The Heaven

The Heaven
032


__ADS_3

Begitu perintah dikumandangkan, semua hero langsung menjalankan perannya. Di tempat antah-berantah, sebuah kabut menghalangi pandangan semua orang. Pertarungan berdarah tak dapat lagi terelakkan, bersiap untuk melakukan perjalanan terakhir.


Semua orang berdoa kepada Tuhan yang mereka sembah, berharap bisa kembali dengan selamat. Pada titik tragis, mereka sadar bahwa tak ada yang lebih berharga dibandingkan sebuah nyawa. Namun, semangat mereka lekas sirna tepat setelah melihat begitu banyaknya gerombolan monster di sekeliling mereka.


“Haa ... berakhirlah sudah.”


Tentu saja ada yang berputus asa, tetapi juga ada yang memilih untuk berjuang sampai akhir.


“Hei, sialan! Apa yang kalian takutkan? Aku yang dijuluki sebagai Weapon Master ada di hadapan kalian. Lalu, apalagi yang perlu dikhawatirkan? Aku berjanji, mereka yang selamat bisa bergabung dengan kelompok ku dan mereka yang meninggal, keluarganya akan kupatiskan mendapatkan hidup yang layak!” teriak Razel sembari terus mengayunkan pedangnya.

__ADS_1


Bersamaan dengan rekannya—Hua Yi—Razel melindungi sembari menghabisi monster terdekat sebanyak yang ia bisa. Yui mulai merapalkan mantra lainnya, sementara dirinya masih sibuk mempertahankan sihir sebelumnya. Di tengah kepungan monster dan banyaknya tekanan, dia lebih memilih untuk mencoba yang terbaik daripada harus mati secara sia-sia.


“Προσευχήθηκα στους Θεούς, ζητώντας βοήθεια από αυτόν. Είμαι το αρνάκι που χάνεται στο σκοτάδι που ζητά προστασία από αυτό. Είμαι ο αγγελιοφόρος των Θεών, ζητώντας να τιμωρηθώ για όσους αμαρτάνουν....”


Yui terus merapalkan mantra dengan bahasa kuno, yang bahkan tak ada satu pun dari mereka yang paham artinya. Namun, jelas mereka tahu bahwa itu bukan sihir biasa disebabkan momentum yang dihasilkan dan panjangnya rapalan.


“Woi, sialan! Apa kalian tidak merasa malu karena dilindungi oleh Saint? Di mana harga diri kalian sebagai Hero?” teriak Razel.


“Provokasi! Pedang Cahaya Rembulan! Kapak Pengamuk!”

__ADS_1


Mereka mulai kembali mengayunkan pedang, menggunakan segala keterampilan yang ada. Razel tersenyum melihat kembalinya semangat juang semua orang, sementara Yui masih fokus merapal.


"Καταστρέψτε, τιμωρήστε τους ουρανούς!" Begitu Yui selesai merapalkan mantra sihirnya, dia berteriak, meminta agar mereka semua berada di dekatnya. "Heaven's Punishment!" tegas Yui.


Sepuluh pilar cahaya menjulang menembus langit. Setiap pilar melambangkan perintah dari Tuhan. Ke sepuluh perintah itu tak lain adalah, kebenaran, cinta, kealiman, keyakinan, ketenangan, kesabaran, kedamaian, kebajikan, kepercayaan dan kesetaraan. Kesepuluh pilar cahaya muncul di setiap sudut dungeon, menghilangkan seluruh kabut dan membunuh hampir keseluruhan dari monster Harimau Putih di sana.


Semua orang tercengang, masih tak percaya dengan kekuatan yang begitu mahadahsyat. Belum lagi efeknya benar-benar luar biasa, karena di saat yang bersamaan menyembuhkan luka, rasa lelah bahkan memberikan buff kekuatan, kecepatan dan kekebalan terhadap efek buruk.


Namun, tentu saja kekuatan yang besar memiliki risiko yang besar. Begitu Yui berhasil mengaktifkan sihirnya, dia langsung batuk hingga memuntahkan banyak darah. Tubuhnya pun langsung memucat, terduduk lemas hingga akhirnya jatuh tak sadarkan diri. Mereka dilanda kebimbangan, antara harus senang atau sedih.

__ADS_1


Di satu sisi, jumlah monster yang harus dihadapi berkurang drastis dan kekuatan mereka sedikit meningkat untuk sementara. Namun, di sisi lain mereka khawatir pada keadaan Yui dan khawatir pada sisa monster. Di mana monster yang masih bertahan walau terluka, adalah para monster kuat dan bahkan penjaga dungeon atau yang sering disebut sebagai bos monster.


__ADS_2