The Heaven

The Heaven
S2. CH 118. KEMAMPUAN PENGHANCUR 4


__ADS_3

Ayato dan Krak Dev dengan kecepatan tinggi secara bergantian mulai bergantian menyerang jamal dengan seluruh kemampuan yang mereka miliki, sebuah gelombang cahaya dan kobaran api secara terus menerus terlihat seketika setiap serangan dari mereka mengenai jamal yang saat ini masih terbalut oleh tornado api. "Ha..ha..ha... ku rasa ha... semua ini sudah memberikannya damage yang cukup berarti! jika seandainya serangan kita tak ada satupun yang dapat membunuhnya, setidaknya kita sudah berjuang keras dan memberikan perlawan yang berarti kepadanya" ucap ayato dengan nafas yang terengah-engah karena kelelahan.


"Ha..ha.. aku setuju dengan ucapanmu itu, lebih baik sekarang kita kabur saja dari pada kita harus mati di tangan orang aneh ini" ucap krak dev.


Ayato dan krak Dev memiliki dan memikirkan cara yang sama dan bahkan kali ini mereka tanpa fikir panjang langsung menggunakan cara itu yaitu dengan cara lari sekencangnya dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa mereka tanpa memperdulikan tentang harga diri ataupun hal lainnya lagi. "Slah!" Suara tebasan sebuah senjata terdengar dengan sangat jelas yang membuat ayato dan krak dev menjadi sedikit khawatir bahkan mereka saling bertanya tentang apakah salah satu dari mereka mendengar sebuah suara, mereka berdua lalu dengan ekpresi wajah takut dan gelisah secara perlahan mulai menoleh ke arah belakang untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan suara apa itu sebenarnya.


"Hei Dev, apa kamu memikirkan apa yang saat ini tengah ku fikirkan? dan juga apakah kemampuan dari skil mu itu hanya bisa bertahan selama ini saja? dan apakah kita telah berhasil untuk membunuhnya?" ucap ayato dengan ekpresi wajah pucat dan keringat dingin yang menetes keluar dari wajahnya.


"Tidak! seharusnya kemampuanku itu hanya bisa di gunakan untuk menahannya dan memberikannya sebuah luka yang cukup berarti. seharusnya kemampuanku dapat menahannya lebih lama dari ini dan sepertinya aku juga sepemikiran denganmu!" ucap krak dev dengan ekpresi wajah masam dan khawatir.

__ADS_1


Ayato dan Krak Dev yang sepemikiran dan sepaham untuk kabur dari sana dengan cepat langsung berbalik arah dan berniat untuk lari tetapi betapa terkejutnya mereka berdua ketika mereka baru saja berbalik arah dan baru berjalan selangkah tepat di hadapan mereka jamal tengah berdiri sambil mengangkat sabit miliknya itu dengan tatapan mata sedingin es dan aura niat membunuh yang sangat kuat yang sampai-sampai membuat ayato dan krak dev menjadi gemetaran. "Hehehe... jamal ya? apa kabar? s-sepertinya kamu baik-baik saja, syukurlah! baguslah, kalau begitu aku pergi dulu ya. kalian berdua silahkan duduk dan mengobrol dulu saja, aku harus pergi ke sana dulu sebentar ada yang harus ku lakukan. jaga dirimu baik-baik ya bro" ucap ayato sambil tertawa dan berniat untuk pergi dari sana seolah-olah tak terjadi apapun dan seolah-olah mereka adalah teman lama.


Krak Dev menjadi sangat terkejut dan tak bisa berkata-kata baik itu karena ayato ataupun karena jamal yang saat ini berada tepat di hadapanya, sementara itu ayato langsung berbalik arah dan langsung berjalan cepat untuk kabur dari sana tetapi ia sama sekali tak bergerak sedikitpun dari sana padahal ia sudah berjalan dengan sangat cepat. Ayato yang merasa aneh langsung mempercepat langkahnya karena ia fikir kalau itu hanya perasaaannya saja, langkah kaki ayato secara perlahan semakin cepat dan semakin cepat bahkan ia sampai berlari tetapi tetap saja ia tak berpindah tempat walau hanya selangkah saja dari tempatnya itu.


Ayato menjadi semakin panik dan bingung melihat hal tersebut dan bahkan ia mulai memiliki perasaan yang tak enak dan bahkan sampai memikirkan banyak hal aneh dan karena hal itu pula yang membuat ia secara mau tak mau harus menoleh ke belakang untuk melihat apa yang sebenarnya tengah terjadi pada dirinya itu dan mengapa ia tak bisa bergerak maju walau hanya selangkah saja dari tempatnya berdiri saat ini. Ayato secara perlahan dengan perasaan takut dan wajah yang memucat serta keringat dingin yang membanjiri tubuhnya secara perlahan mulai menoleh ke arah belakang dan betapa terkejutnya dan takutnya dirinya ketika melihat kalau saat ini kerah baju miliknya tengah di genggam erat oleh jamal dengan tujuan agar dirinya tak bisa kabur dari sana, ayato menjadi bertambah takut dan cemas ketika melihat ekspresi jamal yang tersenyum kepada dirinya dengan senyuman yang terlihat sangat mengerikan.


"Hehehehe... pantas saja aku tak bisa kabur, ternyata dirimu yang menahanku agar tak bisa kabur dari sini ya? ada apa gerangan? kenapa dirimu menahan ku agar tak pergi dari sini? apa sebegitu cintanya dirimu padaku hingga kamu tak membiarkan diriku sedikitpun pergi menjauh darimu walau hanya sebentar? tapi maaf ya seleraku bukan laki-laki sepertimu melainkan seorang wanita yang manis dan imut serta kalau bisa aku ingin pipinya tembem agar terlihat jauh lebih imut dari sebelumnya karena apa? karena aku adalah seorang laki-laki tulen yang hanya akan menyukai seorang wanita, bukannya pria!" ucap ayato dengan bangganya dan ekpresi tersenyum tak enak.


"Apa kau ini bodoh ya? sudahlah jangan berbicara lagi, kau membuatku semakin takut dan merinding. sekarang tenang dan terima saja kematianmu ya bodoh! tenang saja aku tak akan membuatnya sakit, hanya akan terasa seperti di gigit semut" ucap jamal sambil memasang ekspresi wajah senyum yang sangat menakutkan.

__ADS_1


"Eh.. kau pasti bercanda kan? ayolah, bercandamu tak lucu" ucap ayato dengan ekpresi wajah takut dan wajahnya seketika itu juga langsung berubah menjadi pucat.


"Apa dirimu fikir kalau diriku saat ini tengah bercanda? kamu lihat wajah saya? apakah wajah saya seperti bercanda?" ucap jamal.


"Sepertinya tidak! tapi apa kamu yakin ingin membunuhku? kamu tidak lagi mabuk kan? masak laki-laki setampan saya harus mati? bagaimana jika wanita di luar sana yang mengidolakan ku tau kalau kamu yang membunuhku? mereka pasti akan... eehh...!! T-tunggu sebentar! apa kau sudah gila ya? sabitmu itu hampir saja memenggal kepalaku jika saja aku tadi tak sempat untuk bereaksi" ucap ayato dengan nada tinggi dan marah karena hampir di habisi oleh jamal.


"Ada saya peduli? lagian kenapa orang yang sudah hampir mati seperti mu ini harus banyak bicara sih?" ucap jamal sambil sekali lagi mengangkat sabit miliknya untuk menghabisi ayato.


Ayato terus saja mengeluh dan terus mencoba untuk menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh jamal dan jamal pun terus saja menyerang ayato tanpa ampun dan tanpa sedikitpun memberikan ayato waktu untuk beristirahat. Sementara itu di sisi lain krak dev hanya bisa terus melihat dan menatap ayato dan jamal yang terus-menerus saling menyerang yang terlihat seperti seorang akan kecil yang tengah berkelahi demi memperebutkan sebuah mainan, "Hei, sampai kapan kalian akan bermain? jika kalian ingin saling membunuh coba lah untuk bertarung lebih serius sedikit napa? aku bosan melihat pertarungan kalian yang terlihat seperti seorang anak kecil ini, tak ada menarik dan seru-serunya sama sekali walau hanya sedikit" ucap krak dev dengan ekpresi polos tak berdosa setelah mengatakan hal tersebut dan hanya menatap ayato dan jamal.

__ADS_1


Ayato dan Jamal seketika itu juga langsung berhenti bertarung seketika mendengar perkataan dari krak dev dan langsung menoleh ke arah krak dev dan tanpa basa-basi mereka berdua langsung meninju wajah krak dev yang membuat dirinya terpentalkan cukup jauh.


__ADS_2