The Heaven

The Heaven
S2. CH 94. KEBENARAN YANG TERUNGKAP


__ADS_3

KEMBALI KE WAKTU YANG SEBENARNYA DI MANA SHOTA SAAT INI TENGAH BERTEMU DENGAN SALAMANDER.


"Jadi bagaimana? apa kau sudah mengingatku sekarang?" ucap salamander sambil tersenyum yang saat ini telah menjadi raja dari seluruh ras salamander yang ada di sana.


"Gluk! ja.. ja... ja... janga-jangan kau.. kau... kau.. kau siapa ya?" ucap Shota dengan ekspresi wajah kebingungan dan menatap salamander.


Semua monster ras lizardman yang ada si sana langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari Shota karena mereka mengira kalau sebelumnya ue xiu telah mengingat raja mereka tetapi yang terjadi malah sebaliknya, ternyata Shota malah belum ingat tentang raja mereka. Shota yang melihat tingkah mereka langsung tertawa dengan sangat keras karena menganggap apa yang mereka lakukan itu sangat lucu, sementara itu salamander yang mendengar perkataan dari Shota hanya bisa menghela nafas dalam dan memaklumi Shota karena melupakkan dirinya karena mereka sudah sangat lama tak bertemu.


"Hahaha.... santai. santai, aku hanya bercanda! lalu bagaimana sekarang? apa kau masih ingin membunuhku? jika ia, tolong lakukan dengan cepat! salamander" ucap Shota sambil tersenyum dan menatap salamander. Salamander dan seluruh pasukkannya langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dan sikapnya Shota dan bahkan mereka sampai tak percaya dengan apa yang mereka dengar saat ini karena mana ada orang yang mau mati begitu saja tanpa melakukan perlawanan sedikitpun, "Hei, apa kau benar benar yakin dengan apa yang kau katakan ini?" ucap salamander dengan perasaan bingung dan menatap Shota.


"Haa.... apa menurutmu saat ini aku tengah bercanda? lakukan lah dengan segera sebelum aku berubah fikiran dan kabur dari sini. karena saat ini diriku sudah bosan terus terusan kabur...." ucap Shota sambil tersenyum lembut ke arah salamander.


"Baiklah jika itu adalah keinginanmu. kebetulan aku juga sangat ingin melakukkannya sejak dulu" ucap salamander sambil tertawa dan langsung menarik keluar tombak dewa petir miliknya yang telah berevolusi itu dengan tujuan untuk memenggal kepala Shota. Seluruh pasukan salamander yang mendengar perkataan dari rajanya itu langsung menjadi sangat terkejut bahkan mereka sampai tak bisa berkata kata di buatnya, mereka semua menjadi sangat kebingungan pasalnya raja mereka selelu menceritakan tentang Shota dan mengatakan kalau ia adalah penyelamatnya karena jika bukan karena Shota, raja mereka sudah pasti tak akan pernah ada dan berdiri di hadapan mereka saat ini.


"Apa kau memiliki pesan terakhir untuk di sampaikan sebelum mati?" ucap salamander sambil tersenyum dan mengangkat tombak panjang miliknya. Shota hanya tersenyum ketika mendengar perkataan dari salamander dan dengan santainya mengatakan kalau tak ada yang perlu ia sampaikan lagi, setelah salamander mendengar perkataan Shota ia langsung mengayunkan tombak miliknya tepat di leher Shota untuk memenggal kepalanya tetapi ia di hentikan oleh salah satu bawahannya tersebut dan menyuruh salamander untuk berfikir dengan tenang agar tak menyesal di kemudian hari.

__ADS_1


"Hoo... menarik! cepat menyingkir dari hadapanku, ini perintah!" ucap salamander sambil tersenyum dan langsung memerintahkan bawahannya itu untuk tak menghalangi dirinya. Bawahannya itu langsung menjauh dari sana karena ia tak bisa melanggar perintah dari sang raja karena jika ia melanggar sudah pasti nyawanya lah yang akan menghilang dan kepalanya yang akan tergeletak di tanah, "Hemm... sepertinya kau memiliki bawahan yang cukup menarik! ambil pedang dan perisai ini sebagai ucapan terimakasih dariku karena telah mencoba untuk menyelamatkan nyawaku" ucap Shota sambil tersenyum dan memberikan sebuah pedang dan perisai kepada bawahan salamander yang mencoba untuk menyelamatkan dirinya itu.


"Ehh... a-apa ini? k-kenapa kau memberikan barang yang sangat berharga seperti ini kepadaku? apa kau serius?" ucap bawahan salamander tersebut sambil menatap Shota dengan perasaan bingung sekaligus gembira karena mendapatkan sebuah item yang sangat mengesankan.


"Hahaha... santai saja, aku serius memberikan pedang dan perisai itu kepadamu! lagian kedua senjata itu sudah tak berguna lagi untukku terlebih lagi kepada orang yang sebentar lagi akan mati" ucap Shota sambil tertawa keras ke arah bawahan salamander yang sebelumnya telah mencoba untuk menyelamatkan dirinya.


"T-terimakasih banyak! akan ku jaga sebaik mungkin harta yang telah tuan berikan kepadaku" ucap bawahan salamander bernama kokui dengan perasaan yang sangat senang karena mendapatkan sesuatu yang sangat berharga dari Shota. Shota hanya tersenyum seketika melihat ekpresi gembira yang di keluarkan oleh kokui dan langsung menyuruh salamander untuk melanjutkan eksekusi terhadap dirinya, salamander langsung tertawa seketika mendengar perkataan dari Shota karena sebelumnya ia mengira kalau salamander berbuat baik kepada salah satu bawahannya itu karena ia ingin di bebaskan dari hukuman mati yang akan ia terima tetapi yang terjadi malah sebaliknya, Shota tetap saja menyuruh salamander untuk mengeksekusi dirinya.


"Selamat tinggal, kawan lama" ucap salamander dan langsung mengayunkan tombak miliknya ke arah leher Shota.


Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar hal tersebut dan bahkan ia langsung menatap salamander dengan ekpresi kebingungan dan bertanya tanya tentang kenapa salamander tak jadi memenggal kepalanya, bukan hanya Shota saja yang menjadi sangat terkejut seketika melihat hal tersebut tetapi seluruh bawahan salamander juga langsung ikut menjadi sangat terkejut seketika melihat dan mengetahui fakta tersebut. "Hei, kau pasti bertanya tanya kenapa aku tak membunuh dirimu kan? hahaha... aku sudah mengetahui semua kebenaran yang selama ini kau coba tutupi dariku dan maaf karena baru mengetahuinya beberapa bulan yang lalu ketika ketua sebelumnya memberikan gelarnya kepadaku di saat itu juga ia langsung menceritakan semuanya." ucap salamander sambil tertawa dan mengulurkan tangannya untuk membantu Shota berdiri.


"Haa... dasar tua bangka yang merepotkan! jadi kau sudah tau semua kebenarannya ya? lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? ngomong-ngomong bagaimana kabar si tua bangka itu sekarang?" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan berdiri secara perlahan.


"Dasar tidak tau sopan santun! siapa yang kau panggil sebagai tua bangka sialan? haa!! aku ini masih sangat muda dan segar, dasar bodoh" ucap mantan ketua mereka yang memiliki nama hoto sambil secara perlahan mulai mendekati Shota.

__ADS_1


"Ehh!!! sejak kapan kau ada di sini? lalu apa apaan otot yang ada di tubuhmu itu? apakah benar kalau kau ini adalah orang yang merepotkan itu? gila!!!" ucap Shota yang menjadi sangat terkejut seketika melihat perubahan dari mantan kedua lizardman sebelumnya yaitu hoto.


"Bak... Buk... Bak... Buk.."


"Sakit!! kenapa kau memukulku dasar tua bangka sialan" ucap Shota sambil menahan rasa sakit. Hoto yang mendengar perkataan Shota langsung menjadi sangat kesal dan sekali lagi langsung memukul Shota tetapi kali ini salamander juga ikut terkena imbasnya juga, Shota dan salamander langsung berteriak kesakitan seketika terkena pukulan yang di lancarkan oleh hoto bahkan Shota sampai hampir ingin mengeluarkan air mata karena kesakitan. "Hei kakek, kenapa kau juga ikut memukulku? bukankah yang salah itu Shota? lalu kenapa aku juga ikut terkena imbasnya?" ucap salamander sambil menahan rasa sakit akibat terkena pukulan dari hoko.


"Hahaha... apa aku juga memukulmu ya? maaf! maaf! aku kebablasan, lagian juga bukankah kau itu saudaranya? jadi tak apa sekali sekali berbagi rasa sakit dengan saudara mu sendiri. hahaha" ucap hoko sambil tertawa keras.


"Dasar orang tua gila!" ucap Shota dengan suara yang sangat kecil sambil memalingkan wajahnya.


"Haa.. apa yang kau katakan tadi? apa kau sudah bosan hidup haaa.." ucap hoko dengan nada yang sangat tinggi sambil menjewer telinga Shota. Sementara itu seluruh ras lizardman yang ada di sana langsung tertawa sangat keras seketika melihat tingkah kocak yang di lakukan oleh raja, mantan raja dan Shota yang di lakukan di tempat yang terbuka.


"Yosh!! karena semuanya telah berkumpul, lebih baik sekarang kita berpesta!" ucap salamander sambil mengajak seluruh rasnya untuk berpesta sepuasnya.


"Tunggu sebentar salamander, bukankah itu adalah orang yang telah menyelamatkan kita di saat kita hampir di bunuh oleh ketiga laba laba menjijikan itu?" ucap spirit roh singa petir api melalui telepathy.

__ADS_1


"Apa kau yakin kalau itu adalah Shota? kalau memang itu adalah dirinya, sudah bukan hal yang aneh lagi jika ia dapat menghabisi ketiga monster menjijikan itu dengan mudah bahkan tanpa kita ketahui. sudahlah tak perlu di bahas lagi, lebih baik sekarang kita berpesta saja" ucap salamander sambil tersenyum dan lanhsung membuat pesta perayaan atas kedatangan Shota.


__ADS_2