
Saat Wareheyna memasuki wujud keduanya, tubuh Wareheyna berubah menjadi sebesar rumah dan berdiri dengan kedua kakinya selayaknya seorang manusia; taring dan cakar yang panjang serta mata semerah darah membuat Wareheyna memiliki penampilan yang sangat mengerikan ditambah tempat yang gelap dan lembab yang semakin membuat suasana disana semakin mencekam.
"Hmm ... Menarik! Sepertinya kau akan menjadi mangsa pertamaku dan juga kelinci percobaan untuk mencoba senjata dan skil baruku. Maafkan aku kucing manis jika aku harus membunuhmu disini" ucap Shota sambil tersenyum dan langsung menyerang wareheyna.
"Fate-Determining Weapon bentuk ketiga Death Rain" Shota menggunakan perubahan ketiga dari 7 bentuk perubahan senjata miliknya yaitu Death Rain. Saat ini senjata milik Shota berubah menjadi ratusan belati yang terbang diudara yang dicontrol oleh Shota menggunakan skil pengendali senjata yang ia dapatkan dari senjatanya tersebut.
Tetapi walaupun Shota dapat mengontrol Fate-Determining Weapon tanpa menyentuhnya, skil tersebut masih memiliki kelemahan yaitu hanya pada jarak jangkau yang hanya bisa pada jarak 100 meter dan juga mana yang diperlukan adalah 50 mana perdetiknya. Beruntung Shota mendapatkan kelas Tersembunyi, jika tidak sudah pasti skil tersebut tak akan terlalu berguna karena terlalu boros mana.
__ADS_1
Setelah menggunakan perubahan ketiga dari senjatanya, Shota dengan cepat langsung mengunci pergerakan dari Wareheyna agar tak dapat bergerak karena jika tidak dirinya pasti akan cukup kesulitan karena kecepatan Wareheyna.
Setelah mengunci gerakan dari Wareheyna, Shota langsung menyerang dan menghujani Wareheyna dengan belati yang dengan cepat langsung menurunkan hp milik Wareheyna ke-ambang kritis, yaitu dibawah 10%. Shota yang melihat kalau hp Wareheyna telah turun kebawah 10% langsung mengunci pergerakan Wareheyna dan sambil tersenyum Shota secara perlahan mendekatinya untuk dijinakan ataupun di rubah menjadi kartu.
Disaat Shota telah berjarak sekitar 3 meter dari Wareheyna, Wareheyna tersebut langsung tersenyum seolah olah ia meremehkan Shota.
Serangan tersebut adalah skil pamungkas dari Wareheyna yaitu auman darah iblis yang akan menghancurkan dan melelehkan apapun yang terkena cahaya merah yang keluar dari mulut wareheyna.
__ADS_1
Setelah Wareheyna menguarkan skil auman darah iblis, dibagian tubuh belakang Wareheyna itu secara perlahan keluar sesuatu seperti duri dan satu-persatu duri tersebut terbang kearah Shota. Sholat yang melihat hal tersebut tak diam saja, ia langsung mengontrol senjatanya untuk melindungi dirinya dengan cara membuat ratusan belati tersebut mengelilingi dirinya agar tak ada satupun serangan dari Wareheyna dapat melukai dirinya.
Shota tak hanya bertahan tetapi ia juga menyerang balik Wareheyna dengan cara mengendalikan sekitar 20 belati untuk menyerang Wareheyna dan mengikis darahnya secara perlahan. Shota sebenarnya bisa dengan mudah membunuh Wareheyna tetapi ia tak mau karena ia ingin menjadikan Wareheyna sebagai familiar miliknya karena Wareheyna cukup kuat.
Shota terus menakis serangan dari Wareheyna dengan menggunakan belatinya dan disaat yang bersamaan Shota pun tetap bisa menyerang Wareheyna. Tetapi Shota sedikit kesulitan karena pergerakan Wareheyna yang tak terkunci lagi dan dia bisa dengan bebas bergerak kemanapun yang ia suka, Wareheyna terus menyerang Shota dan sesekali menembak Shota menggunakan auman darah iblis.
Disaat hp Wareheyna telah turun kebawah 5%, Wareheyna memasuki mode amarah dan tubuhnya 2 kali lebih besar dari sebelumnya tetapi bukan hanya tubuhnya saja yang membesar kecepatan dan kekuatan dari wareheyna itupun meningkat secara signifikat yang membuat Shota semakin jengkel. Wareheyna itu terus berlari sambil terus menembakan cahaya berwarna merah tetapi kali ini ia juga menembakan laser dari kedua matanya.
__ADS_1