
“Kuat ya? Jangan bercanda! Aku tak sekuat apa yang kau fikirkan! Jadi jangan meminta bantuan padaku, mintalah saja bantuan pada orang lain” ucap Shota sambil menatap veronica dan mengeluarkan aura niat membunuh yang sangat kuat. Veronica yang melihat tatapan tajam dari mata Shota dan aura membunuh yang ia keluarkan langsung menjadi sangat terkejut sekaligus merasa sangat ketakutan bahkan langsung mengeluarkan keringat dingin dan mundur beberapa langkah bahkan sampai berniat untuk berlari setelah merasakan tekanan yang di keluarkan oleh Shota, sementara itu Shota yang melihat hal tersebut langsung menyarungkan kembali kedua pedangnya sambil secara perlahan mulai berjalan menjauh dari veronica.
Veronica yang melihat kalau Shota mulai berjalan dan secara perlahan mulai menjauh darinya pada awalnya hanya bisa terdiam dan termenung sambil menatap kepergian Shota, tetapi setelah beberapa saat ia tersadar dari lamunannya dan dengan cepat langsung pergi mengejar Shota untuk meminta dan memohon bantuan darinya karena veronica tau kalau Shota itu sangat kuat bahkan mungkin jauh lebih kuat dari apa yang ia bayangkan. Alasan kenapa veronica bisa sangat yakin kalau Shota itu merupakan pemain yang sangat kuat adalah karena ia melihat kalau ada sebuah monster tingkat bencana yang langsung berlari ketakutakan ketika melihat Shota, jika Shota tidak kuat maka tak mungkin monster tingkat bencana itu akan lari ketakutan setelah melihat Shota selayaknya melihat hantu.
Veronica terus menerus memanggil manggil nama Shota dan terus menerus untuk mencoba untuk membuatnya untuk menunggu dirinya tetapi Shota hanya terus mengabaikan perkataan dan panggilan dari veronica bahkan ia seolah olah tak mendengar apa yang di ucapkan olehnya dan hanya terus berjalan dengan santainya, Shota terus menerus berpura pura tak mendengar panggilan dari veronica dan hanya terus menerus dengan santai berjalan menjauhi veronica dengan tujuan agar veronica mau menyerah untuk mengejar dirinya karena ia tau kalau akan terjadi hal yang merepotkan jika dirinya mau membantu dan menolong veronica.
__ADS_1
Veronica terus menerus berlari mengikuti Shota dan setelah beberapa saat akhirnya ia sejajar dengan Shota dan ketika telah berada di sampingnya, veronica dengan cepat langsung mengatakan kalau ia sangat membutuhkan bantuan Shota dan sangat membutuhkan kekuatan yang di miliki oleh Shota karena itu untuk hal yang sangat sangat berharga baginya. Shota masih saja tetap mengabaikan perkataan dari veronica dan terus berjalan sambil berpura pura bahwa seolah olah tak ada apapun dan tak ada siapapun di sekitarnya, “kumohon! Kumohon! Kumohon! Kumohon! Kumohon bantulah aku kali ini saja, aku berjanji akan melakukan apapun yang dirimu katakan dan inginkan. Jadi ku mohon untuk kali ini saja bantulah diriku untuk membebaskan saudaraku dari mereka” ucap veronica sambil menangis dan memohon kepada Shota.
Setelah mendengar perkataan dari veronica dan melihat kalau saat ini ia tengah berlutut memohon agar Shota mau membantu dirinya sambil mengeluarkan air mata, Shota terhenti sejenak dan langsung menatap ke arah veronica sambil secara perlahan menarik keluar kedua pedangnya. Veronica yang melihat kalau Shota telah menarik kedua pedangnya merasa sangat terheran heran sekaligus merasa sangat takut karena ia berfikir kalau Shota berniat untuk membunuh dirinya dan tak mau membantu dirinya untuk menyelamatkan saudarnya. “Haa... merepotkan! Cepat angkat kepalamu dan jawab pertanyaanku, kenapa dirimu bersikeras untuk menyelamatkan saudarmu? Bukankah ini hanya sebuah permainan? Dan bahkan jika ia mati pun, maka saudaramu itu akan di hidupkan kembali di kota awal dan tak akan mati di dunia nyata” ucap Shota sambil menatap veronica dengan tatapan mata yang sangat tajam dan mengarahkan pedangnya sambil menyuruh veronica untuk mengangkat kepalanya.
Setelah beberapa saat berlalu akhirnya veronica tiba di sebuah villa yang sangat mewah tetapi juga sangat mengerikan yang di jaga oleh sekitat 30 pemain yang berada di setiap sudut villa tersebut. Setelah tiba di depan villa tersebut, veronica langsung mengeluarkan sebilah pedang yang lumayan memiliki ukuran layaknya katana tetapi memiliki panjang yang jauh lebih panjang di bandingkan dengan ketana pada umumnya dan yang lebih unik lagi pedang panjang miliknya dapat berubah menjadi sebuah rantai yang tajam dan memanjang lalu dapat menyerang musuh dari kejauhan.
__ADS_1
“Tehnik pedang iblis bentuk pertama, tarian kematian” ucap veronica dan langsung mengayunkan pedangnya dari kejauhan ke arah musuh yang ia lihat lalu secara perlahan pedangnya mulai berubah menjadi sebuah rantai yang sangat panjang tetapi dapat di kontrol dengan mudah selayaknya cambuk dan memiliki ketajamanan yang sangat sangat tajam bahkan melebihi ketajaman silet. “Slashh, sing, sing, slash” para pemain yang berjaga di villa tersebut dengan cepat langsung berlari ke arah veronica ketika melihat kalau ada yang menyerang salah satu teman mereka bahkan sampai membunuhnya, sementara itu veronica terus menerus menyerang setiap musuh yang ia lihat sambil secara perlahan mulai berjalan mendekati pintu masuk villa tersebut.
Seluruh pemain yang menjaga pintu masuk villa tersebut dengan cepat langsung berlari ke arah veronica dan bahkan langsung menggunakan kemampuan terkuat yang mereka miliki untuk menyerang dan membunuh veronica tetapi mungkin karena perbedaan level atau mungkin karena perbedaan status, veronica dapat dengan mudah langsung menghabisi seluruh pemain yang menjaga gerbang tersebut. Setelah selesai membunuh seluruh pemain yang menjaga pintu masuk dari villa tersebut, veronica dengan cepat langsung berlari ke arah pintu masuk dari villa tersebut tetapi saat ia tengah berlari mendekati pintu masuk dari villa itu secara tiba tiba seorang pemain muncul entah dari mana dan dengan cepat langsung menyerang veronica.
“Zezezeze... Hebat juga kau bisa mengalahkan mereka! Haa... ya wajar saja sih, soalnya mereka juga sangat lemah” ucap pemain tersebut sambil tertawa keras dan mengarahkan kapak besarnya ke arah veronica. Veronica yang melihat kemunculan dari pria tersebut tanpa basa basi langsung menyuruhnya untuk menyingkir dari jalannya kalau tidak ia pasti akan langsung membunuh pemain yang membawa kapak besar tersebut, “Zezezeze... Santai saja bro, tak perlu semarah itu! Apa kau laki dapet ya? Haa.. mengerikan, dasar wanita gila” ucap pria tersebut.
__ADS_1