
"Haa.... akhirnya sampai juga! sudah waktunya bagiku untuk beraksi! fate-determining weapon bentuk ke-6 devil's and angel wings. invisible" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung melompat dari ketinggian untuk pergi ke pusat tempat serikat sambil mengaktifkan skil invisible miliknya agar dapat menyusup tanpa ketahuan. Tujuan Shota pergi dan menyusup ke serikat tersebut adalah karena ia ingin mencuri semua mendali yang telah di kumpulkan oleh serikat tersebut dan sebisa mungkin Shota tak ingin menimbulkan kerubatan dan karena alasan itu juga ia sampai-rela jatuh dari ketinggian dan menggunakan skil invisible yang membuat dirinya menjadi tak terlihat.
Shota yang saat ini telah masuk ke dalam markas sebuah serikat yang memiliki posisi ke-11 dalam sistem rank bernama serikat fajar bulan dengan cepat langsung menyelusuri seluruh area tersebut dengan tujuan untuk mencuri mendali yang telah di dapatkan oleh serikat fajar bulan, "Yosh! akhirnya aku berhasil menyusup ke dalam serikat fajar bulan, sisanya sekarang aku hanya perlu mencari tempat di mana mereka menaruh mendali yang telah mereka dapatkan" ucap Shota sambil tersenyum dan secara perlahan mulai berjalan tanpa arah karena mencari mendali yang tempatnya tak ia ketahui.
Shota terus menerus menyelusuri tempat tersebut tetapi ia masih saja belum menemukan di mana mendali yang telah mereka dapatkan di simpan bahkan untuk informasinya pun ia tak mendapatkannya walau hanya sedikit saja dan setelah berjam-jam mencari keberadaan dari mendali tersebut Shota masih saja belum menemukkannya padahal ia telah menyelusuri seluruh tempat yang menjadi markas sementara untuk serikat fajar bulan yang tengah mengikuti event Madagascar. "Haa... hanya tinggal tersisa satu kemungkinan yang mungkin merupakan tempat di mana mendali itu berada yaitu pada ketua dari serikat ini. jika benar begitu lebih baik aku menyerah saja lah, akan merepotkan jika aku menyerang ketua mereka sekarang. lebih baik aku sekarang mundur dulu dan ketika mereka semua tengah beristirahat aku akan mulai bergerak dan mencoba untuk mengambil secara paksa mendali yang ada pada ketua mereka."7 ucap Shota sambil tersenyum dan memutuskan untuk mundur sejenak demi mencari keamanan bagi dirinya sendiri.
Setelah tengah malam tiba akhirnya Shota sekali lagi kembali lagi menyusup ke dalam markas serikat fajar bulan dan langsung pergi ke tempat di mana ketua serikat mereka berada untuk membunuh dan mengambil mendali yang mereka miliki secara paksa, Shota terus menerus berlari mendekati tempat perkemahan dari sang kapten serikat fajar bulan tanpa di ketahui oleh siapapun karena hari yang telah gelap gulita terlebih lagi Shota saat ini menggunakan skil invisible untuk membuat dirinya menjadi tak terlihat.
Shota saat ini sengaja untuk mencuri dan melakukan pembunuhan secara diam diam karena ia tak mau terjadi keributan dan tak ingin ada orang yang mengetahui kemampuan sebenarnya yang ia miliki padahal sebenarnya ia saat ini bisa dengan mudah menghabisi seluruh anggota serikat fajar bulan karena hari yang telah menjadi malam dengan menggunakan kemampuan darkness yang secara otomatis akan aktif jika bulan muncul dan hari menjadi gelap.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya Shota tiba di depan perkemahan dari ketua serikat fajar bulan yang sepertinya saat ini tengah tertidur lelap karena kelelahan akibat pertarungan yang mereka lakukan sebelumnya demi mendapatkan mendali untuk meningkatkan posisi serikat mereka. Setelah tiba di depan kemah dari ketua serikat fajar bulan yang ketua mereka bernama righ, Shota langsung masuk ke dalam dan betapa terkejutnya dirinya seketika ia baru saja masuk ke dalam kemah itu ia telah di sambut oleh ketua dari serikat fajar bulan yaitu righ. "Perlihatkan saja dirimu, tak perlu bersembunyi lagi, sebab aku bisa melihatmu menggunakan skil mata api milikku ini. biar ku tanyakan satu hal padamu, apa kedatanganmu kemari adalah untuk membunuhku dan mengambil seluruh mendali yang kami miliki? jika ia silahkan saja kau ambil semua mendali yang ada di sana dan silahkan kau habisi diriku. tapi aku punya satu permintaan untukmu, tolong jangan melukai satupun anggota serikatku dan bantu aku untuk menghancurkan sebuah serikat bernama ryu shun shin yang di ketua i oleh ryu" ucap righ sambil menunjuk ke arah semua mendali yang telah susah payas ia kumpulkan dan menatap Shota dengan penuh keputus asaan dan kebencian seketika ia menyebut nama ryu.
Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari righ yang menyebutkan nama ryu dan serikat ryu shun shin yang merupakan serikat yang sangat ingin ia hancurkan tetapi karena jaraknya yang terlalu jauh dan tempatnya yang berada di pusat kekaisaran yang memiliki pengamanan yang sangat ketat, Shota jadi tak bisa bergerak sembarangan karena jika ia melakukan pergerakan secara sembarangan secara otomatis ia bisa terkena hukuman penalty dan bisa di masukkan ke dalam penjara ataupun terjadi hal hal yang merepotkan. "Apa maksudmu dengan semua ini? lalu bagaimana kau bisa mengenal ryu? ada dendam apa kau dengan orang itu dan juga siapa sebenarnya kau ini? dan bagaimana jika aku menolak permintaan mu itu dan malah membunuhmu?" ucap Shota sambil menatap righ dengan perasaan yang penuh dengan rasa penasaran dan rasa bingung.
"Hahaha... benar juga apa yang kau katakan! akan sangat mudah bagimu untuk membunuhku yang saat ini tak memiliki apapun tetapi sayangnya kau tak akan melakukan hal itu, benarkan tuan yang di beri julukan sebagai dewa kematian? atau bisa ku katakan tuan Shota!" ucap righ sambil menatap Shota dan mengatakan hal yang sangat menarik.
Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari righ dan bahkan ia secara spontan langsung mengarahkan ke 9 ekor miliknya ke arah righ sambil mengeluarkan aura niat membunuh yang sangat besar, "Dari mana kau mendapatkan informasi itu? siapa kau sebenarnya?" ucap Shota sambil menatap righ dan mengeluarkan aura niat membunuh yang begitu mencekam dengan ke-9 ekor miliknya yang telah di arahkan ke bagian saraf penting yang bisa menembus tubuh righ kapanpun ia inginkan.
"Tenang! tak perlu sampai setegang itu. aku sering mendengar rumor tentang dewa kematian yang menggunakan seluruh pakaian serba hitam dengan pancaran aura yang sangat mengerikan yang menghabisi ratusan serikat pk seorang diri tetapi entah kenapa ia jadi ikut menghabisi pemain yang tak bersalah! lagian bukankah hanya dengan melihat penampilanmu saja siapapun sudah bisa menebakknya kalau kau itu bukanlah pemain sembarangan terlebih lagi karena kau itu adalah satu satunya pemain solo yang mengikuti event ini dan yang dapat bertahan selama ini walaupun hanya seorang diri" ucap righ sambil tersenyum.
"Kenapa kau bisa seyakin itu kalau aku tak akan membunuh mu? apa yang sebenarnya ingin kau katakan sedari tadi? aku tak punya waktu untuk bermain tebak-tebakkan dengamu" ucap Shota sambil menatap righ dengan perasaan bingung.
"Entahlah? mungkin hanya karena firasatku yang mengatakan kalau kau tak akan membunuhku setelah aku mengatakan hal itu karena sepertinya dirimu juga memiliki dendam pribadi dengan orang itu dan jika memang ia, maka serikat fajar bulan akan membantumu hingga serikat ryu shun shin benar hancur sepenuhnya. bagaimana? apa kau berminat untuk menghancurkan serikat itu?" ucap righ sambil tersenyum dan menawarkan sebuah bantuan kepada Shota.
"Baiklah aku setuju untuk bekerja sama denganmu untuk menghancurkan serikat itu sepenuhnya, tetapi aku punya satu persyaratan penting. aku menginginkan seluruh mendali yang di miliki oleh serikat itu dan sebagai balasannya aku tak akan menyentuh mendali ataupun anggotamu dan aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku! bagaimana? apa kau setuju dengan persyaratanku ini?" ucap Shota sambil memberikan sebuah persyaratan yang sangat menguntungkan dirinya.
"Baiklah, aku setuju dengan semua persyaratan yang kau berikan! tapi sebagai jaminan, aku ingin kau memperlihatkan sedikit kemampuanmu. boleh kan?" ucap righ sambil tersenyum dan tanpa fikir panjang langsung menyetujui persyaratan yang di berikan oleh Shota kepada dirinya.
"Haa... merepotkan! keluarlah, dark drgaon, phoenix!" ucap Shota sambil memanggil keluar beberapa familiarnya untuk menunjukkan sedikit kekuatan miliknya kepada righ sebagai jaminan kalau bantuan yang akan ia berikan tak akan mengecewakan siapapun. Righ langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau Shota dengan mudahnya mensummon hewan tingkat tinggi bahkan lebih dari satu ekor dan terlebih lagi ia melakukannya secara bersamaan, yang membuat righ menjadi sangat terkejut bukan saja karena Shota dapat memanggil dua ekor mahluk panggilan secara bersamaan tetapi mahluk yang ia panggil adalah hewan tingkat tinggi yaitu burung phoenix dan seekor naga hitam yang terlihat sangat kuat dan menawan.
Sementara itu di luar kemah righ, seluruh anggoa serikat fajar yang saat itu tengah berjaga yang melihat kemunculan dari dua ekor hewan buas yang di panggil oleh seseorang dan merasakan sebuah hawa kehadiran yang sangat mengerikan langsung membunyikan alarm peringatan tanda bahaya dan mengatakan kalau saat ini tengah ada seseorang yang mencoba untuk membunuh ketua mereka secara diam diam. Seluruh anggota serikat fajar bulan yang mendengar suara alarm peringatan tersebut dan mendengar kalau ada seseorang yang telah menyusup dan tengah mencoba untuk membunuh ketua mereka dengan cepat langsung bergerak ke arah kemah righ dengan seluruh persenjataan yang lengkap.
"Haa... merepotkan! sekarang giliranmu melakukan sesuatu dan memperlihatkan pengaruhmu" ucap Shota sambil tersenyum dan menyuruh phoenix dan dark dragon untuk kembali ke tempat mereka.
"Haa.. baiklah. kau tunggu di sini sebentar, biar ku urus sebentar keributan yang tengah terjadi di luar" ucap righ sambil tersenyum dan secara perlahan mulai berjalan keluar dari kemahnya dengan tujuan untuk mengatakan kalau saat ini mereka semua tak perlu mengkhawatirkan apapun. Righ yang saat itu telah keluar dari kemahnya langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kalau seluruh anggota serikatnya saaat ini tengah mengepung kemahnya dengan persenjataan yang lengkap seperti ingin berperang saja, "Hei.. hei... hei.. hei.. ada ribut ribut apa ini? kenapa kalian menggunakan perlengkapan seperti ingin berperang saja? kalian mengganggu pembicaraanku dengan seseorang" ucap righ yang keluar dari kemahnya dan menjadi sedikit terkejut seketika melihat kalau seluruh anggota serikatnya telah berisap siap untuk berperang.
"A-apa kau baik baik saja righ? di mana penyusupnya? biar kami bereskan orang itu" ucap salah seorang tangan kanan righ bernama yandi.
"Ha... begitu ya? sepertinya kalian sudah salah paham tentang sesuatu" ucap righ sambil menghela nafas dalam dan mulai menceritakan apa yang sebenarnya telah terjadi dan menjelaskan rencana dirinya untuk menyerang serikat ryu shun shin.
"Hei, apa kau masih belum selesai ya?" ucap Shota yang secara perlahan mulai keluar dan mendekati righ.
"Hei, masih belum juga ya? aku sudah mulai bosan menunggu di dalam! ehhh!!! a-apa yang terjadi? kenapa bisa ada begitu banyak orang di sini? dan lagi, apa apaan senjata yang kalian bawa itu? apa kalian berniat untuk membunuhku ya?" ucap Shota yang berpura pura terkejut seketika melihat semua anggota dari serikat fajar bulan yang berada tepat di hadapan kemah righ dengan persenjataan lengkap dan telah mengepung kemah tersebut.
__ADS_1
Seluruh anggota serikat fajar bulan yang meihat kemunculan Shota langsung memasang posisi bersiap untuk bertarung dan melindungi righ yang bisa kapanpun melancarkan serangan pada Shota, "siapa kau? dan apa tujuanmu kemari? cepat jawab atau kau lebih memilih untuk kehilangan nyawamu? haa!!" ucap salah satu orang kepercayaan righ bernama ria sambil menodongkan panahnya tepat ke arah kepala Shota. Shota langsung menjadi bertambah sangat terkejut seketika melihat kalau salah satu anggota righ yaitu Ria tengah menodongkan dan mengarahkan busur beserta anak panahnya ke arah dirinya yang bisa kapan saja menembus kepalanya itu, Shota terus berpura pura ketakutan dan tak berdaya di hadapan seluruh bawahan righ bahkan sampai membuat righ sendiri sampai geleng-geleng kepala seketika melihat tingkah konyol Shota sekaligus menjadi semakin bingung dengan sikapnya itu.
"Hentikan itu ria! dan kalian semua, turunkan senjata kalian! orang ini adalah kenalanku yang akan membantu kita untuk menghancurkan serikat ryu shun shin sekaligus menjadi kartu as kita yang akan menentukan alur dari pertempuran yang akan kita lakukan. jadi bersikap sopanlah padanya" ucap righ sambil menyuruh seluruh anggota serikatnya untuk segera menurunkan senjata mereka sekaligus langsung meminta maaf kepada Shota atas sikap seluruh anggota serikatnya yang tak sopan pada dirinya.
"Eh! t-tidak apa-apa kok! santai saja, tak perlu terlalu di fikirkan. ngomong-ngomong boleh tidak ku tanyakan satu hal padamu?" ucap Shota sambil menatap righ dengan ekpresi bingung sekaligus penasaran.
"Silahkan saja! kau bebas menanyakan apapun kepadaku" ucap righ sambil. tersenyum ke arah Shota.
"Satu hal yang membuatku bingung dari tadi, apa aku boleh tau siapa namamu? soalnya sejak awal kau tak pernah memperkenalkan dirimu itu padaku!" ucap Shota sambil menatap righ dengan perasaan bingung.
"Ehhh!!!!" Semua orang yang ada di sana yang mendengar perkataan Shota langsung menjadi sangat terkejut bahkan righ sendiri sampai tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan terlebih lagi karena sedari tadi mereka sudah membahas banyak hal dan merencanakan sesuatu bersama sama tetapi ia tak mengira kalau Shota sebenarnya tak mengenal dirinya bahkan tak mengetahui namanya, tetapi righ dapat memahaminya karena itu juga memang kesalahannya yang tak pernah memperkenalkan dirinya kepada Shota lalu dengan nada yang sedikit aneh, righ pun akhirnya memperkenalkan dirinya kepada Shota walau terlambat sedikit.
"Righ ya? jadi namamu adalah righ! namaku Shota salam kenal!" ucap Shota sambil tersenyum dan dengan santainya memperkenalkan dirinya kepada righ. Seluruh anggota dari serikat fajar bulan yang mendengar nama Shota langsung menjadi sangat terkejut karena itu merupakan nama dari seorang solo player yang sangat terkenal bahkan saat ini nama itu lah juga yang sedang menempati posisi ke 16 dalam sistem ranking yang ada dalam event madagascar ini dan yang paling membuat mereka menjadi sangat terkejut adalah karena Shota saat ini tengah berada tepat di hadapan mereka semua dan dengan sikap dan penampilan yang sangat jauh dari imajinasi mereka yang seketika itu juga langsung membuat mereka menjadi sangat kecewa.
Sementara itu Shota menjadi sangat kebingungan seketika setelah melihat ekpresi kecewa seluruh anggota serikat fajar bulan setelah mendengar namanya dan mengatakan kalau mereka sangat kecewa dengan Shota yang saat ini tengah berdiri tepat di hadapan mereka yang ternyata tak seperti apa yang ada dalam fikiran mereka. "Bukan salah ku jika diriku tak seperti yang kalian harapkan! dasar orang orang sialan!" ucap Shota yang langsung menjadi naik pitam seketika melihat ekpresi kecewa mereka dan mendengar perkataan mereka yang bilang kalau mereka sangat kecewa dengan Shota yang ada di hadapan mereka.
"Haha... sudah, sudah! sekarang mari kita mulai saja menyusun rencana untuk penyerangan besok dan setelah itu kita semua langsung istirahat agar besok keadaan kita semua berada dalam kondisi yang sangat prima karena besok akan menjadi hari yang panjang" ucap righ sambil tersenyum dan menyuruh mereka semua untuk masuk ke dalam ruangan righ.
Setelah malam usai dan pagi telah tiba, seluruh anggota yang berpartisipasi dalam rencana penyerangan yang akan di lakukan oleh Shota dan righ beserta seluruh anggota miliknya langsung bergerak sesuai dengan rencana yang telah mereka buat sejal malam hari dan secara perlahan mulai bergerak mendekati lokasi yang di jadikan sebagai markas sementara oleh serikat ryu shun shin. "Baiklah, karena kita sekarang sudah tiba di lokasi yang di jadikan sebagai tempat atau markas sementara mereka. kita akan langsung menjalankan semuanya sesuai rencana, unit a dan c segera bentuk formasi dan bergerak sesuai rencana dan unit b dan d segera pergi untuk memancing keributan dan menjadi pengalih perhatian!" ucap righ dan langsung memberikan mereka semua perintah untuk bergerak sesuai rencana yang telah mereka susun.
"Tunggu sebentar! jika tujuaanmu adalah untuk membuat kerusuhan dan mengalihkan perhatian mereka, lebih baik aku saja yang melakukanya dan jadikan mereka sebagai bala bantuanmu! nanti akan ku kirimkan sebuah sinyal dan petunjuk sebagai pertanda untuk dirimu dan anggota mu melakukan serangan secara mendadak di saat mereka semua tengah panik" ucap Shota sambil tersenyum dan secara perlahan mulai terbang mendekati markas dari serikat ryu shun shin dari udara. Righ menjadi sangat terkejut seketika mendengar perkataan dari Shota dan sedikit menjadi bingung ketika melihat penampilan Shota yang sekarang sangat berbeda dengan penampilannya semalam dan juga menurut righ penampilan Shota saat ini jauh lebih enak di pandang di bandingkan penampilannya semalam yang terlihat begitu sangat mengerikan.
Righ masih menjadi sedikit kebingungan tentang bagaimana caranya nanti Shota akan melakukan serangan pengalih perhatian dan akan membuat keributan di serikat ryu shun shin dengan hanya seorang diri tanpa sedikitpun bantuan dari luar, tetapi righ tak melarangnya karena ia tau kalau Shota memiliki caranya tersendiri untuk melakukan hal itu dan sesuai dengan apa yang di katakan oleh Shota sebelumnya, righ langsung menarik kembali tem b dan d dan memberikan mereka perintah untuk segera ke titik selanjutnya dengan tujuan untuk membantu team a dan c yang akan menjadi ujung tombak dalam penyerangan kali ini.
"Baiklah, sekarang apa yang harus ku gunakan sebagai salam pembuka? hujan meteor? hujan halilintar? hujan belati? atau hujan api? hmm... baiklah, akan ku coba dengan yang itu saja! element es, ice dragon. element api, phoenix. element api teratai api. element api inferno" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung melakukan penyerangan dari langit sambil langsung mengaktifkan beberapa skil miliknya sebagai salam pembuka dan salam perkenalan kepada serikat ryu shun shin dari dirinya.
Sementara itu di sisi lain saat ini terus menerus terdengar suara teriakan kematian yang berasal dari area yang di jadikan sebagai markas sementara bagi serikat ryu shun shin yang seluruh anggotanya secara perlahan mulai Terbakar menjadi abu karena terkena serangan yang di lancarkan oleh Shota yang tanpa pandang bulu, "Sialan! ada ribut-ribut apa ini? a-apa yang telah terjadi? apa apaan ini? kenapa semuanya terbakar dan dari mana asal api ini? siapa yang telah berani beraninya mencoba untuk menyerang serikat ku ini? apa mereka tak tau sedang berhadapan dengan siapa? dengarkan perintahku! elemtalis gunakan sihir untuk menciptakan sebuah lapisan pelindung dan padamkan semua api ini!" ucap ryu yang saat ini menjadi sangat marah seketika melihat kalau saat ini ada seseorang yang telah berani menyerang serikatnya secara diam diam dan bahkan sampai membunuh banyak sekali anggota serikatnya.
Alasan kenapa ryu sampai tak mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi dan kenapa bisa muncul begitu banyak memicu kobaran api di markas mereka adalah skil yang Shota gunakan hanya bertahan selama beberapa menit saja, tetapi hanya dalam beberapa menit itu sihir yang di gunakan oleh Shota itu sanggup untuk membunuh banyak sekali anggota serikat ryu shun shin. Seluruh elementalis yang berada di dalam serikat yang di buat oleh ryu dengan cepat langsung mencipatakan sebuah pelindung air dan menciptakan sebuah hujan buatan dengan tujuan untuk memadamkan seluruh api yang masih berkobar di iringi dengan memberikan sihir penyembuh bagi mereka yang terluka.
Squat penyihir yang ada dalam serikat ryu shun shin tengah sibuk menciptakan sebuah penghalang dan menyembuhkan semua orang yang tengah terluka dan di bantu dengan squat penyembuh yang di fokuskan hanya untuk menyembuhkan mereka yang terluka saja, "Brengsek! siapa yang telah berani beraninya melakukan hal ini pada serikatku? lihat saja kalau sampai ketahuan siapa pelakunya, akan ku buat dia menyesal karena telah berani membuatku marah" ucap ryu dengan perasaan yang sangat marah dan kesal karena telah di serang oleh orang lain secara diam diam tanpa adanya satupun petunjuk tentang siapa yang telah melakukan penyerangan tersebut.
Sementara itu di sisi lain, Shota yang saat ini tengah berada di udara langsung tersenyum seketika melihat begitu banyak kerusakan yang di terima oleh serikat ryu shun shin akibat serangan yang ia lakukan dan bahkan Shota sampai sampai menjadi sangat ingin untuk melihat ekpresi marah ryu saat ini, "hmm.. sihir air ya? bodoh! apa kalian fikir dapat menghalangiku hanya dengan sihir murahan seperti ini? ice dragon, bekukan seluruh air itu dan segera hancurkan pelindung itu untukku dan phoenix segera bakar habis mereka semua" ucap Shota sambil tersenyum.
"Ice dragon bekukan seluruh air itu untukku dan phoenix tolong hancurkan pelindung itu lalu serang mereka semua. maju" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung memberikan perintah dan mengendalikan ice drgaon dan phoenix untuk melakukan penyerangan selagi mereka masih bisa bertahan dan memiliki wujud di dunia. Seluruh air yang melindungi serikat ryu shun shin secara perlahan mulai membeku seiring menghilangnya tubuh milik ice dragon dan setelah seleuruh air yang ada di sana membeku, phoenix dengan cepat langsung menghancurkan air yang telah menjadi es itu sambil mencoba untuk menghancurkan pelindung yang telah di ciptakan oleh anggota serikat ryu shun shin.
"Apa itu? kalian cepat perkuat sihir pelindung itu dan serang mahluk aneh yang telah membekukan dan mencoba untuk menghancurkan pelindung yang tersisa! cepat!" ucap ryu yang menjadi sangat terkejut seketika melihat ada mahluk aneh yang telah mencoba untuk menghancurkan pelindung sihir yang telah susah payah mereka ciptakan.
Seluruh anggota serikat ryu shun shin termasuk ryu sendiri tak dapat melihat dengan jelas apa yang sebenarnya tengah terjadi dan mahluk apa yang sebenarnya tengah mencoba untuk menyerang mereka dan mencoba untuk menghancurkan dinding pelindung yang telah susah payah mereka ciptakan itu karena terhalang oleh uap air dan asap kabut yang tercipta akibat panas api yang di keluarkan oleh phoenix yang mengakibatkan es yang ada di sekitarnya secara perlahan mulai mencair dan menguap.
Setelah mendengar perintah dari ryu bahkan sebelum ryu memberikan perintah kepada mereka, sebagian anggota dari serikat ryu shun shin yang melihat hal tersebut langsung mengambil inisiatif sendiri dengan menyerang mahluk yang saat ini tengah mencoba untuk menghancurkan pelindung yang telah mereka ciptakan sebelumnya walau dengan wujud yang samar samar karena tertutupi kabut yang lumayan tebal. "Hoo.. menarik! biar ku berikan sedikit kejutan pada kalian sekaligus sebagai tanda agar righ dan seluruh anggotnya mulai bergerak untuk melakukan penyerangan! element halilintar, hujan halilintar" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung mengaktifkan salah satu kemampuan unik yang ia miliki.
Cuaca di sana seketika itu langsung berubah menjadi gelap dan awan hitam mulai berkumpul dan mulai menciptakan suara gemuruh petir yang membuat semua orang yang melihat perubahan cuaca yang secara mendadak itu langsung menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat kebingungan tetapi mereka masih saja tetap terus menyerang mahluk aneh yang tengah mencoba untuk menghancurkan pelindung yang telah mereka ciptakan sambil secara bersamaan terus mencoba untuk memperbaiki dan memperkuat setiap inci dari pelindung tersebut yang telah mulai rusak akibat serangan yang secara terus menerus di lancarkan oleh mahluk aneh tersebut.
__ADS_1
"Sialan! apa yang sebenarnya telah terjadi? lalu apa-apaan mahluk aneh itu? apakah ini hanya ulah dari monster saja ataukah ada seseorang yang telah merencanakan semua ini?" ucap ryu yang menjadi sangat kebingungan seketika setelah melihat kalau ada keganjilan dalam setiap hal yang terjadi saat ini.
"Hei ryu, apa kau tak merasakan kalau ada hal yang ganjil? apa menurutmu ini hanya ulah monster saja? tapi coba fikrikan dulu dari awal, pertama kemunculan sebuah api yang menjulang tinggi hingga ke langit yang membakar setiap orang yang ada di sekitarnya lalu di ikuti dengan kemunculan sebuah teratai api yang menembakkan jarum api terus dinding air yang kita ciptakan secara tiba tiba membeku dan sekarang serangan dari mahluk yang tak di kenal dan perubahan cuaca yang terjadi secara tiba tiba!" ucap salah satu teman ryu bernama gorosai yang merupakan wakil ketua dari serikat ryu shun shin dengan kelas seorang pembunuh.
"Ya, walaupun sebenarnya aku benci mengakuinya tapi aku setuju dengan apa yang dikatakan oleh gorosai. terlalu banyak kebetulan yang terjadi" ucap salah satu petinggi dalam serikat ryu shun shin sekaligus sebagai salah satu orang kepercayaan ryu bernama minato yang merupakan seorang dengan kelas ranger.
"Jadi kalian juga menyadarinya ya? benar, ku rasa semua ini bukan hanya kebetulan semata tetapi semua ini telah di rencanakan oleh seseorang dan kemungkinan yang paling besar yang sanggup melakukan semua ini hanya ada dua orang yaitu raven dari serikat lonceng api di langit dan kairyu dari serikat bunga laut, karena hanya mereka berdua yang dapat melakukan hal ini dan hanya serikat mereka saja yang memiliki peluang lebih besar untuk dapat mengalahkan serikat kita" ucap ryu sambil melihat ke arah phoenix sambil merapalkan sebuah mantara sihir.
Setelah rapalan mantra sihir milik ryu selesai ia bacakan, ia langsung mengarahkan sihirnya itu ke arah phoenix yang saat ini masih mencoba untuk menghancurkan pelindung yang mereka ciptakan dan telah di perkuat berkali kali lipat. Sebuah belati yang memiliki ukuran sekitar 13 cm dengan cepat langsung melesat ke arah phoenix dan seketika itu juga langsung menciptakan sebuah ledakan yang sangat besar seketika ujung belati itu menyentuh phoenix yang tengah terbang di udara. "Berakhirlah sudah! Seperti biasanya, serangan yang kau keluarkan tak tanggung tanggung tapi dengan begini akhirnya kita bisa istirahat sejenak sambil menunggu serangan selanjutnya datang" ucap gorosai sambil menghela nafas lega.
Sorak sorai gembira mulai terdengar seketika melihat kalau serangan yang di lancarkan oleh ketua mereka sepertinya telah menghancurkan dan mengalahkan mahluk yang tengah mencoba untuk menghancurkan pelindung yang mereka ciptakan, "Tidak! tunggu sebentar, semuanya masih belum berakhir! kalian semua jangan lengah, cepat perkuat sihir pelindungnya." ucap ryu dengan nada yang panik dan ekpresi yang sangat terkejut.
Semua orang pada awalnya menjadi sangat terkejut sekaligus menjadi sangat kebingungan seketika setelah mendengar perkataan dari ketua mereka bahkan kairyu sendiri langsung menanyakan apa maksud dari perkataan dari ryu padahal menurutnya sudah jelas kalau mahluk aneh (phoenix) itu telah hancur menjadi berkeping keping akibat terkena ledakan darih sihir yang ia keluarkan. "Apa yang tengah kalian lihat? cepat perkuat pelindung itu hingga pada titik maksimal." ucap ryu dengan suara yang lantang dan nada yang sangat tegas.
"Terlambat!" ucap Shota yang saat ini tengah mengawasi semua perakan yang mereka lakukan dari udara. Phoenix memiliki element dasar api dan juga di katakan sebagai penjelmaan dari api itu sendiri jadi sebuah ledakan yang memiliki unsur api ataupun panas tak akan berpengaruh pada phoenix tetapi malah akan membuat dirinya menjadi semakin kuat dan panas.
"A-apa itu? k-kenapa wujudnya kali ini sepertinya jauh lebih besar dari sebelumnya? m-mahluk apa itu sebenarnya?" ucap gorosai yang menjadi sangat terkejut seketika melihat mahluk aneh yang mencoba untuk menghancurkan pelindung.
"Hei apa yang kalian lakukan? apakah kalian masih belum selesai merapalkan mantranya? jika kalian terlalu lambat menyelesaikan rapalan mantranya keburu burung itu merusak pelindung tersebut dan membunuh kita semua." ucap ryu yang menjadi panik.
Seluruh anggota serikat ryu shun shin langsung ikut menjadi panik seketika mendengar perkataan dari ryu dan bahkan mereka menjadi sangat terburu buru untuk menyelesaikan lantunan mantra mereka seketika melihat ekpresi panik dari ketua mereka. "Arghh!!!!" phoenix itu langsung meraung dengan sangat keras dan dengan cepat langsung mencoba untuk menghancurkan penghalang yang ada di sana di ikuti dengan rentetan hujan halilintar yang muncul akibat kemampuan milik Shota yang seketika itu juga langsung membuat semua orang yang melihat hal tersebut ikut menjadi takut.
"Yosh! untuk tepat waktu! sekarang cepat kalian aktifkan sihir pelindungnya sesuai dengan instruksiku. sebentar lagi, sedikit lagi dan sekarang, aktifkan sihir pelindung kalian lalu langsung gunakan sihir dan kemampuan serangan jarak jauh yang di miliki setiap orang yang ada di sana dan fokuskan semua serangan kalian pada monster burung itu" ucap ryu dan langsung menggunakan serangan sihir jarak jauh terkuat yang ia miliki saat ini.
Ryu langsung menciptakan sebuah kawanan serigala es yang seketika itu juga langsung menyerang mahluk aneh yang tengah mencoba untuk menghancurkan penghalang yang telah mereka ciptakan yang di ikuti dengan serangan jarak jauh dari para anggota serikatnya itu tetapi betapa terkejutnya mereka seketika melihat kalau pelindung yang telah mereka ciptakan dan bahkan telah mereka perkuat berkali kali lipat itu dapat dengan mudahnya ia tembus dan hancurkan terlebih lagi terdapat banyak kilatan petir yang secara bersamaan menyambar dan menghancurkan pelindung yang mereka buat.
"Buset dah! mahluk apa itu sebenarnya? dan bagaimana bisa muncul kilatan petir sebanyak itu yang menyambar dan bahkan sampai menghancurkan pelindung yang kami ciptakan ini seperti memotong sebuah kertas padahal penghalang ini telah kami perkuat berkali kali lipat dari sebelumnya" ucap salah satu bawahan ryu yang menjadi sangat terkejut melihat hal tersebut.
"Jangan panik! fokuskan saja serangan terkuat kalian ke arah monster burung itu! element es rubah es" ucap ryu dan langsung melakukan serangan untuk memperlambat pergerakan dari phoenix. Setelah mendengar perintah dan semangat dari ryu, mereka semua langsung kembali ikut menjadi sangat bersemangat dan juga langsung melakukan serangan sihir mereka ke arah phoenix yang saat ini tengah terbang ke arah mereka.
Phoenix dengan kecepatan tinggi langsung terbang ke arah seluruh pemain itu yang setiap kepakannya itu iringi dengan banyaknya rentetan sambaran halilintar yang terus menerus menyambar seluruh area tersebut yang tanpa pandang bulu akan langsung membunuh dan menghanguskan setiap pemain yang tersambar oleh halilintar bertegangan tinggi itu. "Sialan! kali ini apa lagi? bagaimana bisa muncul petir sebanyak ini bahkan sampai memporak porandakan area ini! apa yang sebenarnya terjadi? siapa sebenarnya orang yang telah melakukan ini? brengsek! akan ku habisi orang itu suatu hari nanti" ucap ryu dengan perasaan marah dan terkejut.
Sementara rentetan halilintar itu terus jatuh dan menyambar apapun yang ada di sekitarnya, pegerakan phoenix mulai melamban dan terhenti lalu pada akhirnya menghilang karena telah mencapai batasannya terlebih lagi, Phoenix terus menerus menerima damage serangan yang di lancarkan oleh seluruh anggota serikat ryu shun shin. 5 menit berlalu dan akhirnya hujan halilintar itu berhenti turun yang membuat seluruh anggota serikat ryu shun shin merasa sangat lega dengan hal tersebut tetapi di saat beberapa detik sesaat sebelum mereka istirahat, right dan seluruh anggota serikatnya mulai melakukan penyerangan dadakan dan mulai membunuh satu persatu pemain yang telah kelelahan akibat ulah Shota.
"L-lapor ketua! di sisi barat daya telah terjadi penyerangan yang di lakukan oleh serikat bernama fajar bulan dan squat yang ada di sana saat ini tengah terpojok karena kalah jumlah dan banyak yang tumbang akibat terkena sambaran petir yang muncul sebelumnya!" ucap salah satu bawahan ryu yang tengah melaporkan tentang keadaan markan mereka yang berada di sisi barat daya.
Ryu langsung menjadi sangat terkejut seketika mendengar berita tersebut dan dengan perasaan marah ia langsung berniat untuk pergi ke sisi barat dan membereskan seluruh anggota dari serikat fajar bulan yang telah berani beraninya bermain dengan serikay mereka tetapi sayangnya sesat sebelum ia pergi ke sisi barat daya, secara perlahan muncul satu lagi bawahan ryu yang saat ini tengah melaporkan kalau di sisi selatan saat ini tengah terjadi penyerangan dan seluruh anggota yang ada di sana tengah terpojokkan karena kalah jumlah. "Sialan! berani beraninya mereka bermain main denganku! lihat saja akan ku habisi kalian semua. kairyu, gorosai kalian bawalah setengah dari anggota serikat ke sisi barat daya dan sisanya ikuti aku untuk menghabisi orang orang bodoh yang telah berani menyerang markas milikku ini" ucap ryu yang menjadi sangat marah dan kesal.
Beberapa saat yang lalu.
"Haa.. lama sekal? apa yang sebenarnya tengah ia lakukan? kenapa sampai sekarang ia masih saja belum memberikan sinyal untuk melaiukan penyerangan? aku sudah mulai bosan menunggu" ucap righ sambil duduk dengan santai memakan sebuah daging bakar dan menunggu sinyal dari Shota untuk pertanda agar mereka semua harus segera bergerak. Right terus menerus menunggu sinyal dari Shota sambil terus menatap ke arah area yang menjadi tempat markas sementara dari serikat ryu shun shin dan betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kemunculan sebuah bola air raksasa yang melapisi dan melindungi seluruh area tersebut tetapi tak lama kemudian seluruh air itu langsung membeku tanpa sebab dan baru beberapa menit berselang, seluruh bongkahan es itu berubah menjadi uap air dan kabut asap yang lumayan tebal sehingga membuat righ tak dapat melihat apapun kecuali sebuah bayangan hitam dari seekor monster yang tengah terbang.
"Apa yang sebenarnya tengah terjadi di sana? apa benar kalau dia akan baik-baik saja? terlebih lagi itu adalah tugas yang sangat berbahaya dan kenapa dari tadi ia belum memberikan sebuah tanda kepada kami untuk segera melakukan pergerakan?" ucap righ dengan perasaan yang di penuhi oleh rasa bingung dan berharap kalau Shota baik-baik saja. Righ hanya bisa berharap kalau Shota baik-baik saja dan semua rencana mereka dapat berjalan dengan semestinya tanpa adanya halangan ataupun hambatan sedikitpun karena jika semua rencana mereka gagal maka serikat dan reputasi mereka bisa dalam bahaya bahkan mungkin reputasi mereka akan hancur kalau hal itu sampai terdengar ke luar, "Hei righ, apa kita masih belum akan menyerang? lalu apa yang sebenarnya tengah terjadi di sana? sepertinya orang itu tengah melakukan pertarungan sengit seorang diri dan apakah orang itu benar-benar bisa di percaya? bisa saja kan dia membohongi kita semua dan demi keselamatannya memberikan atau menjual semua informasi tentang kita semua demi keselamatannya semata" ucap reno sambil menggenggam tombak miliknya dengan sangat kuat.
__ADS_1
Righ hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan dari reno karena ia tak tau apa yang harus ia katakan saat ini tetapi yang jelas saat ini ia hanya bisa mencoba untuk percaya sepenuhnya kepada Shota dan berharap kalau Shota tak akan melakukan hal seperti yang di katakan oleh reno sebelumnya, sementara itu reno yang melihat sikap dari ketuanya hanya bisa menghela nafas dalam karena ia tetah dapat menebak apa yang saat ini tengah di fikirkan oleh ketuanya itu. "Haa.. baiklah, aku mengerti! aku tak akan menanyakan hal itu lagi dan kau bisa memberikanku perintah untuk melakukan penyerangan kapanpun kau inginkan" ucap reno sambil memberi salam hormat kepada righ.
"Berikan perintah anda ketua!" Bukan hanya reno saja yang melakukan hal tersebut tetapi seluruh anggota yang berada di dekatnya itu semuanya juga langsung melakukan hal yang sama seketika setelah melihat reno melakukan hal tersebut. "A-apa yang kalian lakukan? kenapa kalian jadi seformal ini? haa... benar juga! sepertinya aku mulai terlalu bergantung kepada orang itu sehingga aku sampai melupakan kalau sebenarnya di sisiku terdapat orang orang kuat seperti kalian! bukankah itu adalah tandanya? baiklah kalian semua sebarkan dan dengarkan perintahku baik-baik! grub A dan C lakukan penyerangan dari sisi selatan yang akan di pimpin oleh yandi dan ria dan grub B dan D ikut denganku untuk melakukan penyerangan dari sisi barat daya! sudah saatnya kita bergerak dan kita akan melakukan penyerangan dari dua sisi seketika sesaat setelah hujannya berhenti" ucap righ yang seketika itu melihat sebuah tanda dari Shota yaitu sebuah kilatan petir yang amat sangat besar dan kuat.