
Suara ledakan dan sebuah rentetan serangan yang secara bertubi-tubi muncul dan mengenai jamal seketika itu juga langsung membuat semua orang yang ada di sana menjadi sangat ketakutan tetapi di sisi lain mereka juga merasa sedikit kasihan kepada jamal, tak butuh waktu lama bagi ke-7 pangeran neraka untuk menghabisi jamal bahkan mereka tak membutuhkan waktu lebih dari 10 menit untuk menghabisi jamal. Setelah mereka ber-7 selesai menghabisi jamal mereka secara perlahan langsung mendekati ayato yang membuat ayato, krak dev dan milia menjadi sangat ketakutan tetapi ketika melihat apa yang terjadi selanjutnya mereka semua langsung menjadi sangat kebingungan dan sangat terkejut karena secara tiba-tiba ke-7 pangeran neraka itu langsung berlutut dan memberi salam hormat kepada ayato sembari meminta agar ayato memberikan mereka perintah selanjutnya.
"Berikan perintahmu yang mulia!" Ucap ke-7 pangeran neraka itu secara bersamaan sembari memberikan hormat kepada ayato.
"E-Ehhhh!!!!! apaaa!!!!!!" ucap milia dan krak dev secara bersamaan dengan ekpresi wajah yang sangat terkejut bahkan mata mereka hampir saja keluar karena saking terkejutnya melihat hal tersebut. Ayato juga sebenarnya sedikit terkejut dan menjadi bingung ketika melihat hal tersebut tetapi ia fikir mungkin hal itu terjadi adalah karena kakaknya yang menyuruh mereka semua untuk melakukan hal itu pada dirinya pasalnya mereka semua adalah mahluk panggilan milik Shota, ayato menjadi sangat bingung untuk memberikan perintah apa kepada ke-7 pangeran neraka tersebut tetapi yang jelas dirinya merasa sangat senang dan gembira karena ia akan selalu di lindungi oleh hadiah yang di berikan oleh kakaknya itu.
Sementara itu di sisi lain krak dev dan milia hanya bisa menatap ayato dengan perasaan bingung dan penasaran tetapi di sisi lain mereka sangat ketakutan dengan ke-7 pangeran neraka yang saat ini tengah memberikan hormat kepada ayato terlebih lagi karena aura intimidasi yang sangat kuat yang di pancarkan oleh ke-7 pangeran neraka itu yang seolah-olah sangat ingin membunuh dan memangsa mereka. Ayato yang melihat tingkah dari milia dan krak dev hanya bisa tersenyum dan sedikit merasa kasihan sekaligus sangat ingin tertawa tetapi ia menahannya karena ia tak ingin mereka berdua salah paham, ayato mulai memikirkan sesuatu yang sedikit nakal ia langsung memberikan perintah kepada ke-7 pangeran neraka itu untuk menakut-nakuti milia dan krak dev bahkan ayato menyuruh mereka untuk berpura-pura ingin memangsa mereka berdua.
Setelah mendengar perintah dari ayato, ke-7 pangeran neraka itu dengan sigap langsung menjalankan perintah yang di berikan kepada mereka, mereka semua langsung mengeluarkan senjata mereka dan memancarkan sebuah aura ketakutan yang sangat besar untuk mengintimidasi mereka berdua, "Ehh... A-apa yang terjadi? apa yang kau lakukan pada mereka? berhenti bercanda, ini tidaklah lucu!" ucap krak dev dengan ekpresi wajah yang sangat ketakutan.
__ADS_1
Milia bahkan hampir menangis karena saking ketakutannya dirinya ketika melihat ke-7 pangeran neraka itu yang secara perlahan terus-menerus mendekati mereka, di sisi lain krak dev yang melihat milia hampir menangis langsung mencoba untuk memberanikan dirinya dan mencoba untuk melawan ke-7 pangeran neraka itu. Ayato yang melihat tingkah krak dev yang sok berani itu hanya bisa tersenyum tetapi ketika melihat ekpresi dari wajah milia yang hampir saja menangis ayato langsung menghentikan permainannya itu, "Berhenti, sudah cukup. kembalilah dan katakan kepada kakakku bahwa adiknya baik-baik saja untuk saat ini dan kami sedang dalam keadaan yang sangat sulit" ucap ayato sembari mendekati milia.
Setelah mendengar perkataan dari ayato ke-7 pangeran neraka itu langsung pergi ke arah belakang ayato dan secara perlahan langsung menghilang, "Kerja bagus! sisanya serahkan saja kepada kedua kakakmu" ucap Shota sembari tersenyum yang saat itu telah berada tepat di belakang ayato.
Milia dan Krak Dev langsung menarik nafas lega ketika melihat kalau ke-7 pangeran neraka itu telah menghilang tetapi mereka juga merasa sangat terkejut ketika melihat Shota yang secara tiba-tiba muncul tepat di belakang ayato tanpa di sadari oleh siapapun bahkan oleh adiknya sendiri, "K-kakak! s-sejak kapan kau berada di sana? kenapa aku sama sekali tak merasakan hawa keberadaan mu? tunggu sebentar, apa maksudmu dengan kedua kakakmu? bukankah saat ini hanya ada dirimu saja ya kak?" ucap ayato dengan perasaan bingung sekaligus terkejut dan senang.
Ayato dengan perasaan bingung sekaligus heran langsung menoleh ke arah yang di tunjuk oleh kakaknya itu, pada awalnya ayato tak melihat apapun kecuali kegelapan tetapi secara perlahan mulai terdengar suara langkah kaki yang cukup jelas yang secara perlahan mulai mendekat ke arahnya dan semakin lama semakin jelas saja. Ayato terus memperhatikan pepohonan yang gelap gulita itu di mana suara langkah kaki itu terdengar lalu secara perlahan muncul sebuah bayangan seseorang yang terlihat tak asing di mata ayato, "Yo bocah! apa kabar?" ucap seorang wanita yang terlihat tak asing di mata ayato dengan busur dan penampilan yang sangat elegan.
Ayato langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kemunculan dari wanita itu yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah kakaknya yaitu artemis, bahkan karena saking terkejutnya dirinya ia bahkan tak bisa berkata-kata dan hanya bisa mengekspresikan semua perasaanya itu dengan perasaan senang, "Ada apa? kenapa kau menangis? dasar adikku yang bodoh! jika kau butuh sesuatu bilang saja pada kakakmu ini, kakakmu ini jauh lebih bertanggung jawab di bandingkan dengan orang bodoh yang ada di belakangmu itu" ucap artemis sembari memeluk ayato dengan erat dan mencoba untuk menghiburnya.
__ADS_1
Shota hanya bisa tertawa ketika mendengar perkataan dari artemis lalu secara perlahan ia mulai menoleh ke arah milia dan menatapnya sembari mengeluarkan aura niat membunuh yang sangat kuat serta aura intimidasi untuk menakuti milia, "Haaa... akhirnya kita bertemu lagi, bagaimana apa kau ingin melanjutkan pertandingan sebelumnya?" ucap Shota sembari tersenyum dan dengan kecepatan cahaya langsung melesat ke arah milia dan menodongkan kedua pedang miliknya itu di lehernya.
Semua orang yang ada di sana langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan merasa sedikit ketakutan ketika merasakan aura niat membunuh yang sangat kuat dari Shota tetapi yang paling merasa ketakutan dan terintimidasi adalah milia karena dirinya lah yang saat ini tengah di ancam oleh Shota dengan menggunakan pedang kembar miliknya sembari menatap dirinya dengan tatapan dingin yang sangat mengerikan yang seakan-akan dapat dengan mudah memenggal kepalanya, milia yang merasakan dan menyadari akan perbedaan kekuatan mereka yang sangat jauh langsung menyerah tak berdaya lalu pasrah akan di apakan oleh Shota.
"Ohh... menarik! sepertinya kau sudah siap ya menerima kematianmu? selamat tinggal!" ucap Shota sembari mengayunkan salah satu pedang miliknya untuk menebas leher milia. Milia yang menyadari kalau dirinya akan di bunuh oleh Shota hanya bisa pasrah dan tak melawan tetapi di sisi lain dirinya langsung tersenyum dan merasa sangat bahagia karena dirinya telah mendapatkan seorang teman dan ia pasti akan mencari mereka dan merubah sikapnya ketika di hidupkan kembali di kota awal, sesaat sebelum pedang milik Shota menyenggol leher milia secara tiba-tiba pedang itu langsung terhenti seketika mendengar suara teriakan dari krak dev dan ayato yang menyuruh Shota untuk tak membunuh milia.
Shota sontak langsung menjadi sangat terkejut ketika melihat kalau adiknya dan krak dev menghentikan dirinya untuk menghabisi milia padahal milia adalah musuh mereka, "Ada apa? kenapa kau menghentikan diriku untuk menghabisinya? bukankah orang ini adalah musuh kita?" ucap Shota sembari menatap adiknya.
Ayato hanya terdiam ketika mendengar pertanyaan dari kakaknya itu bahkan ia hanya menundukkan kepalanya tetapi di sisi lain krak dev dengan cepat dan tanpa ragu langsung menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya kepada Shota, "Hmm... begitu ya? maaf sudah bersikap kasar kepdamu! terimakasih karena telah membantu adikku sebelumnya! baiklah sekarang aku hanya perlu melakukan pembersihan besar-besaran, ne rina, apa dirimu bersama dengan serikatmu bisa mengurus mereka? tenang saja akan ada yang membantumu kok! keluarlah dark dragon, penjaga gerbang, ware heyna, raven, demon herder" ucap Shota sembari memanggil keluar beberapa familiarnya untuk membantu artemis mengalahkan kiabo bersama dengan bawahannya.
__ADS_1