The Heaven

The Heaven
BABAK KEDUA


__ADS_3

Setelah 5 menit berlalu semua pemain yang tersisa telah berkumpul untuk melanjutkan ke babak ke dua yaitu Labirin, "Apakah semuanya telah berkumpul di sini? Jika ia, maka aku akan menjelaskan tentang babak kedua ini. Babak kedua adalah sebuah labirin! Sesuai namanya para tuan dan nona sekalian akan di transfer menggunakan plat yang sebelumnya telah di berikan kepada kalian. Dan di babak kali ini kalian harus bisa menyelesaikan dan keluar dari labirin kurang dari 1 jam. Jika kalian tak bisa keluar dari labirin dalam 1 jam maka secara otomatis kalian akan di anggap kalah. Kemudian akan langsung di transfer keluar dari arena. Aku akan memperingatkan kalian bahwa di dalam labirin sudah kami sediakan berbagai macam jebakan dan monster yang siap menyerang kalian kapanpun. Baiklah tanpa basa-basi lagi kita mulai pertandingannya dan semoga saja kalian beruntung." ucap pembawa acara tersebut.


Semua pemain secara perlahan menghilang dan ditransferkan di tempat yang berbeda di dalam labirin tersebut. Ada yang langsung bertemu dan bertarung dengan monster, bahkan ada yang langsung membuat kesepakatan untuk bekerja sama selama di babak kedua berlangsung. Sementara itu di sisi lain, Shota yang saat ini telah di transfer di sebuah tempat yang berbeda di dalam labirin tersebut langsung memperhatikan sekitarnya dan melihat apakah ada monster ataupun orang lain yang mengikutinya.


Tetapi ketika ia melihat bahwa tak ada seekorpun monster atau pemain lain yang berada disekitarnya, Shota langsung membuka topengnya dan mengambil rokoknya sambil duduk dengan santai di sebuah pohon besar yang ada di dekatnya.

__ADS_1


Saat Shota telah berada di atas pohon besar itu, Shota hampir dapat melihat semuanya dan bahkan jalan keluar dari dungeon tersebut. Shota juga menyadari jika mereka semua sedang di awasi dan ditayangkan di seluruh kota secara live.


Tetapi Shota tak tau apakah ia juga saat ini sedang ditayangkan karena dirinya hanya duduk-duduk saja selama setengah jam tanpa berbuat sesuatu. Setelah 30 menit berlalu, kini secara perlahan mulai banyak pemain yang telah berhasil keluar dari dungeon dan banyak pemain lainya yang masih saja mencoba untuk keluar.


Sementara itu, Shota masih saja tak bergerak sedikitpun dan malah tidur. Di sisi lain semua pemain yang melihat tingkah Shota menjadi sangat kesal dan menganggap kalau dirinya hanyalah sampah dan telah putus asa untuk keluar dari labirin tersebut.

__ADS_1


45 menit telah berlalu dan hanya tersisa 15 menit sebelum pertandingan berakhir dan Shota masih saja dengan santainya berbaring di atas pohon kehidupan. Kemudian ketika hanya tersisa 10 menit lagi, Shota langsung berdiri dan berniat untuk pergi ke pintu keluar labirin. Tetapi ketika Shota baru saja berdiri, puluhan monster berlevel di atas 60 datang menghapiri dan menghalangi jalannya.


"Haa ... Merepotkan! Sebenarnya aku sangat ingin bermain dengan kalian, tapi maaf aku sedang terburu-buru saat ini" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung melompat dari atas pohon kehidupan.


Semua pemain yang menyaksikan Shota melompat dari tempat yang sangat tinggi itu langsung terkejut dan menganggap bahwa ia adalah orang yang bodoh. Bahkan mereka sampai mengatakan bahwa Shota telah putus asa dan lebih memilih mati dibandingkan bertarung melawan mosnter yang tak bisa ia kalahkan. Tetapi tawaan mereka langsung berhenti ketika melihat Shota terbang dan dengan cepat menuju ke arah pintu keluar.

__ADS_1


Saat Shota tengah terbang di udara, tepat di depan jalannya terdapat monster yang tengah terbang berlevel 80 yang menghadang jalan, bahkan langsung menyerang Shota. "Haa ... Merepotkan! Langkah cahaya" ucap Shota dan dengan cepat langsung pergi dengan cepat melewati monster terbang itu.


Shota sebenarnya sangat ingin merubah monster terbang itu menjadi pionnya, tetapi karena Shota sudah tak memiliki waktu lagi ia terpaksa harus merelakan hal itu. Tetapi seandainya saja monster itu tiba lebih awal, sudah pasti Shota akan merubahnya menjadi pionya. Shota dengan kecepatan cahaya pergi menuju pintu keluar labirin dan beruntung sesaat sebelum serangan monster itu mengenai dirinya, Shota sudah terlebih dahulu keluar dari labirin.


__ADS_2