
Di saat Shota baru saja berniat untuk pergi dari sana ia langsung di kejutkan oleh sikap dari william dan michel beserta dengan seluruh prajurit yang ada di sana yang memberikan sebuah penghormatan kepada Shota bahkan mereka sampai menundukkan kepala mereka sembari mempersilahkan Shota untuk memasuki kasti ikan mas suci, beberapa prajurit yang ada di sana langsung bergegas untuk membukakan pintu masuk dari kastil ikan mas suci dan di saat yang bersamaan michel sambil tersenyum dan dengan tata bahasa yang lemah lembut dan sopan langsung mempersilahkan Shota untuk memasuki kastil ikan mas suci karena tuannya dan beberapa ujian yang sengaja di persiapkan oleh tuannya itu telah menanti kedatangan Shota.
Shota sontak langsung menjadi terkejut dan kebingungan ketika mendengar perkataan dan melihat tingkah laku dari semua npc yang ada di sana yang bertingkah laku dengan begitu sopan kepada dirinya padahal ia adalah musuhnya mereka, Shota awalnya sangat ragu apakah ia harus memasuki kastil ikan mas suci atau tidak setelah melihat keanehan yang terjadi dan mendengarkan perkataan dari michel yang mengatakan kalau ada begitu banyak tantangan yang kini tengah menunggu Shota.
"Gluk" Shota lalu dengan perasaan yang sedikit khawatir secara perlahan mulai berjalan untuk memasuki kastil ikan mas suci seorang diri demi mencari sebuah kebenaran tentang kegelapan yang ada di balik kota ikan mas suci yang sampai sekarang membuat dirinya menjadi sangat kebingungan dan penasaran. "Ada apa tuan? kenapa anda sepertinya merasa sangat tertekan dan seperti tengah memikirkan sesuatu yang sangat penting? jika boleh saya tau apa yang membuat tuan Shota sampai seperti itu" ucap michel sembari menatap Shota.
"Tidak ada apa-apa kok, aku hanya sedikit memikirkan tentang kejadian kemarin saja. hanya itu" ucap Shota sembari terus berjalan memasuki kasti kota ikan mas suci.
"Begitu ya? kalau hal itu saya mohon maaf karena tak bisa memberikan informasi apapun. saya hanya bisa mengantarkan tuan sampai di sini saja, selamat berjuang tuan" ucap michel sembari memberikan hormat dan pergi menjauh dari sana. Shota menjadi sedikit kebingungan ketika melihat tingkah formal dari semua orang yang ada di sana yang terlihat begitu hormat dan begitu sopan kepada dirinya padahal ia adalah seorang pemain yang berniat untuk mengalahkan tuan mereka, Shota menjadi semakin tak mengerti dengan tujuan dan alasan dari misi yang ia dapatkan itu.
__ADS_1
Setelah michel pergi keluar dari sana secara perlahan seluruh pintu masuk kasti ikan mas suci mulai tertutup dan semua pemandangan yang ada di sana langsung menjadi gelap gulita tetapi selang beberapa detik, secara perlahan muncul kobaran api dan sebuah obor di setiap sudut ruangan yang di jadikan sebagai media penerang jalan dan ruangan. "Hmmm.... sepertinya aku tak asing dengan suasana seperti ini? Haa... ku harap apa yang ku fikirkan itu semuanya hanyalah kesimpulan ku saja dan tak akan menjadi kenyataan" ucap Shota sembari menghela nafas dalam dan mulai melangkahkan kakinya.
Ketika baru saja berjalan selangkah secara tiba-tiba muncul banyak sekali monster goblin entah dari mana yang secara terus-menerus bertambah setiap detiknya lalu setiap 10 detik sekali pasti akan muncul seekor monster orc, Shota secara spontan langsung menjadi sedikit terkejut melihat hal tersebut dan mulai mengeluarkan senjata miliknya yaitu fate-determining weapons dari investory miliknya lalu menggunakan perubahan pertama yaitu death gun untuk melawan semua monster-monster goblin dan orc itu yang secara terus-menerus bertambah setiap detiknya.
Shota langsung mengeluarkan sebuah bom asap dari dalam investory miliknya yang telah ia beli sesaat sebelum memasuki kasti tersebut karena ia berfikir kalau itu akan sangat berguna untuknya nanti tetapi ia tak pernah menyangka jika ia harus menggunakannya jauh lebih awal di bandingkan perkiraannya. Gumpalan asap langsung muncul sesaat setelah Shota melemparkan beberapa bom asap miliknya lalu di dalam gumpalan bom asap itu Shota secara perlahan mulai menghilang menggunakan skil invsible miliknya dan kemudian mulai menyerang dan membunuh semua monster yang ada di sana secara satu persatu, semua kawanan monster goblin dan orc yang muncul di sana langsung menjadi sangat marah dan kesal ketika ulah Shota yang membuat semua area yang ada di sana menjadi di penuhi dengan asap terlebih lagi Shota menyerang mereka semua secara diam-diam.
Mereka semua sama sekali satupun tak ada yang dapat menyerang Shota ataupun menahan serangan yang di lancarkan olehnya, pasalnya bukan saja semua area di sana menjadi penuh dengan asap dan jarak pandang mereka yang menjadi sangat terbatas tetapi Shota juga menghilang dalam kepulan asap itu dan menjadi tak terlihat menggunakan skil invsible miliknya. Shota dapat dengan mudah menghabisi setiap monster goblin dan orc yang ada di sana bahkan ia hanya memerlukan satu kali tembakan peluru saja untuk menghabisi mereka karena peluru dari pistol miliknya itu bukanlah peluru biasa melainkan sebuah peluru yang khusus di buat dari mana dan memiliki kekuatan dan kecepatan ratusan kali lipat di bandingkan dengan peluru biasa dan memiliki daya hancur yang sangat mengerikan.
Setelah ia rasa kalau mana yang di butuhkannya untuk melancarkan serangannya itu, Shota langsung mengangkat dan mengarahkan pistol miliknya itu ke arah kawanan goblin dan orc yang tengah kebingungan mencari dirinya. Bagi Shota kepulan asap itu bukanlah sesuatu yang mengerikan karena meski di dalam kepulan asap yang sangat tebal itu dirinya masih dapat melihat semuanya dengan sangat jelas dengan menggunakan sebuah kemampuan khusus yang di miliki oleh Shota yang membuat Shota dapat melihat dalam keadaan dan situasi seperti apapun bahkan jikapun tak ada cahaya walau sedikit saja.
__ADS_1
"Haa..... ini sedikit hadiah dari ku untuk kalian dan ku harap kalian semua menikmati hadiah yang ku berikan ini" ucap Shota sembari tersenyum dan langsung menembakkan pistolnya ke arah kawanan goblin dan orc.
Sebuah kilatan garis cahaya berwarna merah darah langsung terlihat seketika Shota baru saja menembakkan pistol miliknya itu dan seketika itu juga semua yang ada dalam lintasan kilatann cahaya berwarna merah darah itu atau yang berada di dekatnya dalam jarak 1 meter semuanya langsung hangus terbakar menjadi abu dalam sekejap mata. Shota menjadi sedikit terkejut ketika melihat kehebatan skil miliknya itu bahkan ia tak percaya jika dirinya masih mempunyai sebuah skil yang sangat mengerikan dan menakutkan seperti itu dan di saat yang bersamaan ia mulai menyadari kalau sebenarnya ada banyak misteri yang tersimpan dari senjata miliknya itu yang masih belum ia ketahui bahkan kekuatannya sendiri Shota tak tau padahal dirinya sendirilah yang menciptakan senjata fate-determining weapons.
Semua kabut asap yang ada di sana langsung menghilang semuanya seketika Shota menembakkan pistol miliknya itu yang mengakibatkan sebuah angin yang menyapu bersih semua kabut asap itu tetapi tetap saja semua monster goblin dan orc yang ada di sana terus-terusan saja muncul, Shota merasa sedikit kesal dengan hal tersebut lalu ia secara cepat langsung melemparkan kembali bom asap untuk menghilangkan dan menyamarkan keberadaanya. Shota lalu memutuskan untuk mengumpulkan terlebih dahulu semua monster orc dan goblin yang ada di sana dan menunggu hingga tak akan adalagi monster orc ataupun goblin yang muncul barulah setelah itu dirinya akan menghabisi mereka semua dengan satu serangan, Shota terus-menerus menunggu dan menunggu lalu hingga pada akhirnya setelah satu jam berlalu tak ada lagi satupun monster goblin ataupun orc yang muncul tetapi betapa terkejutnya dirinya dan bahkan dirinya saat ini langsung tertawa dengan sangat keras seketika melihat kalau saat ini semua monster goblin dan orc yang ada di sana tak bisa bergerak karena area tersebut tak cukup besar untuk menampung jumlah mereka yang sangat banyak itu.
Shota lalu langsung merasa tak tega untuk menghabisi mereka semua tetapi mau bagaimana lagi, secara mau tak mau Shota harus tetapi menyerang dan menghabisi semua monster orc dan goblin itu agar ia bisa terus melanjutkan perjalanannya untuk mencari informasi yang sangat membuatnya penasaran itu. "Haa... merepotkan! tolong maafkan diriku, aku tak punya dendam pada kalian tetapi mau tak mau aku harus membunuh dan membantai habis kalian semua karena jika tidak aku pasti tak akan bisa mendapatkan apa yang ku inginkan. rain destroyers!" ucap Shota sembari tersenyum dan langsung menembakkan pistol miliknya itu ke arah langit sementara dirinya tengah berdiri di atas sebuah patung yang sangat tinggi.
Setelah Shota mengaktifkan skil miliknya itu hanya dalam waktu sekejap mata saja semua monster goblin dan orc yang ada di dalam sana langsung lenyap karena hp milik mereka yang turun ke angka 0, Shota tak mengira jika tantangan yang di katakan oleh michel adalah sebuah tantangan dengan tingkat kesulitan yang sangat mudah bahkan tak sampai membuat dirinya mengeluarkan keringat. Di saat Shota baru saja melompat dari tempat pijakannya itu untuk melanjutkan perjalanannya dan bahkan sebelum kakinya itu menyentuh lantai, secara tiba-tiba area yang ada di sana langsung berubah secara drastis dari yang awalnya hanyalah sebuah area kecil yang di penuhi oleh dinding batu bata kini di penuhi oleh sebuah rerumputan bahkan Shota sendiri saat ini tak yakin apakah dirinya masih berada di dalam kasti ikan mas suci.
__ADS_1
Di saat Shota tengah terpukau melihat keindahan dari sekitarnya, secara perlahan muncul begitu banyak kawanan monster kill dog yang kini tengah menatap Shota sembari meneteskan air liur dari dalam mulut mereka. "Ohh.... ayolah! dari sekian banyak jenis monster yang ada di dalam permainan ini, kenapa aku harus menghadapi monster yang sangat menjijikan dan menyebalkan ini? sialan! sialan! akan ku habisi orang yang telah menciptakan tempat ini dan membuatku harus menghadapi hewan yang paling tak ingin ku lihat ini" ucap Shota dengan perasaan kesal dan marah.