
Shota yang saat ini tak sempat untuk menghindari serangan yang di lancarkan oleh ke tiga gablon itu akhirnya secara mau tak mau harus menerima serangan yang mereka lancarkan dan menerima damage sebesar 430 point untuk setiap serangan yang mereka lancarkan, veronica yang melihat kalau Shota terkena serangan demi melindungi dirinya menjadi sangat terkejut dan menjadi merasa sangat bersalah. Veronica berfikir jika saja ia menyadari keberadaan dari ketiga monster gablon itu maka Shota pasti tak akan menemira luka dan damage yang sangat besar serpeti itu bahkan tak mungkin dirinya akan menerima damage walau hanya sedikit saja.
“Tak perlu memikirkan hal yang bukan bukan, ini semua sedikitpun bukanlah kesalahmu jadi tak perlu untuk menyalahkan dirimu. Hanya saja aku yang lalai karena berfikir jika hanya terdapat satu monster saja dan mengendorkan penjagaanku yang akhirnya membuat diriku dapat di serang oleh mereka, jadi jangan bersedih dan memikirkan hal yang tidak tidak” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menyerang seluruh gablon yang ia lihat. Shota saat ini yang merasa sangat marah karena bisa bisa nya dirinya terkecoh dan tertipu dan bahkan terkena serangan dari para monster monster yang ia anggap sebagai keroco keroco dengan perasaan marah dan kesal langsung menghujani setiap gablon yang ia lihat menggunakan belati yang terus menerus ia ciptakan menggunakan mana miliknya bahkan sampai sampai tak memberikan waktu untuk para gablon itu untuk menghindar, menyerang ataupun bernapas.
Sementara itu veronica yang melihat hal tersebut merasa sedikit takut dan bersyukur karena Shota bukanlah musuhnya jika ia adalah musuhnya maka dapat di pastika dalam hitungan detik saja dirinya sudah pasti akan di habisi oleh Shota, Shota secara terus menerus menyerang dan mengikis hp milik para gablon yang ia lihat dan hingga akhirnya membunuh seluruh gablon yang ada di tempat tersebut. Shota yang mengira kalau ia telah membunuh seluruh musuhnya langsung berniat untuk pergi ke area berikutnya tetapi secara tiba tiba muncul sesosok monster yang memilili ukuran yang jauh lebih besar daripada gablon pada umumnya dan itu adalah raja gablon, raja gablon yang meihat kalau seluruh bawahanya telah di bunuh oleh Shota langsung meraung dengan sangat kuat dan langsung menjadi sangat marah lalu tanpa basa basi ia langsung menyerang Shota menggunakan pementung besar yang ia genggam.
Sementara itu Shota yang melihat ke datangan serangan yang di lancarkan oleh raja gablon dengan mudah langsung menghindari serangan yang di lancarkan oleh raja gablon sambil terus menerus membalas menyerang raja gablon menggunakan belati belati yang ia ciptakan, tetapi betapa terkejunya dirinya ketika melihat kalau serangan yang ia lancarkan untuk setiap belati yang mengenai tubuh raja gablon hanya menghasilkan damage sebesar 10 point hp dan melihat kalau raja gablon dapat menghancurkan belati miliknya dengan sangat mudah menggunakan pementung yang ia miliki.
__ADS_1
“Haa.. merepotkan! Tetapi sepertinya akan seru” ucap Shota sambil tersenyum dan langsung merubah senjatanya ke bentuk ke lima, sickle god of death.” Ucap Shota sambil tersenyum dan langsung merubah senjata miliknya ke bentuk ke 5 yaitu sabit dewa kematian. Setelah merubah senjatanya ke bentuk ke 5 yaitu sabit dewa kematian, Shota sambil tersenyum dan dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah raja gablon dan tanpa basa basi langsung menyerangnya.
“TANG...TING... TANG... TING... TANG.. TING. GWARGH.... TING...” Suara benturan dari senjata milik Shota dengan senjata milik raia gablon terus terdengar dan bergema hingga ke luar area tersebut bahkan sampai membuay veronica tak bisa berkata kata ketika melihat pertarungan yang di lancarkan oleh Shota ketika melawan raja gablon, veronica yang melihat pertarungan antara Shota melawan raja gablon hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun dan hanya bisa terkagum kagum melihat kekuatan dan kecepatan yang di miliki oleh Shota yang bahkan menyamai atau mungkin melebihi kecepatan dan kekuatan yang di miliki oleh raja gablon tetapi satu hal yang membuat dirinya menjadi sangat kebingungan dan penasaran sekaligus menjadi sangat terkesan yaitu senjata yang di miliki oleh Shota.
Veronica menjadi sangat terkesan dan bahkan menjadi sangat penasaran dengan tingkatan dan perubahan apa lagi yang dapat di lakukan oleh senjata yang di miliki oleh Shota, bagaimana veronica tak terkejut ketika melihat kalau senjata yang di miliki oleh Shota telah berubah bentuk sebanyak 4 kali yang awalnya adalah sebuah pedang lalu menjadi sebuah sayap dan ekor serta topeng setelah itu berubah lagi menjadi ratusan belati dan akhirnya berubah lagi menjadi sebuah sabit. Ketika melihat hal tersebut veronica menjadi sangat menginginkan senjata yang di miliki oleh Shota akan tetapi ia tau kalau senjata yang di miliki oleh Shota bukanlah senjata biasa atau mungkin bisa di katakan kalau senjata yang di miliki oleh Shota ia dapatkan dari misi yang amat amat sangat sulit atau mungkin bisa saja ia membelinya dengan harga yang amat sangat mahal.
Sementara itu raja gablon dan Shota terus menerus bertarung tanpa hanti dan hingga saat ini masih saja belum ada yang kalah ataupun belum ada tanda tanda kalau salah satu dari mereka akan segera kalah, raja gablon langsung menggunakan salah satu skil yang ia miliki dan menyelimuti pementung yang ia miliki dengan api besar berwarna merah menyala sedangkan Shota masih saja belum menggunakan satupun skil yang ia miliki tetapi ketika melihat kalau raja gablon telah menggunakan salah satu skil miliknya Shota dengan cepat langsung meniru dan menggunakan skil yang sama dengan yang di gunakan oleh raja gablon.
__ADS_1
SELAMAT ANDA TELAH MENDAPATKAN SKIL SENJATA API. SAAT SKIL DI AKTIFKAN PENGGUNA DAPAT MENYELIMUTI SENJATA YANG MEREKA MILIKI DENGAN API BESAR YANG MENYALA.
Raja gablon yang melihat kalau Shota juga menggunakan kemampuan yang sama persis seperti yang ia gunkanan menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat marah dan kesal lalu tanpa basa basi ia langsung berlari ke arah Shota dan langsung menyerang Shota, Shota sambil tersenyum dengan santainya menahan serangan yang di lancarkan oleh raja gablon tanpa kesulitan sedikitpun. Sementara itu veronica yang melihat kalau Shota juga menggunakan kemampuan yang sama persis seperti yang di miliki oleh raja gablon menjadi bertambah sangat terkejut dan menjadi bertambah penasaran dengan Shota dan menjadi sangat ingin tau tentang hal apa lagi yang di sembunyikan oleh Shota, “Menarik! Hiburlah diriku lebih lama lagi” ucap Shota sambil tersenyum dan terus menerus menahan setiap serangan yang di lancarkan oleh raja gablon sambil sesekali membalas serangan yang raja gablon lancarkan.
“Gwarhhhh” Raja gablon menjadi bertambah marah ketika melihat kalau seluruh serangan yang ia lancarkan dapat di tahan oleh Shota dengan sangat mudah dan hal yang membuat dirinya bertambah marah adalah ketika mendengar perkataan dari Shota yang meremehkan dirinya, raja gablon langsung membuka mulutnya dan secara perlahan dari dalam mulutnya mumcul sebuah nyala api dan tak lama setelah nyala api itu muncul raja gablon langsung menutup mulutnya dan ketika ia membuka mulutnya secara tiba tiba sebuah bola api dengan ukuran yang cukup besar tengah mengarah ke arah Shota. Shota yang melihat kalau saat ini terdapat sebuah bola api yang memiliki ukuran cukup besar dengan panas yang hampir mencapai 200° c tengah terbang mengarah ke arah dirinya hanya berdiri saja dengan santai dan sambil tersenyum Shota secara perlahan mulai mengayunkan sabit miliknya dan dengan mudahnya langsung memotong bola api yang terbang ke arah dirinya dengan sangat mudah, “haa.. lemah! Apakah hanya ini saja kekuatan yang kau miliki? Mengecewakan” ucap Shota sambil menghela nafas dalam dan dengan kecepatan cahaya langsung melesat ke arah raja gablon.
Shota yang saat ini telah mengaktifkan skil langkah cahaya dengan mudahnya telah berada tepat di hadapan raja gablon dan sambil tersenyum ia langsung mengayunkan sabit hitam miliknya ke arah raja gablon, raja gablon menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau Shota saat ini secara tiba tiba telah berada tepat di hadapanya dan tengah mengayunkan sabit miliknya dan beruntung raja gablon dapat menahan serangan yang di lancarkan oleh Shota. Shota yang melihat kalau serangannya dapat di tahan oleh raja gablon langsung tersenyum dan dengan cepat langsung menendang perut raja gablon yang membuatnya terpental dan menghantam dinding yang ada di belakangnya, setelah raja gablon terpental dan menghantam dinding dan ketika ia berniat untuk berdiri Shota secara cepat langsung melancarkan serangan lainya menggunakan sabit yang ia miliki dan secara perlahan mulai mengikis hp milik raja gablon.
__ADS_1
Raja gablon yang melihat kalau dirinya saat ini secara terus menerus tengah di serang oleh Shota dan hp miliknya dengan cepat terus menerus berkurang menjadi sangat marah dan ketika hp miliknya telah turun di bawah 50%, raja gablon langsung mamasuki mode amarah dan langsung membuat Shota mundur ketika raja gablon telah masuk ke dalam mode amarah. Shota yang melihat kalau raja gablon saat ini telah memasuki mode amarah sambil tersenyum langsung mundut beberapa langkah, sementara itu raja gablon langsung melemparkan pementung yang saat ini tengah ia genggam ke arah Shota ketika ia memasuki mode amarah.
Sementara itu Shota yang melihat kalau raja gablon melemparkan senjata miliknya ke arah dirinya dengan mudah langsung memotong senjata tersebut menjadi potongan dadu, sementara itu saat ini penampilan raja gablon secara perlahan mulai berubah dan mulai mengecil bahkan ukuranya saat ini menyamai ukuran tubuh Shota tetapi memiliki warna kulit berwarna merah darah dan secara perlahan di pinggangnya muncul sebuah kodaci.