
"Terimalah teknik terkuatku yang sudah aku kembangkan selama beberapa tahun ini! Tendangan seribu tahun kematian" ucap Shota sambil menendang titik lemah Punk yaitu tepat di selangkanganya.
"Ouch ... buk" Punk langsung terkapar dan tak bisa berkata-kata bahkan ia hanya bisa terbaring lemas di jalanan. Sementara itu, semua orang yang melihat Shota yang menyerang titik vital Punk hanya bisa terdiam dan tak bisa berkata-kata sambil terus menatap Punk dengan tatapan kasihan.
Sementara itu, Shita hanya bisa tertawa dan secara perlahan langsung pergi meninggalkan Punk yang tergeletak di jalanan untuk segera berbelanja beberapa bahan makanan yang akan ia olah nantinya. "Haa ... merepotkan! Semoga saja aku tak bertemu dengan orang aneh yang satunya lagi" ucap Shota sambil berjalan jalan dengan santai ke arah pasar.
__ADS_1
Di saat Shota telah sampai di sebuah pasar yang cukup ramai, ia dengan santainya langsung membeli semua bahan makanan yang ia inginkan dan sekarang setelah ia lulus sekolah ia tak perlu lagi takut akan kekurangan bahan makanan karena saat ini ia telah memiliki banyak uang, "Haa ... ku harap Ayah dan Ibuku masih hidup. Tapi sayangnya mereka telah lama meninggal dan sayangnya aku tak pernah bisa membuat mereka bahagia baik itu dikehidupanku sebelumnya ataupun dikehidupanku sekarang" ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan mulai membeli beberapa bahan makanan.
Shota langsung membeli semua bahan makanan yang ia inginkan dan ia butuhkan seperlunya saja. Kemudian secara perlahan, di tangan Shota mulai dipenuhi oleh kantong plastik yang berisikan banyak bahan makanan yang ia telah beli. Saat sedang berbelanja ia terkejut dan terkesan dengan sebuah bahan makanan yang terlihat sangat menggoda dan lezat. "Wah ... apa ini masih bisa disebut sebagai lobak? Keren! Sepertinya lezat dan jika aku membelinya ku rasa ini akan cukup untuk mengisi perut ku selama sehari penuh jika di campurkan dengan bahan masakan lain dan jika aku bisa memasaknya dengan benar" ucap Shota sambil melihat sebuah lobak putih yang memiliki ukuran setengah meter panjangnya.
Shota menjadi sangat tertarik dengan lobak tersebut dan kebetulan juga kalau semua bahan makanan yang ia butuhkan telah ia kumpulkan semuanya dan hanya tersia lobak putih yang ada di depan matanya saja yang saat ini sangat ia inginkan. Di saat Shota berniat untuk membeli lobak tersebut dengan harga 100 Yuan (¥) dan berniat untuk mengambilnya untuk diperiksa terlebih dahulu apakah masih segar dan apakah ada yang cacat. Secara bersamaan dengan Shota ada seorang pria bertubuh besar juga ikut memegang lobak tersebut.
__ADS_1
Setelah selesai membeli lobak, Shota sambil tertawa dan melihat ke arah pria yang sebelumnya berebut lobak dengan dirinya dan secara perlahan mulai mundur untuk kabur. Ternyata pria itu adalah pria yang sebelumnya mengejar Shota dan berniat untuk menghajar dirinya yaitu Meow.
"Tunggu" ucap Meow.
"Glup" Shota langsung menjadi sangat gugup dan sambil tertawa ia menoleh ke arah Meow dan menanyakan apakah ada yang ia butuhkan dari dirinya. Meow langsung mengatakan kalau Shota harus ikut dengan dirinya sekarang juga. "Hei, bolehkah aku bertanya satu hal padamu?" ucap Shota dengan tatapan serius.
__ADS_1
Meow lalu memperbolehkan Shota untuk bertanya, "Hei, mau sampai kapan kalian mengejarku? Apa kalian tak bosan ya? Dan apakah kalian mengerti bagaiman rasanya di kejar kejar dan terus-menerus ketakutan jika keluar dari rumah?" ucap Shota sambil menggunakan ekpresi yang aneh.