
"Tehnik tombak petir bentuk ke-10 raungan naga petir!" ucap mael dengan tatapan dingin dan niatan untuk membunuh.
Sebuah aliran petir dan kilatan petir secara tiba-tiba muncul di sekujur tubuh mael dan secara perlahan mulai menyelimuti dirinya bahkan sampai membentuk sebuah armor berbentuk naga serta senjata miliknya yang menghilang dan berubah menjadi naga petir yang sangat besar yang berada tepat di sebelah mael, "Roarrr!!!" Auman naga petir itu terdengar dengan sangat jelas dan bergema ke seluruh area tersebut dan setiap kali naga petir itu terkena sambaran petir ataupun kilatan halilintar maka tubuhnya akan semakin membesar dan semakin kuat.
"Gila! apa-apaan dengan monster ini? kenapa ia semakin besar setiap kali terkena kilatan petir? Haa... sialan! dasar developer sialan! mentang-mentang monster naga itu memiliki element dasar petir dan tubuhnya terbentuk dari petir murni dia akan semakin kuat ketika terkena petir ataupun mengkonsumsi petir dan halilintar" ucap Shota sembari mengutuk developer permainan the heaven karena menciptakan sebuah kemampuan yang terbilang gila.
Mael dengan perasaan kesal kini dengan kecepatan kilat langsung melesat ke arah Shota bersamaan dengan naga petir miliknya itu dan menyerang apapun yang ada di hadapan mereka bahkan seiryu dan genbu pun tak sanggup untuk menahan pergerakan dari mael dan naga petirnya itu bukan saja karena ia sangat cepat tetapi juga ia sangat kuat serta setiap kali mereka menyentuh tubuh mael seluruh tubuh mereka langsung tersentrum dan mati rasa yang membuat mereka berdua menjadi melemah dan melambat.
__ADS_1
Shota saat ini mulai merasa sedikit khawatir dan mulai merasa cemas bahkan ia semakin ragu tentang apakah dirinya dapat menang melawan mael yang merupakan mahluk panggilan dengan kemampuan yang sangat gila. "Haa... semoga saja aku masih sempat mengulur waktu hingga tengah malam! keluarlah raven, ware heyna, pengembala iblis!" ucap Shota sembari memasukkan kartu ke dalam slot yang ada di belati miliknya itu.
"Final attack ware heyna! final attack raven! final attack demon herder" Setiap kali Shota memasukkan kartu ke dalam slot yang ada di belati miliknya itu seketika itu juga suara dari nama mahluk yang akan di panggil oleh Shota terdengar lalu tak lama setelahnya mahluk panggilan Shota langsung muncul, "Serang mereka!" ucap Shota sembari menunjuk ke arah mael dan naga petir miliknya itu.
Seluruh mahluk yang di panggil oleh Shota itu seketika itu juga langsung menyerang mael dan naga petir miliknya yang kini tengah terbang ke arahnya Shota seketika setelah mereka mendengar perkataan dari Shota. Tak hanya sebatas itu saja Shota dengan cepat juga langsung mengaktifkan skil miliknya yang lain dengan tujuan untuk memperlambat pergerakan dari mael karena ia tau kalau semua serangan miliknya hanya akan sedikit berefek pada mael dan hanya ada sedikit saja skil miliknya yang dapat memberikan damage yang cukup berarti, "Element es, ice dragon! element api, teratai api! element api, fire arrow! element api, Phoenix! langkah cahaya! invark! wind counter!" ucap Shota sembari mengaktifkan hampir seluruh skil miliknya.
Naga petir milik mael itu secara perlahan mulai mengumpulkan sebuah petir di dalam mulutnya untuk menciptakan sebuah bola petir yang akan di gunakan untuk menyerang lawannya, setelah selesai mengumpulkan unsur petir yang cukup banyak yang kini telah berbentuk sebuah bola yang kini telah siap untuk di lepaskan ke arah Shota. "Ngungg!!! fyuu!!! fyuu!!" Naga petir itu langsung menembakkan beberapa bola petir dari dalam mulutnya yang langsung mengarah pada Shota, Shota yang melihat serangan dari naga petir itu dengan sigap dan cepat langsung menghindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya.
__ADS_1
Shota yang sebelumnya telah mengaktifkan skil langkah cahaya yang membuat dirinya bisa bergerak secepat cahaya dapat dengan mudah menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir itu bahkan sedikitpun serangan yang di lancarkan oleh naga petir itu tak dapat menyentuh tubuhnya walau hanya sehelai rambut saja tetapi sayangnya hutan yang sebelumnya di penuhi oleh pepohonan itu seketika itu juga langsung menjadi hancur karena ulah Shota dan mael yang bertarung di area tersebut. Seluruh pergerakan naga petir itu hampir sepenuhnya dapat di atur oleh mael menggunakan pikirannya bahkan pola serangan naga petir bisa di atur oleh mael sesuka hatinya tetapi bukan hanya sebatas itu saja melainkan ada hal yang lebih menakutkan lagi yaitu penglihatan dan fikiran mael dengan naga petir terhubung satu sama lain atau dengan kata lain mereka bisa menyusun rencana tanpa harus berbicara terlebih dahulu serta apa yang di lihat oleh naga petir juga dapat di lihat oleh mael dan begitupun sebaliknya.
Shota memang di unggulkan pada kecepatan tetapi sayangnya hal itu tak terlalu membantu jika kurangnya kekuatan dan kepintaran tetapi beruntung Shota memiliki kedua hal itu jadi ia bisa tetap tenang ketika menghadapi lawan yang bisa di katakan jauh lebih kuat daripada dirinya. Pada awalnya naga petir hanya menyerang Shota dengan beberapa bola petir tetapi lama-kelamaan bola-bola petir itu semakin bertambah banyak dan hingga akhirnya kini telah mencapai puluhan bola petir yang membuat Shota sedikit kesulitan untuk menghindari serangan tersebut ataupun mencoba untuk mendekati salah satu dari mereka berdua.
Sementara itu di saat Shota tengah sibuk untuk menghindari dan menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir, raven, ware heyna, demon herder dan kedua familiar Shota yang lainya kini tengah sibuk menghadapi dan menahan pergerakan dari mael yang terus-terusan mencoba untuk mendekati Shota dan membunuhnya dengan seluruh kemampuan yang ia miliki. Seperti anak panah yang telah di lepaskan, Shota kini secara mau tak mau harus terus mengulur waktu dan bertahan dalam menghadapi mael dan naga petir nya itu hingga tengah malam karena hanya di waktu itu sajalah dia baru bisa memaksimalkan seluruh kemampuan yang ia miliki bahkan bisa di katakan kalau mael tak akan mampu untuk menghadapi dirinya lagi bahkan menahan beberapa serangannya saja ia sudah tak akan sanggup lagi.
"Sedikit lagi! sedikit lagi! hanya perlu waktu sedikit lagi saja! ku mohon, aku harus bisa bertahan hingga tengah malam. hanya tersisa 3 jam lagi saja hingga akhirnya tengah malam" ucap Shota sembari terus-menerus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh naga petir.
__ADS_1