
“Yo, apa kalian baik baik saja?” ucap Shota sambil melihat ke arah giant. Kedua wanita tersebut langsung menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota dan dengan perasaan gugup sekaligus takut mereka menjawab kalau mereka berdua baik baik saja, “haa... syukurlah kalau kalian baik baik saja. Apakah kalian berdua bernama rin dan nina?” ucap Shota sambil menoleh ke arah kedua wanita tersebut.
“Hei, siapa kau? Beraninya kau menggangu pekerjaan kami dan bahkan beraninya kau membunuh salah satu anggotaku! Apa kau tau konsekuensi dari perbuatanmu itu?” ucap giant dengan perasaan kesal sekaligus kebingungan ketika melihat Shota yang secara tiba tiba muncul entah dari mana dan langsung membuh salah satu anggotanya.
“B-bukan, namaku adalah kiku dan temanku ini adalah yani” ucap kiku dengan perasaan takut sekaligus kebingungan ketika mendengar perkataan dari Shota.
“ohh.. begitu ya? Jadi aku salah orang! Hahaha... maaf, maaf karena telah menggangu pekerjaan kalian. Silahkan kalian lanjutkan lagi pekerjaan kalian yang tertunda karena ulahku” ucap sambil tertawa dan langsung berniat untuk pergi sambil berpur pura kalau dirinya tak melihat apapun.
“Hei, siapa kau? Jawab pertanyaanku dasar bodoh!” ucap giant yang semakin merasa kesal karena perkataannya tadi tak di dengarkan oleh Shota dan bahkan dirinya hanya di abaikan olehnya.
Ketika Shota berniat untuk pergi, kiku dan nina langsung menghentikan Shota agar tak pergi dan memohon agar Shota menyelamatkan mereka. “ku tolak!” Shota langsung menolak permohonan dari kiku dan nina untuk menyelamatkan mereka berdua, sementara itu kiku dan nina yang mendengar perkataan dari Shota langsung menjadi sangat terkejut dan panik lalu mereka menanyakan alasan kenapa dirinya tak mau membantu mereka berdua. “Hei sialan, siapa kau? Dan berani beraninya kau mengabaikanku?” ucap giant dan langsung menyuruh bawahannya untuk membunuh Shota.
Ketika mendengar perintah dari giant, seluruh bawahanya pun dengan cepat langsung berlari ke arah Shota tanpa tau kalau pemain yang saat ini berada di hadapan mereka adalah dewa pembantai dan merupakan pemain yang paling tak ingin di temui oleh red player atau pk. “petama, aku tak kan mendapatkan apapun dari menyelamatkan kalian. Kedua, kalian tak membayarku untuk melakukan ini. Dan ketiga, tak ada gunanya bagiku untuk menyelamatkan orang yang baru saja ku temui. Dan yang terakhir, aku tak berniat untuk mati di sini” ucap Shota sambil terus menerus menghindari seluruh serangan yang di lancarkan oleh seluruh bawahannya giant.
Ketika mendengar perkataan dari Shota, wajah kedua wanita itu langsung memucat dan bahkan sangat kecewa di buatnya. Sementara itu giant menjadi bertambah marah karena dirinya yang saat ini tak di anggap dan selalu di abaikan oleh Shota, kiku dan bahkan oleh nina dan yang lebih parahnya lagi yang membuat giant menjadi sangat marah adalah fakta kalau bawahanya tersebut belum juga bisa membunuh Shota bahkan untuk memberikan 1 saja damage mereka tak sanggup.
Giant menjadi sangat kesal dan langsung berjalan ke arah Shota sambil membawa sebuah kapak yang sangat besar, sementara itu kiku dan nina menjadi sangat terheran heran ketika melihat kalau Shota dari tadi dapat dengan mudah menhindari setiap serangan yang mengarah pada dirinya. “Ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Ayolah, ini masalah bisnis” ucap Shota sambil terus menerus menghindari serangan yang di lancarkan oleh semua bawahanya giant.
__ADS_1
“b-bukan itu, tapi di belakangmu!” ucap kiku sambil menyuruh Shota untuk menolah ke belakang karena saat ini di belakangnya terdapat giant yang telah bersiap siap untuk membunuh Shota. “Memangnya ada apa di belakangku?” ucap Shota sambil secara perlahan menoleh ke arah belakang.
Tepat saat Shota menoleh ke belakang ia berpura pura terkejut bahkan sampai berpura pura ketakutan ketika melihat kalau giant saat ini telah berada di belakangnya dan telah bersiap untuk membuh Shota, “slah!” kapak besar milik giant dengan cepat langsung mengenai tubuh Shota. Shota yang terkena serangan giant langsung berpura pura terkejut dan mati bahkan dirinya sampai membuat sebuah ilusi yang sangat persis seperti apa yang di inginkan dan di harapkan oleh giant, “whahaha... beginilah akibatnya jika berani membuat giant yang perkasa ini marah” ucap giant dengan perasaan senang dan langsung tertawa keras ketika dirinya berhasil membunuh Shota.
“Hahahaha.... baiklah, sekarang adalah giliran kalian” ucap giant dan langsung mendekati kiku dan nina. Kiku dan Nina yang melihat kalau Shota dapat di bunuh oleh giant dengan sangat mudah langsung menjadi sangat terkejut dan langsung menjadi sangat ketakutan di buatnya, sementara itu giant sambil secara perlahan mulai mendekati kiku dan nina dan ketika dirinya telah berada tepat di hadapan mereka berdua giant sambil tertawa langsung mengangkat kapak besar miliknya dengan niat untuk membunuh mereka berdua.
Ketika kapak milik giant hampir mengenai dan membelah tubuh mereka berdua, secara tiba tiba dua bilah pisau langsung menembus tubuh giant yang membuat giant menjadi sangat terkejut dan ketika dirinya berniat untuk melihat siapa yang telah membunuhnya, secara cepat hp miliknya langsung turun ke angka 0 dan langsung menghilang menjadi pecahan cahaya. Seluruh pemain yang ada di sana menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau ketua mereka telah terbunuh tetapi mereka tak melihat adanya pemain yang membunuh ketua mereka, seluruh pk yang ada di sana menjadi sangat kebingungan sekaligus terheran heran karena ketua mereka terbunuh tanpa adanya pemain.
Di saat mereka tengah kebingungan karena hal tersebut, Shota secara perlahan mulai membunuh mereka secara satu persatu tanpa ada yang melihat dirinya ataupun mengetahui keberadaan dirinya. Alasan kenapa Shota tak dapat di lihat oleh pemain lain adalah karena seluruh pemain yang ada di sana telah terperangkat dalam ilusi miliknya, perlahan tapi pasti Shota langsung mengurangi jumlah seluruh pk yang ada di sana dari yang awalnya berjumlah 14 turun menjadi 13,12,11,10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2 dan hingga akhinya hanya tersisa satu lagi pk.
Setelah hanya tingal tersisa 1 saja pk, Shota secara perlahan langsung menghilangkan effek dari skil ilusi miliknya dan secara perlahan kiku, nina dan pk tersebut dapat melihat dirinya. Tetapi betapa terkejutnya pk tersebut ketika melihat kalau di lehernya ada sebuah pisau yang kapapun Shota suka dapat langsung membunuh dirinya, sementara itu kiku dan nina yang melihat Shota yang secara tiba tiba muncul di belakang player killers itu dan telah menodongkan sebuah pisau di lehernya langsung menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat kebingungan sekaligus menjadi sangat senang setelah mengetahui fakta kalau mereka berdua tak jadi mati hari ini.
“Hei, sebaiknya kalian berdua segera pergi dari sini. Jika tidak aku tak kan bisa menjamin keselamatan kalian berdua” ucap Shota sambil langsung pergi ke markas dari para pk tersebut untuk mengambil seluruh harta yang mereka miliki dan untuk bersenang senang siapa tau ada lawan yang dapat menghibur dirinya. Ketika Kiku Dan Nina mendengar perkataan dari Shota, mereka langsung mengucapkan terimakasih kepada Shota sambil langsung mengikuti Shota pergi ke markas para pk dan langsung menanyakan nama Shota.
“Kenapa kalian mengikuti ku? Cepat kembali ke kota bilsta karena aku akan pergi ketempat yang sangat banyak harta eh maksudku banyak bahaya.” Ucap Shota yang keceplosan atas tujuan aslinya. Kiku, Nina dan pk tersebut hanya bisa terheran heran ketika mendengar perkataan dan niatan sebenarnya dari alasan Shota pergi ke markas para pk tersebut, sementara itu pk tersebut sambil berkata dalam hati kalau yang akan di dapatkan oleh Shota bukanlah sebuah harta melainkan kematian yang mengerikan.
“Hehehe... anu tuan, kalau boleh tau siapa nama tuan?” ucap nina dengan nada gugup dan ekpresi malu. Kiku sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dari nina dan langsung tersenyum di buatnya ketika melihat tingkah nina yang malu malu tersebut, “hei ngomong ngomong kau ini sebenarnya laki laki ataukah perempuan ya? Soalnya dari belakang penampilanmu terlihat seperti seorang wanita” ucap kiku.
__ADS_1
“Aku seorang pria tolen, jika kalian tak percaya aku bisa menunjukkan buktinya pada kalian, apa kalian mau melihatnya?” ucap Shota.
Kiku dan nina langsung menjadi tersipu malu bahkan wajah mereka langsung memerah seketika setelah mendengar perkataan Shota, “hai, apa kau ini bodoh ya? Apa kau benar benar serius mengatakan hal itu dan benar benar serius akan memperlihatkan pedang Excalibur milikmu pada mereka sebagai bukti kalau kau ini laki laki?” ucap pk tersebut yang terheran heran ketika mendengar perkataan dari Shota.
“Hahaha.... mana mungkin lah aku mau memperlihatkan senjata suciku pada mereka tetapi jika mereka memaksa maka pasti akan ku perlihatkan” ucap Shota sambil tertawa keras. Nina dan Kiku menjadi bertambah malu ketika mendengar obrolan dari Shota dengan pk tersebut dan bahkan wajah mereka bertambah memerah saat ini karena malu, “dasar tak waras” ucap pk tersebut dengan tatapan aneh.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di sebuah danau yang di tengah tengahnya terdapat sebuah villa yang besar dan indah dan di atas villa tersebut terdapat sebuah lambang hewan angsa berwarna merah darah, “Hei, apa kah itu markas mu” ucap Shota sambil menunjuk ke arah villa yang berada di tengah tengah danau tersebut yang di jaga oleh sekitar 30 pk.
“ya, itu lah markas dari serikat pk kelas atas angsa merah yang merupakan serikat ku” ucap pk tersebut sambil membusungkan dadanya.
“Ha... menarik! Sepertinya terdapat banyak pemain yang lumayan kuat. Sekarang tugasmu selesai sampai di sini, selamat tinggal” ucap Shota dan langsung membunuh pk tersebut. Kiku dan Nina menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota tanpa belas kasihan langsung menghabisi pk tersebut padahal ia telah memberikan apa yang di inginkan oleh Shota, “hahaha.. tujuannya mau membawaku kemari bukanlah karena ingin membantuku tetapi orang itu ingin membunuhku menggunakan bantuan teman temannya” ucap Shota sambil tersenyum dan meyuruh kiku dan nina untuk tetap bersembunyi dan diam.
“Memangnya dirimu mau pergi ke mana?” ucap kiku dengan ekpresi bingung.
“Aku harus melakukan hal yang sangat penting, jadi kalian tunggulah di sini sebentar. Keluarlah dark dragon” ucap Shota dan langsung memerintahkan dark dragon untuk melindungi kiku dan nina.
Nina menjadi sangat terkejut dan bahkan menjadi sedikit ketakutan ketika melihat kemunculan seekor naga berwarna hitam secara tiba tiba yang entah muncul dari mana, sementara itu kiku hanya sedikit terkejut dan langsung mengambil senjata miliknya dan langsung bersiap siap untuk bertarung. “Hahaha.. tenang saja, tak perlu setakut itu. Dia ini adalah familiarku, jadi santai saja. Baiklah kalian tunggu saja di sini, invisible” ucap Shota dan langsung mengaktifkan skil invisible yang membuatnya menghilang.
__ADS_1
Setelah dirinya sepenuhnya menghilang Shota secara cepat langsung pergi berjalan ke arah markas dari serikat angsa merah, sementara itu ketika melihat Shota yang menghilang nina dan kiku menjadi sedikit kebingungan ketika melihat kalau Shota dapat menggunakan skil kelas asasin yaitu invisible tetapi ia juga dapat menggunakan skil summoner yang merupakan skil milik kelas elementalis. Sementara itu Shota yang saat ini telah berada tepat di hadapan salah satu anggota dari serikat pk angsa merah, Shota dengan cepat langsung membunuh pemain tersebut dan setelah itu ia langsung mengaktifkan skil langkah cahaya dan secara cepat langsung membunuh seluruh penjaga yang ada di sekitar area danau tersebut.
Kiku dan nina yang melihat kalau penjaga yang ada di sana secara perlahan mulai menghilang langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan sampai terkagum kagum di buatnya ketika melihat keterampilan membunuh Shota yang sangat terampil, sementara itu Shota yang saat ini telah membunuh seluruh penjaga yang ada di sana secara perlahan langsung masuk ke dalam markas serikat angsa merah. Ketika masuk ke dalam markas serikat angsa merah Shota sedikit terkejut ketika melihat kalau di dalam serikat tersebut terdapat banyak sekali pemain yang saat ini tengah berpesta dan bersenang senang, “Haa... hei, di mana ketua kalian cepat keluar dan lawan aku” ucap Shota sambil menghancurkan pintu masuk ke dalam markas serikat pk angsa merah.