The Heaven

The Heaven
035


__ADS_3

Garis lengkung samar tercipta di tepian bibir. Sebilah katana masih kukuh menghadap ke depan, tanpa getir sedikit pun. Tak peduli seberapa banyak luka di tubuh, dia masih terlena dalam dunia fana. Memorial indah bersama teman terus terangkat dari ingatan yang terpendam.


"Terima kasih, Sins, Yui, Cloud," lirih Razel.


Sial, rasanya jauh lebih baik. Perlahan aku mulai bisa merasakan sekitarku dengan lebih jelas, seolah-olah ada mata baru yang tercipta di bagian tubuhku. Suara embusan angin dan napasku terdengar begitu jelas, dedaunan yang saling bergesekan, aroma darah yang begitu pekat ... bahkan aku mulai bisa mendengar degup jantung orang lain. Apa ini yang dinamakan kehendak alam? Ataukah diriku yang telah menyatu dengan alam?


Degupan jantung yang ia dengar adalah milik dari tiga makhluk hidup yang masih bernapas di sekitarnya. Samar Razel mulai bisa melihat lebih jelas, walaupun matanya terpejam. Niat membunuh yang teramat kuat terus bergerak di sekitarnya, tetapi mengincar mangsa selain dirinya.

__ADS_1


Ini ... mungkinkah? Di sana!


Razel menghunuskan pedangnya ke sisi kanan, tepat di mana penjaga dungeon berada. Sayangnya, luka yang diberikan terlalu sedikit, tak lebih dari sebuah goresan. Penjaga dungeon itu mampu menghindar tepat pada waktunya. Kini matanya tajam ke arah Razel, menetapkannya sebagai sebuah ancaman.


Selayaknya seorang pemburu, harimau putih itu mulai mengaum, menanamkan cakarnya. Langkahnya menjadi lebih cepat, tetapi napasnya terdengar lebih berat. Kecepatannya terlampau tinggi, hingga membuatnya tak bisa bereaksi. Akan tetapi, bukan berarti Razel telah berputus asa.


Darah mengalir ke luar dari bekas luka dan mulutnya, seketika membuat Razel kesulitan untuk bergerak bahkan hanya untuk berdiri. Pedangnya pun sudah tak lagi ada, membuat peluang menang menjadi nol seutuhnya.

__ADS_1


Hahaha ... kurasa tak buruk juga untuk mati seperti ini. Karena setidaknya aku sudah berusaha sebaik mungkin. Satu-satunya penyesalanku hanya ... maaf, Cloud, Sins, aku tidak bisa menepati janjiku. Yui ... dia—haa ... selamat tinggal.


Razel yang sudah tak lagi memiliki tenaga, hanya bisa bersimpuh menatap angkasa sembari menunggu kematiannya.


"uhuk-uhuk! Ω πνεύμα που φυλάει την ιερή μαγεία, που φυλάει και προστατεύει την ιερότητα του κόσμου. Δώσε μας θεϊκή προστασία. Φέρτε ξανά φως σε αυτόν τον σκοτεινό κόσμο και και να καταστρέψει κάθε κακό σε αυτόν τον κόσμο. Σπάστε το, καταστρέψτε το, καταστρέψτε το! Να χαθεί, να χαθεί! Ha, ha, Holy Explosion!" teriak Yui sembari mencoba beranjak dari tempatnya.


Langkah yang tertatih, wajah pucat pasif dan bercak darah di beberapa bagian tubuh—Yui masih berusaha untuk tetap hidup—berharap bisa kembali bersama dengan orang yang dicintainya. Mana keemasan yang dipenuhi oleh energi kehidupan terus berkumpul di satu titik. Mereka terus menyatu dan menjadi lebih kecil, lebih padat.

__ADS_1


Mana itu terkonsentrasi pada satu titik dan terus berputar mengelilingi monster harimau putih. "Είσαι αυτός που λατρεύω ως Θεό. Εσύ είσαι αυτός που ζει στο φως. Ακούστε το αίτημα μου, κάψτε τον εχθρό Κάψε το σε στάχτη και δώσε του τον πιο οδυνηρό θάνατο Σας προσφέρω αυτή τη βρώμικη ψυχή, ελπίζοντας ότι όλες οι προσευχές σας θα εκπληρωθούν. Δημιουργήστε ένα σπαθί που μπορεί να κόψει τα πάντα! Sky ... Light—"


__ADS_2