
Shota sedikit terkejut ketika melihat semua status dan skil baru miliknya. Ia juga ia tak menyangka jika skil Transfor Card telah naik level bahkan sampai bisa meningkatkan persentase keberhasilan untuk merubah monster menjadi kartu untuk ia panggil.
Setelah berhasil merubah pengembala iblis menjadi kartu dan naik ke level 25, Shota mendapatkan 3 set kartu tambahan yang masing setiap set kartu memiliki nama dan gambar semua mahluk yang telah ia ubah menjadi kartu yang semuanya berjumlah 24 kartu baru.
Shota sedikit bingung ketika melihat kartu kartu baru tersebut dan tak memperdulikan semua kartu yang baru saja ia dapatkan dan langsung menyimpanya di dek kartu yang ia letakkan di sisi kiri pinggangnya. Semua kartu itu sebenarnya adalah kartu kekuatan yang dapat digunakan untuk merubah senjatanya menjadi bentuk senjata yang ada di kartu tersebut.
Bahkan, Shota dapat menggunakan semua kemampuan yang ada pada kartu yang ia miliki saat bertransformasi menjadi salah satu mahluk yang telah ia rubah menjadi kartu. Tetapi, karena Shota tak mengetahui hal tersebut ia hanya menganggap kalau kartu itu adalah kartu yang mungkin dapat berguna untuknya nanti.
__ADS_1
"Haaa ... Merepotkan! Sudah berapa lama aku bertarung melawan mereka? 1 hari? 2 hari? atau 5 hari?" ucap Shota dan langsung rebahan di tanah karena kelelahan sambil menatap langit.
Saat Shota tengah berbaring dengan santai sambil melihat langit ia menyadari ada beberapa orang yang mendekatinya dan dengan cepat, ia langsung mengubah Fate-Determining Weapon ke bentuk ke-6 Angel And Devils Wings. Setelah merubah bentuk Fate-Determining Weapon ke dalam bentuk ke-6, Shota langsung mengaktifkan skil invisible miliknya dan langsung pergi menjauh dari tempat itu karena ia tak mau ada yang menyadari ataupun melihat wajahnya sebelum pertandingan di mulai.
"Ha ... Ha ... Ha ... Kemana perginya orang tadi? Apakah dia adalah seorang ahli tersembunyi?" ucap pemain itu sambil merekam dan bertanya kepada temanya.
Kedua teman pemain itu hanya terdiam sambil mencari cari keberadaan Shota. Sementara itu, Shota hanya menghela nafas dalam karena ia dengan sangat ceroboh membiarkan dirinya di rekam dan dijadikan tontonan oleh orang lain.
__ADS_1
Alasan Shota menghabisi mereka adalah; karena jika ia melepaskan ketiga orang itu, Shota pasti akan menyesal karena mereka semua pasti akan melakukan dan menyebarkan berita berita bodoh lainya yang akan membuat dirinya menjadi repot dan karena hal itu pula, Shota kemudian memutuskan untuk membunuh mereka sebagai peringatan.
Setelah membunuh ketiga pemain tersebut, Shota dengan santainya langsung pergi ke kota Black Rose untuk mendaftarkan dirinya ke turnamen yang akan diselengarakan 5 hari dari sekarang. Shota tak menyangka jika ia harus menghabiskan waktu 9 hari untuk mengalahkan monster Pengembala Iblis, dan belum lagi ia juga harus menempuh waktu sekitar 16 hari untuk sampai ke kota Black Rose karena banyaknya hambatan yang menghadang.
"Haa ... Merepotkan! Jika aku tau akan memakan waktu hampir sebulan untuk sampai ke kota Black Rose, lebih baik aku menggunakan skil langkah cahaya agar bisa sampai lebih cepat" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan menghisap rokoknya di saat ia telah sampai ke kota Black Rose.
Shota terdiam sejenak saat berada tepat di depan pintu masuk kota Black Rose dan mulai teringat kembali semua kenangan yang ia miliki di kota Black Rose. Shota yang saat ini tengah mengingat masalalunya, hanya tersenyum sambil menghisap rokoknya dan mengingat kembali semua kenangan manis dan pahit yang ia alami di kota tersebut.
__ADS_1
Setelah usai mengingat semua kenangan itu dan telah menghabiskan rokok sebatang, Shota secara perlahan mulai berjalan memasuki kota Black Rose sambil mengeluarkan sebatang rokok dan juga sambil mengingat-ingat dan mengatakan pada dirinya untuk menghabisi Ryu secepat mungkin.
"Jika semuanya hanya akan menjadi abu, kenapa tidak sekalian saja lakukan secepatnya. Lebih baik kuhancurkan sesegera mungkin, karena semuanya akan lebih indah ketika telah menghilang tanpa sapaan"