
"'Haa ... Membosankan! Apakah tidak ada hal yang menarik?" ucap Shota sambil dengan santainya berjalan menuju kota Black Rose. Baru saja beberapa menit Shota mengatakan jika dirinya saat ini sedang bosan karena tak dapat melawan mosnter ataupun lawan yang cukup kuat, secara perlahan sebuah pemain yang berjumlah sekitar 3 pemain dengan cepat berlari ke arah nya dan saat mereka sedang berpapasan ketiga pemain itu langsung menyuruh Shota untuk lari.
Shota sedikit menjadi kebingungan saat mendengar perkataan dari mereka. Tetapi ia tak sempat untuk bertanya; Karena mereka telah cukup jauh. Tetapi salah satu dari mereka berteriak kepada Shota untuk berhati-hati dan segera lari dari monster yang ada di belakangnya.
"Monster?" Shota masih saja tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pemain itu. Dan ketika ia menoleh kebelakang, ia secara perlahan melihat sesuatu yang mendekat
"Hmm ... Apa itu? Hmm ... Hmm ... Aneh!? Kenapa aku merasa kalau benda itu semakin lama semakin mendekat dan menyerupai monster? Hmm ..." Shota terus mengamati apa yang saat ini tengah menuju kearahnya.
Sementara itu di sisi lain semua pemain yang melihat tingkah Shota hanya bisa mengelus dada dan mengatakan jika Shota hanya akan segera mati sambil memberikan persembahan dan meminta maaf sekaligus berterimakasih kepada pemain itu (Shota).
__ADS_1
"Hmm ... Kenapa aku memiliki firasat buruk tentang ini? E-Ehhhh!!!! A-apakah itu semua monster? Berapa banyak jumlah mereka? Sial! Saat ini mereka semua sedang berburu. Aku tak memiliki waktu untuk memanggil mereka ataupun menggunakan skil! Ohh ya! Benar juga? Bukankah ada skil yang itu. Langkah Cahaya! Dark Dragon! Fate-Determining Weapon bentuk kedua Twins Sword" ucap Shota sambil dengan cepat menuju ke arah kerumunan monster itu yang jumlahnya tak dapat diperkirakan.
Shota langsung memberikan perintah kepada semua mahluk panggilannya agar kembali ke bentuk asal, agar Shota dapat mensummon mereka lagi. Setelah Shota mengaktifkan skil Dark Dragon, Langkah Cahaya dan membuat mereka semua kembali menjadi kartu dan menghilangkan ke-4 penjaga gerbang, Naga berkepala 11 yang sebenarnya telah di panggil oleh Shota secara bersamaan langsung menyerang semua monster yang ada dihadapanya.
Shota setidaknya membutuhkan waktu 5 menit agar dapat kembali mensummon ke-8 kartunya. Sementara untuk ke-4 penjaga gerbang, Shota langsung memanggil mereka kembali sambil menyerang semua monster itu.
Shota yang merasa kalau jumlah mereka terlalu banyak langsung mundur beberapa meter dan langsung mengaktifkan skil Hujan Halilintar. Setelah Shota mengaktifkan skil Hujan Halilintar, lagit langsung berubah menjadi berwarna hitam dan secara perlahan muncul badai dan hujan di sertai kilatan petir.
Sesaat setelah Shota selesai berbicara sebuah halilintar muncul dan langsung menyambar monster yang berada tepat di tengah-tengah kerumunan monster tersebut. Setelah petir berwarna ungu pertama menyambar ketanah yang kemudian petir lainya muncul dan mulai menyambar apapun yang ada di dalam dalam jangkauanya sejauh 15 meter bahkan semua penjaga gerbang dan dark dragon terkena sambaran petir itu lebih dari 50 kali secara berturut-turut yang membuat hp milik ke 4 penjaga gerbang turun ke angka 0, bahkan petir itu hampir menyambar Shota.
__ADS_1
"G-gila! Apa yang di fikirkan oleh Game Master saat menciptakan skil ini? Apakah dia juga berniat untuk membunuh pemain yang menggunakan skil ini?" ucap Shota sambil mengutuk. Jika saja Shota tadi maju selangkah saja, maka sudah pasti ia akan tersambar oleh halilintarnya sendiri. Shota langsung mundur beberapa langkah dan menyerang semua monster yang tak terkena dan masuk dalam area serangan skil Hujan Halilintar miliknya.
Saat Shota berniat untuk memanggil kembali ke-4 penjaga gerbang sebuah pemberitahuan muncul yang mengatakan jika Shota tak bisa memanggil ke-4 penjaga gerbang dalam kurun waktu 2 jam karena sebelumnya ke-4 penjaga gerbang telah mati. Shota sangat terkejut akan hal itu dan bahkan ia tak menyangka dan bahkan tak ada informasi tentang hal itu yang jika ke-4 penjaga gerbang di kalahkan maka dirinya harus menunggu selama 2 jam untuk memanggil mereka kembali.
Rentetan notifikasi tentang keberhasilan membunuh monster terus bermunculan dilayarnya Shota, yang membuat dirinya sangat senang karena mendapatkan banyak exp. Tetapi di sisi lain, dia juga menjadi sangat kesal karena saking banyaknya monster yang menyerangnya yang membuat Shota sulit untuk bergerak terlebih lagi karena jumlah monster-monster itu seperti yang seperti tak ada habisanya.
10 menit berlalu dan efek dari skil Hujan Halilintar pun berakhir, yang membuat Shota menjadi bertambah kesulitan untuk bertarung melawan semua monster-monster yang ada dihadapanya.
"Sial" Hp Shota dengan cepat terus berkurang dan bahkan regenerasi miliknya tak cukup untuk menutupi besarnya damage yang di terima oleh dirinya. Shota terus mencari cara untuk keluar dari kerumunan monster itu.
__ADS_1
Setelah 30 menit berlalu, akhirnya Shota dapat keluar dari kerumunan monster itu dan langsung mengaktifkan skil invisible dan Langkah Cahaya di saat yang bersamaan. Setelah Shota mengaktifkan skil invisible dan langkah cahaya, ia dengan cepat langsung pergi ke tempat yang aman. dan ketika Shota telah berada di tempat yang aman yaitu di atas pohon ia langsung memanggil keluar ke-7 Pangeran Neraka dan Wareheyna untuk ikut berpesta.