahlah, tak perlu terlalu kamu fikirkan tentang hal itu. Jika kamu terus memikirkan hal itu kamu pasti gak bakal bisa menemukan jawabannya malahan kamu bakal semakin pusing, mending nanti langsung tanya langsung saja kepada orangnya” ucap artemis sambil tersenyum lembut.
__ADS_1
Ayato hanya bisa menghela nafas dalam seketika mendengar perkataan dari artemis dan secara tak sadar kalau mereka telah tiba di area teritorial river tempat di mana markas aliansi tanpa nama berada tetapi sayangnya saat ini markas itu telah hancur menjadi puing-puing dan yang saat ini yang ada di sana hanyalah kelompok aliansi baja perak yang tengah menunggu kedatangan dari milia untuk menyampaikan kabar tentang kematian dari ayato dan krak dev serta semua orang yang masih tersisa. “Berhenti sebentar! Nona milia ku rasa kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan? Aku hanya ingin agar dirimu mengalihkan perhatian mereka selama 5 menit setelah itu menjauhlah dari sana karena kami akan langsung melakukan pembersihan secara besar-besaran” ucap artemis dengan ekpresi wajah serius.
“Haa... baiklah, aku mengerti dengan peranku!” ucap milia sambil secara perlahan mulai pergi menuju ke arah kiabo.
Milia langsung menyimpan tombak miliknya dan mengganti senjata miliknya dengan dua buah bilah belati sembari secara perlahan mulai berjalan mendekat ke arah kiabo, “Yo! Apa kabar? Apa yang sedang kalian lakukan saat ini? Apa kalian tengah menunggu diriku?” ucap milia sambil tertawa dan secara perlahan terus berjalan mendekat ke arah kiabo dengan tujuan untuk menghabisi dirinya.
Kiabo langsung menoleh ke arah milia ketika mendengar perkataan darinya dan tak terlalu memperdulikan tentang dirinya, kiabo sama sekali tak memperdulikan tentang milia tetapi ia malah langsung bertanya tentang apakah dirinya telah berhasil untuk menghabisi semua anggota dari aliansi tanpa nama yang masih tersisa. “Entahlah? Aku hanya menghabisi dua orang ketua mereka saja dan sisanya berhasil kabur karena ulah jamal yang tak becus melawan mereka bahkan ia sampai kehilangan nyawanya” ucap milia sembari membanggakan dirinya sendiri.
“Ohhh.... begitu ya? Ku rasa itu sudah lumayan untuk kalian, tetapi betapa bodohnya dirinya padahal sebelumnya dia sangat sombong dan percaya diri dengan kemampuannya itu” ucap kiabo dengan nada angkuh.
__ADS_1
“Cih! Sebenarnya aku sedikit kesal ketika mendengar perkataan darimu itu tetapi aku merasa apa yang kamu katakan sama sekali tak salah, orang itu memang bodoh karena tak pernah menggunakan otaknya untuk bertarung” ucap milia sambil secara perlahan terus berjalan mendekat ke arah kiabo.
“Sekarang tugasmu telah selesai, aku sangat berterimakasih tetapi sayangnya kamu sudah tak di butuhkan lagi! Kepung dan habisi dirinya” ucap kiabo sambil tersenyum dan memberikan perintah kepada seluruh anggotanya untuk menghabisi milia.