The Heaven

The Heaven
S2. CH 113. KEPUTUSAN 4


__ADS_3

“Haa.. sudah saatnya ya? Ku harap semua akan baik-baik saja seperti yang di rencanakan.” Ucap ayato sambil menghela nafas dalam. Ayato menjadi sedikit cemas dan risau tentang bagaimana nantinya jalan pertempuran yang akan mereka lalui dan bertanya tanya dalam hati apakah semuanya akan baik-baik saja, apakah semuanya akan berjalan sesuai dengan rencananya dan apakah nanti akan ada keajaiban yang menghampiri mereka semua lalu satu hal yang paling di harapkan oleh ayato yaitu adalah kembalinya kakaknya Shota kedalam aliansi tanpa nama dan datangnya artemis untuk mengubah alur pertempuran yang berat sebelah.


“Semuanya tetap tenang dan tetap berada dalam formasi, jangan sampai konsentrasi dan keyakinan kita menghilang hanya karena perbedaan anggota. Ingat dewa kematian saja yang hanya seorang diri dapat melawan ratusan orang secara bersamaan seorang diri saja dan masih tetap dapat memenangkan pertempuran tersebut. Artinya selama kita masih memiliki tekad dan keyakinan yang kuat maka tak akan ada yang tak mustahil sebab pada awalnya game ini di ciptakan agar orang-orang dapat merasakan dan menciptakan ataupun melakukan hal-hal yang mustahil atau di luar logika” ucap ayato dengan tenang dan mencoba untuk memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh anggotanya.


Sementara itu di saat yang bersamaan kiabo yang saat ini telah memberikan perintah kepada seluruh ranger yang ada di dalam pasukannya itu untuk segera menarik busur mereka dan menghujani markas dari aliansi tanpa nama dengan ratusan anak panah. “Regu penyihir siapkan serangan terkuat kalian karena kita akan langsung mengalahkan mereka. Lepaskan!” ucap kiabo yang ingin langsung segera mengakhiri semuanya sesegera mungkin.


“Wush... Wush..... Wush...” Ratusan anak panah terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah markas dari aliansi tanpa nama yang setiap ujungnya telah di lapisi oleh sebuah sihir api yang akan menyala seketika terkena angin ataupun kayu. Aliansi tanpa nama atau lebih tepatnya ayato beserta seluruh teman-temannya itu yang melihat hal tersebut dengan cepat langsung menciptakan sebuah barier yang tercipta dari sebuah angin sesuai dengan rencana mereka sebelumnya tetapi sayangnya mereka sama sekali tak tahu jika semua strategi mereka telah bocor dan di ketahui oleh pihak lawan sehingga hal inilah yang menjadikan mereka tak dapat menahan serangan dari anak panah itu sebab bukanya berhenti ataupun terhempas karena terkena angin, anak panah itu malah terbakar menjadi api dan menjadi bertambah cepat dan kuat lalu langsung menghujani setiap pemain yang ada di dalam markas aliansi tanpa nama.


Ayato langsung menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat kebingungan tentang apa yang terjadi saat ini dan bagaimana caranya anak panah itu langsung terbakar seketika menyentuh pelindung angin yang mereka ciptakan itu, suara teriakan kematian dan sebuah kobaran api secara perlahan mulai muncul dan membakar segala hal yang ada di dalam markas aliansi tanpa nama. Ayato yang melihat hal tersebut tetap mencoba untuk tenang dan mengaktifkan salah satu kemampuannya yaitu perlindungan ilahi dan fast healt di mana seketika ia mengaktifkan skil miliknya itu seluruh anggota dan teman-temannya langsung mendapatkan sebuah pelindung yang mengurangi setiap 70% point damage yang mereka terima dan mendapatkan 5% point hp dari skil fast healt.

__ADS_1


“Semuanya segera gunakan sihir berelemen air yang kalian miliki dan segera padamkan api yang berkobar ini lalu secepat mungkin kita harus meninggalkan markas karena sepertinya ada yang tak beres dengan ini semua” ucap ayato sambil dengan sikap yang tenang memberikan sebuah arahan.


Sementara ayato dan seluruh anggotanya yang masih tersisa tengah sibuk untuk mencoba memadamkan api yang berkobar dan membara di sana, kiabo langsung memberikan perintah kepada seluruh penyihir yang ada di dalam regunya yang sebelumnya itu tengah bersiap-siap untuk melancarkan sebuah serangan tetapi tepat sesaat sebelum kiabo memberikan perintah kepada para bawahannya itu untuk melepaskan sihir secara tiba tiba dua orang yang ada yang ada di sana langsung menghentikan kiabo dan mengatakan kalau masih belum saatnya mereka untuk mengakhirinya karena mereka masih ingin bermain-main sedikit lebih lama lagi.


“Apa maksud kalian? Kenapa kalian mencoba untuk menghentikan ku? Apa kalian sudah bosan hidup?” ucap kiabo sambil menatap Jamal dan milia yoioli.


“Ohh... menarik! Berani sekali kau mengancam kami berdua? Apa kau sudah bosan hidup ya?” ucap milia yoioli sambil secara cepat menempelkan ujung tombaknya di leher kiabo.


“Kalian? Haa.. baiklah aku menyerah! Lakukan saja sesuka kalian tapi ingat aku hanya memberi kalian waktu 2 jam untuk menyelesaikan mereka yang masih tersisa dan bawalah prajurit ku sesuka kalian” ucap kiabo sambil menghela nafas dalam dan mengalah karena ia masih belum mau mati.

__ADS_1


“Hahaha.... santai saja, tak perlu waktu lebih dari satu jam untuk menghabisi mereka semua” ucap milia sambil tertawa lalu secara cepat langsung berlari ke arah markas aliansi tanpa nama.


“Baiklah, sepertinya sudah saatnya bagiku untuk bermain main sejenak” ucap Jamal sambil menaruh sabit miliknya di pundaknya.


Semua orang yang melihat tingkah dan sikap dari kedua pemain bayaran itu hanya bisa menatap mereka dengan tatapan kesal dan jijik tanpa bisa berkata kata sedikitpun karena mereka tau hanya ada beberapa orang saja yang sanggup untuk mengalahkan mereka berdua. “Hmm... menarik! Lebih baik ku perhatikan sedikit lebih lama lagi apa yang akan mereka lakukan, karena ku rasa akan terjadi hal yang sangat menarik nantinya” ucap Shota sambil tersenyum yang saat ini tengah menyusup di dalam aliansi baja perak untuk mencari informasi.


Sementara itu di sisi lain ayato, krak dev, kikoa dan villia serta seluruh anggota mereka yang masih tersisa yang saat ini hanya berjumlah tak lebih dari 149 orang saja karena sisanya telah terbunuh ketika serangan pertama di lancarkan oleh aliansi baja perak. Ayato merasa semakin tertekan dan menjadi sangat kesal serta marah ketika melihat begitu banyak teman teman dan anggotanya yang terbunuh tetapi ia tetap mencoba untuk menenangkan diri dan tetap mencoba untuk berfikir dengan tenang dan dingin lalu secara cepat langsung menyusun rencana selanjutnya karena semua rencana mereka telah hancur berantakan.


“Kekeke.... sepertinya kali ini aku akan mendapatkan banyak sekali darah” ucap Jamal sambil tertawa dan telah membunuh salah satu dari teman ayato.

__ADS_1


“Oh.. ayolah Jamal! Sampai kapan kau mau terus seperti ini” ucap milia yang secara perlahan mulai mendekat ke arah Jamal.


__ADS_2