The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 33. PEMBANTAIAN ²


__ADS_3

“Haa... hei, cepat katakan padaku di mana ketua kalian dan suruh agar dia cepat keluar dan lawan aku, jika tidak akan ku hancurkan tempat inu” ucap Shota sambil menghancurkan pintu masuk ke dalam markas serikat pk angsa merah. Semua anggota dari serikat red player yang saat ini berada di dalam sana dan tengah berpesta dengan sangat meriha langsung terdiam ketika mendengar perkataan Shota dan dengan cepat mereka semua langsung menoleh ke arah ye xiy dan menatap dirinya, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut langsung tersenyum dan langsung berpura pura kalau dirinya salah tempat. “Ha. Haha... haha.. Sepertinya aku salah tempat deh? Hahaha.. maaf, maaf, maaf karena telah menggangu pesta kalian. Silahkan di lanjutkan lagi pestanya.” Ucap Shota sambil tertawa dan langsung berbalik arah.


“Hek... tunggu dulu!, apa kau fikir setelah kau menghancurkan baranh milik serikat paling menakutkan di area selatan dan mengganggu pesta kami kau bisa langsung datang dan pergi sesukamu? Tidak! Biarkan kakak ini berbicara dan menikmati dulu tubuhmu dan setelah itu baru kau boleh pergi dari sini” ucap seorang pk yang saat ini tengah dalam keadaan mabuk dan tak sadar kalau Shota adalah seorang pria sambil secara perlahan mendekati Shota dengan sebotol minuman di tangan kiri dan sebuah busur di punggung.


“Haa... merepotkan! Sepertinya kalian tak akan membiarkan ku untuk pergi? Dan sepertinya tak ada jalan lain selain membunuh kalian semua terlebih dahulu sebelum aku pergi! Keluarlah penjaga gerbang! Pergi ke sisi barat, selatan, timur dan utara lalu bunuh siapapun yang keluar” ucap Shota sambil memberikan perintah kepada ke 4 penjaga gerbang untuk berjaga di ke 4 sisi dan langsung membunuh siapapun yang mencoba untuk keluar. Para pk yang ada di sana langsung tertawa ketika mendengar perkataan Shota, “hahaha... apakah kau bodoh atau idiot ya? Kau itu hanya seorang diri di sini, sedangkan kami berjumlah lebih dari 100. Apa kau fikir, dirimu itu dewa pembantai? Yang sanggup untuk membuh ratusan pemain seorang diri! Tapi sayangnya dewa pembantai itu hanyalah lelucon di area barat yang di buat oleh orang orang idiot” ucap seorang pk sambil duduk di sebuah singgasana yang sepertinya adalah ketua dari serikat angsa merah sambil tertawa ketkika melihat tingkah Shota yang sok kuat dan mendengar perkataannya yang ingin menghabisi mereka semua.


“Hei! Apakah kau adalah rajanya?” ucap Shota sambil secara perlahan mulai mendekati pria yang tengah duduk di sebuah kursi yang ia kira adalah ketua dari serikat angsa merah.


“Kalau ia memangnya kenapa? Apa kau ingin membunuhku? Ihhh... tatut!! Kau fikir sia.. “ tepat sesaat sebeleum pria tersebut selesai berbicara Shota secara tiba tiba telah berada tepat di hadapan pria tersebut dan langsung memenggal kepalanya yang membuat hp miliknya langsung turun ke angka 0. Sementara itu setiap pemain yang berada di jalur lintasannya secara perlahan hp milik mereka langsung turun ke angka 0 dan mulai menghilang menjadi pecahan cahaya, alasannya adalah karena Shota sebelumnya telah menyerang mereka semua dengan kecepatan cahaya menggunakan bantuan dari skil langkah cahaya dan invisible yang membuat dirinya untuk sesaat terlihat seperti menghilang dan dengan cepat langsung berada di hadapan dari pria yang tengah duduk di singgasana tersebut dan bahkan sampai ada beberapa pk yang mengira kalau Shota menggunkan cheat ataupun skil teleportasi.


“Lemah! Selertinya dia bukanlah rajanya lagian mana mungkin seorang raja selemah itu! Cepat panggil ketua kalian keluar, jika tidak aku akan membantai habis seluruh pemain yang ada di sini” ucap Shota dan langsung menyerang para pk dan secara perlahan mulai membunuh mereka. Para pk yang ada di sana menjadi sangat terkejut sekaligus merasa sangat ketakuan dan khawatir ketika melihat kalau Shota dapat bertarung dengan imbang bahkan mengungguli merek semua bahkan sampai mampu membunuh pk yang ada di sana dengan mudah, padahal perbandingan jumlah antara Shota dengan mereka semua berbanding sangat jauh tetapi dirinya sanggup membunuh mereka.


“Lemah! “ ucap Shota sambil terus menerus menyerang dan membunuh setiap red player yang ada di sana. Sementara itu mereka semua langsung mencoba untuk menyerang Shota secara bersamaan dengan niatan untuk membunuh Shota dengan cara mengeroyoknya tetapi Shota dapat melawan mereka dengan imbang bahkan tanpa menggunakan satupun skil mililknya ia mampu melawan mereka semua sekaligus tanpa menerima damage yang berarti, sementara itu di sisi lain para red player yang mencoba untuk kabur tetapi ketika mereka mencoba untuk keluar dari setiap sisi yang ada mereka langsung di habisi oleh familiarnya Shota.


Semua red player yang ada di sana hanya memiliki dua pilihan yaitu bertarung hingga titik darah penghabisan melawan Shota atau mati secara mengenaskan karena di habisi oleh familiar miliknya, “Tang....Ting...Tang... Ting... Tang... Ting...” suara benturan dari senjata milik Shota dengan para red pleyer yang ada di sana langsung terdengar selama pertempuran yang telah berlangsung lebih dari 10 menit, sementara itu para elementalis dan para cleric, druit dan priest yang ada di sana hanya mensupport para red player dengan cara memberikan mereka berbagai buff dan mengisi kembali darah mereka ketika menerima damage serangan dari Shota.

__ADS_1


“Haa... merepotkan! Sepertinya aku harus membunuh kalian terlebih dahulu sebelum menghabisi orang orang lemah ini” ucap Shota dan langsung melompat ke arah para support yang berada di bagian belakang. Shota yang saat ini telah berada tepat di hadapan para elementalis, cleric dan priest yang menjadi kunci utama kakalahan dari para red player karena mereka lah yang akan mati pertama kali dan kematian dari para player pendukung akan membuat Shota lebih mudah untuk membunuh red player lainya yang ada di sana, “arghh.... ahh... tidak.. tolong” teriakan dari para red player yang di habisi oleh Shota dengan sangat mudah terus terusan terdengar dan semua red player type petarung dengan cepat langsung berlari ke arah Shota untuk menghalangi Shota membunuh red player yang menjadi pendukung mereka.


Para red player dengan type petarung terus menerus menyerang Shota dan mencoba untuk menahan dirinya agar tak menyerang red player yang menjadi pemain pendukung yang sangat penting bagi mereka, sementara itu Shota dengan mudah terus menerus menghindari serangan yang di lancarkan oleh para red player yang ada di sana dan langsung membunuh semua pemain yang memiliki type petarung jarak jauh dan pendukung agar dirinya tak menjadi kerepotan.


“Lemah, lemah, lemah, lemah....!! apa tak ada dari kalian yang dapat menghiburku? Haa.... terlalu lemah” ucap Shota sambil terus menerus membunuh setiap red player yang ada di sana dan hanya menyisakan satu saja red player untuk ia tanyai berbagai hal dan mencari informasi tentang player lainya.


“Cepat katakan padaku lokasi dari markas red player yang ada di bagian selatan! Jika tidak aku akan terus menerus memburumu dan membuatmu terpaksa harus menghapus akunmu” ucap Shota sambil terus terusan menghajar red player yang tersisa. Red player itu langsung menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan Shota dan sambil tertawa ia mengatakan kalau dirinya lebih baik mati dari pada harus menghianati rekan dan serikatnya, “haa.. baiklah, jika itu yang kau inginkan” ucap Shota dan langsung membuat hp milik red player tersebut turun ke angka 0.


Setelah mengambil seluruh harta yang ada di dalam markas red player atau pk angsa merah, Shota langsung memberikan perintah kepada ke 4 familiarnya itu untuk menghancurkan villa yang menjadi markas bagi serikat pk angsa merah menjadi puing puing, setelah mendengar perkataan dari Shota, suzaku, byako, genbu dan seiryu langsung menyerang dan meratakan villa tersebut menjadi puing puing.


“Haa.... merepotkan! Sepertinya aku harus mencari informasi tentang para pk itu seorang diri. Haa... sialan.” Ucap Shota dengan perasaan kesal dan langsung menghilangkan ke 4 penjaga gerbang sambil secara perlahan mulai berjalan mendekati kiku dan nina. “Yo” Shota sambil tersenyum langsung menyapa kiku dan nina padahal saat ini dirinya masih memakai topeng yang ia beli di kota bilsta, sementara itu nina dan kiku menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota telah menghancurkan serikat pk angsa merah dan masih bisa keluar dengan selamat. “ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Jangan jangan kalian mulai memendam rasa padaku?” ucap Shota sambil tertawa dan sedikit menggoda kiku dan nina.


Kiku dan Nina hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari Shota dan menanyakan alasan kenapa Shota menggunakan topeng dan bagaimana caranya dia dapat mengalahkan pk yang berjumlah ratusan pemain seorang diri bahkan sampai menghancurkan serikat tersebut, “R. A. H. A. S. I. A. “ ucap Shota sambil melepaskan topengnya dan secara perlahan langsung mendekati kiku dan nina lalu langsung mencium kening mereka berdua. Kiku dan Nina menjadi sangat terkejut ketika kening mereka berdua di cium oleh Shota bahkan wajah mereka berdua seketika itu juga langsung memerah dan mulai salah tingkah, sementara itu Shota yang melihat tingkah dari kiku dan nina hanya tersenyum dan mengatakan kalau itu adalah hadiah perpisahan darinya.


“A-apa maksudmu?” ucap nina sambil tersipu malu dengan nada gugup dan terpesona ketika melihat wajah Shota.

__ADS_1


“Hahaha... bukan apa apa, aku tak memiliki maksud apapun kok. Soalnya setelah mengantarkan kalian sampai ke kota bilsta dengan selamat, aku akan melanjutkan perjalananku. Hanya itu saja yang bisa ku beritahukan pada kalian” ucap Shota sambil tertawa.


“Melanjutkan perjalanan? Memangnya setelah ini kau akan pergi ke mana?” ucap kiku dengan ekpresi wajah bingung.


“Iya, memangnya tuan Shota akan pergi ke mana setelah ini? Apakah kita bisa bertemu lagi? Dan juga apakah aku boleh ikut menemanimu pergi untuk melanjutkan perjalananmu?” ucap nina dengan ekpresi wajah sedih ketika mendengar perkataan Shota.


“Hahaha.... tenang saja, jika memang sudah takdir pasti cepat atau lambat kita akan bertemu lagi” ucap Shota sambil tersenyum dan mengusap kepala nina sambil tersenyum sambil mencoba untuk menghibur nina. Shota sedikit merasakan perasaan aneh pada nina dan kiku padahal mereka baru saja bertemu tetapi perasaan nyaman dan tak asing saat berada di dekat mereka berdua membuat Shota menjadi sangat kebingungan bahkan saat bersama dan berada di dekat mereka berdua dirinya tak merasakan sedikitpun adanya perasaan waspada ataupun ancaman dari kiku dan nina seperti yang ia rasakan pada pemain lainya, “naga hitam bawa dan lindungi mereka hingga sampai ke depan gerbang masuk kota bilsta dengan selamat dan bunuh siapapun yang mencoba untuk melukai mereka” ucap Shota dan langsung menyuruh kiku dan nina untuk segera naik ke punggung naga hitam yang saat ini telah berevolusi menjadi semakin kuat.


Kiku dan Nina menjadi bertambah terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota dan melihat kalau dirinya tak akan menemani ataupun mengantarkan mereka hingga ke depan gerbang kota bilsta, “kenapa kau tak ikut menemani kami hingga ke kota bilsta?” ucap nina dengan ekpresi wajah sedih.


“hahaha.. maaf, maaf. Aku masih memiliki satu urusan yang harus ku selesaikan terlebih dahulu, jadi aku tak bisa menemani kalian” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung memeluk dan mencium nina. Kiku yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut sekaligus merasa iri dan merasakan perasaan yang sangat aneh ketika melihat Shota memeluk dan bahkan mencium nina, sementara itu nina yang di peluk dan sekali lagi di cium oleh Shota langsung menjadi salah tingkah dan bahkan wajahnya langsung berubah menjadi sangat merah dan dirinya pun hampir pingsan di buatnya. “ada apa? Apa kau juga ingin di peluk?” ucap Shota sambil tertawa dan melihat ke arah kiku.


“J-jangan bercanda! Mana mungkin aku mau di peluk oleh pria aneh sepertimu yang bahkan penampilannya sangat mirip dengan seorang wanita” ucap kiku yang saat ini tengah tersipu malu dan salah tingkah di buatnya dan langsung naik ke punggung naga hitam bersama dengan nina.


“Hahaha... Aku hanya bercanda! Jangan marah begitu nanti cepat tua lo, daripada tua sendiri mending menua bersama denganku” ucap Shota sambil tertawa keras. Kiku menjadi semakin tersipu malu ketika mendengar perkataan dari Shota dan dengan cepat langsung pergi ke kota bilsta dengan menunggangi naga hitam, Shota yang melihat hal tersebut hanya bisa tersenyum sambil melihat kepergian mereka. “Baiklah, sekarang hanya tinggal tersisa satu hal lagi yang harus ku lakukan. Elemnt api, fire arrow. Mau sampai kapan kau bersembunyi? Ku hitung sampai 10 jika dirimu masih belum menunjukkan dirimu maka jangan salahkan jika aku akan mebembakkan seluruh anak panah ini yang seketika itu juga akan langsung membakar tubuhmu menjadi abu” ucap Shota sambil melihat ke arah semak semak yang ada di sebelah kanannya karena ia merasakan hawa kehadiran dari mahluk hidup dan niat membunuh yang cukup kuat.

__ADS_1


Tak lama setelah Shota mengatakan hal tersebut secara perlahan muncul 3 orang pk yang memiliki 3 kelas yang berbeda yaitu kelas sword man, kesatria pelindung dan seorang penyihir atau elementalis. “Sejak kapan kau menyadari keberadaan kami?” ucap seorang sword man yang ada di sana sambil secara perlahan mulai mendekati Shota.


“Entahlah?” ucap Shota dan langsung menembakkan anak panahnya tepat ke arah belakangnya. Shota yang merasakan hawa niat membunuh yang sangat kuat yang berasal dari belakangnya langsung menembakkan seluruh anak panahnya ke arah sumber niat membunuh tersebut dan seketika itu juga langsung membakar habis tubuh seorang asasins yang mencoba untuk membunuh dirinya secara diam diam yang seketika itu juga langsung membuat hp miliknya turun ke angka 0, sementara itu ketiga pemain itu langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota telah membunuh salah satu teman mereka dengan sangat mudah. “S-siapa dirimu? Bagaimana bisa kau melakukan hal tersebut?” ucap salah seorang elementalis yang ada di sana dengan ekpresi bingung ketika melihat kalau Shota dapat menemukan temanya yang mencoba untuk menyerang Shota secara diam diam.


__ADS_2