
"Yo! lama tak bertemu! sepertinya kau sudah sedikit bertambah kuat? hahaha....... sudah berapa bulan ya berlalu? jadi kau ya yang selama ini di sebut sebut sebagai monster pembunuh massal? hahaha.... hebat! hebat!" ucap Shota sambil tertawa dan menatap salamander.
"Kau!!!!!!! brengsek! beraninya kau menampakkan wajahmu di hadapanku!!!! akan ku habisi kau sekarang juga dasar brengsek! penghianat! Tombak dewa petir, petir hitam amarah" ucap salamander dan dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah Shota dengan tujuan untuk membunuh dirinya dan membalaskan dendam seluruh rasnya.
Di seluruh tubuh dan senjata milik salamander saat ini tengah di selimuti oleh pancaran petir berwarna hitam dengan tegangan yang sangat tinggi yang akan langsung membunuh musuhnya seketika terkena serangannya itu, salamander langsung memusatkan seluruh aliran petir yang ada pada ujung tombak dewa petir miliknya dengan tujuan agar ia dapat langsung menghabisi Shota. "Arhhhhhh....... matilah kau penghianat!!!" ucap salamander dan dengan kecepatan tinggi langsung berlari ke arah Shota.
Shota yang melihat kedatangan dari salamander hanya bisa tersenyum dan dengan mudahnya langsung menghindari setiap serangan yang coba di lakukan oleh salamander untuk membunuh dirinya, sementara itu salamander dengan perasaan yang di penuhi oleh rasa marah dan benci yang sangat kuat langsung menyerang Shota secara terus menerus tanpa berfikir terlebih dahulu. "Haa.... merepotkan! sepertinya masih terlalu dini bagimu untuk menghadapiku! terlalu lemah!" ucap Shota sambil menahan serangan yang di lancarkan oleh salamander dan di saat yang bersamaan ia juga langsung menyerang balik salamander tetapi tidak sampai membunuhnya.
"Arkhhhh!!!" Salamander langsung menjadi sangat terkejut, kesakitan sekaligus menjadi tak berdaya seketika menerima serangan yang di lancarkan oleh Shota bahkan sampai membuat salamander saat ini tak bisa untuk berbicara bahkan sampai tak bisa membuat dirinya untuk berdiri karena kesakitan. "Haa... merepotkan! sepertinya aku hanya membuang buang waktu karena datang ke sini dan sebagai salam perpisah dariku, akan ku perlihatkan dirimu kemampuan yang cukup menarik yang baru saja ku dapatkan beberapa bulan yang lalu. element cahaya kegelapan, cahaya bintang keputus asaan. element api, phoenix. element halilintar, hujan halilintar! " ucap Shota sambil tersenyum dan mengaktifkan beberapa skil terkuat yang ia miliki saat ini.
Seketika sesaat setelah Shota mengaktifkan skil miliknya itu seketika itu juga beberapa meteor dengan ukuran yang sangat besar muncul di iringi dengan kemunculan seekor burung phoenix yang murni tercipta dari api dengan ratusan atau mungkin ribuan halilintar yang jatuh dari langit bak hujan yang tengah mengujur tanah dengan air yang sangat banyak tengah menghantam sekitarnya dan bahkan akan langsung menghancurkan seluruh kehidupan yang ada di sana. Salamander yang melihat hal tersebut menjadi sangat terkejut bahkan ia sampai tak bisa berkata kata sambil terkapar di tanah dengan menahan rasa sakit akibat terkena serangan yang di lancarkan oleh Shota sebelumnya, salamander hanya bisa melihat seluruh kehidupan yang ada di sekitarnya lenyap karena serangan yang di lakukan oleh Shota tetapi anehnya tak ada satupun serangan dari Shota yang mengarah ataupun mengenai salamander. "Haa... sepertinya sudah waktunya bagimu untuk tidur! sayonara" ucap Shota dan sekali lagi menyerang salamander dan membuat dirinya jatuh pingsan.
__ADS_1
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya salamander tersadar dan betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau di sekitarnya yang saat ini ada dalam pandangannya yang sebelumnya adalah sebuah hutan dan danau yang sangat indah telah berubah menjadi sebuah tempat yang hanya ada tanah dan abu tanpa sedikitpun adanya tanda tanda sebuah kehidupan kecuali dirinya, "A-apa yang sebenarnya telah terjadi? kenapa semua hutan dan kehidupan yang ada di sini menghilang? brengsek! berani beraninya dia melakukan hal ini! dasar iblis. akan ku cari kau higga ke ujung dunia dan akan ku balaskan dendam semua orang yang telah kau bunuh!" ucap salamander sambil mengambil segenggam tanah lalu mengusapkannya di keningnya sebagai tanda sumpah bahwa ia akan melenyapkan Shota.
Salamander yang telah bersumpah kalau ia akan menghabisi Shota kembali melanjutkan perjalanannya yang di penuhi dengan banyak rintangan dengan tujuan untuk menjadi jauh lebih kuat dengan rasa marah dan benci yang menjadi semakin kuat setiap detiknya, mata salamander mulai memancarkan api kemarahan dan tombak miliknya memancarkan sebuah kilatan petir ungu yang sangat murni di penuhi dengan rasa benci dan marah yang daya serangannya menjadi sangat kuat bahkan sampai langsung menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya dalam jarak radius 1 meter.
"Lihat saja, suatu saat nanti dendam ini pasti akan terbalaskan!" ucap salamander sambil menggenggam tombak miliknya sekuat tenaga dan mulai berjalan untuk mencari musuh yang kuat untuk di ajak bertarung. Setelah berjalan selama beberapa hari akhirnya salamander tiba di sebuah gua di mana di dalamnya terdapat seekor monster tingkat raja dengan level 115 yang terkenal dengan kemampuan membunuhnya yang sangat hebat bahkan sampai di juluki laba laba iblis hitam padahal levelnya tak terlalu besar tetapi entah kenapa dan tak tau bagaimana caranya monster yang satu ini bahkan sanggup untuk menghabisi sekolompok party berlevel 250 dalam kurun waktu yang singkat bahkan tanpa di sadari oleh para pemain.
Salamander yang telah tiba di mulut gua laba laba iblis hitam dengan santai dan tenang secara perlahan mulai berjalan masuk ke dalam gua tersebut, gua itu sangat gelap padahal ia baru saja masuk beberapa meter saja dengan udara yang sangat lembab serta dinding batu yang sepertinya terbuat dari sesuatu yang sangat kuat namun lentur yang membuat siapapun menjadi takut ketika memasuki gua laba laba hitam untuk pertama kalinya. "Hmm... gua yang sangat aneh? tetapi ini bukanlah masalah bagiku, malahan ku rasa aku akan sangat di untungkan jika harus bertarung si tempat yang lembab dan gelap seperti ini walaupun areanya sedikit kecil sih" ucap salamander sambil terus berjalan masuk ke bagian yang lebih dalam di gua laba laba hitam.
Salamander itu sambil menghela nafas dalam terus berjalan memasuki bagian terdalam gua laba laba hitam dengan harapan dapat bertarung melawan laba laba tersebut agar ia bisa mendapatkan pengalaman dan kekuatan yang lebih lagi agar dapat mengalahkan Shota yang entah sekarang sudah sekuat apa, setelah berjalan cukup lama akhirnya salamander sampai di pusat dari gua laba laba hitam dan betapa terkejutnya dirinya seketika melihat kalau saat ini terdapat beberapa manusia yang tengah bertarung dan tengah di pojokkan oleh laba laba hitam. Salamander yang melihat hal tersebut pada awalnya juga sedikit terkejut tetapi ia hanya terus mengamati hal tersebut dan hanya tertawa ketika melihat manusia yang tengah di pojokan oleh laba laba hitam tersebut, "Hahahaha... rasain tu! ****** kalian! lagian siapa juga yang suruh kalian untuk melawan monster ini! dasar manusia bodoh yang tak tau batasan dirinya sendiri! hahaha.... maaf ya, tapi kali ini biar ku gunakan kesempatan ini untuk melihat dan mengevaluasi kekuatan dari laba laba ini" ucap salamander sambil berpindah ketempat yang memiliki sudut pandang yang lebih luas.
Manusia itu terdiri 30 orang pemain dengan level yang lumayan tinggi yaitu di atas level 190 ke atas dengan perlengkapan kelas atas yang bisa di katakan perlengkapan standar saat ini bahkan di antara mereka terdapat salah seorang yang memiliki perlengkapan berlevel tinggi tetapi anehnya dengan jumlah sebanyak itu dan perlengkapan yang baik seperti itu mereka masih saja kewalahan bahkan sampai di pojokkan oleh monster laba lana hitam yang hanya seorang diri itu. Laba laba hitam itu langsung melakukan pergerakan terlebih dahulu yaitu ia langsung merayap ke langit langit gua agar mereka tak dapat menyerangnya setelah itu di lanjutkan dengan serangan sebuah racun yang keluar dari mulutnya yang ia arahkan tepat di atas para pemain itu, kelompok party itu menjadi sangat terkejut seketika melihat kejadian yang sangat menarik seperti itu tetapi mereka tak panik ataupun merasa takut walau hanya sedikit.
__ADS_1
Kelompok party kecil itu yang tengah melawan monster laba laba hitam dengan sigap langsung mengaktifkan sebuah dinding pelindung agar mereka semua tak terkena racun yang di kekuarkan oleh laba laba hitam tersebut dan di saat mereka mengira kalau laba laba hitam itu hanya mengeluarkan sebuah racun saja di saat itu juga laba laba hitam itu langsung menembakkan jaring lengket miliknya ke arah salah satu anggota dari party itu. Ketika salah seorang dari anggota party itu terkena jaring lengket milik monster laba laba hitam, di saat itu juga monster laba laba hitam itu mulai menarik manusia yang telah terkena jaringnya itu untuk ia hisap hasib seluruh nutrisinya.
Pemain yang terkena jaring laba laba milik monster laba laba merah itu langsung di tarik ke atas dan ketika telah sampai dalam jarak jangkau monster laba laba hitam, monster laba laba hitam itu akan langsung melilit seluruh tubuh pemain itu dengan jaring putih miliknya dan setelah itu monster laba laba hitam itu akan langsung menggigit leher pemain itu dan di lanjutkan dengan menghisap seluruh nutrisi yang ada dalam tubuh pemain itu hingga kering tanpa tersisa sedikitpun. Setelah monster laba laba hitam menghisap habis seluruh nutrisi yang ia perlukan yang ada dalam tubuh pemain itu hingga kering tak tersisa, monster laba laba hitam itu langsung membuang jasadnya tepat di tengah tengah kelompok party yang tengah mencoba untuk mengalahkan dirinya itu dengan tujuan untuk membuat mereka panik dan membuat mereka ketakutan agar monster laba laba hitam dapat dengan mudah menghabisi para pemain itu.
Sesuai dengan apa yang di harapkan oleh monster laba laba hitam itu, seluruh pemain itu terkecuali beberapa orang semuanya menjadi sangat panik dan ketakutan seketika melihat mayat teman mereka yang secara perlahan mulai menghilang menjadi pecahan cahaya berwarna merah. "Tenang! semuanya jangan panik! tetap pada formasi, jika tidak kita tak akan bisa mengalahkan monster laba laba hi... arkhh!!" tepat di saat salah satu pemain yang sepertinya adalah ketua dari party tersebut tengah berbicara di saat itu juga tubuhnya di tembus oleh sebuah benda yang sangat tajam dan beracun dengan bentuk yang hampir menyerupai ekor kalajengking yang merupakan salah satu bagian tubuh monster laba laba hitam yang ia simpan yang seketika itu juga langsung membuat hpnya turun ke bawah angka 0.
Kematian dari pemain itu semakin membuat seluruh pemain yang ada di sana menjadi bertambah panik dan ketakutan bahkan sampai ada beberapa pemain yang berlari ke arah pintu keluar dari gua tersebut tetapi sayangnya tepat sebelum mereka semua keluar ataupun sempat untuk kabur dan bersembunyi, monster laba laba iblis itu dengan cekatan langsung menghabisi mereka untuk menurunkan semangat juang pemain yang tersisa. Secara perlahan tapi pasti seluruh pemain yang ada di sana mulai mati karena terkena serangan dari monster laba laba hitam, monster laba laba hitam itu bisa di bilang sangat cerdas karena ia membunuh dengan cara mengicar dari pemain yang terlemah dahulu dan pemain yang mungkin bisa di katakan sebagai kunci dari kelompok tersebut untuk menghancurkan mental juang mereka.
"Ce.. ce.. ce.. ce.. kasihan sekali manusia manusia ini! tetapi tenang saja, kematian kalian tidak sia sia. setidaknya kalian bisa membantuku untuk mendapatkan beberapa informasi yang cukup berguna untuk melawan laba laba jelek ini" ucap salamander sambil tertawa dan terus mengamati pertarungan monster laba laba hitam melawan manusia.
"Gwarghhhh" Monster laba laba hitam itu meraung dengan sangat keras yang bergema hingga ke seluruh penjuru area gua tersebut dan tak lama setelah monster laba laba hitam itu meraung, secara perlahan muncul beberapa monster laba laba berukuran sedang dan kecil yang muncul dari segala penjuru dengan jumlah yang terus bertambah.
__ADS_1