The Heaven

The Heaven
SEASON 2 CH 40. VERONICA


__ADS_3

“Apa kau yakin benar benar ingin mengetahuinya?” ucap raja vampir dengan ekpresi serius.


“Gluk!” Shota hanya bisa menelan ludah ketika mendengar perkataan dari raja vampir raios dan sedikit merasa takut sekaligus gugup tetapi karena rasa penasaran yang amat amat kuat, Shota langsung menanyakan kepada raja vampir raios tentang alasan kenapa ia tak takut dan masih bisa hidup setelah terkena cahaya matahari secara langsung. “Haa.. baiklah, tapi resikonya di tanggung oleh pemenang ya” ucap raja vampir raios.


“Cepat katakan saja dasar kau vampir tua bangka” ucap Shota dengan perasaan kesal ketika melihat dan mendengar perkataan dari raja vampir yang terlalu bertele tele.


“Haa... baiklah, baiklah, akan ku katakan. Sebenarnya alasan kenapa aku bisa tetap hidup bahkan setelah terkena oleh cahaya matahari secara langsung adalah karena... adalah karena... karena... bak... buk.. bak.. buk... “ sesaat sebelum raja vampir selesai berbicara, ia langsung di pukul oleh Shota yang merasa sangat kesal karena raja vampir yang masih saja terlalu bertele tele. “Cepat katakan, atau ku pukul kau” ucap Shota sambil menggengam tangannya dengan perasaan kesal karena tingkah dari raja vampir raios.


“Kenapa kau memukulku dasar bodoh! Eh... b-baiklah akan ku beritahu, alasan kenapa aku masih bisa bertahan hidup bahkan setelah terkena sinar matahari secara langsung adalah karena.... Wani piro?” ucap raja vampir raios sambil mengulurkan tangan dan memainkan jari jarinya ke arah Shota bahkan kedua bola matanya langsung berubah menjadi yen. Shota menjadi sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari raja vampir raios bahkan dirinya tanpa sadar langsung menghajar raja vampir raios karena kesal ketika mendegar perkataan dan melihat tingkah dari dirinya, sementara itu raja vampir raios yang saat ini telah di pukuli oleh Shota langsung mengatakan kalau di dunia ini tak ada yang gratis bahkan sebuah informasi bisa menjadi sangat berharga jika di uangkan.


Raja vampir raios sambil mengelus ngelus kepalanya yang muncul beberapa benjolan akibat terkena oleh pukulan Shota mengatakan kalau setidaknya harga untuk informasi yang akan di berikan oleh dirinya adalah seharga 40 koin emas dan akan sangat berharga dan akan sangat sangat membantu perkembangan Shota untuk kedepannya, “gila, apa kau sudah gila? Lagian untuk apa kau uang sebanyak itu? Bukankah uang tak kan terlalu berguna untukmu?” ucap Shota dengan ekpresi terkejut sekaligus terheran heran.


“Haa... jangan salah paham dulu. Memang benar aku tak terlalu membutuhkan uang sebanyak itu bahkan bagiku uang tak berati apa apa tapi sayangnya apapun dan segala yang ada di dunia ini membutuhkan uang untuk di dapatkan bahkan wanita seklipun. Satu hal lagi, jika seorang pria tak memiliki uang maka tak kan ada seorang wanita yang mau menemaninya, karena sangat jarang ada seorang wanita yang mau mencintai seorang pria apa adanya dan menemani seorang pria dari 0 tetapi jika ada wanita yang seperti itu jaga dan jangan di lepaskan, karena sangat sulit untuk mencari wanita yang seperti itu” ucap raja vampir raios sambil menatap ke arah langit.


“Ce.. ce.. ce.. keren! Bijak sekali kata kata anda” ucap Shota sambil terkagum kagum ketika mendengar perkataan dari raja vampir raios dan melihat sikap keren dari raja vampir raios.

__ADS_1


“Hahaha.. tentu saja, siapa dulu” ucap raja vampir raios sambil membanggakan dan membusungkan dananya.


“Hahahaha.... benar, benar, benar. Coba di ulangi kata katanya? Sudah lupa kan? Dasar raja idiot” ucap Shota sambil menatap raja vampir raios dengan ekpresi datar. Raja vampir raios hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari Shota dan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan “jadi mana uangnya?” ucap raja vampir raios sambil mengulurkan kedua tanganya.


“Dasar vampir gila” ucap Shota dan langsung memberikan 40 koin emas kepada raja vampir raios.


“Hahaha... makasih atas pujiannya. Dan jawaban dari pertanyaan mu, tentang bagaimana aku masih bisa hidup bahkan setelah terkena cahaya matahari secara langsung adalah karena aku tak tau..... whahahaha.. whaahaha... whahaha.. “ ucap raja vampir sambil tertawa keras dan di saat yang bersamaan langsung berubah menjadi kelalawar dan dengan jurus langkah seribu langsung kabur dan membawa seluruh uang yang ada di tanganya. Shota yang melihat kalau raja vampir raios telah membawa kabur seluruh uangnya dan bahkan telah menipu dirinya dengan kecepatan cahaya langsung mencoba untuk mengejar dan menangkap raja vampir raios tetapi sayangnya karena raja vampir raios yang telah berubah menjadi beberapa kelawar yang memiliki ukuran yang kecil dan berpencar ke berbagai arah, Shota tak dapat lagi untuk menangkap ataupun mengejaranya karena itu adalah hal yang mustahil untuk di lakukan.


Shota hanya bisa menghela nafas dalam sambil mencoba untuk mengiklaskan seluruh uang yang telah ia kumpulkan dan dengan mudah di curi oleh raja vampir raios, “lihat saja nanti, aku pasti akan membalasmu dasar vampir sialan” ucap Shota sambil mengutuk raja vampir raios.


Setelah 3 jam berlalu Shota masih saja duduk sambil merenungi uangnya yang telah di bawa kabur olej raja vampir raios, “Haa... uangku, sialan! Uangku, uangku. Hiks... hiks.. uangku...hiks.. uangku.. hiks..” ucap Shota sambil menangis dan memainkan sebatang ranting kayu dan menulis di tanah. Saat Shota tengah merenungkan uangnya sambil memainkan sebatang ranting kayu, secara perlahan seekor monster datang menghampiri Shota sambil mengeluarkan geraman dan air liur yang jatuh keluar dari dalam mulut.


Shota yang melihat kedatangan dari monster tersebut hanya terus memainkan sebatang ranting yang saat ini tengah ia pegang tanpa memperdulikan sedikitpun tentang monster yang saat ini yang secara perlahan tengah mendekati dirinya, “GWARGHHH” ketika monster tersebut telah berada tepat di hadapan Shota secara cepat ia langsung mengangkat cakar besarnya dan langsung menyerang Shota dengan cakar tersebut. Shota yang melihat datangnya serangan yang di lancarkan oleh mosnter tersebut dengan mudah dan santainya terus menerus menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh monster tersebut sambil seolah olah tak melihat dan tak memperdulikan kemunculan dari monster tersebut.


Monster tersebut menjadi sangat marah ketika melihat kalau seluruh serangan yang ia lancarkan tak ada satupun yang dapat mengenai Shota dan terlebih lagi hal yang paling membuat monster tersebut menjadi sangat marah adalah karena sikap cuek Shota yang menganggap seolah oleh monster tersebut bukanlah lawan yang pantas bagi dirinya bahkan tak di anggap ada olehnya, “gwarghh” serangan secara terus menerus di lancarka ke arah Shota oleh monster tersebut dengan kecepatan tinggi tetapi sayangnya hingga saat ini masih saja tak ada satupun serangan yang mengenai dirinya apalagi sampai memberikan damage walau hanya sedikit.

__ADS_1


“Haa.... merepotkan! Apakah kau tak bisa tenang sebentar?” ucap Shota sambil memancarkan aura membunuh yang amat sangat kuat dan langsung menatap mata monster tersebut. Monster tersebut langsung menjadi sangat ketakutan seketika melihat tatapan tajam dari mata Shota dan aura membunuh yang amat sangat kuat yang di di pancarkan keluar oleh seluruh tubuh Shota yang membuat monster tersebut langsung menjadi sangat ketakutan bahkan seluruh tubuhnya langsung menjadi sangat gemetaran bahkan seluruh tubuhnya langsung di penuhi oleh keringat dingin lalu tanpa basa basi ia dengan cepat langsung berbalik arah dan kabur sekuat tenaga karena ketakutan setengah mati.


Shota yang melihat kalau monster tersebut yang berlari terbirit birit karena ketakutan setelah merasakan aura membuh yang ia pancarkan langsung hanya bisa terus menatap monster tersebut dengan tatapan aneh karena melihat kalau monster tersebut yang sebelumnya sangat ganas secara tiba tiba langsung berlari seperti anjing kecil yang ketakutan, “Haa.. dasar monster aneh” ucap Shota sambil terus memainkan ranting pohon yang ada di tanganya.


Setelah beberapa saat berlalu setelah kepergian dari monster tersebut, Shota secara perlahan mulai berdiri sambil memasang ekpresi murung dan sedih sekaligus sambil membersihkan seluruh tubuhnya yang kotor, di saat Shota tengah membersihkan seluruh tubuhnya yang terlihat kotor karena debu secara perlahan muncul seorang pemain wanita yang mengenakan pakaian serba putih dengan pedang panjang di punggungnya yang terlihat sangat anggun tetapi kuat dan wanita itu bernama veronica. Veronica secara perlahan mulai mendekati Shota sambil secara perlahan mulai menarik keluar pedang panjang miliknya dan secara tiba tiba dan cepat ia langsung mengayunkan pedang panjangnya ke arah Shota yang hampir saja mengenai dan membelah tubuhnya menjadi dua, beruntung Shota secara tak sengaja terpelesat dan terjatuh ke belakang yang membuat pedang panjang milik Veronica hanya membelah tanah yang ada di hadapannya dan hampir saja mengenai pedang Excalibur milik Shota.


“GLUK” Shota menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau terdapat sebuah pedang yang sangat panjang yang ada di hadapannya dan hampir memotong pedang suci Excalibur miliknya dan dengan ekpresi wajah terkejut, takut, dan bingung bahkan marah langsung melihat ke arah pemain yang mengayunkan pedang panjang itu ke arahnya dan betapa terkejutnya Shota ketika melihat kalau pemain yang berniat untuk memotong senjata suci miliknya yaitu pedang suci excalibur adalah seorang wanita yang sangat cantik nan anggun. “G-Gila! Apa kau sudah gila ha? Hampir saja dirimu menghancurkan masa depanku dasar sialan! Apa apan sih dirimu ini? Jika kau memang ingin membunuhku ya tinggal serang dan bunuh saja, tapi jangan sampai membuat masa depanku hancur, dasar sialan” ucap Shota dengan perasaan kesal karena pedang excalibur miliknya hampir saja menghilang dan bahkan terbelah dua.


“Hehehe.... m-maaf, tadi tanganku licin. Jadinya saat aku mencoba untuk memegang pedang ini, pedangnya malah mengarah padamu. Apa kau baik baik saja?” ucap veronica sambil memasang wajah polos dan ekpresi tersenyum sambil berpura pura tak tau dan tak berdosa. Ketika mendengar perkataan dan ekpresi dari wajah veronica yang sangat polos dan tak berdosa, hati Shota yang sebelumnya merasa sangat kesal dan marah secara tiba tiba langsung menjadi luluh tetapi tetap saja ia masih tak terima karena pedang excalibur miliknya hampir saja menghilang, “haa.... merepotkan! Sudahlah tak apa, jika kau memang benar be... na... r... ehh.. t-tunggu.. dulu.. apa yang kau lakukan..” ucap Shota sambip terus menerus menghindari serangan yang di lancarkan oleh veronica dengan expresi yang amat sangat terkejut.


“Hahaha.... hahaha.. haha... m-maaf.. haha.. maaf.. tanganku licin, jadi aku tak bisa memegang pedangku dengan kuat dan baik” ucap veronica sambil tertawa keras dan mengayunkan pedang panjang miliknya ke arah Shota.


“Jangan bercanda, mana ada tangan yang licin! Jelas jelas kalau dirimu sangat bersemangat dan senang, lagian sudah jelas kalau dirimu memang berniat untuk membunuhku dan berhentilah memasang ekpresi polos dan tak berdosa milikmu itu sialan” ucap Shota dengan perasaan kesal. Shota yang merasa kesal karena terus menerus di seranga oleh veronica langsung marik keluar kedua pedang miliknya dan seketika itu juga langsung menahan serangan yang di lancarkan oleh veronica menggunakan kedua pedang miliknya, ketika pedang panjang milik vernocia dan pedang milik Shota berbenturan pedang panjang milik veronica langsung terpotong dan bahkan langsung hancur ketika bersentuhan dengan pedang milik Shota.


Veronica menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau pedang panjang miliknya dapat dengan mudah di hancurkan ole Shota tetapi yang anehnya veronica bukanya bersedih atau marah karena senjatanya telah di hancurkan oleh Shota tetapi ia malah tersenyum dan dengan santainya membuang pedang miliknya, sementara itu Shota yang melihat sikap dan ekpresi dari wajah veronica menjadi sangat kebingungan dan terheran heran sekaligus sedikit terpesona akan kecantikan veronica. Veronica sambil tersenyum langsung mendekati dan menggengam tangan Shota dan tanpa basa basi ia langsung meminta bantuan kepada Shota padahal mereka baru saja bertemu hari itulah, pada awalnya Shota tanpa basa basi langsung menolak untuk membantu veronica bahkan sebelum ia sempat untuk menceritakan dan memberitahukan alasan kenapa ia mau meminta bantuan Shota tetapi karena veronica yang sangat bersikeras untuk meminta dan memohon agar Shota mau membantu dirinya, akhirnya Shota dengan perasaan enggan mengatakan kalau ia akan membantu veronica jika alasan yang di berikan olehbya masuk akal.

__ADS_1


Veronica dengan ekpresi takut, sedih sekaligus bingung mengatakan kalau ia tak bisa memberitahukan alasan sebenarnya kenapa ia mau meminta bantuan kepada Shota dan hanya mengatakan kalau alasanya meminta bantuan kepada Shota adalah karena Shota merupakan pemain yang sangat sangat kuat, “kuat? Aku tidaklah sekuat seperti yang kau fikirkan. Lagian bagaimana bisa kau mengenalku dan bagaimana caramu mengetahui kalau diriku ini kuat? Padahal kita baru saja bertemu hari ini” ucap Shota sambil menatap veronica.


__ADS_2