
SATU HARI SEBELUM PEPERANGAN ANTAR SERIKAT ATAUPUN ALIANSI DI MULAI
"Segera kumpulkan dan siapkan semua hal yang di perlukan karena kita sebentar lagi harus melawan seluruh serikat yang ada di kerajaan ini yang kali ini telah bersatu dan membuat sebuah aliansi bernama baja perak" ucap krak dev dengan perasaan panik dan cemas.
"Ohh.. begitu ya? artinya tugasku telah selesai dan janjiku telah terpenuhi. selamat berjuang dan semoga beruntung, aku pamit pergi, sekian dan terimakasih" ucap Shota lalu secara perlahan mulai meninggalkan ruang pertemuan tersebut.
"T-tunggu sebentar, apa maksud dari perkataan mu? jangan bercanda di saat seperti ini" ucap krak dev dengan perasaan terkejut sekaligus bingung seketika mendengar perkataan dari Shota.
Semua orang yang ada di sana langsung ikut menjadi sangat terkejut sekaligus cemas ketika Shota mengatakan kalau ia akan pergi meninggalkan aliansi tersebut padahal dia adalah kartu as mereka sekaligus orang yang paling penting di sana dan salah satu pemain terkuat saat ini. Mereka semua hanya bisa terus menatap Shota dengan tatapan bingung dan sekaligus berharap kalau yang di katakan oleh nya sebelumnya itu hanyalah sebuah candaan karena hanya dengan bantuannya seorang diri kemenangan mereka akan jauh lebih terjamin dan meningkat puluhan persen.
"Apa harus ku perjelas ya? apa kamu fikir diriku saat ini tengah bercanda ya? merepotkan!" ucap Shota sambil berhenti sejenak dan menoleh ke arah krak dev Sambil mengeluarkan tekanan yang sangat mengerikan yang sampai membuat semua orang yang ada di sana menjadi tertekan sekaligus menjadi ketakutan.
__ADS_1
"Jangan bercanda! apa kau berniat untuk pergi di saat saat genting seperti ini? di mana janjimu? apa kau berniat untuk kabur dan melarikan diri?" ucap krak dev dengan perasaan kesal dan marah lalu dengan cepat langsung mendekati Shota.
"Janji ya? bukankah aku sudah menepati janjiku? bukankah mereka semua bersatu hanya demi mengalahkan dirimu? apakah kau tidak menyadari posisimu sekarang? saat ini serikatmu lah yang paling di takuti di kerajaan ini atau dengan kata lain saat ini serikat milikmu lah yang berada pada posisi pertama" ucap Shota.
"Posisi pertama ya? jangan bercanda kau Shota! apa kau fikir dengan begini kami telah sepenuhnya berada pada posisi pertama dan terkuat, ha??? tidak! malahan kami bisa kembali lagi ke posisi semula atau bahkan lebih parah" ucap krak dev sambil menarik kerah baju Shota dan berniat untuk memukulnya.
"Ha.. merepotkan! itu masalah kalian bukan masalahku, selamat berjuang dan semoga beruntung. ayo ayato kita segera pergi dari sini" ucap Shota sambil tertawa.
Semua orang yang ada di sana yang mendengar perkataan dari Shota langsung menjadi sangat terkejut sekaligus tak percaya dengan apa yang saat ini tengah mereka lihat bahkan mereka semua secara tiba tiba yang sebelumnya sangat mengagumi dan menghormati Shota sekarang langsung berubah menjadi sangat membenci Shota karena sifat yang di perlihatkan nya saat ini sangat menjijikan. Sementara itu di sisi lain ayato hanya terdiam ketika mendengar perkataan dari kakaknya itu bahkan ia sampai tak tau harus berbuat apa lagi dan hanya berdiri di sana sambil menatap krak dev dan semua orang yang ada di sana dengan perasaan kasihan.
"Maaf kak, untuk kali ini aku tak bisa melakukan hal itu. aku tak bisa meninggalkan mereka semua di saat situasi sedang kacau begini terlebih lagi aku juga ikut memiliki peran penting dalam pertarungan kali ini bahkan aku juga ikut turut serta dalam menciptakan keadaan seperti ini" ucap ayato dengan perasaan sedikit sedih dan kasihan dengan semua orang yang ada di sana.
__ADS_1
"Haa.. kau ini? lakukan saja sesukamu! aku pergi, selamat tinggal dan semoga kalian bisa memenangkan pertempuran kali ini dan simpan baik baik kartu ini karena mungkin kartu itu bisa berguna untukmu" ucap Shota sambil melemparkan ke tujuh kartu pangeran neraka yang akan secara otomatis tersummon ketika ayato tengah dalam keadaan yang sangat berbahaya ataupun dalam keadaan antara hidup dan mati.
"Selamat tinggal kakak dan sampai bertemu lagi" ucap ayato dengan perasaan sedikit sedih ketika melihat kalau kakanya akan segera pergi meninggalkan dirinya.
Ayato memang merasa sedikit sedih karena ia harus berpisah dengan kakaknya itu di dunia maya tetapi ia tetap merasa senang karena ia akan tetap dapat bertemu dengan kakaknya itu di dunia nyata sesuka hatinya dan juga ayato tau kalau kakaknya pasti tak akan membiarkan dirinya terluka sedikitpun dan akan tetap selalu mengawasi dirinya secara diam diam tanpa sepengetahuan siapapun.
"Ngomong-ngomong apa kamu bisa melepaskan genggamanmu itu dari kerah baju ku? itu membuatku sedikit tak nyaman dan membuatku tak bisa pergi dari sini." ucap Shota sambil menatap krak dev. Setelah mendengar perkataan dari Shota, krak dev dengan cepat langsung melepaskan tangannya dari kerah baju Shota dan membiarkan dirinya pergi dari sana karena mau bagaimanapun ia tetap tak akan bisa menghalangi kepergian Shota dan dirinya saat ini hanya bisa marah dan kesal kepada Shota karena telah melakukan hal yang seharusnya tak ia lakukan yaitu meninggalkan semua orang di saat mereka tengah sangat membutuhkan dirinya.
Shota secara perlahan mulai menghilang dari pandangan mereka dan tak ada satupun orang yang berani ataupun mau menghalangi jalanya karena mereka tau kalau mereka tak akan bisa melakukan hal tersebut dan mereka hanya akan mati sia-sia jika mereka masih tetap bersikeras melakukan hal tersebut.
"Baiklah sekarang apa yang harus ku lakukan?" ucap Shota sambil mengaktifkannya skil invisible miliknya dan menatap langit biru.
__ADS_1
Sementara Shota menghilang dalam kesunyian dan pergi tanpa adanya petunjuk ataupun tujuan, ayato dan seluruh aliansi nya saat itu dengan perasaan sedih, marah sekaligus cemas dan kesal yang bersatu menjadi satu yang membuat mereka semua menjadi sedikit kacau dan semakin merasa cemas akan bagaimana jalannya pertempuran itu kelak. "Baiklah, lebih baik kita mendiskusikan bagaimana caranya agar kita bisa bertahan menerima semua serangan yang akan di lancarnya oleh aliansi baja perak kelak. karena jika kita terus begini maka secara otomatis kita pasti akan kalah dan dengan mudah dapat di hancurkan oleh lawan" ucap ayato sambil mencoba untuk memberikan semangat kepada seluruh anggota serikat nya itu.
"Jangan bercanda! bagaimana caranya agar kita bisa menang melawan musuh sebanyak itu? terlebih lagi mereka terdiri dari seluruh serikat yang ada di kerajaan ini sedangkan kita hanya terdiri dari gabungan tiga buah serikat. aku sudah muak, tak akan ada lagi harapan untuk aliansi ini. aku pergi" ucap kuma wakil ketua dari serikat pita putih.