
"Oh.. ayolah Jamal! sampai kapan kau mau terus bertingkah seperti seorang anak kecil?" ucap milia yang secara perlahan mulai mendekat ke arah Jamal.
Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat kebingungan seketika melihat kemunculan dari dua orang pemain misterius tersebut, "S-siapa kalian? kenapa kalian membunuh anggotaku? apa kalian adalah anggota dari aliansi baja perak?" ucap krak dev dengan ekpresi terkejut sambil menghunuskan pedangnya ke arah milia dan jamal.
Sementara itu ayato hanya bisa diam dan tak berbicara sepatah katapun tetapi dirinya hanya terus melihat dan terus mengamati sekelilingnya sambil mengumpulkan sebuah informasi dan mencari sebuah kesimpulan tentang seberapa kuat mereka berdua. "Hahaha... kami berdua adalah dewa kematian yang akan mengambil nyawa kalian sekarang juga" ucap jamal sambil tertawa dan mengangkat sabit miliknya.
"Ting!" Sebuah suara benturan dari sebuah sabit dan pedang yang saling bersentuhan langsung terdengar dan seketika itu juga langsung membuat semua orang yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut. "Ohh... menarik! siapa namamu bocah?" ucap Jamal sambil tersenyum melihat kalau serangan yang ia lancarkan dapat di tahan oleh seseorang dengan mudah.
"Ayato! itulah namaku" ucap ayato sambil menatap jamal dan terus mencoba untuk menahan serangan yang ia lancarkan.
"Ayato ya? baiklah akan ku ingat namamu dan akan ku tulis di papan kematian" ucap jamal dan langsung mengayunkan sabit miliknya ke arah ayato.
__ADS_1
Pada awalnya ayato dapat menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh jamal dengan mudah tetapi lama-kelamaan serangan yang di lancarkan oleh jamal semakin cepat dan semakin kuat saja yang membuat ayato mulai kesulitan menahan serangannya dan langsung menyuruh untuk seluruh anggota aliansi nya untuk segera pergi dari sana sementara dirinya akan mencoba untuk menahan Jamal dan milia. "Meninggalkanmu? jangan bercanda! aku akan tetap di sini dan bertarung bersamamu. ku percayakan mereka padamu nona vilia" ucap krak dev dan langsung berlari ke arah jamal untuk membantu ayato mengalahkannya.
"B-baiklah! aku serahkan yang di sini pada kalian berdua! semuanya ikut denganku kita harus segera pergi dari sini" ucap villa dan langsung berlari menjauh dari sana.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau malah datang kemari? cepat lah pergi dari sini, aku akan menahan orang ini untuk sementara waktu dan memberikan kalian sedikit waktu untuk kabur" ucap ayato sambil terus menerus menahan serangan yang di lancarkan oleh jamal.
"Dasar bodoh! aku kemari untuk membantumu, aku tak akan pernah meninggalkan teman-temanku bahkan jika aku harus mati sekalipun" ucap krak dev sambil berusaha untuk menyerang jamal.
"Oh.. begitu ya? baiklah ku serahkan orang ini padamu, kalau begitu aku pergi dulu ya" ucap ayato dan dengan cepat langsung pergi dari sana.
Ayato yang menyadarkan ada sebuah serangan yang mengarah pada dirinya dengan cepat langsung menghindari serangan tersebut dan melompati tubuh milia yang terlihat begitu keren tetapi sayangnya ketika hendak mendarat ia terpeleset yang mengakibatkan dirinya terjatuh yang membuat momen yang sangat keren tadi seketika itu juga langsung menghilang. "Ehh!! apa yang kau lakukan? apa dirimu saat ini tengah mencoba untuk menjadi pelawak?" ucap milia sambil menatap ayato yang tergelak di tanah dan menodongkan ujung tombaknya di leher ayato.
__ADS_1
"Hii!! a-anu? apakah tidak bisa jika ini semua kita bicarakan secara baik-baik saja? Haa.. baiklah, aku mengerti. hei kalau aku jadi kamu aku akan segera menunduk atau lari dari sana" ucap ayato sambil menunjuk ke arah belakang milia. Milia yang mendengar perkataan dari ayato langsung menjadi sangat kebingungan dan mengira kalau apa yang di katakan oleh ayato itu semuanya adalah kebohongan dan langsung berniat untuk menusuk ayato tetapi sesaat sebelum ujung tombak milik vilia menembus leher ayato, secara tiba-tiba beberapa panah api muncul dan langsung menembus tubuh milia. "Tu kan apa ku bilang, kamu sih gak mau dengari! sekarang udah nancap gitu mau gimana?" ucap ayato yang saat ini tengah terbaring di atas tanah.
"Benar juga ya? tapi anehnya kenapa tidak panas sama seka.... Ehhh.. panas! panas! panas! ha..ha.. ha.. sialan! siapa yang berani melakukan hal ini kepadaku?" ucap milia dengan perasaan kesal dan marah lalu melihat ke sekelilingnya untuk mencari orang yang telah melakukan hal itu kepada dirinya.
"Hei nona kau sedang mencari apa? kalau saranku sih lebih baik kamu segera membersihkan wajahmu." ucap ayato sambil menunjuk ke arah wajah milia yang menjadi hitam karena terbakar.
Milia seketika itu juga langsung melihat dan memeriksa wajahnya dan betapa terkejut dan marahnya dirinya ketika melihat penampilannya yang sekarang telah menjadi sangat-sangat berantakan lalu dengan perasaan kesal dan marah langsung pergi dari sana untuk membersihkan diri sambil berkata kalau dirinya pasti akan menghabisi orang yang telah berani melakukan hal itu padanya. "Bye-bye! hati-hati di jalan ya dan kalau bisa jangan terlalu cepat ya untuk datang kesini lagi" ucap ayato sambil melambaikan tangannya dan senyuman indah di wajahnya.
Sementara itu jamal dan krak dev langsung terlpelongo seketika melihat tingkah ayato dan milia yang sangat aneh tersebut seolah-olah mereka bukanlah musuh melainkan sahabat, "Hei, kenapa kalian menatapku seperti itu? terserahlah! silahkan saja lanjutkan pertarungan kalian aku ingin pergi menyusul yang lainnya dulu. semangat ya, bye-bye" ucap ayato sambil langsung berlari ke arah villia dan teman-temannya yang lain.
Setelah mendengar perkataan dari ayato, krak dev dan jamal mulai saling menatap dengan ekpresi bingung sekaligus heran dengan tingkah ayato. "Hei tunggu sebentar! apa aku telah memberimu ijin untuk per...arhkhh mataku! s-sialan! A-apa yang kau lakukan pada mataku" ucap jamal sambil berteriak kesakitan.
__ADS_1
"Sekarang! dev cepat bantu aku menyerangnya dan gunakanlah kemampuan terkuat yang kamu miliki untuk mengalahkan orang ini!" ucap ayato sambil berteriak dengan sangat kuat lalu langsung mencoba untuk menyerang jamal yang matanya saat ini tengah tak bisa di gunakan karena di serang oleh ayato menggunakan sebuah bubuk merica.
"Haaaaa...." Ayato dan Krak Dev dengan cepat langsung berlari ke arah jamal sambil menggenggam pedang milik mereka dan berteriak sekuat tenaga.