
"Ha...ha... ha.... apa sebenarnya.. ha.. itu.. bagaimana bisa... ha.. kau... mengeluarkan petir... di setiap... langkahmu?? Skil apa itu? Kenapa aku tak bisa melihat ataupun menirunya??" Benar-benar skil yang sangat mengerikan!" ucap Shota sambil terhenga hengan karena kelelahan.
Shota terus menerus di serang oleh Lorien tanpa sekalipun dapat membalas serangan aneh yang dilancarkan oleh Lorien. Sementara itu di sisi lain, Lorien hanya tertawa melihat Shota yang saat ini tengah di pojokan oleh skil miliknya langkah petir.
HP milik Shota dengan cepat terus berkurang akibat serangan loryien yang tak pernah berhenti dan bahkan tak ada habisnya. Pada awalnya Shota hanya bersabar dan berharap kalau Lorien cepat atau lambat akan kehabisan manany.
__ADS_1
Tetapi setelah lebih dari puluhan serangan yang dilancarkan oleh Lorien, masih tak ada tanda-tanda bahwa mana milik lorien akan segera habis ataupun berkurang, yang membuat Shota menjadi sangat kebingungan. "Cih, sialan sebenarnya skil macam apa yang kau gunakan dasar sialan! Dan juga seberapa banyak kah mana yang kau miliki??" ucap Shota.
"Hahaha ... tak ada gunanya aku memberitahukan kepada orang yang sebentar lagi akan mati" ucap Lorien dan dengan kecepatan tinggi menyerang Shota. Hp milik Shota yang secara terus-menerus menerima serangan dari lorien dengan cepat turun secara signifikat dan akhirnya hanya tersisa sekitar 3210 point saja.
"Cih, sialan! Sepertinya tak ada pilihan lagi! Fate-Determining Weapon bentuk pertama Death Gun, lang... e-ehhh ... t-tunggu sebentar sialan!" ucap Shota yang terus-menerus di serang oleh Lorien tanpa henti, dengan kecepatan tinggi yang membuat Shota tak bisa mengaktifkan skilnya ataupun mensummon 7 pangeran neraka ataupun monster yang sebelumnya ia ubah menjadi kartu.
__ADS_1
Shota yang saat ini telah mengaktifkan skil langkah cahaya, yang membuat dirinya menjadi secepat cahaya langsung sedikit menjauh dari Lorien untuk mensumon ketujuh pangeran neraka dan kedua monster yg telah ia rubah menjadi kartu. Kecepatan milik Lorien memang sangat cepat yaitu secepat petir, tetapi kecepatan milik Shota jauh lebih unggul karena ia memiliki kecepatan layaknya cahaya.
Lorien terus mencoba untuk mendekati Shota dan bahkan mencoba untuk menyerangnya menggunakan skil langkah petir. Tetapi Shota dengan mudah dapat menjauh dan bahkan saat ini Shota bisa melihat pergerakan dan serangan milik Lorien. "Cih, bagaimana bocah ini bisa menjadi secepat ini?" ucap Lorien sambil terus mencoba untuk mendekati dan menyerang Shota.
Rentetan petir menyambar ke segala arah yang tercipta dari skil langkah petir milik Lorien. Di sisi lain, Shota yang dapat melihat pergerakan dari lorien dengan mudah menghindari serangan Lorien. "Jadi begitu ya? Sebenarnya kau hanya bergerak secepat petir dan juga petir yang selalu menyerangku adalah skil yang kau miliki ya? Tapi sayang skil itu memiliki kelemahan yaitu petir yang tercipta hanya pada area yang telah di lewati oleh pengguna skil. Aku memang pernah mendengar kabar tentang seorang pembunuh yang dapat menciptakan petir tetapi aku tidak menyangka jika itu adalah dirimu dan kalau tidak salah skil itu bernama langkah petir? Apakah aku salah Dewa Petir??" ucap Shota sambil tersenyum ke arah Lorien.
__ADS_1
Lorien sedikit terkejut ketika mendengar perkataan dari Shota. Sementara itu di sisi lain, Shota yang saat ini telah berjarak cukup jauh dari Lorien sambil tersenyum, secara perlahan memasukan kartu-kartu yang akan ia summon ke dalam slots pistolnya, dengan cara menarik ujung pistolnya ke arah depan seketika ia ingin memasukan kartu dan menarik ke belakang ketika ia ingin mengaktifkan dan mensummon kartunya. Setiap kali Shota memasukan kartu ke dalam pistolnya terdengar suara dari setiap kartu yang memiliki nama dan gambar 7 pangeran neraka, "wareheyna, belphegor, satan, Beelzebub, leviathan, asmodeus, mammon, lucifer".