
"Cih, sial! merepotkan! apakah kalian tak bisa memberikan diriku sedikit ketenangan walau hanya sebentar saja? apakah kalian tak melihat kalai diriku saat ini baru saja ingin menikmati daging panggang milikku yang telah susah payah ku persiapkan sebelumnya? dan apakah kalian tak tau betapa laparnya diriku saat ini? dasar monster sialan" ucap Shota dengan perasaan kesal sambil menghela nafas dalam serta langsung berdiri.
"Muuu..... Gretak.. gretak...." suara auman dari seluruh kawanan para monster gajah itu terus menerus terdengar dan yang saat ini dengan cepat tengah berlari ke arah Shota dan menghancurkan apapun yang menghalangi jalan mereka, sementara itu di sisi lain Shota yang saat ini tengah berdiri sambil menatap seluruh kawanan monster gajah yang saat ini tengah berlari ke arahnya dengan ekpresi marah, kesal dan sambil memakan daging panggang miliknya yang ada di tangan kanannya. "Haa..... merepotkan! fate-determining weapon bentuk ketiga death rain" ucap Shota dan langsung menciptakan sebuah penghalang di sekelilingnya dengan ujung yang sangat tajam yang akan memotong apapun yang mencoba untuk menerobos penghalang tersebut secara paksa yang tercipta dari ratusan atau bahkan ribuan belati yang tercipta dari sihir.
Secara cepat ratusan atau bahkan ribuan belati yang tercipta dari sebuah sihir terus menerus berkumpul menjadi satu dan yang pada akhirnya menciptakan sebuah dinding penghalang yang mengelilingi Shota yang melindungi dirinya dari berbagai jenis serangan monster, sementara itu kawanan monster gajah itu langsung mencoba untuk berhenti dan mencoba untuk berbalik arah ataupun pergi ke arah yang lain tetapi beberapa monster gajah yang sangat malang itu seketika tubuh mereka langsung terbelah menjadi dua dan hp mereka langsung turun ke bawah angka 0 seketika menyentuh dan menabrak dinding pelindung yang di ciptakan oleh Shota menggunakan belati miliknya dan gajah yang selamat langsung menjadi sangat ketakutan sekaligus terkejut lalu mengambil arah memutar untuk melewati dinding pelindung yang telah di ciptakan oleh Shota.
__ADS_1
Sementara itu Shota yang saat ini tengah berada di dalam dinding pelindung yang telah ia ciptakan menggunakan ratusan belati yang tercipta dari sihir dengan santainya tengah duduk sambil mengunyah daging bakar yang telah ia persiapkan sedari awal, "Haa.... nikmatnya! coba saja dari tadi seperti ini? pasti semua daging ini akan hangus menjadi sebuah tulang belulang. hahaha....." ucap Shota sambil tertawa keras dan dengan santainya menikmati semua daging panggang miliknya secara perlahan.
Shota merasa sangat senang karena kali ini tak akan ada yang bisa mengganggu waktu makan siangnya dan siapapun yang mencoba untuk mengganggu dirinya sudah dapat di pastikan kalau monster itu akan langsung menjadi daging cincang atau menjadi daging bakar. "Grerrrr" Di saat Shota tengah asik menikmati semua daging panggang miliknya secara tiba tiba monster kadal kecil yang telah bangun dari tidur panjangnya dan tanpa di sadari oleh Shota kalau monster kadal itu telah masuk ke dalam dinding pelindung miliknya dengan cepat langsung merebut salah satu daging panggang Shota lalu langsung mencoba untuk kabur.
Setelah merebut daging panggang yang telah susah payah Shota siapkan, monster kadal itu langsung mencoba untuk kabur tetapi betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau dirinya tak bisa kabur dan melihat kalau di sekelilingnya secara tiba tiba muncul sebuah dinding berwarna silver yang sangat indah dan bersih serta bersinar. Sementara itu Shota yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dan berpura pura tak melihat apa yang telah terjadi sambil terus memakan seluruh daging miliknya, alasanya karena Shota masih memiliki banyak stok daging panggang dan juga karena dirinya telah merasa cukup memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.
__ADS_1
Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan terheran heran sekaligus menjadi sangat kebingungan seketika mendengar perkataan dan tingkah Shota yang secara tiba tiba berubah menjadi sangat ramah dan baik padahal sebelumnya sifatnya begitu dingin dan memancarkan sebuah aura kematian yang sangat mengerikan. "Hei, apa yang kau lihat? jika ingin pergi dari sini silahkan saja lewat sana dan cepat hentikan tatapan anehmu itu kepadaku, itu membuatku merasa sedikit tak nyaman" ucap Shota sambil terus memakan daging panggang miliknya.
"Haa... akhirnya kenyang juga! lebih baik aku istirahat sebentar" ucap Shota dan langsung berbaring lalu tertidur seketika dirinya telah merasa kenyang dan tak lagi memperdulikan lizardman kecil tersebut.
Beberapa jam telah berlalu dan betapa terkejutnya Shota karena seketika ia baru saja terbangun dari tidurnya tepat di sampingnya terdapat seekor monster lizardman sebelumnya yang saat ini tengah menatap Shota dan seolah olah tengah tersenyum kepada dirinya sambil melambai kan tangan dan ekornya sebagai pertanda penguncapan salam kepada Shota. Sementara itu Shota menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat terheran heran seketika melihat kejadian langka tersebut dan bahkan yang tak pernah terjadi sebelumnya, "hei kenapa kau belum juga pergi? bukankah sebelumnya kau sangat ingin untuk pergi dari sini? dan lalu apakah dari tadi dirimu menemani dan selalu berdiri di sana sambil tersenyum?" ucap Shota sambil menatap lizardman kecil itu dengan ekpresi kebingungan sekaligus terkejut.
__ADS_1
Lizardman kecil itu sambil tersenyum dan megaruk garuk kepalanya serta mengibaskan ekor panjang miliknya langsung menganggukan kepalanya yang menandakan kalau apa yang di katakan oleh Shota sebelumnya adalah kebenaran dan apa yang ia lakukan sebelumnya, Shota menjadi bertambah sangat terkejut dan terheran heran serta menjadi sangat kebingungan serta kagum seketika mengetahui kalau lizardman itu telah menemani dirinya selama beberapa jam saat dirinya tengah tertidur lelap. "Apa kau sudah gila ya? memangnya apa untungnya bagimu dengan menunggu dan menemaniku tidur hingga terbangung kembali? dasar aneh" ucap Shota sambil terheran heran.
Lizardman kecil itu langsung tertawa dan bahkan tersipu malu seketika mendengar perkataan dari Shota karena ia kira kalau Shota saat ini tengah memuji dirinya, "Kenapa kau merasa bangga dan bahkan tersipu malu? aku tak sedang memujimu dasar kadal bodoh!" ucap Shota dan secara reflek langsung memukul kepala lizardman kecil itu. Lizardman kecil itu langsung menjadi sangat terkejut dan bertanya tanya tentang alasan kenapa Shota memukul dirinya padahal dirinya tak melakukan kesalahan walau hanya sedikitpun sambil mengusap ngusap bagian tubuh yang di pukul oleh Shota, Shota menjadi sangat kebingungan seketika mendengar setiap perkataan dari lizardman kecil itu bahkan ia sedikitpun tak mengerti apa yang di ucapkan oleh lizardman kecil itu karena menggunakan bahasa yang tak pernah ia dengar.