
“hei kak, bisakah sekarang kita mulai saja pertandinganya? Aku sudah mulai bosan menunggu!” ucap Shota sambil menoleh ke arah panitia dan mengabaikan perkataan Ryu. Ryu dan semua pemain lainya termasuk para panitia terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota tetapi panitia yang saat ini sedang berada di dekat Shota malah tersenyum melihat tingkah Shota bahkan panitia itu malah langsung menuruti perkataan Shota dan langsung memulai pertandingan antara Shota dengan Ryu, “menyerahlah selagi aku masih memberikanmu kesempatan, kalau tidak jangan salahkan sihirku yang tak berperasaan ini” ucap Ryu sambil tertawa dan menatap Shota.
“Apakah kau hanya bisa menggonggong tanpa pernah bisa menggigit? Memalukan” ucap Shota dengan nada meremehkan.
Tujuan Shota adalah untuk mempermalukan dan membuat Ryu kehilangan ketenangan dirinya, agar Shota bisa dengan mudah mengalahkan Ryu. Dan yang benar saja, baru beberapa kata saja sudah membuat Ryu menjadi sangat kesal dan marah hingga membuat ketenangan dirinya menghilang, “Kurang ajar! Bersiaplah untuk mati” ucap Ryu dan langsung merapalkan sebuah mantra.
“Ohh, menarik! Tunjukan padaku kemampuanmu” ucap Shota sambil dengan tenangnya melihat Ryu merapalkan mantra. Ryu menjadi bertambah kesal dan bahkan semua pemain yang melihat tingkah Shota menjadi sangat kesal dan bahkan langsung menyuruh Ryu untuk menghabisi Shota. Shota hanya tersenyum di balik topengnya seketika mendengar perkataan semua pemain, sedangkan Ryu terus merapalkan mantranya. Dan, ketika ia telah selesai merapalkan mantra penyerang miliknya, sebuah serigala es muncul dan langsung menyerang Shota dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
Shota dengan sangat mudahnya menghindari serangan dari serigala es yang di ciptakan oleh Ryu tetapi sihir milik Ryu tak berhenti di sana saja, ketika Shota berhasil mengelak dari gigitan serigala es itu, serigala es tersebut dengan kecepatan tinggi langsung berbalik arah dan mengejar Shota untuk menyerangnya kembali. “Hmm ... menarik! Keluarlah serigala iblis” ucap Shota dan langsung mengeluarkan serigala iblis yang skil tersebut ia copy dari skil sihir milik Ryu.
Ryu yang mengira kalau serigalanya telah berhasil mengalahkan Shota langsung tertawa dengan sangat keras, dan mengira kalau Shota telah kalah karena arena di sekitar tempatnya berada telah membeku menjadi es sepenuhnya. “Hei, apa yang kau tertawakan? Apakah hanya segini saja kemapuanmu?” ucap Shota sambil menatap ke arah Ryu dan telah menciptakan 30 ekor serigala es.
Semua pemain menjadi sangat terkejut seketika melihat puluhan serigala yang terbuat dari es berdiri di samping Shota. Sementara itu, Ryu yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut dan bahkan tak bisa berkata kata. “Ada apa? Apa kau takut? Apa kau bertanya tanya bagaimana caranya aku bisa menciptakan serigala ini?” tanya Shota dengan nada merendahkan
“Hmm ... menarik. Tepi aku menolak! “ ucap Shota.
__ADS_1
“Hei bocah! Jangan mencoba untuk menolak keberuntunganmu, dasar sialan” ucap Ryu sambil mencoba untuk mengancam Shota.
Shota hanya tertawa ketika mendengar perkataan dari Ryu dan menyuruh Ryu untuk mengalahkan dirinya,jika ia bisa. Shota menyuruh semua serigala es-nya untuk menyerang Ryu.b”Kau!” Ryu menjadi sangat kesal dan langsung mencoba untuk merapalkan mantra penyerang yang kuat.
Ryu mencoba untuk merapalkan sebuah mantra yang sangat kuat. Tetapi, karena serigala milik Shota terus menyerang Ryu, Ryu menjadi tak bisa merapalkan mantra yang kuat dan hanya bisa membaca rapalan mantra yang cukup untuk dapat menghancurkan serigala es tersebut secara perlahan.
Ryu terus menyerang serigala yang diciptakan oleh Shota dengan susah payah. Sementara itu, Shota hanya berbaring sambil menikmati pertarungan antara Ryu melawan serigala esnya. Setelah bertarung lebih setengah jam, Ryu akhirnya berhasil mengalahkan semua serigala es dengan bersusah payah.
__ADS_1
“Haa ... lemah! Apakah hanya segini saja kemampuanmu? Membosankan!” ucap Shota dan secara perlahan mulai berdiri.