
“Sampai jumpa lagi” ucap Shota yang secara perlahan mulai menghilang dari pandangan semua orang karena mengaktifkan skil invisible.
“Shota ya? Jadi benar kalau dia adalah sang dewa kematian Shota!” ucap vilia dan secara perlahan langsung keluar untuk mengatur ulang semua anggotanya.
Beberapa jam telah berlalu dan akhirnya Shota telah kembali ke markas serikat king of fire setelah selesai menghancurkan 2 buah serikat kelas atas. Shota yang baru saja kembali langsung di serang oleh krak dev dengan tangan kosong karena marah dan kesal kepada Shota yang tanpa belas kasihan telah menghabisi teman temannya hanya karena hal sepele.
Shota sambil tersenyum dengan mudah langsung menghindari setiap serangan yang di lancarkan oleh krak dev bahkan sedikitpun Shota tak merasakan adanya tekanan lalu di saat dirinya merasa bosan, Shota secara cepat langsung membalas serangan yang di lancarkan oleh krak dev bahkan sampai membuat dirinya terpentalkan sangat jauh. “Kau.... beraninya kau membunuh anggotaku! Akan ku habisi kau” ucap krak dev dan dengan cepat langsung menyerang Shota.
“Haa... bodoh! Tenangkan dirimu, walaupun aku membunuh anggotamu 100x atau bahkan ribuan kali. Anggotamu itu akan tetap hidup kembali, jadi tak perlu bersikap terlalu lebay seperti itu. Yang lebih penting lagi adalah buat seluruh anak buahmu itu agar patuh terhadap perintahmu dan jangan sampai kejadian seperti itu terulang lagi.” Ucap Shota sambil menatap krak dev dengan tatapan dingin dan niat membunuh.
“Cih, kau! Bukankah kau sudah ber...” Ucap krak dev.
__ADS_1
Sesaat sebelum krak dev selesai berbicara dan mengatakan apa yang ingin ia katakan kepada Shota, Shota dengan cepat langsung memotong pembicaraan krak dev. “Aku memang berjanji untuk membantumu, tapi hanya sekedar membantu saja tak lebih. Lagian aku tak pernah berjanji akan mengikuti perintah atau rencamu? Sekarang jalankan semuanya sesuai rencana dan jangan mencoba untuk merusak rencana ku seperti sebelumnya” ucap Shota sambil menatap krak dev lalu secara perlahan mulai berjalan menjauhi mereka.
Krak Dev langsung terdiam seketika mendengar perkataan dari Shota bahkan dirinya sampai di buat tak bisa berkutik ketika mendengar perkataan Shota, sementara itu semua orang yang ada di sana hanya bisa terdiam dan menatap Shota tanpa satupun orang yang berani untuk membantah ataupun mencoba untuk menghadapi Shota karena mereka tau kalau mereka tak akan sanggup untuk menghadapi monster seperti dirinya.
Di sisi lain ayato yang melihat tingkah dari kakaknya itu dan mendengar perkataannya dengan cepat langsung mengikuti kakaknya dari belakang dengan tujuan untuk menanyakan apa yang sebenarnya telah terjadi dan kenapa kakaknya itu sampai sebegitu marahnya ketika anggota krak dev tak mendengarkan perkataan dan saran darinya, Shota hanya terus berjalan menuju ke arah kamp nya tanpa sepatah katapun menjawab pertanyaan dari adiknya itu bahkan dirinya sendiri sampai seolah olah tak memperdulikan perkataan dari adiknya itu.
Ayato menjadi sangat terkejut dan menjadi sangat kebingungan seketika melihat sikap kakaknya itu yang seolah olah telah berubah menjadi sesosok orang yang sama sekali tak ia kenali sedikitpun, ayato terus mengikuti Shota bahkan sampai ia masuk ke dalam kampnya itu dan ketika mereka masuk di dalam kamp Shota secara tiba tiba kakaknya itu langsung berbalik arah dan menatap ayato. Ayato yang melihat hal tersebut sontak langsung menjadi sangat terkejut dan sedikit khawatir karena ia mengira kalau kakaknya akan marah kepada dirinya karena telah mengikutinya hingga masuk ke dalam kamp miliknya tetapi betapa terkejutnya dirinya seketika mendengar perkataan dari kakaknya itu bahkan ia sampai tak bisa berkata kata di buatnya.
Shota yang saat ini telah keluar dari kampnya itu langsung terhenti sejenak dan langsung melihat ke arah langit, “Haa... bulan yang sangat indah! Ku rasa malam ini adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan pembantaian” ucap Shota sambil tersenyum dan dengan kecepatan tinggi langsung mulai bergerak menuju lokasi target.
Beberapa orang yang melihat Shota langsung menjadi sangat terkejut seketika melihat kecepatan pergerakannya bahkan mereka satupun tak ada yang dapat melihatnya dan ada juga yang mengira kalau Shota memiliki kemampuan untuk berpindah tempat secara instan dari satu tempat ke tempat lainya. “Iblis hitam atau dewa kematian! Apa benar kalau orang itu masih bisa di sebut sebagai manusia? Dengan kemampuan mengerikan seperti itu tak kan ada yang berani untuk menentangnya bahkan hanya dengan aura yang di pancarkan olehnya itu orang orang akan berlari ketakutan” ucap salah seorang pemain dari serikat king of fire yang saat itu tengah berjaga.
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain Shota yang saat ini dengan kecepatan tinggi tengah pergi ke arah di mana targetnya berada hanya bisa terus terbang dengan kecepatan penuh yang ia miliki, “Serikat cotton ya? Nama yang aneh. Ku harap serikat ini tak seaneh dan selemah namanya” ucap Shota yang saat ini tengah terbang di udara sambil melihat ke arah markas serikat cotton.
Shota hanya melihat dan terus mengamati serikat cotton selama beberapa menit dan ketika ia kira sudah waktunya bagi dirinya untuk menyerang dan cukup mengetahui apa yang harus ia lakukan dengan cepat Shota langsung melakukan serangan pembuka yaitu bola api dan sihir panah api ke arah serikat cotton. Puluhan bola api dan panah api mulai berterbangan ke arah serikat cotton dengan kecepatan tinggi dan seketika itu juga langsung menghancurkan dan membakar bangunan dan benda benda yang mereka sentuh, semua orang yang saat itu tengah berjaga langsung menjadi sangat terkejut dan bahkan langsung menjadi panik seketika melihat kalau markas mereka saat ini tengah di serang oleh musuh.
Alarm peringatan mulai berbunyi dan suara hentakan kaki serta suara para pemain yang panik dan bersiap siap untuk bertempur mulai terdengar bahkan nada nada kematian dan kepanikan pun secara perlahan mulai terdengar. Sementara itu di tengah tengah kericuhan dan kepanikan itu Shota langsung memanfaatkannya sebaik mungkin, ia dengan kecepatan tinggi langsung mendarat tepat di serikat cotton dan dengan kecepatan tinggi langsung menghabisi setiap pemain yang ia lihat. Secara perlahan dan satu persatu anggota serikat cotton yang ada di sana secara perlahan mulai menghilang dan lenyap tanpa suara sedikitpun dan bahkan tanpa di sadari oleh siapapun karenanya Shota menyerang dan bergerak dengan kecepatan cahaya dan dengan menggunakan skil invisible untuk menghilangkan aura keberadaan dan wujudnya sehingga satupun dari mereka hingga saat ini masih tak ada yang menyadari keberadaan Shota.
Shota dengan kecepatan cahaya selama dua puluh menit kedepan terus menerus menyerang dan membunuh siapapun yang ia lihat dan temui tanpa belas kasih baik itu pria maupun wanita. Shota saat ini hanya menggunakan senjata tingkat emas saja dan tak menggunakan kemampuan apapun kecuali SKIL darkness, langkah cahaya dan invsible tetapi dirinya dapat dengan mudahnya masuk ke dalam serikat cotton bahkan menghabisi banyak sekali anggota dari serikat tersebut.
“Haa.. membosankan! Apakah tak ada satupun yang dapat menghiburku sejenak?” ucap Shota sambil menghela nafas dalam lalu secara perlahan efek dari SKIL invisible miliknya mulai menghilang.
“Cukup sampai di situ! Ku rasa sudah cukup bagimu untuk mengamuk di sini, dasar iblis” ucap seorang pemain yang membawa sebuah kapak besar di tangannya.
__ADS_1
“Ohh... menarik? Sepertinya ada tikus yang datang mencari mati? Biar ku lihat seberapa lama kau dapat menghiburku” ucap Shota sambil tersenyum dari balik topengnya dan berbalik arah.